Rabu, 06 Agustus 2014

Nama Raja - Raja Tanah Jawa


  
 
   
1 Kalingga
    2 Mataram Lawas
        2.1 Wangsa Syailendra
        2.2 Wangsa Sanjaya
    3 Medang
    4 Kahuripan
        4.1 Janggala
        4.2 Kadiri
    5 Singhasari
    6 Majapahit
    7 Demak
    8 Kalinyamat
    9 Kerajaan Pajang
    10 Mataram Baru
        10.1 Kasunanan Kartasura
        10.2 Kasunanan Surakarta
        10.3 Kasultanan Yogyakarta
        10.4 Praja Mangkunagaran di Surakarta
        10.5 Kadipaten Paku Alaman di Yogyakarta
    11 Lihat pula


Kalingga

    Maharani Shima (674-732)
    Sudiwara
    Rakai Panangkaran

Mataram Lawas
Wangsa Syailendra

    Sri Indrawarman (752-775)
    Wisnuwarman (775-782)
    Dharanindra (782-812)
    Samaratungga (812-833)
    Pramodhawardhani (833-856), menikah dengan Rakai Pikatan (wangsa Sanjaya)

Wangsa Sanjaya

    Sanjaya (732-7xx)
    Rakai Panangkaran : Dyah Pancapana (syailendra)
    Rakai Panunggalan
    Rakai Warak
    Rakai Garung
    Rakai Patapan (8xx-838)
    Rakai Pikatan (838-855), mendepak wangsa Syailendra
    Rakai Kayuwangi (855-885)
    Dyah Tagwas (885)
    Rakai Panumwangan Dyah Dewendra (885-887)
    Rakai Gurunwangi Dyah Badra (887)
    Rakai Watuhumalang (894-898)
    Rakai Watukura Dyah Balitung (898-910)
    Daksa (910-919)
    Tulodong (919-921)
    Dyah Wawa (924-928)
    Mpu Sindok (928-929), memindahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur (Medang)

Medang

    Mpu Sindok (929-947)
    Sri Isyanatunggawijaya (947-9xx)
    Makutawangsawardhana (9xx-985)
    Dharmawangsa Teguh (985-1006)

Kahuripan

    Airlangga (1019-1045), mendirikan kerajaan di reruntuhan Medang

    (Airlangga kemudian memecah Kerajaan Kahuripan menjadi dua: Janggala dan Kadiri)

Janggala

    (tidak diketahui silsilah raja-raja Janggala hingga tahun 1116)


Kadiri

    Samarawijaya (1042-....)
    Linggajaya (1052)
    Jayawarsa (1104)
    Bameswara (1117-1130)
    Jayabhaya (1135-1159)
    Sarweswara (1159-1169)
    Aryeswara (1169-1171)
    Gandra (1171-1182)
    Kameswara (1185), mempersatukan kembali Kadiri dan Panjalu
    Kertajaya (1195-1222)

Singhasari

    Tunggul Ametung
    Ken Arok (1222-1227)
    Anusapati (1227-1248)
    Tohjaya (1248)
    Ranggawuni (Wisnuwardhana) (1248-1254)
    Kertanagara ( 1254-1292)

Majapahit

    Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) (1293-1309)
    Jayanagara (1309-1328)
    Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328-1350)
    Hayam Wuruk (Rajasanagara) (1350-1389)
    Wikramawardhana (1390-1428)
    Suhita (1429-1447)
    Dyah Kertawijaya (1447-1451)
    Rajasawardhana (1451-1453)
    Girishawardhana (1456-1466)
    Singhawikramawardhana (Suraprabhawa) (1466-1474)
    Girindrawardhana Dyah Wijayakarana(1468-1478)
    Singawardhana Dyah Wijayakusuma (menurut Pararaton menjadi Raja Majapahit selama 4 bulan sebelum wafat secara mendadak) ( ? - 1486)
    Girindrawardhana Dyah Ranawijaya alias Bhre Kertabumi (diduga kuat sebagai Brawijaya, menurut Kitab Pararaton dan Suma Oriental karangan Tome Pires pada tahun 1513) (1474-1519)

Demak

    Raden Patah (1478 - 1518)
    Pati Unus (1518 - 1521)
    Trenggana (1521 - 1546)
    Sunan Prawoto (1546 - 1549)

Kalinyamat

    Sultan Hadlirin (....-1549)
    Ratu Kalinyamat (1546-1579}
    Pangeran Arya Jepara (1579-...)

Kerajaan Pajang

    Jaka Tingkir, bergelar Hadiwijaya (1549 - 1582)
    Arya Pangiri, bergelar Ngawantipuro (1583 - 1586)
    Pangeran Benawa, bergelar Prabuwijoyo (1586 - 1587)

Mataram Baru

Daftar ini merupakan Daftar penguasa Mataram Baru atau juga disebut sebagai Mataram Islam. Catatan: sebagian nama penguasa di bawah ini dieja menurut ejaan bahasa Jawa.

    Ki Ageng Pamanahan, menerima tanah perdikan Mataram dari Jaka Tingkir
    Panembahan Senopati (Raden Sutawijaya) (1587 - 1601), menjadikan Mataram sebagai kerajaan merdeka.
    Panembahan Hanyakrawati (Raden Mas Jolang) (1601 - 1613)
    Adipati Martapura (1613 selama satu hari)
    Sultan Agung (Raden Mas Rangsang / Prabu Hanyakrakusuma) (1613 - 1645)
    Amangkurat I (Sinuhun Tegal Arum) (1645 - 1677)

Kasunanan Kartasura
Lihat pula: Kasunanan Kartasura

    Amangkurat II (1680 – 1702), pendiri Kartasura.
    Amangkurat III (1702 – 1705), dibuang VOC ke Srilangka.
    Pakubuwana I (1705 – 1719), pernah memerangi dua raja sebelumya; juga dikenal dengan nama Pangeran Puger.
    Amangkurat IV (1719 – 1726), leluhur raja-raja Surakarta dan Yogyakarta.
    Pakubuwana II (1726 – 1742), menyingkir ke Ponorogo karena Kartasura diserbu pemberontakl; mendirikan Surakarta.

Kasunanan Surakarta
Lihat pula: Kasunanan Surakarta
Lambang Pakubuwana

Pakubowono atau lengkapnya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Prabu Sri Paku Buwana Senopati Ing-Ngalogo Ngabdurahman Sayiddin Panotogomo adalah gelar bagi raja Kasunanan Surakarta sebagai penerus Kerajaan Mataram Islam di Surakarta.

Yang bertahta saat ini adalah Susuhunan Pakubuwana XIII.

Daftar sunan Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

    Pakubuwana II (1745 - 1749), pendiri kota Surakarta; memindahkan keraton Kartasura ke Surakarta pada tahun 1745
    Pakubuwana III (1749 - 1788), mengakui kedaulatan Hamengkubuwana I sebagai penguasa setengah wilayah kerajaannya.
    Pakubuwana IV (1788 - 1820)
    Pakubuwana V (1820 - 1823)
    Pakubuwana VI (1823 - 1830), diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia; juga dikenal dengan nama Pangeran Bangun Tapa.
    Pakubuwana VII (1830 - 1858)
    Pakubuwana VIII (1859 - 1861)
    Pakubuwana IX (1861 - 1893)
    Pakubuwana X (1893 - 1939)
    Pakubuwana XI (1939 - 1944)
    Pakubuwana XII (1944 - 2004)
    Pakubuwana XIII (2009 - sekarang) bersama dengan Mahapatih Pangeran Tejowulan.

Kasultanan Yogyakarta
Lihat pula: Kasultanan Yogyakarta
Lambang Hamengkubuwana

Hamengkubuwana atau Hamengkubuwono atau Hamengku Buwono atau lengkapnya Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing-Ngalogo Ngabdurahman Sayiddin Panotogomo Khalifatullah adalah gelar bagi raja Kesultanan Yogyakarta sebagai penerus Kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta. Wangsa Hamengkubuwana tercatat sebagai wangsa yang gigih memperjuangkan kemerdekaan pada masa masing-masing, antara lain Hamengkubuwana I atau nama mudanya Pangeran Mangkubumi, kemudian penerusnya yang salah satunya adalah ayah dari Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro, yaitu Hamengkubuwana III. Sri Sultan Hamengkubuwana IX pernah menjabat sebagai wakil presiden Indonesia yang kedua.

Yang bertahta saat ini adalah Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Daftar sultan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
1.     Sri Sultan Hamengkubuwono I     13 Februari 1755     24 Maret 1792    
2.     Sri Sultan Hamengkubuwono II     2 April 1792     akhir 1810     periode pertama
3.     Sri Sultan Hamengkubuwono III     akhir 1810     akhir 1811     periode pertama 
    Sri Sultan Hamengkubuwono II     akhir 1811     20 Juni 1812     periode kedua
    Sri Sultan Hamengkubuwono III     29 Juni 1812     3 November 1814     periode kedua 
4.     Sri Sultan Hamengkubuwono IV     9 November 1814     6 Desember 1823    
5.     Sri Sultan Hamengkubuwono V     19 Desember 1823     17 Agustus 1826     periode pertama
    Sri Sultan Hamengkubuwono II     17 Agustus 1826     2 Januari 1828     periode ketiga
    Sri Sultan Hamengkubuwono V     17 Januari 1828     5 Juni 1855     periode kedua
6.     Sri Sultan Hamengkubuwono VI     5 Juli 1855     20 Juli 1877    
7.     Sri Sultan Hamengkubuwono VII     22 Desember 1877     29 Januari 1921    
8.     Sri Sultan Hamengkubuwono VIII     8 Februari 1921     22 Oktober 1939    
9.     Sri Sultan Hamengkubuwono IX     18 Maret 1940     2 Oktober 1988    
10.     Sri Sultan Hamengkubuwono X     7 Maret 1989     sekarang    
Praja Mangkunagaran di Surakarta
Lihat pula: Praja Mangkunagaran
Lambang Mangkunegara

    Mangkunagara I (Raden Mas Said) (1757 - 1795)
    Mangkunagara II (1796 - 1835)
    Mangkunagara III (1835 - 1853)
    Mangkunagara IV (1853 - 1881)
    Mangkunagara V (1881 - 1896)
    Mangkunagara VI (1896 - 1916)
    Mangkunagara VII (1916 -1944)
    Mangkunagara VIII (1944 - 1987)
    Mangkunagara IX (1987 - sekarang)

Kadipaten Paku Alaman di Yogyakarta
Lihat pula: Kadipaten Paku Alaman
Lambang Pakualaman

    Paku Alam I (1813 - 1829)
    Paku Alam II (1829 - 1858)
    Paku Alam III (1858 - 1864)
    Paku Alam IV (1864 - 1878)
    Paku Alam V (1878 - 1900)
    Paku Alam VI (1901 - 1902)
    Paku Alam VII (1903 - 1938)
    Paku Alam VIII (1938 - 1998)
    Paku Alam IX (1998 - sekarang)

Lihat pula

    Sejarah Mataram Baru
    Pangeran Diponegoro
    Raad van Beheer/Dewan Perwalian Pakualaman

Ternyata Indera Keenam Dapat Dijelaskan Oleh Ilmu Pengetahuan

Kemampuan indera keenam sering dipandang sebagai suatu hal yang gaib dan tidak bisa dijelaskan ilmu pengetahuan manapun. Tapi ternyata pandangan itu dibuktikan salah karena indera keenam ternyata dapat dibuktikan melalui ilmu pengetahuan. Berikut penjelasannya.

Indera Keenam

Di dunia ini banyak sekali orang yang percaya akan pengalaman paranormal alias kejadian gaib, dan di antara kemampuan paranormal itu salah satunya adalah indera keenam atau ESP (Extra Sensory Perception).

Dikatakan bahwa indera keenam adalah sebuah kemampuan untuk mendapatkan informasi tentang dunia sekitar yang tidak bisa didapatkan jika hanya melalui 5 indera manusia. Indera keenam itu memperbolehkan seseorang untuk "merasakan sesuatu yang tidak dapat dilihat," seperti masa depan atau keberadaan mahluk gaib.

Hanyalah sebuah persepsi visual biasa

Indera keenam ternyata hanyalah sebuah persepsi visual sederhana
Piers Howe yang mempublikasikan jurnal mengenai indera keenam ini menjelaskan bahwa indera keenam hanyalah semata-mata pandangan seseorang dalam mempersepsikan sesuatu yang memang sudah ia ketahui namun sulit dijelaskan oleh orang terkait. Untuk menjelaskan hal tersebut, maka orang tersebut akan mengatakan itu adalah indera keenam padahal pada kenyataannya tidak.

Eksperimen Pertama

Untuk membuktikan bahwa indera keenam hanyalah perspesi visual maka dilakukan eskperimen dua gambar
Ia membuktikan hal tersebut dengan meminta salah seorang timnya berpose untuk sepasang gambar yang hanya sedikit berbeda. Sebagai contoh yang satu mengenakan kacamata dan gambar yang lain tidak.

Kemudian tim akan menunjukkan gambar pertama ke 48 partisipan selama 1.5 detik, diikuti oleh jeda 1 detik, sebelum menunjukkan gambar kedua. Partisipan kemudian harus mengindikasikan apakah ada perbedaan di antara kedua foto tersebut dan menyebutkannya. Kebanyakan partisipan memang dapat menyadari ada perbedaan di antara kedua foto, namun tidak dapat menjelaskan apa yang berbeda.

Dari hal ini, Howe menyimpulkan bahwa otak kita memang dapat menyadari perbedaan tersebut dengan matriks visual sederhana, seperti perbedaan gelap, warna, kontras, namun tidak terlalu detail sehingga seseorang sulit menyebutkan apa yang berbeda.

Eksperimen Kedua

Pembuktian indera keenam hanya sebuah perspesi dengan disc
Untuk membuktikannya lebih jauh, ia melakukan eksperimen kedua. Dalam eksperimen kedua, tim menunjukkan partisipan sekumpulan cd merah dan hijau. Kemudian mereka menunjukkannya kembali dengan mengganti warna beberapa cd menjadi warna lainnya. Sekali lagi, banyak partisipan yang menyadari hal ini.

Namun saat tim mengganti warna beberapa cd ke warna lainnya, tapi tidak mengurangi jumlah total dari kedua cd jika digabungkan, "indera keenam" itu hilang. Para partisipan tentuk tidak dapat membedakan kedua cd yang masih berjumlah sama, hanya warna yang ditukar satu sama lainnya. Itu menunjukkan bahwa "indera keenam" yang dipercaya selama ini, hanyalah sebuah persepsi visual biasa.

Hasil dari eksperimen ini juga membuktikan lebih jauh bahwa "indera keenam" itu memang persepsi visual biasa yang tidak bisa dijelaskan orang terkait atau secara tidak sadar memang telah diketahui orang terkait. Hal itu disimpulkan dari beberapa partisipan yang menyadari ada perubahan kecil namun tidak secara sadar benar-benar mengatahui mereka menyadari perubahan tersebut.

Percaya Berlebihan

Banyak Orang percaya Berlebihan akan Indera Keenam
Walaupun eksperimen itu sudah memberikan berbagai bukti yang jelas, Howe menambahkan bahwa studi itu tidak akan dapat membuat mereka yang percaya akan kejadian paranormal mengubah persepsi mereka.

Walaupun bukti-bukti ini dapat dijelaskan lebih lanjut, mereka yang memang sudah mempercayai kemampuan indera keenam ini akan terus percaya akan hal tersebut. Kepercayaan itu akan membuat diri mereka memiliki kepuasan sendiri, dan memang mungkin mereka memiliki kemampuan persepsi yang hebat, namun tidak bersifat magis atau gaib.

Sumber: http://www.tahupedia.com/

6 Hal ini membuat orang cepat pikun!

Sering kesulitan mengingat sesuatu seperti tempat menaruh benda, tanggal penting, atau lainnya? Jangan panik dulu. Banyak orang yang memiliki masalah sama berkaitan dengan ingatan mereka. Selama ini menurunnya daya ingat seringkali dikaitkan dengan usia. Padahal menjadi pelupa seringkali juga tak berkaitan dengan bertambahnya usia seseorang.

Bagi kebanyakan orang, menurunnya daya ingat juga bisa menjadi gejala masalah kesehatan yang lain. Ada banyak faktor yang membuat seseorang menjadi lebih mudah lupa selain usia. Berikut adalah beberapa hal yang bisa mempengaruhi kemampuan seseorang mengingat, seperti dilansir oleh Daily Health Post.

1.
Depresi

Depresi adalah salah satu penyebab terbesar menurunnya ingatan seseorang. Ketika seseorang merasa depresi, sulit untuk berkonsentrasi. KOnsentrasi yang rendah akan mengurangi kemampuan otak untuk menyimpan ingatan dan mengingatnya kembali.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Bulletin menunjukkan bahwa depresi berkaitan dengan hilangnya kemampuan untuk mengingat. Analisis tersebut menunjukkan bahwa orang yang depresi lebih mudah mengalami kepikunan. Depresi bisa jadi salah satu penyebab seseorang memiliki ingatan yang buruk atau pikun.

2.
Masalah emosional

Masalah emosi, terutama ketika seseorang tak bisa mengungkapkan emosi dan perasaan mereka, juga bisa berimbas pada kualitas ingatan seseorang. Orang yang sering memendam perasaan, biasanya perasaan takut atau perasaan negatif, lebih berkemungkinan untuk mengalami penurunan daya ingat dan menjadi pelupa. Masalah emosional akan membuat seseorang kehilangan 'sentuhan' dengan pikiran mereka.

Salah satu analisis terbaru mengungkap bahwa ingatan dan emosi saling berhubungan. Peneliti menunjukkan bahwa masalah emosi juga bisa mempengaruhi kualitas ingatan seseorang. Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk melihat dengan jelas kaitan keduanya.

3.
Obat

Obat dan zat-zat ilegal bisa mempengaruhi kualitas ingatan. Salah satunya adalah dengan mengubah proses kognitif serta mengganggu zat kimia yang berkaitan dengan pembentukan ingatan atau proses mengingat kembali. Banyak obat yang mempengaruhi bagian hippocampus otak yang berkaitan dengan kemampuan kognitif dan ingatan. Telah banyak juga penelitian yang menunjukkan bahwa obat-obatan terlarang bisa merusak kemampuan seseorang untuk mengingat.

Salah satunya adalah obat terlarang ekstasi. Ekstasi diketahui sebagai obat terburuk yang bisa menghancurkan memori. Penelitian terbaru menemukan bahwa MDMA atau ekstasi bisa mengubah zat kimia otak yang bekerja pada saraf dan menyebabkan kerusakan ingatan.

4.
Konsumsi alkohol

Minum alkohol tak hanya buruk untuk lever dan jantung, tetapi juga bisa menyebabkan seseorang mudah pikun. Ini terutama bagi orang yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang lama. Hasil tersebut diketahui peneliti setelah melakukan penelitian terhadap tikus dan melihat adanya pengaruh terhadap hippocampus.

Beberapa penelitian berargumen bahwa hasil tersebut belum tentu sama jika diterapkan pada manusia. Namun penelitian ini jelas menunjukkan adanya kaitan antara pengaruh alkohol terhadap proses pembentukan ingatan. Meski begitu, penelitian jangka panjang masih akan dilakukan untuk menemukan kaitan keduanya dengan lebih jelas.

5.
Kekurangan thiamine

Thiamine adalah nutrisi yang berfungsi untuk melakukan metabolisme terhadap makanan dan mengubahnya menjadi energi. Tampaknya nutrisi ini tak berkaitan dengan ingatan, namun keduanya sebenarnya saling berpengaruh. Thiamine merupakan salah satu bentuk vitamin B. Selain melakukan metabolisme makanan menjadi energi, nutrisi ini juga bekerja dengan menjaga fungsi sistem saraf pusat.

Sebuah analisis yang diterbitkan dalam Behavioral Brain Research menunjukkan bahwa kekurangan thiamine bisa menyebabkan seseorang sulit mengingat dan mempengaruhi kemampuan kognitif mereka. Kekurangan thiamine juga bisa menurunkan kemampuan seseorang mengingat. Jika Anda mengalami masalah dengan ingatan dan mudah lupa, penuhi kebutuhan thiamine dan vitamin B.

6.
Kurang tidur

Anda tentu sudah mengetahui bahwa tidur tak sekedar istirahat untuk tubuh, melainkan juga untuk otak. Kurang tidur adalah salah satu hal yang bisa menyebabkan seseorang cepat lupa dan pikun. Waktu tidur memiliki peran penting untuk kesehatan otak, pembentukan ingatan, dan peningkatan kemampuan kognitif.

Kurang tidur akan membuat otak tak punya cukup waktu untuk melakukan fungsi-fungsi tersebut sehingga berujung pada menurunnya daya ingat dan kemampuan kognitif.

Itulah beberapa hal yang bisa membuat seseorang cepat menjadi pelupa dan cepat pikun. Jika tak ingin terserang kepikunan dini, hindari hal-hal tersebut. Penuhi nutrisi tubuh, tidur teratur, hindari alkohol dan obat terlarang, serta hindari depresi atau masalah emosional.

Sumber: http://www.merdeka.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...