sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Wednesday, September 7, 2011
> Siti Jenar dan Wali Sanga [Bag 69]
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
“Benar, Ki Ageng. Saya sependapat dengan Ki Donoboyo. Tidak semestinya kita berdiam diri terus….”
“Berdiam diri atau tidak bukanlah persoalan besar. Jangankan gerak-gerik kita, selembar daun jatuh pun tdak terlepas dari kekuasaan Tuhan….”
“Bukankah kita diharuskan berikhtiar?”
“Berikhtiarlah jika itu yang ingin Kisanak lakukan….”
“Ki Ageng sendiri?”
“Saya memilih mengikuti mata batin yang saya lihat….”
“Diamkah?”
“Mengikuti mata batin.”
Ki Chantulo dan Ki Donoboyo saling tatap seakan-akan berusaha memaknai, memahami yang dikatakan Kebo Kenongo. Keduanya tiada juga menemui, hingga berlama-lama merenungkan.
Hembusan angin mengusik jubah mereka, berkelebat-kelebat berlomba dengan suara gemirisiknya dedaunan. Batin mereka mengembara mencari tahu tentang segala hal yang perlu diketahuinya.
Betapa sulit mengikuti pengembaraan batin Kebo Kenongo, keduanya seakan tidak sanggup melampaui. Hingga beranjak dari ketinggian melemaskan kaki di atas tikar pandan.
“Tidak semestinya Kisanak mengikuti batin saya….” tatap Kebo Kenongo, menghampiri.
“Saya tidaklah mungkin menduga-duga,”
“Kami tidalah setarap dengan Ki Ageng.”
“Kita sama sebagai makhluk Tuhan yang lemah. Pencapaian bukan pembeda derajat manusia….”
Bersambung……
“Berdiam diri atau tidak bukanlah persoalan besar. Jangankan gerak-gerik kita, selembar daun jatuh pun tdak terlepas dari kekuasaan Tuhan….”
“Bukankah kita diharuskan berikhtiar?”
“Berikhtiarlah jika itu yang ingin Kisanak lakukan….”
“Ki Ageng sendiri?”
“Saya memilih mengikuti mata batin yang saya lihat….”
“Diamkah?”
“Mengikuti mata batin.”
Ki Chantulo dan Ki Donoboyo saling tatap seakan-akan berusaha memaknai, memahami yang dikatakan Kebo Kenongo. Keduanya tiada juga menemui, hingga berlama-lama merenungkan.
Hembusan angin mengusik jubah mereka, berkelebat-kelebat berlomba dengan suara gemirisiknya dedaunan. Batin mereka mengembara mencari tahu tentang segala hal yang perlu diketahuinya.
Betapa sulit mengikuti pengembaraan batin Kebo Kenongo, keduanya seakan tidak sanggup melampaui. Hingga beranjak dari ketinggian melemaskan kaki di atas tikar pandan.
“Tidak semestinya Kisanak mengikuti batin saya….” tatap Kebo Kenongo, menghampiri.
“Saya tidaklah mungkin menduga-duga,”
“Kami tidalah setarap dengan Ki Ageng.”
“Kita sama sebagai makhluk Tuhan yang lemah. Pencapaian bukan pembeda derajat manusia….”
Bersambung……
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.