Selasa, 05 Juli 2016

Deskripsi Batuan Metamorf

Serpentinit
Deskripsi Megaskopis :
Warna              : Hijau kehitaman
Struktur           : Foliasi, Schistositic
Tekstur :
Ketahanan Metamorfosa   : Kristaloblastik
Ukuran butir                      : Fanerik
Bentuk Kristal                   : Euhedral
Komposisi       : Mika, Serpentin, Hornblende

Deskripsi Komposisi :
·         Mika berwarna putih dengan bentuk berlembar dan dapat digores dengan kuku tersebar pada setiap foliasi. Kelimpahannya pada batuan sekitar 5 %.
·         Serpentin berwarna hijau tua agak kehitaman dengan bentuk berserabut prismatic dengan kilap mutiara, dapat digores dengan koin tembaga dan cerat berwarna putih. Kelimpahannya pada batuan sekitar 70%.
·         Hornblende berwarna hitam dengan bentuk prismatic dengan kilap kaca dan ceratnya berwarna putih, dapat digoren dengan paku baja dan kelimpahannya sekitar 20 %.

Petrogenesa     :
Berdasarkan strukturnya yang foliasi dapat diketahui bahwa pengaruh metamorfisme yang dominan pada saat pembentukan batuan ini adalah tekanan. Tekanan mengakibatkan mineral-mineral yang pipih mengelompok dan membentuk penjajaran mineral. Berdasarkan komposisi utama batuan yang berupa serpentin dapat diketahui bahwa batuan ini terbentuk dari batuan beku basa sampai ultra basa yang mengalami metamorfosa regional. Karena mineral serpentin sendiri merupakan mineral hasil metamorfosa mineral olivine ataupun piroksen. Mineral ini banyak terkandung pada batuan beku basa ataupun ultra basa. Batuan ini mengalamai metamorfisme pada kedalaman kerak bumi pada zona subduksi, karena pengaruh dorongan tektonik batuan ini terangkat dan tersingkap pada permukaan bumi.

Foto Batuan    :



Nama Batuan  : Serpentinit (W.T. Huang, 1961)

Kamis, 30 Juni 2016

Persiapan sebelum wawancara


Sebelum seorang pewawancara melakukan wawancara, tentu saja ada banyak hal yang harus dipersiapkan secara mendalam agar wawancara yang dilakukan menghasilkan data yang akurat dan dapat menjadi berita yang aktual berdasar pada data dan fakta yang ada. Kali ini saya akan mencoba membahas tentang apa saja yang harus dipersiapkan seorang pewawancara sebelum melakukan wawancara. So, here they are.

Pertama yang harus dilakukan seorang pewawancara sebelum melakukan wawancara adalah menyusun pertanyaan. Pertanyaan yang disusun tidak boleh asal-asalan sesuka hatinya. Pertanyaan yang disusun haruslah sesuai dengan bentuk keingintahuan sesuai dengan kompetensi narasumber yang dipilih sehingga wawancara akan berjalan dengan lancar dan tidak terdengar rancu dan menghasil analisa yang mendalam dan berita yang kontekstual dan tidak klise. Pertanyaan juga harus berdasar pada data dan fakta mengenai permasalahan yang akan dibahas, sesuai dengan informasi yang ada dan mengupas isu yang ada serta berpedoman pada Term of Reference (TOR). Pertanyaan yang tidak terhubung pada subjek pembahasan hanya akan membuat wawancara berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas dan pada akhirnya menghasilkan analisa yang kurang memuaskan pembaca.

Beberapa hal lain yang harus dilakukan pewawancara diantaranya adalah mempelajari materi dan latar belakang permasalahan secara mendetail agar tidak keluar dari fokus pembicaraan ketika melakukan wawancara. Hal ini sangat penting untuk menentukan jalannya wawancara dan agar narasumber tidak merasa kebingungan karena ditanyai sesuatu yang tidak pada tempatnya. Selain itu, pewawancara juga diharapkan untuk membuat suatu pertanyaan yang tajam agar narasumber memberikan penjelasan yang detail dan langsung mengarah pada pokok pembahasan tanpa harus bertele-tele dalam memberikan respon kepada pewawancara. Pewawancara juga diharapkan untuk mebuat pertanyaan yang mudah dimengerti agar narasumber tidak kebingungan dalam menjawab pertanyaan. Selain itu juga, pewawancara harus memaksimalkan waktu yang ada karena seorang narasumber yang kompeten dan berwawasan luas biasanya hanya memiliki waktu yang terbatas.

Sebuah wawancara akan mengalami keberhasilan jika persiapan yang dilakukan dilaksanakan dengan benar. Wawancara yang baik adalah wawancara yang langsung bertumpu pada topik yang ingin dibahas, tidak bertele-tele pada hal yang sebenarnya tidak berkaitan dengan tema yang diinginkan untuk itu pertanyaan yang disiapkan haruslah tajam mendalam dan memicunarasumber untuk menjawab  dan merespon secara cepat. Satu aspek penting yang tidak boleh dilupakan adalah waktu. Waktu adalah kunci keberhasilan wawancara, jangan bertele-tele, maksimalkan waktu yang ada dengan pertanyaan yang langsung bertumpu pada subjek yang ingin dikupas sehingga narasumberpun merasa nyaman untuk menjawab.













Rabu, 29 Juni 2016

Pedoman Pembuatan Pertanyaan Dalam Wawancara

Kali ini saya akan membahas tentang pedoman pembuatan pertanyaan dalam sebuah wawancara. Seperti yang saya tuliskan pada postingan sebelumnya. Pertanyaan menentukan jalannya sebuah wawancara. Wawancara yang bisa dibilang sukses adalah wawancara dengan pertanyaan tajam dan mengarah pada subjek pembahasan sehingga narasumber memberikan penjelasan secara eksplisit terkait hal tersebut. So, daripada kelamaan langsung saja ini dia pedoman dalam pembuatan pertanyaan dalam sebuah wawancara.

1.       Kalimat harus menggunakan bahasa dan kalimat yang efektif, singkat, padat dan jelas.
2.       Pertanyaan tidak boleh bertele-tele dan cenderung membingungkan narasumber.
3.       Pertanyaan harus mewakili keingintahuan konsumen akan suatu masalah.
4.       Gunakan pertanyaan terbuka yang menghasilkan jawaban mendalam dan bukan yes or no question yang menghasilkan jawaban ringan dan kurang eksplisit.
5.       Susunan pertanyaan harus logis antara satu dengan yang lainnya dan juga antara pertanyaan dengan jawaban.
6.       Harus menggukan kalimat yang ramah, sopan, tidak interogatif dan jangan berlagak seolah yang paling tahu maslah itu.
7.       Jika mengupas isu yang sedang panas di masyarakat usahakan memulai pertanyaan dari yang paling penting agar konsumen langsung tahu inti permasalahannya.
8.       Jika mengupas masalah yang kaitannya dengan human interest atau masalah yang ringan, gunakan pertanyaan dari yang paling ringan terlebih dahulu.
9.       Gunakan pertanyaan yang efektif, tdak bermakna ganda yang menghasilkan salah interpretasi dari narsumber.
10.   Pertanyaan harus sesuai dengan kompetensi narasumber, sehingga jawaban yang dihasilkan tidak standar dan datar.
11.   Pakai data yang ada, usahakan menghasilkan jawaban yang ringkas namun padat sehingga mudah dipahami narasumber dan konsumen
12.   Pakai istilah yang mudah dipahami agar konsumen tidak kebingungan.
13.   Pertanyaan harus relevan dan sesuai dengan kompetensi narasumber agar menghasilkan data yang valid.
14.   Hindari penggunaan pertanyaan yang keluar dari subjek pembahasan agar narasumber tidak merasa kebingungan.
15.   Ajukan pertanyaan satu per satu. Ika menanyakan banyak pertanyaan sekaligus, narasumber kemungkinan akan menjawab satu saja yang paling penting.
16.   Harus mengerti awalan dari suatu pertanyaan.
         a.       Siapa     : menanyakan tokoh atau pelaku yang berperan.
         b.      Apa        :menanyakan deskripsi suatu permasalahan.
         c.       Kapan   :menanyakan waktu kejadian.
         d.      Dimana :menanyakan tempatperistiwa itu terjadi.
         e.      Bagaimana          :menanyakapendapat.
17.   Hindari membaca agar wawancara terlihat lebih hidup.
 

Selasa, 28 Juni 2016

Sastra : Label kebudayaan

Bila kita berbicara mengenai sastra, tentu kita akan membicarakan tentang berbagai objek dari sastra itu sendiri, seperti novel, puisi, cerpen, essay dan hal lainnya yang berhubungan dengan sastra. Tentu seorang yang ingin memnjadi seorang sastrawan haruslah rajin dalam membaca karya sastra. Kenapa? Karena sebagian besar karya sastra yang ada di dunia ini dibentuk dalam bentuk tulisan yang dibukukan dan kemudian dipublikasikan. Jika, kita tahu bahwa sastra identik dengan membaca lalu apakah demikian dengan orang yang menggeluti bidang tersebut? Seorang sastrawan dengan strata tertentu mungkin akan membaca buku di setiap waktu luang yang dia miliki, dengan membaca dia akan menjadi lebih paham kenapa suatu karya dapat laris di pasaran (jika sang sastrawan berorientasi pada uang) dan juga tentu dia akan tahu kenapa karya sastra dapat disebut sebagai produk dari budaya tertentu (jika sang sastrawan lebih berorientasi pada kebudayaan). Namun hal itu tidak sepenuhnya benar jika kita menengok pada mahasiswa sastra yang ada di Indonesia, khususnya di UNDIP. Tempat saya kuliah.

Saya adalah seorang mahasiswa di jurusan Sastra Inggris UNDIP dan karena itu saya tahu benar apa yang dilakukan sebagian beasar mahasiswa sastra yang ada di UNDIP itu sendiri. Masalah kritis yang dihadapi oleh mahasiswa sastra di UNDIP adalah mereka terlalu memuja budaya baru yang berkembang di masyarakat dan cenderung lebih menekankan aspek kesenangan. Hal itu bisa dilihat dari kebiasaan mahasiswa sastra di FIB UNDIP pada saat jeda kuliah, mereka lebih cenderung membicarakan tren yang berkembang di masyarakat seolah mengikuti tren murahan yang dibuat oleh pasar untuk mencuci otak mereka dengan segala sesuatu yang sebenarnya tidak penting seperti, Zeyn Malik yang keluar dari 1D, kemudian ada juga pembicaraan tentang artis-artis Korea, kemudian ada juga yang berjiwa sosial media yang setiap detiknya memperhatikan gadget mereka demi mengetahui tern bodoh lainnya, sementara di dalam perpustakaan yang notabene adalah tempat untuk membaca buku dan mencari sumber referensi ilmu yang berhubungan dengan sastra itu sendiri hanya dijumpai sedikit orang didalamnya dan tidak semuanya membaca atau belajar, ada yang malah cari wifi, ada yang membicarakan hal tidak penting lagi-lagi dan bahkan ada yang masuk ke perpustakaan dengan tujuan untuk ngadem (mencari udara sejuk yang berasal dari Air Conditioner). Hal yang ironis memang.

Belum lagi jika kita melihat ke pergaulan luar kampusnya, sama sekali tidak berhubungan dengan sastra, tingkat konsumeritas yang sangat tinggi diiringi dengan laju pemborosan bahan bakar yang terlampau tinggi juga dan kadang kalau kita melihat ke parkiran FIB UNDIP sekilas kita akan melihat bentuk miniatur PRPP, motor semua isinya. Sebuah ironi yang mencengangkan jika dilihat dari label mereka yang mencantumkan nama sastra. Seorang sastrawan seharusnya memiliki pemikiran yang jernih, bukan menirukan tren murahan yang ada di pasaran tapi membuat suatu terobosan baru yang mungkin akan menjadi tren pasar berikutnya. Inovasi sangat diperlukan di dunia yang baru ini, semua orang yang sudah kehilangan daya imajinasi akan terus mengikuti apa yang disajikan oleh pasar tetapi mereka yang masih mampu berimajinasi dan melakukan improvisasi terhadap imajinasi itu sendiri dialah yang akan sukses di dunia baru ini. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Albert Einstein, “Knowledge is limited but imagination encircle the world.” Dengan kata lain mereka yang mengikuti tren pasar adalah orang berilmu yang tahu mana yang bagus dan mana yang tidak, sementara mereka yang mampu membuat tren itu laris dipasaran adalah orang yang berimajinasi karena dia tau apa yang akan laris di pasaran.


Senin, 27 Juni 2016

orientasi PNS, Mindset orang Indonesia

              
  Untuk mendapatkan masadepan yang cerah sebenanya tidak butuh macam-macam, hanya butuh tekad dan keberanian. Nggak butuh ijasah sarjana, nggak butuh gelar yang berantai, nggak butuh pendidikan yang tinggi. Ingat ! yang dibutuhkan hanyalah tekad dan keberanian. Tekad yang kuat untuk menggapai impian, keberanian yang luarbiasa untuk menentang segala keterbatasan.

                Kebanyakan Mind set orang Indonesia, sekolah itu penting biar punya masadepan yang cerah. Sekolah setinggi-tingginya biar bisa adi pegawai, kalau dianalisa lagi ngapain sekolah tinggi kalo akhir-akhirnya cuma bisa jadi pegawai, kerja di belakang meja melakukan pekerjaan yang monoton dan itu-itu aja yang sebenarnya pekerjaan itu bisa dilakukan oleh orang dengan lulusan SD. Ini asalah sebuah contoh nyata, bukan bermaksud untuk merendahkan pekerjaan orang. satu hari saya ke perpustakaan, sepi banget di dalamnya hanya ada beberapa orang dan petugas perpustakaan.

Kemudian saya iseng-iseng Nana ke petugas perpustakaannya, soalnya keliatannya pekerjaan yang dia lakukan itu “enak banget”. Saya bertanya kepada mas-mas penjaga perpus, “mas, kalo di perpus mas kerjanya ngapain aja sih? Kayaknya enak banget, kerja bisa sambil baca-baca buku.” Si mas nya jawab “Cuma nata-nata buku, sama bikin pembukuan sirkulasi buku”. Mulut yang frontal ini bertanya lagi, “ maaf mas, kalo biar bisa kayak ini lulusan SMA bisa?’. Mas nya jawab lagi “kurang tau sih, setauku minimal S1”. Aku Nana lagi, “terus mas lulusan apa? S1?”. Masnya jawab, “iya”. Itu hanyalah sepenggal percakapan yang kami lakukan, dari situ saya berfikir kenapa dengan pekerjaan yang seperti itu harus dengan ijasah S1? Orang diluar sana yang tidak punya pekerjaan karena nggak punya ijasah pun sebenarnya bisa melakukan hal semacam itu, kalau sudah diajari.

Inilah uniknya negeri ini, kuliah hanya ingin dapat ijasah buat nyari pekerjaan dan biar bisa jadi PNS, biar bisa di cap jadi orang yang mapan. Pemikiran seperti ini ibarat sudah menjadi paradigma baru di negeri ini, ketika semua orang berbondong-bondong ingin menjadi PNS, dengan alasan gajinya udah pasti. Jadi PNS sih nggak masalah, dengan catatan dengan kerja yang baik, memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat.

Fenomena yang terjadi, para PNS yang udah “jadi” PNS hasil kerjanya hanya sebatas kerja, toh kerja dengan giat ataupun kerja dengan malas-malasan gajinya tetaplah sama. Pemikiran-pemikiran seperti ini lah yang akhirnya mengakibatkan fasilitas pelayanan-pelayanan publik yang di lakukan oleh instansi pemerintahan seringkali menghasilkan pelayanan yang kurang nyaman. Sangat berbanding terbalik memang dengan pelayanan-pelayanan yang dilakukan oleh instansi swasta yang mengutamakan kenyamanan bagi masyarakat. Andai saja instansi pemerintah bukan pemegang kendali utama dalam pelayanan publik. Pasti masyarakat sudah berpindah dari pelayanan yang dilakukan oleh instansi pemerintahan ke instansi swasta.

Minggu, 26 Juni 2016

Persiapan menuju sukses

Kesuksesan adalah sesuatu yang selalu diinginkan oleh semua orang. Namun tidak semua orang bisa mendapatkannya begitu saja, selalu ada yang menjadi penghalang menuju jalan kesuksesan tersebut. Sebelum saya masuk ke materi yang lebih dalam, saya ingin mendefinisikan kesuksesan menurut jalan pikiran saya, “Kesuksesan akan kita raih disaat kita mampu bangkit dari sebuah kegagalan.” Sekiranya itulah kata kunci kita pada hari ini. Untuk meraih sebuah kesuksesan tentu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, diantaranya adalah :

1. Menentukan apa yang ingin kita lakukan
Menentukan apa yang ingin kita lakukan bukanlah perkara mudah. Untuk melakukan hal yang satu ini kita harus benar-benar tahu siapa diri kita, apa yang kita sukai dan menengok kembali ke belakang kepada diri kita dimasa lalu. Menentukan hal yang kita inginkan haruslah sesuai dengan keahlian kita karena jika kita ingin melakukan sesuatu tapi tidak memiliki keahlian tersebut tentu hasilnya tidak akan maksimal.

2. Menegenali siapa kita
Pengenalan diri sendiri itu penting. Jangan berpikir untuk melakukan sesuatu sebelum kalian tahu siapa diri kalian yang sebenarnya, karena jika kalian memualai tanpa tahu siapa diri kalian kemungkinan terburuknya adalah kalian akan termakan oleh orang lain dengan kata lain terlalu sering bergantung pada orang lain.

3. Jangan menyerah
Menyerah hanya dilakukan oleh orang yang lemah, tidak memiliki kepercayaan diri dan takut akan kegagalan. Selalu berusaha apapun hasilnya, jangan berhenti karena sebuah kegagalan karena keberhasilan akan terasa lebih manis setelah mengalami beberapa kegagalan.

4. Benamkan pikiran tentang kegagalan
Selalu berpikir positif anggap bahwa kegagalan itu tidak ada. Anggap saja bahwa kegagalan yang kalian terimaadalah sebuah proses dimana kreatifitas kalian diasah. Semakin sering orang mengalami kegagalan, semakin pintar juga dia dalam menyiasati kegagalan. Itu kuncinya.

5. Jangan terlalu banyak berpikir
Pikiran adalah kunci kegagalan, karena rasa takut akan kegagalan selalu berawal dari pikiran yang negatif akan sesuatu. Pikiran juga kadang menyesatkan terlebih jika pikiran kita sudah dipengaruhi orang lain.


Kelima hal diatas dapat kalian jadikan sebagai acuan dalam meraih sukses di masa depan. Seperti yang saya tuliskan diatas, “kesuksesan adalah disaat kita mampu bangkit dari sebuah kegagalan.” Ketakutan akan kegagalanlah yag seringkali menjadikan orang mengalami sebuah kegagalan. Pikiran-pikiran negatif yang senantiasa melayang didalam otak manusia selalu membuat orang merasa skeptis, selalu merasa minder untuk melakukan sesuatu. Jadi, mulai sekarang jadilah orang yang mampu berpikir secara positif agar tidak ada lagi rasa takut akan sebuah kegagalan. Salam pecundang.

Sabtu, 25 Juni 2016

Laporan Percobaan Seleksi Alam

SELEKSI ALAM

I. Tujuan : Mengetahui dan memahami proses seleksi dan adaptasi


II. Alat dan Bahan :


1. Perforator (pelubang kertas)


2. Karton manila (berwarna merah, kuning, dan hijau), masing-masing berjumlah 100 buah


3. Tali dan mistar ± 10m


4. Stopwatch (jam)


III. Landasan Teori :
Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi.



Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam.



Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.



Seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya. Atau dapat juga di artikan proses di mana mutasi genetika yang meningkatkan keberlangsungan dan reproduksi suatu organisme menjadi (dan tetap) lebih umum dari generasi yang satu ke genarasi yang lain pada sebuah populasi. Ia sering disebut sebagai mekanisme yang "terbukti sendiri" karena:
Variasi terwariskan terdapat dalam populasi organisme.
Organisme menghasilkan keturunan lebih dari yang dapat bertahan hidup
Keturunan-keturunan ini bervariasi dalam kemampuannya bertahan hidup dan bereproduksi.


Kondisi-kondisi ini menghasilkan kompetisi antar organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Oleh sebab itu, organisme dengan sifat-sifat yang lebih menguntungkan akan lebih berkemungkinan mewariskan sifatnya, sedangkan yang tidak menguntungkan cenderung tidak akan diwariskan ke generasi selanjutnya.



Konsep pusat seleksi alam adalah kebugaran evolusi organisme. Kebugaran evolusi mengukur kontribusi genetika organisme pada generasi selanjutnya. Namun, ini tidaklah sama dengan jumlah total keturunan, melainkan kebugaran mengukur proporsi generasi tersebut untuk membawa gen sebuah organisme.Karena itu, jika sebuah alel meningkatkan kebugaran lebih daripada alel-alel lainnya, maka pada tiap generasi, alel tersebut menjadi lebih umum dalam populasi. Contoh-contoh sifat yang dapat meningkatkan kebugaran adalah peningkatan keberlangsungan hidup dan fekunditas. Sebaliknya, kebugaran yang lebih rendah yang disebabkan oleh alel yang kurang menguntungkan atau merugikan mengakibatkan alel ini menjadi lebih langka. Adalah penting untuk diperhatikan bahwa kebugaran sebuah alel bukanlah karakteristik yang tetap. Jika lingkungan berubah, sifat-sifat yang sebelumnya bersifat netral atau merugikan bisa menjadi menguntungkan dan yang sebelumnya menguntungkan bisa menjadi merugikan.



Seleksi alam dalam sebuah populasi untuk sebuah sifat yang nilainya bervariasi, dapat dikategorikan menjadi tiga jenis. Yang pertama adalah seleksi berarah (directional selection), yang merupakan geseran nilai rata-rata sifat dalam selang waktu tertentu. Kedua, seleksi pemutus (disruptive selection), merupakan seleksi nilai ekstrem, dan sering mengakibatkan dua nilai yang berbeda menjadi lebih umum (dengan menyeleksi keluar nilai rata-rata).. Ketiga, seleksi pemantap (stabilizing selection), yaitu seleksi terhadap nilai-nilai ektrem, menyebabkan penurunan variasi di sekitar nilai rata-rata.[88] Hal ini dapat menyebabkan organisme secara pelahan memiliki sifat yang sama.



Kasus khusus seleksi alam adalah seleksi seksual, yang merupakan seleksi untuk sifat-sifat yang meningkatkan keberhasilan perkawinan dengan meningkatkan daya tarik suatu organisme.


Evolusi memengaruhi setiap aspek dari bentuk dan perilaku organisme. Yang paling terlihat adalah adaptasi perilaku dan fisik yang diakibatkan oleh seleksi alam. Adaptasi-adaptasi ini meningkatkan kebugaran dengan membantu aktivitas seperti menemukan makanan, menghindari predator, dan menarik lawan jenis. Organisme juga dapat merespon terhadap seleksi dengan berkooperasi satu sama lainnya, biasanya dengan saling membantu dalam simbiosis. Dalam jangka waktu yang lama, evolusi menghasilkan spesies yang baru melalui pemisahan populasi leluhur organisme menjadi kelompok baru yang tidak akan bercampur kawin.



Adaptasi merupakan struktur atau perilaku yang meningkatkan fungsi organ tertentu, menyebabkan organisme menjadi lebih baik dalam bertahan hidup dan bereproduksi. Ia diakibatkan oleh kombinasi perubahan acak dalam skala kecil pada sifat organisme secara terus menerus yang diikuti oleh seleksi alam varian yang paling cocok terhadap lingkungannya. Proses ini dapat menyebabkan penambahan ciri-ciri baru ataupun kehilangan ciri-ciri leluhur.



Dari penjelasan di atas diketahui bahwa seleksi alam adalah salah satu faktor pendorong terjadinya evolusi (teori darwinisme). Maka dari itu kami melakukan praktik simulasi seleksi alam ini untuk mengetahui proses seleksi alam beserata factor yang mempengaruhinya sebagai salah satu proses pembelajaran mengenai materi tentang ‘Evolusi’.

IV. Cara Kerja :
1. Dengan menggunakan perforator, membuat potongan-potongan kecil kertas manila warna merah, kuning dan hijau sebanyak masing- masing 100 buah.


2. Memasukkan potongan kertas tersebut masing-masing ke dalam kantong yang terpisah.


3. Mencari lapangan rumput yang terbuka dan menentukan suatu bidang seluas 4m2.


4. Memotong kertas manila yang ditaburkan merata di atas lapangan percobaan.


5. Memungut kembali selama 3 menit, melakukan dari ujung lapangan bergerak ke pusat lapangan.


6. Menghitung jumlah kertas merah, kuning, dan hijau yang terambil kembali.


V. Tabel Hasil Pengamatan

Perincian Data


Hijau


Kuning


Merah



1. Jumlah sebelum ditaburkan


100


100


100



2. Jumlah yang terambil kembali


24


38


32



3. Selisih antara jumlah sebelum dan sesudah di ambil kembali


76


62


68







VI. Pembahasan


1. Apakah perbedaan jumlah kertas yang terpungut kembali antara kertas merah dan hijau mempunyai angka yang mencolok?


Jawab : Ya, karena warna hijau sama dengan warna lapangan yang kita gunakan untuk praktikum yaitu warna hijau, sehingga warna merah lebih mencolok. Maka warna hijau menjadi terkamuflase dengan lapangannya (rumput hijau)





2. Jika percobaan itu diulangi lagi, apakah hasilnya akan menunjukkan hasil yang sama? Jelaskan!


Jawab : Tidak, karena jumlah kertas lebih sedikit dibandingkan dengan percobaan yang pertama.





3. Percobaan itu dilakukan pada padang rumput yang menguning, apakah hasilnya sama? Jelaskan!


Jawab : Tidak, karena kertas warna kuning lebih tersamarkan dengan warna rumput.





4. Berdasarkan data yang anda peroleh, buatlah kesimpulannya!


Jawab : Makhluk hidup yang dapat beradaptasi dengan lingkungan, hidupnya dapat bertahan, sedangkan makhluk hidup yang tidak dapat beradaptasi terhadap lingkungan akan mengalami penurunan jumlah, bahkan punah.





5. Coba hubungkan kesimpulan anda pada nomor 4 dengan populasi kupu-kupu malam (Biston betularia) sebelum dan sesudah revolusi-industri di Inggris atau dengan populasi cecak hitam dan putih di tempat yang berwarna putih!


Jawab : Setelah revolusi industri, udara di Inggris menjadi gelap oleh asap dan debu industri, sehingga populasi ngengat biston betularia putih menurun karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, akibatnya mudah ditangkap oleh pemangsanya. Sedangkan cicak yang berwarna gelap di tempat yang terang lebih mudah terlihat sehingga mudah tertangkap oleh predator.





6. Apakah ada hubungan antara arti kamuflase dengan tujuan percobaan di atas?


Jawab : Ada, karena kertas yang ber warna hijau berkamuflase dengan rumput yang berwarna hijau. Sehingga warnanya tersamarkan atau sulit dibedakan dengan lingkungan sekitarnya.





7. Apakah yang dimaksud dengan adaptasi? Berilah contohnya!


Jawab : Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk bertahan hidup dan berkembang biak serta menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Contoh : mimikri pada bunglon, autotomi pada cicak.





8. Mengapa tidak semua organisme yang hidup di masa lampau dapat menjadi spesies baru? Jelaskan!


Jawab : Karena tidak semua organisme yang hidup di masa lampau dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang terjadi pada saat itu.





9. Apakah yang akan terjadi bila organisme tersebut tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya?


Jawab : Oragnisme tersebut akan punah, karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya.





10. Faktor apakah yang menyebabkan suatu spesies itu musnah, sedangkan spesies yang lain dapat mempertahankan kelestariannya?


Jawab : Faktor kemampuan beradaptasi. Makhluk hidup yang dapat beradaptasi dengan lingkungannya dapat mempertahankan kelestariaannya, dan yang tidak dapat dapat beradaptasi populasinya kan berkurang bahkan punah. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa makhluk hidup yang dapat beradaptasi di lingkungannya inilah yang dapat lolos dari seleksi alam. Selain itu faktor lainnya adalah perkawinan tak acak,migrasi,hanyutan genetik,mutasi, serta rekombinasi dan seleksi.






VII. Kesimpulan


a. Simpulan


· Makhluk hidup yang dapat beradaptasi dengan lingkungannya akan bertahan hidup dan dapat menjaga kelestariannya, sedangkan makhluk hidup yang tidak dapat beradaptasi akan mengalami pengurangan jumlah populasi bahkan punah.


· Makhluk hidup yang mampu bertahan hidup karena mampu beradaptasi di lingkungannya inilah yang dapat lolos dari seleksi alam.


· Salah satu cara untuk bertahan hidup adalah dengan berkamuflase dengan lingkungannya.


· Faktor yang mempengaruhi evolusi makhluk hidup antara lain : Perkawinan tak acak, migrasi, hanyutan genetik, seleksi alam, mutasi,rekombinasi dan seleksi.






b. Saran


· Sebaiknya dalam menghamburkan kertas harus merata.


· Sebaiknya memperhatikan arah angin saat menghamburkan kertas, sehingga kertas tidak keluar dari kotak dan hasilnya merata.






VIII. Daftar Pustaka


1. http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=istimewa:Perubahan


2. Omegawati, Wigati, Hadi, 2010. PR Biologi. Klaten PT. Intan Pariwara


3. Srikini, dkk. 2007. Biologi. Jakarta : Erlangga.

Kamis, 23 Juni 2016

Deskripsi Mineral





Golongan Mineral                                           :    Native element
Sifat-sifat Fisik Mineral :
1.       Warna                                                  :    Kuning
2.       Kilap                                                     :     Lemak 
3.       Kekerasan                                         :     1,5 – 2,5
4.       Cerat                                                    :     Putih
5.       Belahan                                              :     Tidak jelas
6.       Pecahan                                             :     Conchoidal 
7.       Bentuk                                                :     Kristalin
8.       Struktur                                              :     Fanerokristalin
9.       Berat Jenis                                         :     1,9 – 2,1
10.   Sifat Dalam                                        :     Rapuh
11.   Kemagnetan                                     :     Diamagnetik 
12.   Sifat Lain                                             :     Translucent (tembus cahaya)
13.   Kesimpulan                                        :    Dapat dikenal dikenal dari Warna,kekerasan dan bau
14.   Sistim Krisatal                                   :    Ortorombik 
15.   Kegunaan                                          :    Sebagai pupuk, Cat, Detergen dan Sabun
16.   Genesa                                               :    Sulfur terjadi di mata air panas di dekat gunung api danHasil                                    sublimasi atau uap belerang
17.   Keterdapatan                                   :     Dataran Tinggi DiengGunung Telaga Terus,                                                                                                                   Gunung Arjuno, Welireng, Kawah Ijen
18.   Rumus kimia                                     :     S 



Golongan Mineral                                           :    silikat
Sifat-sifat Fisik Mineral :
1.       Warna                                                  :     Colorless
2.       Kilap                                                     :      Kaca
3.       Kekerasan                                          :     2-3
4.       Cerat                                                    :     Putih
5.       Belahan                                               :     Sempurna
6.       Pecahan                                              :     Even
7.       Bentuk                                                :     Kristalin
8.       Struktur                                              :     Lamelar 
9.       Berat Jenis                                         :     2,8-3,1
10.   Sifat Dalam                                        :     Elastic
11.   Kemagnetan                                     :     Diamagnetik 
12.   Sifat Lain                                             :      Transparant
13.   Kesimpulan                                       :     Dapat dikenali dari Warna,kekerasan dan berat jenis
14.   Sistim Krisatal                                   :     Monoklin
15.   Kegunaan                                           :     Untuk pabrik mesin seperti dynamo,motor dan lain –lain.
16.   Genesa                                               :     Terjadi dari proses pendinginan magma asam(Granit)danJuga                                                                  dari proses metamorfisme
17.   Keterdapatan                                   :     Carolina utara,Dakota selatan dan mexico.
18.   Rumus kimia                                     :     KAl2(OH)2AlSi3O10





Contoh Proposal Penelitian Pengaruh Media Tanam


A.     Latar Belakang Masalah
Tumbuhan adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana makhluk hidup lainnya salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dalam proses pertumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah media tanam. Tanah merupakan suatu medium yang memungkinkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang.
Begitu banyak macam media tanam yang ada di lingkungan kita diantaranya adalah :
                        ·         media tanah,
                        ·         media sekam,
                        ·         media arang, dan
                        ·         media serbuk gergajian kayu
pertumbuhan juga dipengaruhi oleh nutrisi, nutrisi bisa di peroleh salah satunya dari pupuk kandang. Dalam penelitian diharapkan mampu mengetahui pengaruh media tanam yang berbeda serta pemberian pupuk kandang terhadap kecepatan pertambahan tinggi daun batang tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata).
B.      Tujuan Penelitian
Untuk megamati dan mengatahui pengaruh media tanam yang berbeda serta pemberian pupuk kandang terhadap kecepatan pertambahan tinggi daun batang tanaman.
C.      Rumusan Masalah
            a.       apakah jenis media tanam dapat mempengaruhi pertumbuhan tinggi daun batang?
            b.      apakah pemberian pupuk kandang dapat mempengaruhi pertumbuhan tinggi batang daun?
            c.       bagaimanakah pengaruh media tanam dan pemberian pupuk kandang terhadap                  pertumbuhan tinggi daun batang tanaman lidah mertua?

D.      Hipotesis
Tanaman yang menggunakan media tanah yang di beri pupuk dan di siram air akan tumbuh lebih cepat dari media tanam lainnya.
KAJIAN TEORITIK


METODOLOGI PENELITIAN
a.       populasi                                : tanaman hias
sampel penelitian            : tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata)
b.      lokasi penelitian               : SMA N 1 BATANG
c.       waktu penelitian              : 27 Agustus – 03 September 2012
d.      Deskripsi variabel penelitian
1)      Variabel bebas :
Macam-macam media tanam
Pemberian pupuk kandang
2)      Variabel terikat :
pertumbuhan tinggi daun batang tanaman lidah mertua
e.      Unit perlakuan
1)      ditumbuhkan pada media tanah dan diberikan pupuk kandang
2)      ditumbuhkan pada media tanah dan tidak diberikan pupuk kandang
3)      ditumbuhkan pada media sekam dan diberikan pupuk kandang
4)      ditumbuhkan pada media sekam dan tidak diberikan pupuk kandang
5)      ditumbuhkan pada media arang dan diberikan pupuk kandang
6)      ditumbuhkan pada media arang dan tidak diberikan pupuk kandang
7)      ditumbuhkan pada media serbuk gergajian kayu dan diberikan pupuk kandang
8)      ditumbuhkan pada media serbuk gergajian kayu dan tidak diberikan pupuk kandang
f.        Alat dan Bahan
1)      Alat
·         Pot 8
·         Sekop
2)      Bahan
·         Media tanah
·         Media sekam
·         Media arang
·         Media serbuk gergajian kayu
·         Pupuk kandang
g.       Cara Kerja
1)      Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2)      Masukkan masing-masing media ke dalam 2 pot. Pot 1 diberi pupuk kandang dan pot yang satunya tidak diberi pupuk kandang.
3)      Masukkan tunas lidah mertua ke masing-masing pot yang sudah diisi media.
4)      Tempatkan tanaman pada tempat yang cukup mendapatkan sinar matahari.
5)      Siram tanaman pada pagi dan sore hari dengan air secukupnya.
6)      Amati pertumbuhan pertambahan tinggi tanaman dan catat hasilnya pada tabel pengamatan.
h.      Tabel Data Hasil Pengamatan
No
Media tanam
Pertumbuhan hari ke-
1
2
3
4
5
6
7
1
TANAH







2
SEKAM







3
ARANG







4
SERBUK GEGAJI KAYU








I.                    DAFTAR PUSTAKA­