Kamis, 23 Maret 2017

Cahaya (Materi Fisika Lengkap)

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan Materi Lengkap Fisika Kelas 8 SMP Bab Cahaya. Silakan disimak artikel selengkapnya.


A. Pengertian Cahaya

Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elektromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380-750 nm. Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang tidak memerlukan medium untuk merambat. Sehingga cahaya dapat merambat tanpa memerlukan medium.

Cahaya yang biasa kita lihat merupakan kelompok-kelompok sinar cahaya atau disebut berkas cahaya. Berkas cahaya dapat digolongkan atas :

a) Berkas cahaya menyebar (divergen), yaitu berkas cahaya yang berasal dari satu titik kemudian menyebar ke segala arah.

b) Berkas cahaya sejajar, yaitu berkas cahaya yang arahnya sejajar satu sama lain.

c) Berkas cahaya mengumpul, yaitu berkas cahaya yang menuju ke satu titik tertentu.



B. Sifat-Sifat Cahaya

1. Cahaya dapat merambat lurus
Perlu kalian ketahui bahwa sinat lampu, sinar matahari, sinar bulan, dan sinar lilin merupakan sumber cahaya. Cahaya yang dihasilkan tersebut akan merambat lurus. Oleh karena sifatnya ini, maka banyak manusia yang memanfaatkannya untuk kehidupan sehari-hari misalnya adalah lampu senter dan lampu kendaraan bermotor.


2. Cahaya dapat dipantulkan.
Apabila suatu benda terkena cahaya, maka cahaya tersebut akan dipantulkan. Ada dua jenis pemantulan yaitu pemantulan baur dan pemantulan teratur. Apabila cahaya mengenai permukan yang tidak rata atau kasar maka akan terjadi pemantulan baur yang sinar pantulnya tidak beraturan.

Sedangkan apabila cahaya mengenai benda yang permukaannya rata, licin, mengkilap dihasilkan pemantulan teratur, memiliki arah pantulan yang teratur. Contoh bahwa cahaya dapat dipantulkan adalah cermin.

3. Cahaya dapat menembus benda bening.
Berdasarkan dapat tidaknya ditembus oleh cahaya, benda-benda dapat dibedakan menjadi dua yaitu benda gelap dan benda bening.

Contohnya adalah kaca, bukan cermin.

4. Cahaya dapat dibiaskan.

Perlu diketahui bahwa apabila cahaya merambat melalui du zat yang berbeda kerapatannya, maka cahaya tersebut akan dibelokkan.eristiwa pembelokan cahaya setelah melewati media rambatan yang berbeda itulah yang disebut dengan pembiasan.

Contoh pensil dimasukkan ke dalam gelas.

5. Cahaya dapat diuraikan.

Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai macam cahaya berwarna. Cahaya matahari yang kita lihat berwana putih, padahal sebenarnya cahaya matahari terseusun atas banyak cahaya berwarna. Cahaya matahari diuraikan oleh titik-titik air di awan sehingga terbentuk pelangi.

Warna pelangi terbentuk dari warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.


C. Pemantulan Cahaya

Jenis-jenis pemantulan cahaya

Berdasarkan keadaan permukaannya, pemantulan cahaya dibagi menjadi :


a. Pemantulan difus atau pemantulan baur, yaitu pemantulan cahaya ke segala arah yang terjadi karena bekas sinar datang jatuh pada permukaan kasar atau tidak rata. Pemantulan ini akan memberi kesan menyilaukan mata.






Gambar pemantulan baur atau divus

b. Pemantulan teratur, yaitu pemantulan yang terjadi karena berkas sinar datang jatuh pada permukaan halus atau rata. Pada pemantulan teratur, cahaya akan dipantulkan ke satu arah. Pemantulan ini akan menyejukkan mata.








Gambar Pemnatulan Teratur

D. CERMIN

Cermin adalah benda padat yang salah satu sisinya halus dan mengkilap yang dilapisi amalgam perak sehingga memantulkan seluruh cahaya yang datang. Cermin dibedakan menjadi 3, yaitu : cermin datar, cermin cekung , dan cermin cembung.

Pemantulan pada Cermin Datar
Berdasar pengamatan dengan menggunakan cakram optik, Snellius menyimpulkan hal-hal berikut.




gambar hukum snelius

a. Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.


b. Sudut datang sama dengan sudut pantul.



Pernyataan Snellius tersebut dikenal dengan hukum pemantulan cahaya (sinar).



Sifat bayangan pada Cermin Datar




Sifat bayangan cermin datar sebagai seperti gambar berikut.









Sumber : BSE Kelas VIII Rini Pratiwi

Sifat bayangan cermin datar bersifat maya karena bayangan tersebut diperoleh dari hasil perpotongan perpanjangan sinarpantul. Bayangan yang terbentuk oleh cermin datar juga bersifat tegak dan sama besar karena bayangan yang dibentuk sama persis letak dan ukurannya dengan letak dan ukuran benda.

Pembentukkan bayangan pada cermin datar yang membentuk sudut tertentu akan berbeda seperti terlihat pada foto di bawah ini, bayangan yang terbentuk bisa banyak sekali tergantung sudut yang dibentuk semakin kecil sudutnya semakin banyak bayangnnya.






Foto bayangan yang dibentuk oleh cermin yang membentuk sudut tertentu
Banyak bayangan yang terbentuk antara dua cermin dapat dinyatakan dalam persamaan berikut.

n= 360/α




n : banyaknya bayangan yang terbentuk

α : sudut yang diapit oleh kedua cermin


Pemantulan pada cermin cekung

Cermin cekung adalah cermin yang permukaan pantulnya melengkung ke dalam. contohnya dalah ketika kita melihat cermin pada lengkungan dalam senter.


Di bawah ini digambarkan cermin cekung akan mengumpulkan sinar pantul (konvergen).






Gambar pemantulan konvergen

Cermin cekung memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

a. Cermin cekung akan memantulkan sinar-sinar sejajar menuju titik fokusnya.

b. Cermin cekung bersifat mengumpulkan cahaya atau disebut konvergen.


Sinar-sinar istimewa pada cermin cekung dapt di artikan sebagai berikut :

a. sinar datang yang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus,

b. sinar datang yang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama, dan

c. sinar datang yang melalui pusat kelengkungan cermin dipantulkan melalui

jalan semula.

Sifa-sifat bayangan yang dibentuk pada cermin cekung adalah sebagai berikut :




1. Pembentukan bayangan Diruang I






Gambar pembentukan bayangan di ruang I



sifat bayangan ;: maya tegak diperkecil





2. Pembentukan bayangan Diruang II





Gambar pembentukan bayangan di ruang II




sifat bayangan : mnyata terbalik diperbesar




3. Pembentukan bayangan Diruang III





Gambar Pembntukan bayangan di ruang III




Sifat bayangan : nyata terbalik di perkecil


Pemantulan pada Cermin Cembung

Cermin cembung adalah cermin yang permukaan pantulnya melengkung ke luar.





gambar pemantulan yang bersifa divergen



Gambar Cermin cembung akan menyebarkan sinar pantul (divergen).




Cermin cembung memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

a. Berkas sinar yang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus.

b. Cermin cembung bersifat menyebarkan cahaya atau disebut divergen.

Tiga buah sinar istimewa pada cermin cembung




Sinar-sinar istimewa pada cermin cembung dapat dituliskan sebagai berikut :








a. Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah berasal darititik fokus.

b. Sinar datang menuju titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.

Sinar datang menuju pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan melalui sinar datang.

bayangan yang terbentuk pada cermin cembung adalah sebagai berikut :









Ggambar pembentukan bayangan pada cermin cembung



Sifat bayangan : maya tegak diperkecil





Pemantulan pada Cermin Cekung




Persamaan yang berlaku untuk cermin cekung adalah sebagai berikut.







Sedangkan perbesaran cermin cekung dapat ditentukan dengan rumus berikut







f : fokus cermin (cm atau m)

s : jarak benda ke cermin (cm atau m)

s' : jarak bayangan ke cermin (cm atau m)

R : jari-jari (cm atau m)

h' : tinggi bayangan (cm atau m)

h : tinggi benda (cm atau m)

M: perbesaran




Sifat bayangan yang terbentuk pada cermin cekung juga dapat ditentukan ngan cara berikut.


a. Jika s' bernilai (+) maka bayangan bersifat nyata dan terbalik, namun jika s' bernilai (-) maka bayangan bersifat maya dan tegak.


b. Jika M > 1 maka bayangan diperbesar. Jika M = 1 maka bayangan sama besar dengan benda. Jika M < 1 maka bayangan diperkecil. 8. Pemantulan pada Cermin Cembung Persamaan yang berlaku pada cermin cembung juga sama dengan persamaan pada cermin cekung. Perbedaan persamaan cermin cekung dan cermin cembung terletak pada nilai fokus kedua cermin. Fokus cermin cekung bernilai positif (+), sedangkan fokus cermin cembung bernilai negatif (-). 9.



Sumber referensi dan gambar selain koleksi pribadi adalah :
Wasis,dkk IPA Untuk SMP/MTs Kelas VIII BSE,Jakarta, Pusbuk
Rinie Pratiwi P,dkk CTL IPA Untuk SMP/MTs Kelas VIII BSE,Jakarta, Pusbuk
Syaiful Karim ,dkk Belajar IPA Untuk SMP/MTs Kelas VIII BSE,Jakarta, Pusbuk
H. Moch. Agus Krisno,dkk IPA Untuk SMP/MTs Kelas VIII BSE,Jakarta, Pusbuk
http://guru-ipa-pati.blogspot.co.id/2011/08/materi-cahaya_11.html
http://johanespratomo.blogspot.co.id/2015/03/materi-cahaya-kelas-8.html
http://ruanasagita.blogspot.co.id/2015/02/5-sifat-sifat-cahaya.html

Demikian Materi Lengkap Fisika Kelas 8 SMP Bab Cahaya meliputi Pengertian & Sifat-sifat cahaya, pemantulan cahaya pada cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. Semoga bermanfaat...

Selasa, 21 Maret 2017

Pembiasan Cahaya (Materi Fisika Lengkap)


Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan materi lengkap Fisika : Pembiasan Cahaya (Refraksi) . Mari kita bahas selengkapnya..

PEMBIASAN CAHAYA


Pengertian Pembiasan (refraksi) cahaya adalah pembelokan arah rambat cahaya. Pembiasan cahaya disebabkan medium (zat Perantara) yang dilalui cahaya berbeda kerapatam optiknya yang menyebabkan kecepatan cahaya pada medium itu berbeda pula.

Contoh Pembiasan Cahaya : Cahaya dari udara ke kaca, dari air ke kaca, dari udara ke air, dan sebagainya kelihatan bengkok/membelok.

Alat yang digunakan untuk menyelidiki pembiasan cahaya adalah cakra optik.

Hukum Snellius pada pembiasan Cahaya menyatakan :

a. Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar

b. Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium yang rapat dibiaskan mendekati garis normal

c. Sinar datang dari medium rapat ke medium yang kurang rapat dibiaskan menjahui garis normal

d. Sinar datang yang tegak lurus dengan bidang batas tidak dibiaskan, melainkan diteruskan.











INDEKS BIASIndeks bias mutlak adalah perbandingan antara cepat rambat cahaya dalam ruang hampa dan cepat rambat cahaya dalam medium lain. Indeks bias medium yang rapat itu lebih besar dari indeks bias medium yang kurang rapat. Sebaliknya indeks bias medium kurang rapat itu lebih kecil dari indeks bias medium yang rapat. Indeks Bias mutlak dirumuskan :






Contoh :
Seberkas cahaya merambat dari udara ke dalam air. Bila diketahui indeks bias udara (n udara ) 1,00 , dan indeks bias aiar (n air ) 1,33, dan cepat rambat cahaya dalam ruang hampa (c) 3 x 108 m/s. tentukan kecepatan rambat cahaya dalam udara dan dalam air !


Penyelesaian


Diketahui : n udara = 1,00


N air = 1,33


C = 3 x 108 m/s


Ditanya : a. C udara ? b. C air ?








PEMBIASAN PADA PRISMA

Prisma adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang permukaan yang bersudut. Besarnya sudut antara kedua permukaan itu disebut sudut pembias (b).


Apabila seberkas cahaya masuk pada salah satu permukaan prisma maka cahaya tersebut akan dibiaskan dari permukaan prisma yang lain.

Sudut deviasi adalah sudut yang diperoleh dari perpanjangan sinar datang dan sinar bias yang keluar dari prisma. Besarnya sudut Deviasi berubah-ubah bergantung pada sudut datang (i). Sudut deviasi dirumuskan :


D = I + r1-b





LENSA

Pengertian Lensa
Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang yang dua-duanya lengkung atau salah satunya adalah bidang datar.

Macam-macam Lensa :
Berdasarkan bentuk permukaannya lensa dibedakan menjadi :
Lensa cembung dua (bikonveks)
Lensa cembung datar (plankonveks)
Lensa cembung cekung (konveks konkaf)
Lensa cekung dua (bikonkaf)
Lensa cekung datar (plankonkaf)
Lensa cembung cekung (kankaf konveks)









LENSA CEMBUNG

Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian tepinya dan bersifat konvergen (mengumpulkan cahaya)


Bila seberkas sinar sejajar sumbu utama menuju lensa cembung maka akan dibiaskan melalu satu titik yang disebut titik api utama (titik fokus)

Sinar-sinar istimewa lensa cembung :
Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus utama (F2).
Sinar datang yang melalui titik fokus (F1) dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.
Sinar datang yang melalui pusat optik lensa tidak dibiaskan melainkan diteruskan.








Pembentukan bayangan pada lensa cembung :

Pembentukan berada di F1, bayangan tidak terjadi.
Benda berada diantara F1 dan 2F1, bayangan terbentuk di atas 2F2 sifatnya nyata, terbalik, dan diperbesar.
Benda berada di F1 dan O, bayangan di atas 2F1 sifatnya, maya tegak, dan diperbesar.
Banda berada tepat di 2F1, maka bayangan terbentuk tepat di 2F2 sifatnya nyata, terbalik, dan sama besar.
Benda berada di atas 2 F1 maka bayangannya akan berada di antara F2 dan 2F2 sifatnya nyata, terbalik, dan diperkecil.

Lensa Cekung

Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian tepinya dan bersifat menyebarkan berkas cahaya (divergen).

Sinar-sinar istimewa lensa cekung :
Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama keluar dari lensa seolah-olah berasal dari titik fokus utama (F2)
Sinar datang yang menuju titik fokus utama F1 dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.
Sinar datang yang melalui pusat optik lensa tidak dibiaskan melainkan diteruskan.






DISPERSI CAHAYA
Dispersi cahaya adalah penguraian cahaya polikromatik menjadi cahaya monokromatik.


Cahaya Polikromatik adalah cahaya yang terdiri dari bermacam-macam warna. Contohnya cahaya putih. Chaya Monokromatik adalah cahaya yang hanya memiliki satu panjang gelombang saja (Tidak dapat terurai menjadi cahaya lain ) Contoh : sinar Merah, Sinar jingga, Sinar Kuning, Sinar hijau, Sinar biru, dan sinar Ungu.


Dispersi Cahaya Pada Prisma








Sumber : academia.edu




Demikian materi lengkap Fisika : Pembiasan Cahaya (Refraksi) meliputi Pengertian dan contoh pembiasan cahaya, indeks bias, pembiasan pada prisma, lensa cembung dan lensa cekung serta dispersi cahaya. Semoga bermanfaat...

Senin, 13 Februari 2017

Alas Sepatu Untuk Mengatasi Telapak Kaki Datar / Kaki Bebek



Seseorang dengan telapak kaki datar (lengkungan jatuh) memiliki lengkungan rendah atau tidak ada lengkungan sama sekali.

Sebagian besar kasus tidak menimbulkan masalah dan pengobatan biasanya tidak diperlukan.

Lengkungan, atau punggung kaki, merupakan bagian dalam kaki yang biasanya diangkat dari tanah ketika Anda berdiri, sedangkan sisanya dari kaki tetap rata dengan tanah.

Kebanyakan orang memiliki ruang terlihat pada bagian dalam dari kaki mereka (lengkungan). Ketinggian lengkungan bervariasi dari orang ke orang.


Apakah saya memiliki kaki datar?

Kaki datar mudah untuk mengidentifikasi sambil berdiri atau berjalan. Ketika seseorang dengan kaki datar berdiri, kaki atau lengkungan bagian dalam merata dan kaki mereka dapat dimasukkan ke bagian dalam. Hal ini dikenal sebagai overpronation.

Untuk melihat apakah overpronates kaki Anda, berjinjit atau mendorong jempol kaki Anda kembali sejauh mungkin. Jika lengkungan kaki Anda tidak muncul, kaki Anda cenderung overpronate ketika Anda berjalan atau berlari.

Ini bisa sulit untuk mengatakan apakah seorang anak memiliki kaki datar karena lengkungan mereka mungkin tidak sepenuhnya berkembang sampai mereka 10 tahun.


Penyebab kaki datar

Memiliki rendah atau tidak ada lengkungan yang biasa bagi sebagian orang. Dalam kasus ini, kaki datar biasanya diwariskan dan kaki cukup fleksibel.

Kadang, kaki datar dapat disebabkan oleh kelainan yang berkembang di dalam rahim, seperti masalah dengan sendi atau di mana dua atau lebih tulang yang menyatu bersama-sama. Hal ini dikenal sebagai koalisi tarsal dan hasil pada kaki yang datar dan kaku.

Kaki datar yang berkembang di kemudian hari dapat disebabkan oleh suatu kondisi yang mempengaruhi sendi, seperti arthritis, atau cedera otot, tendon atau sendi di kaki.

Kondisi yang mempengaruhi sistem saraf (otak dan sumsum tulang belakang) juga dapat menyebabkan lengkungan jatuh. Seiring waktu, otot-otot secara bertahap menjadi kaku dan lemah dan kehilangan fleksibilitas mereka. Kondisi di mana hal ini dapat terjadi antara lain cerebral palsy, spina bifida dan distrofi otot.

Kaki datar yang diperoleh dewasa sering mempengaruhi wanita di atas usia 40 tahun. Ini sering kali tidak terdiagnosis dan terjadi ketika tendon yang mendukung lengkungan kaki secara bertahap membentang dari waktu ke waktu.

Ini tidak sepenuhnya mengerti apa yang menyebabkan tendon untuk menjadi teregang, tetapi beberapa ahli percaya bahwa mengenakan sepatu hak tinggi dan berdiri atau berjalan untuk waktu yang lama mungkin memainkan peran. Obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes merupakan faktor-faktor risiko.

Penelitian terbaru telah menemukan hubungan dengan perubahan pada tendon di kaki dan peningkatan sejenis protein yang disebut enzim proteolitik. Enzim ini dapat memecah beberapa daerah tendon, melemahnya dan menyebabkan lengkungan kaki jatuh. Perubahan serupa juga terlihat dalam kondisi lain, seperti Achilles tendonitis.

Hal ini dapat memiliki implikasi penting untuk mengobati kaki datar karena obat yang secara khusus menargetkan enzim ini bisa memberikan alternatif untuk operasi. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan dan jenis pengobatan dianggap sekitar 10 sampai 15 tahun lagi.

Masalah yang disebabkan oleh kaki datar

Kaki datar biasanya tidak menyebabkan masalah, tetapi mereka dapat menempatkan ketegangan pada otot dan ligamen (ligamen menghubungkan dua tulang bersama di sendi). Hal ini dapat menyebabkan sakit di kaki Anda ketika Anda berjalan.

Jika Anda memiliki kaki datar, Anda mungkin mengalami rasa sakit di salah satu bidang berikut:

  • bagian dalam pergelangan kaki Anda 
  • lengkungan kaki Anda 
  • sisi luar kaki Anda 
  • betis 
  • lutut, pinggul atau punggung 

Beberapa orang dengan kaki datar menemukan bahwa berat badan mereka tidak merata, terutama jika kaki mereka gulungan ke dalam terlalu banyak (overpronates). Jika overpronates kaki Anda, sepatu Anda cenderung cepat aus. Overpronation juga dapat merusak sendi pergelangan kaki Anda dan Achilles tendon (tendon besar di bagian belakang pergelangan kaki Anda).

Ketika melihat dokter


Lihat dokter jika Anda atau anak Anda memiliki kaki datar dan Anda:


kaki yang menyakitkan, bahkan ketika mengenakan mendukung, sepatu yang pas
sepatu aus sangat cepat
kaki tampaknya semakin datar
kaki lemah, mati rasa atau kaku

GP Anda dapat merujuk Anda ke ahli penyakit kaki (spesialis kaki).

Mengobati kaki datar

Pengobatan biasanya tidak diperlukan untuk kaki datar karena kondisi biasanya tidak menimbulkan masalah yang signifikan.

Kaki sakit sering dapat dikurangi dengan memakai sepatu yang mendukung yang sesuai dengan benar. Anda mungkin perlu memakai sepatu yang lebih luas dari biasanya.





Jika kaki Anda overpronate, Anda mungkin perlu memakai insole khusus (sebuah orthotic) di dalam sepatu Anda untuk menghentikan kaki Anda bergulir ke dalam ketika Anda berjalan atau berlari. Ini biasanya akan perlu dibuat dan dipasang oleh ahli penyakit kaki.




Peregangan betis dan Achilles tendon juga dapat membantu sebagai Achilles ketat dapat membuat overpronate kaki Anda. Untuk meregangkan betis dan Achilles tendon:







langkah ke depan dengan kaki kiri dan menekuk, dengan kaki kanan lurus dan kedua kaki mengarah ke depan (lihat gambar)
mendorong tumit kanan Anda ke dalam tanah sambil menjaga kaki kanan lurus; Anda harus merasakan peregangan di bagian belakang kaki kanan Anda, di bawah lutut
terus peregangan selama 15 sampai 30 detik dan ulangi dengan kaki yang berlawanan
ulangi peregangan dua sampai empat kali pada setiap kaki, dan ulangi latihan keseluruhan tiga sampai empat kali sehari

Ketika pembedahan mungkin diperlukan

Dalam kasus yang jarang terjadi, pembedahan mungkin diperlukan jika anak memiliki kaki datar disebabkan oleh masalah mereka lahir dengan (kelainan bawaan). Kaki mungkin perlu diluruskan atau tulang mungkin perlu dipisahkan jika mereka menyatu bersama-sama.

Obat penghilang rasa sakit dan sol adalah pilihan pengobatan pertama untuk kaki datar yang disebabkan oleh masalah bersama, seperti arthritis atau tendon robek. Namun, operasi mungkin direkomendasikan apabila cedera atau kondisi yang sangat mempengaruhi kaki Anda.

Dimana kaki datar disebabkan oleh suatu kondisi yang mempengaruhi sistem saraf, sepatu khusus, sol, atau kaki atau kaki mendukung kawat gigi mungkin diperlukan. Sekali lagi, dalam kasus yang parah, operasi mungkin diperlukan untuk meluruskan kaki.


Medial Arch Support



arch support ini terbuat dari bahan spon halus yang sangat lembut sehingga sangat nyaman dipakai. arch support ini berfungsi membentuk arcus/lengkung pada telapak kaki. dipakai oleh penderita kaki datar/kaki rata/flat foot.


Untuk melihat semua daftar alat kesehatan dan spesifikasi harga, silahkan masuk ke www.orthoshoping.com


Untuk pemesanan alat dapat menghubungi:

Nugroho : 085 867 374 002 (sms/whatsapp ok)






sumber: http://ortotik-prostetik.blogspot.co.id/2014/10/alas-sepatu-untuk-mengatasi-telapak.html

Kamis, 09 Februari 2017

Clubfoot atau Congenital Talipes Equino-varus (CTEV) / biasa disebut kaki pengkor Pada Bayi Dan Penanganannya


      Clubfoot adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan hadiah cacat kaki saat lahir. Gangguan pada kaki tersebut dapat ringan atau berat, dan dapat melibatkan satu kaki atau keduanya. Istilah medis untuk “kaki pengkor” atau “kaki bengkok” atau “kaki O” adalah talipes equinovarus. Ada juga yang cacat kaki yang lain yang lebih ringan yang tidak separah kaki pengkor.



Clubfoot adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan deformitas umum dimana kaki berubah dari posisi yang normal.

Congenital Talipes Equino-varus (CTEV) atau biasa disebut Clubfoot merupakan deformitas yang umum terjadi pada anak-anak.

Clubfoot sering disebut juga CTEV (Congeintal Talipes Equino Varus) adalah deformitas yang meliputi fleksi dari pergelangan kaki, inversi dari tungkai, adduksi dari kaki depan, dan rotasi media dari tibia (Priciples of Surgery, Schwartz). Talipes berasal dari kata talus (ankle) dan pes (foot), menunjukkan suatu kelainan pada kaki (foot) yang menyebabkan penderitanya berjalan pada ankle-nya. Sedang Equinovarus berasal dari kata equino (meng.kuda) + varus (bengkok ke arah dalam/medial).

Sampai saat ini masih banyak perdebatan dalam etiopatologi CTEV.

Patogenesisnya bersifat multifaktorial. Banyak teori telah diajukan sebagai penyebab deformitas ini, termasuk faktor genetic, defek sel germinativum primer, anomali vascular, faktor jaringan lunak, faktor intrauterine dan faktor miogenik. Telah diketahui bahwa kebanyakan anak dengan CTEV memiliki atrofi otot betis, yang tidak hilang setelah terapi, karenanya mungkin terdapat hubungan antara patologi otot dan deformitas ini.

CTEV adalah salah satu anomali ortopedik kongenital yang paling sering terjadi seperti dideskripsikan oleh Hippocrates pada tahun 400 SM, dengan gambaran klinis tumit yang bergeser kebagian dalam dan kebawah, forefoot juga berputar kedalam. Tanpa terapi, pasien dengan clubfoot akan berjalan dengan bagian luar kakinya, yang mungkin menimbulkan nyeri dan atau disabilitas. Meskipun begitu, hal ini masih menjadi tantangan bagi keterampilan para ahli bedah ortopedik anak akibat adanya kecenderungan kelainan ini menjadi relaps, tanpa memperdulikan apakah kelainan tersebut diterapi secara operatif maupun konservatif. Salah satu alasan terjadinya relaps antara lain adalah kegagalan ahli bedah dalam mengenali kelainan patoanatomi yang mendasarinya. clubfoot seringkali secara otomatis diangggap sebagai deformitas equinovarus, namun ternyata terdapat permutasi dan kombinasi lainnya, seperti Calcaneovalgus,, Equinovalgus dan Calcaneovarus yang mungkin saja terjadi.

CTEV merupakan kelainan kongenital kaki yang paling penting karena mudah mendiagnosisnya tetapi sulit mengkoreksinya secara sempurna, meskipun oleh ortopedis yang berpengalaman. Derajat beratnya deformitas dapat ringan, sedang atau berat, tergantung fleksibilitas atau adanya resistensi terhadap koreksi. CTEV harus dibedakan dengan postural clubfoot atau posisional equinovarus dimana pada CTEV bersifat rigid, menimbulkan deformitas yang menetap bila tidak dikoreksi segera.


Penatalaksanaan CTEV bertujuan untuk mencegah terjadinya disabilitas sehingga penderita dapat melakukan aktifitas secara normal baik ketika anak-anak maupun setelah tumbuh dewasa. Penatalaksanaan CTEV harus dapat dilakukan sedini mungkin, minimal pada beberapa hari setelah lahir, meliputi koreksi pasif, mempertahankan koreksi untuk jangka panjang dan pengawasan sampai akhir pertumbuhan anak. Pada beberapa kasus diperlukan tindakan pembedahan. Penatalaksanaan rehabilitasi medis pada penderita CTEV sangat penting dalam hal mencegah terjadinya disabilitas secara dini maupun setelah dilakukan tindakan koreksi secara operatif.3

Beberapa dari deformitas kaki termasuk deformitas ankle disebut dengan talipes yang berasal dari kata talus (yang artinya ankle) dan pes (yang berarti kaki). Deformitas kaki dan ankle dipilah tergantung dari posisi kelainan ankle dan kaki.

Deformitas talipes diantaranya :


– Talipes varus : inversi atau membengkok ke dalam


– Talipes valgus : eversi atau membengkok ke luar


– Talipes equinus : plantar fleksi dimana jari-jari lebih rendanh daripada tumit


– Talipes calcaneus : dorsofleksi dimana jari-jari lebih tinggi daripada tumit

Club Foot terjadi kelainan berupa :


• Fore Foot Adduction (kaki depan mengalami adduksi dan supinasi)


• Hind Foot Varus (tumit terinversi)


• Equinus ankle (pergelangan kaki dalam keadaan equinus = dalam keadaan plantar fleksi)

Clubfeet yang terbanyak merupakan kombinasi dari beberapa posisi dan angka kejadian yang paling tinggi adalah tipe talipes equinovarus (TEV) dimana kaki posisinya melengkung kebawah dan kedalam dengan berbagai tingkat keparahan. Unilateral clubfoot lebih umum terjadi dibandingkan tipe bilateral dan dapat terjadi sebagai kelainan yang berhubungan dengan sindroma lain seperti aberasi kromosomal, artrogriposis (imobilitas umum dari persendian), cerebral palsy atau spina bifida.



Frekuensi clubfoot dari populasi umum adalah 1 : 700 sampai 1 : 1000 kelahiran hidup dimana anak laki-laki dua kali lebih sering daripada perempuan. Insidensinya berkisar dari 0,39 per 1000 populasi Cina sampai 6,8 per 1000 diantara orang. Clubfoot adalah salah satu cacat lahir yang paling umum. Lebih dari 4.000 bayi (sekitar 1 dari 1.000) lahir dengan Clubfoot di Amerika Serikat setiap tahun (1, 2). Berdasarkan data, 35% terjadi pada kembar monozigot dan hanya 3% pada kembar dizigot. Ini menunjukkan adanya peranan faktor genetika. Anak laki-laki terkena dua kali lebih sering anak perempuan (1, 2). Cacat kaki ringan bahkan lebih umum daripada Clubfoot.


Penyebab
Penyebabutama CTEV tidak diketahui. Adanya berbagai macam teori penyebab terjadinnya CTEV menggambarkan betapa sulitnya membedakan antara CTEV primer dengan CTEV sekunder karena suatu proses adaptasi.

Beberapa teori mengenai penyebab terjadinya CTEV:

Penyebab pasti Clubfoot masih bel;um diketahui secara pasti. Di masa lalu, dokter mengira bahwa kaki bayi yang bengkok atau sempit karena cara bayi berbaring di dalam rahim ibunya. Hal ini berlaku dari beberapa kelainan kaki yang mengoreksi diri setelah lahir (termasuk calcaneovalgus dan metatarsus ringan adductus). Para ilmuwan sekarang percaya bahwa faktor genetik dan lingkungan berkontribusi Clubfoot. Faktor lingkungan dapat termasuk infeksi, penggunaan narkoba dan merokok. Satu studi menemukan bahwa wanita dengan riwayat keluarga Clubfoot yang merokok selama kehamilan memiliki risiko 20 kali lipat untuk memiliki bayi yang terkena dampak . Kebanyakan anak dengan Clubfoot tidak memiliki cacat lahir lainnya, meskipun kadang-kadang memang terjadi cacat lainnya. Dalam beberapa kasus, Clubfoot terjadi sebagai bagian dari sindrom yang mencakup sejumlah cacat lahir. Misalnya, anak dengan spina bifida (tulang belakang terbuka) terkadang memiliki bentuk Clubfoot. Hal ini disebabkan oleh saraf tulang belakang rusak yang terjadi pada kaki. Dalam kasus lain, kaki yang normal pada saat lahir dapat menjadi bengkok akibat penyakit otot atau saraf.

Teori Penyebab dan Faktor resiko

Pada tahun 2008 penerima hadiah March of Dimes di Washington University School of Medicine di St Louis adalah tim yang mengidentifikasi gen pertama dikaitkan dengan Clubfoot pada manusia. Gen, PITX1, memainkan peran penting dalam pengembangan awal kaki. Pemahaman yang lebih baik dari faktor genetik yang berkontribusi terhadap kaki pengkor akhirnya dapat menyebabkan cara-cara baru untuk mencegah dan mengobati gangguan tersebut. Peneliti juga sedang mempelajari bagaimana otot bayi yang belum lahir, tulang dan saraf tumbuh, dan faktor genetik dan lingkungan yang mempengaruhi mereka, karena wawasan tentang penyebab dan pencegahan cacat lahir kaki pengkor dan lainnya.

Teori kromosomal, antara lain defek dari sel germinativum yang tidak dibuahi dan muncul sebelum fertilisasi.

Teori embrionik, antara lain defek primer yang terjadi pada sel germinativum yang dibuahi (dikutip dari Irani dan Sherman) yang mengimplikasikan defek terjadi antara masa konsepsi dan minggu ke-12 kehamilan.

Teori otogenik, yaitu teori perkembangan yang terhambat, antara lain hambatan temporer dari perkembangan yang terjadi pada atau sekitar minggu ke-7 sampai ke-8 gestasi. Pada masa ini terjadi suatu deformitas clubfoot yang jelas, namun bila hambatan ini terjadi setelah minggu ke-9, terjadilah deformitas clubfoot yang ringan hingga sedang. Teori hambatan perkembangan ini dihubungkan dengan perubahan pada faktor genetic yang dikenal sebagai “Cronon”. “Cronon” ini memandu waktu yang tepat dari modifikasi progresif setiap struktur tubuh semasa perkembangannya. Karenanya, clubfoot terjadi karena elemen disruptif (lokal maupun umum) yang menyebabkan perubahan faktor genetic (cronon).

Teori fetus, yakni blok mekanik pada perkembangan akibat intrauterine crowding.

Teori neurogenik, yakni defek primer pada jaringan neurogenik.

Teori amiogenik, bahwa defek primer terjadi di otot.

Manifestasi klinis
Gejala klinis dapat ditelusuri melalui riwayat keluarga yang menderita clubfoot atau kelainan neuromuskuler, dan dengan melakukan pemeriksaan secara keseluruhan untuk mengidentifikasi adanya abnormalitas.

Pemeriksaan dilakukan dengan posisi prone, dengan bagian plantar yang terlihat, dan supine untuk mengevaluasi rotasi internal dan varus. Jika anak dapat berdiri , pastikan kaki pada posisi plantigrade, dan ketika tumit sedang menumpu, apakah pada posisi varus, valgus atau netral.


Deformitas serupa terlihat pada myelomeningocele and arthrogryposis. Oleh sebab itu agar selalu memeriksa gejala-gejala yang berhubungan dengan kondisi-kondisi tersebut. Ankle equinus dan kaki supinasi (varus) dan adduksi (normalnya kaki bayi dapat dorso fleksi dan eversi, sehingga kaki dapat menyentuh bagian anterior dari tibia). Dorso fleksi melebihi 90° tidak memungkinkan.

Diagnosis
Clubfoot dan beberapa cacat kaki yang lain secara umum dapat diakui selama pemeriksaan baru lahir. Cacat ini biasanya dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik saja, meskipun kadang-kadang penyedia bisa merekomendasikan tes tambahan, seperti sinar-X. Clubfoot kadang didiagnosis sebelum kelahiran, selama USG. Meskipun gangguan tersebut tidak dapat diobati sebelum kelahiran, orang tua memiliki kesempatan untuk menemukan seorang ahli bedah ortopedi dan belajar tentang pilihan pengobatan.

Kelainan ini mudah didiagnosis, dan biasanya terlihat nyata pada waktu lahir (early diagnosis after birth). Pada bayi yang normal dengan equinovarus postural, kaki dapat mengalami dorsifleksi dan eversi hingga jari-jari kaki menyentuh bagian depan tibia. “Passive manipulation dorsiflexion → Toe touching tibia → normal”.

Bentuk dari kaki sangat khas. Kaki bagian depan dan tengah inversi dan adduksi. Ibu jari kaki terlihat relatif memendek. Bagian lateral kaki cembung, bagian medial kaki cekung dengan alur atau cekungan pada bagian medial plantar kaki. Kaki bagian belakang equinus. Tumit tertarik dan mengalami inversi, terdapat lipatan kulit transversal yang dalam pada bagian atas belakang sendi pergelangan kaki. Atrofi otot betis, betis terlihat tipis, tumit terlihat kecil dan sulit dipalpasi. Pada manipulasi akan terasa kaki kaku, kaki depan tidak dapat diabduksikan dan dieversikan, kaki belakang tidak dapat dieversikan dari posisi varus. Kaki yang kaku ini yang membedakan dengan kaki equinovarus paralisis dan postural atau positional karena posisi intra uterin yang dapat dengan mudah dikembalikan ke posisi normal. Luas gerak sendi pergelangan kaki terbatas. Kaki tidak dapat didorsofleksikan ke posisi netral, bila disorsofleksikan akan menyebabkan terjadinya deformitas rocker-bottom dengan posisi tumit equinus dan dorsofleksi pada sendi tarsometatarsal. Maleolus lateralis akan terlambat pada kalkaneus, pada plantar fleksi dan dorsofleksi pergelangan kaki tidak terjadi pergerakan maleoulus lateralis terlihat tipis dan terdapat penonjolan korpus talus pada bagian bawahnya. Tulang kuboid mengalami pergeseran ke medial pada bagian distal anterior tulang kalkaneus. Tulang navicularis mengalami pergeseran medial, plantar dan terlambat pada maleolus medialis, tidak terdapat celah antara maleolus medialis dengan tulang navikularis. Sudut aksis bimaleolar menurun dari normal yaitu 85° menjadi 55° karena adanya perputaran subtalar ke medial.


Terdapat ketidakseimbangan otot-otot tungkai bawah yaitu otot-otot tibialis anterior dan posterior lebih kuat serta mengalami kontraktur sedangkan otot-otot peroneal lemah dan memanjang. Otot-otot ekstensor jari kaki normal kekuatannya tetapi otot-otot fleksor jari kaki memendek. Otot triceps surae mempunyai kekuatan yang normal.

Tulang belakang harus diperiksa untuk melihat kemungkinan adanya spina bifida. Sendi lain seperti sendi panggul, lutut, siku dan bahu harus diperiksa untuk melihat adanya subluksasi atau dislokasi. Pmeriksaan penderita harus selengkap mungkin secara sistematis seperti yang dianjurkan oleh R. Siffert yang dia sebut sebagai Orthopaedic checklist untuk menyingkirkan malformasi multiple.


DIAGNOSIS BANDING

Postural clubfoot- disebabkan oleh posisi fetus dalam uterus. Kaki dapat dikoreksi secara manual oleh pemeriksa. Mempunyai respon yang baik dan cepat terhadap serial casting dan jarang akan kambuh kembali

Metatarsus adductus (atau varus)- adalah deformitas pada metatarsal saja. Kaki bagian depan mengarah ke bagian medial dari tubuh. Dapat dikoreksi dengan manipulasi dan mempunyai respon terhadap serial casting.


Prognosis
Asalkan terapi dimulai sejak lahir, deformitas sebagian besar dapat diperbaiki; walupun demikian, keadaan ini sering tidak sembuh sempurna dan sering kambuh, terutama pada bayi dengan kelumpuhan otot yang nyata atau disertai penyakit neuromuskuler. Beberapa kasus menunjukkan respon yang positif terhadap penanganan, sedangkan beberapa kasus lain menunjukkan respon yang lama atau tidak berespon samasekali terhadap treatmen. Orangtua harus diberikan informasi bahwa hasil dari treatmen tidak selalu dapat diprediksi dan tergantung pada tingkat keparahan dari deformitas, umur anak saat intervensi, perkembangan tulang, otot dan syaraf. Fungsi kaki jangka panjang setelah terapi secara umum baik tetapi hasil study menunjukkan bahwa koreksi saat dewasa akan menunjukkan kaki yang 10% lebih kecil dari biasanya

Penanganan
Sekitar 90-95% kasus club foot bisa di-treatment dengan tindakan non-operatif atau pendekatan non-bedah. Kebanyakan melibatkan beberapa bentuk manipulasi, gips, merekam dan belat. Pendekatan ini telah banyak mengurangi kebutuhan untuk perbaikan pembedahan besar, yang sering dikaitkan dengan komplikasi jangka panjang, seperti kaki dan pergelangan kaki sakit dan kekakuan. Seorang bayi dengan Clubfoot harus ditangani oleh ahli bedah ortopedi yang berpengalaman dalam berurusan dengan Clubfoot dan dapat membahas berbagai pilihan pengobatan dengan orang tua.


Penanganan yang dapat dilakukan pada club foot tersebut dapat berupa :

Non-Operative :
Pertumbuhan yang cepat selama periode infant memungkinkan untuk penanganan remodelling. Penanganan dimulai saat kelainan didapatkan dan terdiri dari tiga tahapan yaitu : koreksi dari deformitas, mempertahankan koreksi sampai keseimbangan otot normal tercapai, observasi dan follow up untuk mencegah kembalinya deformitas.

Pendekatan yang paling umum untuk mengobati Clubfoot menggunakan manipulasi dan casting, yang biasanya memperbaiki kaki pengkor dalam 2 sampai 3 bulan . Idealnya, pengobatan harus dimulai dalam beberapa minggu pertama kehidupan. Pada usia ini, ligamen dan tendon di kaki sangat fleksibel dan merespon dengan baik terhadap pengobatan. Studi menunjukkan bahwa pendekatan ini juga bisa sukses dalam mengobati anak yang lebih dari 1 tahun dengan kaki pengkor dikoreksi. Koreksi dari CTEV adalah dengan manipulasi dan aplikasi dari serial “cast” yang dimulai dari sejak lahir dan dilanjutkan sampai tujuan koreksi tercapai. Koreksi ini ditunjang juga dengan latihan stretching dari struktur sisi medial kaki dan latihan kontraksi dari struktur yang lemah pada sisi lateral.



Manipulasi dan pemakaian “cast” ini diulangi secara teratur (dari beberapa hari sampai 1-2 bulan dengan interval 1-2 bulan) untuk mengakomodir pertumbuhan yang cepat pada periode ini.


Jika manipulasi ini tidak efektif, dilakukan koreksi bedah untuk memperbaiki struktur yang berlebihan, memperpanjang atau transplant tendon. Kemudian ektremitas tersebut akan di “cast” sampai tujuan koreksi tercapai. Serial Plastering (manipulasi pemasangan gibs serial yang diganti tiap minggu, selama 6-12 minggu). Setelah itu dialakukan koreksi dengan menggunakan sepatu khusus, sampai anak berumur 16 tahun.





Perawatan pada anak dengan koreksi non bedah sama dengan perawatan pada anak dengan anak dengan penggunaan “cast”. Anak memerlukan waktu yang lama pada koreksi ini, sehingga perawatan harus meliputi tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Observasi kulit dan sirkulasi merupakan bagian penting pada pemakaian cast. Orangtua juga harus mendapatkan informasi yang cukup tentang diagnosis, penanganan yang lama dan pentingnya penggantian “cast” secara teratur untuk menunjang penyembuhan.





Perawatan “cast” (termasuk observasi terhadap komplikasi), dan menganjurkan orangtua untuk memfasilitasi tumbuh kembang normal pada anak walaupun ada batasan karena deformitas atau therapi yang lama.

Perawatan “cast” meliputi :


– Biarkan cast terbuka sampai kering


– Posisi ektremitas yang dibalut pada posisi elevasi dengan diganjal bantal pada hari pertama atau sesuai intruksi


– Observasi ekteremitas untuk melihat adanya bengkak, perubahan warna kulit dan laporkan bila ada perubahan yang abnormal


– Cek pergerakan dan sensasi pada ektremitas secara teratur, observasi adanya rasa nyeri


– Batasi aktivitas berat pada hari-hari pertama tetapi anjurkan untuk melatih otot-otot secara ringan, gerakkan sendi diatas dan dibawah cast secara teratur.


– Istirahat yang lebih banyak pada hari-hari pertama untuk mencegah trauma


–Jangan biarkan anak memasukkan sesuatu ke dalam cast, jauhkan benda-benda kecil yang bisa dimasukkan ke dalam cast oleh anak


– Rasa gatal dapat dukurangi dengan ice pack, amati integritas kulit pada tepi cast dan kolaborasikan bila gatal-gatal semakin berat


– Cast sebaiknya dijauhkan dari dengan air



CAST PADA CTEV (PONSETI TRETMENT)

Operatif
Indikasi dilakukan operasi adalah sebagai berikut : • Jika terapi dengan gibs gagal • Pada kasus Rigid club foot pada umur 3-9 bulan

Operasi dilakaukan dengan melepasakan karingan lunak yang mengalami kontraktur maupun dengan osteotomy. Osteotomy biasanya dilakukan pada kasus club foot yang neglected/ tidak ditangani dengan tepat.

Kasus yang resisten paling baik dioperasi pada umur 8 minggu, tindakan ini dimulai dengan pemanjangan tendo Achiles ; kalau masih ada equinus, dilakuakan posterior release dengan memisahkan seluruh lebar kapsul pergelangan kaki posterior, dan kalau perlu, kapsul talokalkaneus. Varus kemudian diperbaiki dengan melakukan release talonavikularis medial dan pemanjangan tendon tibialis posterior.(Ini Menurut BuKu Appley).


Pada umur > 5 tahun dilakukan bone procedure osteotomy. Diatas umur 10 tahun atau kalau tulang kaki sudah mature, dilakukan tindakan artrodesis triple yang terdiri atas reseksi dan koreksi letak pada tiga persendian, yaitu : art. talokalkaneus, art. talonavikularis, dan art. kalkaneokuboid.


Komplikasi
Komplikasi dapat terjadi dari terapi konservatif maupun operatif. Pada terapi konservatif mungkin dapat terjadi maslah pada kulit, dekubitus oleh karena gips, dan koreksi yang tidak lengkap. Beberapa komplikasi mungkin didapat selama dan setelah operasi. Masalah luka dapat terjadi setelah operasi dan dikarenakan tekanan dari cast. Ketika kaki telah terkoreksi, koreksi dari deformitas dapat menarik kulit menjadi kencang, sehinggga aliran darah menjadi terganggu. Ini membuat bagian kecil dari kulit menjadi mati. Normalnya dapat sembuh dengan berjalannya waktu, dan jarang memerlukan cangkok kulit.

Infeksi dapat terjadi pada beberapa tindakan operasi. Infeksi dapat terjadi setelah operasi kaki clubfoot. Ini mungkin membutuhkan pembedahan tambahan untuk mengurangi infeksi dan antibiotik untuk mengobati infeksi.

Kaki bayi sangat kecil, strukturnya sangat sulit dilihat. Pembuluh darah dan saraf mungkin saja rusak akibat operasi. Sebagian besar kaki bayi terbentuk oleh tulang rawan. Material ini dapat rusak dan mengakibatkan deformitas dari kaki. Deformitas ini biasanya terkoreksi sendir dengan bertambahnya usia

Clubfoot atau secara luas dikenal sebagai sinonim untuk talipes equinovarus, merupakan deformitas kongenital yang bahkan sebelum jaman hippocrates sudah menarik perhatian dunia medis. Banyak keadaan bisa menyebabkan deformitas clubfoot dengan perubahan struktur serupa abnormalitas ini terbentuk selama masa pertumbuhan capat tulang. Pada saat bayi dilahirkan, deformitas kaki kongenital bisa tampak mirip satu dengan lainnya, apapun etiologinya. Kesalahpahaman menyangkut etiologi, patologi dan efikasi penatalaksanaan telah mengisi berbagai literatur karena kegagalan dalam membedakan bentuk idiopatik dari deformitas yang didapat atau sekunder.


Apapun masalahnya, yang terpenting adalah pengenalan dini penyebab deformitas, sehingga rangkaian penatalaksanaan dapat segera direncanakan dan keluarga penderita memperoleh informasi yang akurat, prognosis yang realistik dan menghindari komplikasi iatrogenik akibat kekeliruan dalam program penatalaksanaan clubfoot. Keluarga penderita harus diberikan edukasi yang sejelas-jelasnya, terutama mengenai kemungkinan terjadinya kekambuhan dan kelainan ini tidak dapat terkoreksi sempurna atau normal, adanya gejala sisa.


Pencegahan

Tidak ada cara untuk mencegah Clubfoot saat ini. Namun, wanita hamil tidak boleh merokok, terutama jika mereka memiliki riwayat keluarga Clubfoot. Merokok juga meningkatkan risiko memiliki bayi dengan berat lahir rendah atau prematur, serta komplikasi kehamilan lainnya. Konseling genetik dapat membantu orang tua memahami kemungkinan memiliki anak dengan kaki pengkor. Umumnya, jika seorang anak memiliki Clubfoot terisolasi (tidak ada cacat lahir lainnya sekarang), risiko kekambuhan pada kehamilan lain adalah rendah (sekitar 5 persen), tetapi secara substansial lebih besar daripada risiko pada populasi umum


Kesimpulan :

Banyak keadaan bisa menyebabkan deformitas clubfoot dengan perubahan struktur serupa abnormalitas ini terbentuk selama masa pertumbuhan capat tulang. Pada saat bayi dilahirkan, deformitas kaki kongenital bisa tampak mirip satu dengan lainnya, apapun etiologinya.


Kesalahpahaman menyangkut etiologi, patologi dan efikasi penatalaksanaan karena kegagalan dalam membedakan bentuk idiopatik dari deformitas yang didapat atau sekunder.


Paling utama adalah pengenalan dini penyebab deformitas, sehingga rangkaian penatalaksanaan dapat segera direncanakan dan keluarga penderita memperoleh informasi yang akurat, prognosis yang realistik dan menghindari komplikasi iatrogenik akibat kekeliruan dalam program penatalaksanaan clubfoot.

Keluarga penderita harus diberikan edukasi yang sejelas-jelasnya, terutama mengenai kemungkinan terjadinya kekambuhan dan kelainan ini tidak dapat terkoreksi sempurna atau normal, adanya gejala sisa.


Contoh Sepatu Orthopedi




sepatu orthopaedi







Contoh Dennis Brown Splint


dennisbrown splint




Untuk melihat semua daftar alat kesehatan dan spesifikasi harga, silahkan masuk ke www.orthoshoping.com


Untuk pemesanan alat dapat menghubungi:

Nugroho : 085 867 374 002 (sms/whatsapp ok )




sumber artikel: http://ortotik-prostetik.blogspot.co.id/2016/12/clubfoot-atau-congenital-talipes-equino.html

Selasa, 24 Januari 2017

Alat Optik (Pengertian, Jenis, Macam, dan Gambar)



Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang materi Fisika : Alat Optik meliputi pengertian, jenis / macam-macam alat optik, gambar, dan cara kerjanya.

ALAT OPTIK
Pengertian Alat Optik
Alat optik adalah alat yang menggunakan lensa dan cermin yang memanfaatkan sifat cahaya yang dapat dipantulkan dan dibiaskan yang dimanfaatkan untuk melihat.

Jenis / Macam-Macam Alat Optik

Alat optik ada 2 macam, yaitu alat optik alamiyah yaitu mata, dan alat optik buatan seperti kaca mata, kamera, lup/lensa pembesar, mikroskop, teleskop/teropong, periskop, episkop, diaskop, dan sebagainya. Mari kita bahas satu per satu.

1. MATA





Bagian-bagian Mata :
Kornea ; bagian terluar bola mata. Kornea merupakan bagian lapisan tipis yang bening dan dapat tembus cahaya.
Aqueous Humor ; cairan yang terdapat di belakang kornea. Aqueous Humor berfungsi untuk membiaskan cahaya yang masuk ke dalam mata
Lensa Mata ; lensa yang terbuat dari bahan bening, berserat, dan elastis. Berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan oleh cairan aqueus humor di depan lensa. Lensa mata berfungsi sebagai lensa cembung yaitu pembentuk bayangan yang bersifat nyata, terbalik dan diperkecil.
Iris ; selaput di depan lensa mata yang membentuk celah lingkaran. Iris berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang boleh masuk melalui pupil. Iris juga berfungsi memberi warna pada mata.
Pupil; celah lingkaran yang dibentuk iris. Pupil berfungsi untuk mengatur banyak tidaknya cahaya yang masuk ke bola mata. Apabila cahaya yang masuk ke mata sangat kuat, pupil akan menyempit. Sehingga cahaya yang masuk ke bola mata lebih sedikit. Apabila cahaya yang masuk ke mata redup, maka pupil akan melebar sehingga cahaya yang masuk lebih banyak.
Retina atau selaput jala ; berfungsi sebagai layar penangkap bayangan.
Bintik kuning ; bagian pada retina yang sangat peka terhadap cahaya. Agar bayangan jelas, bayangan harus terbentuk di retina tepat di bintik kuning.
Saraf optik; saraf yang menghubungkan bintik kuning dengan otak sehingga sinyal-sinyal bayangan dari bintik kuning sampai ke otak. Selanjutnya otak akan menerjemahkannya.


Daya akomodasi mata adalah kemampuan mata untuk mengubah kecembungan lensa mata baik menebal atau menipis supaya menghasilkan bayangan tepat pada retina.


Mata dapat melihat benda dengan jelas apabila benda berada dalam jangkauan penglihatan, yaitu antara titik dekat mata ( punctum proximum/PP ) dan titik jauh mata ( Punctum Remotum/PR ). Titik dekat mata normal rata-rata adalah 25 cm. sedangkat titik terjauh mata normal adalah tidak terhingga (~)


CACAT MATA
Cacat mata dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : Miopi ( rabun jauh), Hipermetropi (rabun dekat ) dan presbiopi ( mata Tua )







2. KAMERA







Kamera (alat memotret) adalah alat untuk menghasilkan foto. Kamera yang sederhana disebut kamera obskura. Persamaan kamera dengan mata antara lain : menggunakan lensa cembung, celah diafragma berfungsi sama dengan isir, film, tempat film sama dengan bintik kuning pada mata. Bayangan yang dihasilkan kamera bersifat Nyata, terbalik, dan diperkecil

3. LUP



Lup adalah alat optik yang berfungsi mengamati benda kecil agar tampak besar dan jelas dengan menggunakan lensa cembung. Bayangan yang dihasilkan lup bersifat Maya, Tegak dan Diperbesar

Pembesaran pada lup :



4. MIKROSKOP





Mikroskop adalah alat optik untuk melihat benda-benda yang sangat kecil agar tampak lebih besar dan jelas. Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung : lensa okuler (dekat mata) dan lensa objektif (dekat benda). Fokus obejektif lebih kecil dari fokus okuler.

Lensa Objektif menghasilkan bayangan nyata terbalik, diperbesar. Bayangan ini sekaligus manjadi benda bagi lensa okuler.

Sifat Bayangan Akhir pada mikroskop adalah Maya, terbalik dan diperbesar.

Persamaan dalam mikroskop sama dengan persamaan pada lensa cembung, karena lensa objektif dan okuler merupakan lensa cembung. Sedang perbesaran mikroskop sama dengan perkalian dari perbesaran lensa objektif dan okuler.





Panjang mikroskop merupakan jumlah jarak bayangan lensa objektif dengan jarak benda lensa okuler. Secara matematis panjang mikroskop dirumuskan sebagai berikut :




Contoh Soal

1. Perbesaran mikroskop 20 kali. Jika perbesaran lensa okuler 4 kali, tentukan perbesaran lensa objektif ( M ob ) !

2. Sebuah mikroskop mempunyai lensa objektif dengan fokus 5 cm dan lensa okuler dengan fokus 8 cm. Jika benda terletak pada jarak 8 cm dari lensa objektif dan panjang mikroskop 18 cm, tentukan perbesaran mikroskop !

5. TELESKOP (TEROPONG)







Teropong adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang letaknya jauh agar tampak lebih dekat dan lebih jelas. Teropong juga sering disebut teleskop. Teleskop pertama kali ditemukan oleh Galileo Galilei. Teropong ada dua macam, yaitu teropong bintang dan teropong bumi. Teropong bintang digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa, sedangkan teropong bumi digunakan untuk mengamati benda-benda di bumi yang letaknya jauh dari pengamat.

a. Teropong bintang

Teropong bintang sederhana terdiri atas dua buah lensa cembung yang berfungsi sebagai lensa objektif dan lensa okuler. Pengamatan benda-benda angkasa dengan menggunakan teropong bintang dilakukan dengan mata tidak berakomodasi.


Bayangan yang terbentuk pada teropong bintang bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil. Perbesaran pada teropong bintang dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut.


b. Teropong Bumi
Teropong bumi sering disebut sebagai teropong yojana atau teropong medan. Teropong bumi terdiri atas tiga buah lensa cembung, yaitu lensa objektif, lensa okuler, dan lensa pembalik. Perhatikan proses pembentukan bayangan pada teropong bumi berikut ini



Bayangan yang terbentuk pada teropong bumi bersifat nyata, tegak, dan diperkecil. Bayangan benda pada teropong bumi bersifat tegak karena adanya lensa pembalik yang berfungsi membalik bayangan dari lensa objektif. Panjang teropong bumi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :




6. PERISKOP





Periskop adalah alat optik yang berfungsi untuk mengamati benda dalam jarak jauh atau berada dalam sudut tertentu. Bentuknya sederhana, yaitu berupa tabung yang dilengkapi dengan cermin/prisma pada ujung-ujungnya. Prisma ini akan memantulkan cahaya yang datar sejajar padanya, kemudian diatur sedemikian rupa sehingga membentuk sudut 45 derajat terhadap sumbu tabung.


Periskop digunakan pada tank dan kapal selam. Para navigator kapal di kapal selam memanfaatkan periskop untuk mengamati gerak-gerik yang terjadi di permukaan laut. Ketika kita melihat ujung bawah,cahaya sejajar masuk lewat ujung atas mengenai cermin, oleh cermin akan dipantulkan membentuk sudut 45 derajat ke cermin bawah yang juga membentuk 45 derajat. Sinar-sinar pantul sejajartadi akan dipantulkan kembali ke mata kita yang melihat dari ujung bawah sehingga kamu dapat melihat benda-benda yang berada di ujung atas.




Prinsip kerja Periskop: Cahaya dari benda akan masuk secara horizontal kemudian turun dan mengarah ke mata pengamat secara horizontal juga. Bagian periskop yg berada diatas permukaan air haruslah tidak menarik perhatian atau mencolok. Oleh karena itu, pipa periskop dibuat dengan bentuk panjang menyempit dan kecil .


Sebuah periskop terdiri atas dua buah lensa cembung sebagai lensa objektif dan lensa okuler serta dua buah prisma siku-siku sama kaki. Ketika seberkas cahaya mengenai lensa objektif, cahaya tersebut akan diteruskan menuju prisma siku-siku pertama. Prisma siku-siku pertama akan memantulkan berkas cahaya tersebut menuju ke prisma siku-siku kedua. Berkas cahaya yang menembus prisma siku-siku kedua akan diteruskan ke lensa okuler.

Artikel terkait :

Cahaya (Materi Fisika Lengkap)

Pembiasan Cahaya (Materi Fisika Lengkap)

Alat Optik (Pengertian, Jenis, Macam, dan Gambar)


Demikian materi Fisika : Alat Optik meliputi pengertian alat optik, jenis / macam-macam alat optik beserta gambar, dan cara kerjanya. Semoga bermanfaat..

Pertumbuhan dan Perkembangan (Materi Lengkap)

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan materi Biologi : Pertumbuhan dan Perkembangan. Pertama-tama mari kita bahas pengertian dan faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan.

materi lengkap smp Pertumbuhan dan Perkembangan

1. Pertumbuhan dan Perkembangan
2. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan
3. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan
4. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia

A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan sejajar dan berdampingan. Jadi proses pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya yang terjadi pada diri kita, kalau diamati keadaan ketika bayi sangat berbeda dengan keadaan saat ini.

Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran yang tidak dapat kembali ke asal (irreversibel), yang meliputi pertambahan volume dam pertambahan massa. Selain disebabkan pertambahan ukuran sel, pertumbuhan juga terjadi karena pertambahan jumlah sel. Contohnya bayi yang baru lahir ukurannya + 45 cm dengan berat badan + 3 kg. Setelah mengalami pertumbuhan, tinggi badan dapat mencapai lebih dari 150 cm dan berat badan lebih dari 30 kg.

Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan. Pada tingkat seluler, perkembangan dapat berupa diferensiasi sel-sel yang baru membelah membentuk jaringan yang menyusun organ tertentu. Pada tumbuhan perkembangan ditandai dengan munculnya bunga atau buah. Sedang pada hewan dan manusia ditandai dengan kematangan organ reproduksi sehingga siap untuk menghasilkan keturunan. Perkembangan juga menyebabkan perkembangan psikis dari usia bayi, anak-anak, dan menjadi dewasa. Kalau kamu perhatikan, tinggi dan besar badanmu bisa jadi berbeda bila dibandingkan dengan teman-teman sekelasmu.

Padahal usia kalian hampir sama, dengan kata lain waktu tumbuh dan berkembangnya hampir sama. Mengapa bisa demikian? Hal ini disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Karena ada perbedaan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, tinggi dan besar badan teman-teman sekelasmu bisa berbeda-beda.

B. Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan danperkembangan dapat dibedakan menjadi faktor dari dalam dan faktor dari luar tubuh. Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhinya? Untuk mengetahuinya, pelajarilah uraian berikut ini dengan baik.

1. Faktor Dalam (Internal)

Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan berasal dari dalam tubuh makhluk hidup sendiri. Yang termasuk kategori ini adalah faktor gen dan keadaan hormonal.

a. Gen

Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Hewan, tumbuhan, dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya.
Meskipun peranan gen sangat penting, faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, karena juga dipengaruhi oleh faktor lainnya. Misalnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam pertumbuhan dan perkembangannya, hanya akan tumbuh dengan cepat, lekas berbuah, dan berbuah lebat jika ditanam di lahan subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisi lingkungannya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangannya menjadi kurang baik. Demikian juga ternak unggul hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang sesuai.

b. Hormon

Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya.

1) Hormon pada tumbuhan

Hormon pada tumbuhan sering disebut fitohormon atau zat pengatur tubuh. Beberapa di antaranya adalah auksin, sitokinin, giberelin, etilen, dan asam absisat.

a. Hormon Auksin.
    Auksin adalah hormon yang dihasilkan pada koleoptil (pucuk tumbuh) tumbuhan.
    Fungsinya untuk memacu pemanjangan sel.

b. Hormon Giberelin.
    Giberelin adalah jenis hormon yang berfungsi sinergis dengan hormon auksin.
    Fungsinya yaitu memacu pertumbuhan dan perkembangan embrio, merangsang pembentukan biji, buah, bunga, serbuk sari, dan enzim amilase.

c. Hormon Sitokinin
    Sitokinin adalah hormon yang berperan dalam pembelahan sel (sitokinesis).
    Fungsinya mengatur pertumbuhan daun, bunga, dan buah serta merangsang pembentukan akar dan batang.

d. Gas Etilen
    Hormon tumbuhan yang fungsinya berperan dalam proses pematangan buah dan kerontokan daun.

e. Kalin
    Kalin adalah hormon yang berperan dalam proses organogenesis. Kalin berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
  •         Rizokalin, hormon yang memperngaruhi pembentukan akar.
  •         Kaulokalin, hormon yang mempengaruhi pembentukan batang.
  •         Filokalin, hormon yang mempengaruhi pembentukan daun.
  •         Antokalin, hormon yang mempengaruhi pembentukan bunga.
f. Asam Absisat (ABA)
    Asam Absisat adalah jenis hormon tumbuhan yang bekerja antagonis (berlawanan) dengan auksin dan giberelin.
    Fungsinya mempertahankan tumbuhan dari tekanan lingkungan, berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun.

g. Asam Traumalin
    Hormon yang fungsinya untuk regenerasi sel apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan.


2) Hormon pada hewan

Beberapa hormon pertumbuhan pada hewan adalah sebagai berikut.
a) Tiroksin, mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis.
b) Somatomedin, mempengaruhi pertumbuhan tulang.
c) Ekdison dan juvenil, mempengaruhi perkembangan
fase larva dan fase dewasa, khususnya pada hewan Invertebrata.

3) Hormon pada manusia

Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu, yaitu suatu kelenjar yang tidak mempunyai saluran. Beberapa hormon pertumbuhan pada manusia antara lain sebagai berikut.
a) Hormon tiroksin, dihasilkan oleh kelenjar gondok/ tiroid. Hormon ini memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam tubuh. Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan mixoedema yaitu kegemukan.

b) Hormon pertumbuhan (Growth hormon – GH). Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis bagian depan. Hormon ini disebut juga hormon somatotropin (STH). Peranannya adalah memengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang. Seorang anak tidak akan tumbuh dengan normal jika kekurangan hormon pertumbuhan. Pada masa pertumbuhan, kelebihan hormon ini akan mengakibatkan pertumbuhan raksasa (gigantisme), sebaliknya jika kekurangan akan menyebabkan kerdil (kretinisme). Jika kelebihan hormon terjadi setelah dewasa, akan menyebabkan membesarnya bagian tubuh tertentu, seperti pada hidung atau telinga. Kelainan ini disebut akromegali.

c) Hormon testosteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria.
d) Hormon estrogen/progresteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tandatanda kelamin sekunder pada wanita.

2. Faktor Luar (Eksternal)

Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah sebagai berikut.

a. Makanan atau Nutrisi


Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Karena sedang dalam masa pertumbuhan, kamu harus cukup makan makanan yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu.

Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Semua zat ini diperoleh dari makanan. Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida (CO2) diubah menjadi zat makanan dengan bantuan sinar matahari. Meskipun tidak berperan langsung dalam fotosintesis, zat hara diperlukan agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Coba kamu amati, tanaman padi yang terlambat dipupuk, daunnya akan berwarna kekuningan. Setelah dipupuk, daun tanaman padi itu akan kembali berwarna hijau dan tumbuh dengan baik. Mengapa demikian? Di dalam pupuk terkandung zat hara yang penting sebagai nutrisi tanaman.

b. Suhu

Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C. Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu. Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. Padi yang ditanam pada awal musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah). Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, ketika ditanam di daerah pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tumbuhan dipengaruhi oleh suhu.

c. Cahaya

Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. Bila kamu menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa hari, kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya, namun tampak lemah dan pucat/kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D.

d. Air dan Kelembapan

Air dan kelembapan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian.

Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara atau tanah. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.

e. Tanah


Bagi tumbuhan, tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Tumbuhan akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara. Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan mineral, dan air.

Demikian materi Biologi : Pertumbuhan dan Perkembangan (pengertian dan faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada makhluk hidup). Semoga bermanfaat..