Rabu, 17 Desember 2014

[Tasawuf] Tafsir surat Al-Kautsar



Assalaamu 'alaikum Wr.Wb.

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.(QS.108:1)
Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.(QS. 108:2)
Sesungguhnya orang-orang yang membeci kamu dialah yang terputus.(QS.108:3)

Daripada menularkan kebingungan mengenai makna Al-Quran, barangkali lebih
baik saya menuliskan apa yang saya pahami berdasarkan tulisan Quraish Shihab
dalam bukunya yang berjudul "Tafsir AlQuran - Tafsir atas Surat-Surat
Pendek Berdasarkan Urutan Wahyu" terbitan Pustaka Hidayah. Buku ini memang
sedang saya baca. Barangkali dengan memahami surat-surat pendek yang sering
kita baca dalam Sholat, kita mampu menghadirkan suasana yang pas dengan
bacaan yang sedang kita baca  kan Pak Sunarman juga menghendaki agar kita
memvisualisasikan sesuatu dalam sholat kita sesuai dengan yang sedang kita
baca :-). Sekalian juga karena barusan ada yang bertanya (via japri) tentang
kelanjutan keturunan Rasulullah SAAW.

Tulisan ini tidak persis dengan buku aslinya melainkan hanya saya ambil
tuliskan kembali dengan bahasa saya sendiri bagian-bagian yang paling
menarik menurut saya. Menurut Quraish Shihab, surat Al-Kautsar ini
diturunkan di Mekkah dan merupakan surat ke-14 dalam turunnya wahyu serta
surat ke-108 dalam urutan mushaf. "Al-Kautsar" menurut arti kata berasal
dari akar kata yang sama dengan "Katsir" yang berarti "banyak". Jadi
Al-Kautsar berarti sesuatu nikmat yang banyak. 

Quraish Shihab mengemukakan bahwa Ulama berbeda pendapat dalam mengartikan
"Al-Kautsar" pada surat ini: 
Pendapat 1. Sebagian berpegang pada hadist nabi dari Anas bin Malik (Muslim
dan Ahmad) yang menceritakan "Al-Kautsar" sebagai sebuah nama telaga yang
ada di surga yang dianugerahkan oleh Allah kepada Nabi SAAW. 

Pendapat 2. Sebagian lagi berpegang sejarah pada hadist lainnya mengenai
ejekan "Abtar" yang berarti "terputus keturunan". Sehingga Al-Kautsar
berarti Allah menganugerahkan keturunan yang banyak kepada Rasulullah.
Tafsir ini dikutip oleh Suyuthi dalam bukunya Asbab Annuzul serta Addur
Al-Mantsur serta pakar tafsir lainnya seperti  Al-Alusy, Al-Qasimy,
Al-Jamal, Abu Hayyan dll. Serta juga oleh Muhammad Abduh dan Thabathabai.
Pendapat ini juga merupakan pendapat yang paling banyak dipercaya oleh ulama
tafsir. Menurut Quraish Shihab, hadist dari Anas bin Malik (Muslim dan
Ahmad) tentang Al-Kautsar ini, ditolak oleh Muhammad Abduh sebagai
penjelasan terhadap surat Al-Kautsar.

Pendapat 3. Sebagian lagi menganggap bahwa Al-Kautsar berarti keduanya yaitu
Nikmat Allah yang banyak yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAAW. Salah
satunya  berupa keturunan yang banyak serta telaga di surga serta
nikmat-nikmat lainnya.

Saya cuman akan mengutipkan detail pendapat bahwa Al-Kautsar sebagai Allah
memberikan nikmat kepada Nabi SAAW berupa keturunan yang sangat banyak.
Dikatakan dalam buku tersebut bahwa "Jika riwayat dari berbagai pakar tafsir
ini diterima ini maka itu berarti AlQuran telah menggarisbawahi sejak dini
tentang akan berlanjutnya keturunan Nabi Muhammad SAAW, dan bakal banyak dan
tersebarnya mereka itu".

Dikisahkan dalam sejarah, bahwa setelah putera nabi yang terakhir meninggal
sebelum sempat memiliki keturunan, sedangkan saat itu nabi serta Khadijah
dalam usia yang telah cukup tua dan Khadijah sedang mengandung. Semua orang
menunggu apakah Khadijah akan memberikan seorang anak lelaki atau perempuan.
Ketika ternyata Khadijah melahirkan seorang puteri (yang kemudian diberi
nama Fatimah Az-Zahra) maka orang-orang Quraish bersorak dan mengatakan
bahwa Muhammad "Abtar". "Abtar" adalah ejekan yang diberikan kepada orang
yang terputus keturunannya. 

Allah kemudian menurunkan wahyu kepada Muhammad SAAW berupa surat Al-Kautsar
ini bahwa Allah sesungguhnya telah memberikan nikmat yang banyak dengan
kelahiran Fatimah tersebut. Bahwa Rasulullah SAAW tidaklah "Abtar" bahkan
dari rahim Fatimah akan lahir keturunan yang banyak. Selanjutnya Rasulullah
diperintahkan untuk bersholat dan berkurban (aqiqah sebagai wujud rasa
syukurnya). Dan pada ayat ketiga disebutkan bahwa musuh-musuh Rasulullah
yang mengejek itulah yang kemudian diejek oleh Al-Quran sebagai "Abtar". 

Surat ini dimulai dengan kata "Inna" yang menunjukkan bahwa berita yang akan
diungkapkan selanjutnya adalah sebuah berita yang besar yang boleh jadi
lawan bicara atau pendengarnya meragukan kebenarannya. Quraish Shihab juga
mengutip pendapat lainnya bahwa penggunaan kata "kepadamu" menunjukkan bahwa
anugerah Allah tsb (berupa keturunan yang banyak) tidak terkait dengan
kenabian melainkan merupakan pemberian Allah kepada pribadi Nabi Muhammad
SAAW yang dikasihi-Nya.

Dalam buku tersebut juga dikemukakan beberapa argumen yang mendukung bahwa
dhurriyah Rasulullah memang dilanjutkan melalui rahim Fatimah dan bukan
melalui anak lelakinya. Diantaranya bahwa Alquran menganggap Isa AS sebagai
dhurriyah Ibrahim meskipun lahir dari Maryam (seorang perempuan keturunan
Ibrahim) dalam Al-An'am 84-85 Juga banyak hadist yang mengutarakan bahwa
Rasulullah memanggil Hasan-Husein sebagai "anakku". 

Sejarah kemudian membuktikan bahwa dari rahim Fatimah kemudian Rasulullah
memperoleh 2 orang putera yang sangat dicintai beliau yaitu Hasan dan
Husein Kemudian setelah peristiwa Karbala maka satu-satunya anak lelaki
yang tersisa dari keturunan Husein yaitu Ali Awsath yang bergelar "Zainal
Abidin" atau "Assajad" kemudian meneruskan keturunan Nabi. Demikian juga
keturunan dari Hasan. Husein sendiri tercatat memiliki 6 anak lelaki, dan
hanya 1 yang selamat setelah Karbala. Sedangkan Hasan bin Ali memiliki 11
anak lelaki, beberapa diantaranya meneruskan keturunan. Hingga saat ini
-Alhamdulillah-- ada banyak sekali dhurriyah Nabi dari Fatimah terutama via
Ali Zainal Abidin Assajjad bin Husein bin Ali bin Abi Thalib dan kemudian
berserak di seluruh muka Bumi. Bahkan menurut Quraish Shihab, dhurriyah nabi
ini begitu banyaknya dibandingkan keturunan manusia lainnya. 

Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.