Minggu, 23 November 2014

AMALAN DO’A MUSTAJAB

Assalamu'alaikum Wr Wb,,,

Doa ini sudah banyak riwayat hadis2 yg mengakui keunggulan doa ini. Satu riwayat yg menyebutkan “bahwa tidak ada Orang Mukmin yg membaca Doa ini pasti dikabulkan Doanya” disampekan maksud dan hajatnya maka pada kesempatan kali ini saya tularkan kawruh say.a, Mudah2an dpt bermanfaat bagi sedulur semuanya
caranya

~jam 12 mlm sholat hajat 4 rekaat . Sholat hajat khusus
~tawasul fateha

Nabi Muhammad SAW 1x
Syeh Abdul Qodir As 1x
Nabi Yunus As 1x

Doanya:

LA ILA HAILLA ANTA SUBHANAKA INNII KUNTU MINADH DHAALIMIIN 1000X
LAA HAULA WALA QUWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYIL ADHIM 300X

Trus baca ” YA ALLAH KULO NYUWUN KALEH PANJENENGAN, LANTARAN DOA NABI PANJENENGAN GEH PUNIKU NABI YUNUS. HAI NABI YUNUS,KULO WOCO DOA PANJENENGAN. RIKOLO SENGSORN PANJENENGAN TENG LEBETE PADARAN ULAM HIU. KULO SUWUN BERKAH LAN KASIATIPUN DOA PANJENENGAN SUPADOS KULA
….
Titik2 diisi permintaan kita”umpama minta biar dapat bayar utang. Bagi sedulur yg mau ngamalkan monggo. Wassalam

AMALAN TERCEPAT MENCARI KERJA

Assalamu’alaikum 

Alhamdulillah segala puja dan puji syukur marilah kita panjatkan kepada Alloh SWT yang senantiasa memberikan limpahan rahmat,maunah serta hidayah kepada kita semua hingga sampai saat ini Alhamdulillah dapat berkumpul bersama untuk memperdalam ilmu-ilmu yang ada di kwa,sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi muhammad saw beserta keluarga dan para sahabat dan para penerusnya Salam Hormat Kepada Pini Sepuh kwa, agar tidak bosan-bosan untuk membimbing kita semua agar apa yang telah di ijazahkan baik Amalan atau Nasehat kepada kita semua dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,Amiin

Sekelumit Amalan yang akan saya saya sampaikan ini mudah mudahan dapat membantu sedulur sekalian yang lama belum dapat kerjaan atau yang lagi mencari kerja,mudah-mudahan dapat berguna buat sedulur semua,Amiin:

Amaln ini saya dapat ketika lagi frustasi mencari kerja ketika habis lulus sekolah waktu itu umur saya masih 20 tahun ,awalmula ketika dirumah saya sering cekcok sama Ibu saya…Ibu saya nuntut agar jangan sering pulang malam,karena waktu itu saya sering begadang jadi pulang malam2 trus karena banyak faktor masalah pribadi yang harus lewatkan untuk melupakan dengan pelarian lewat begadang malam2 tapi Alhamdulillah tidak sampai minum-minum alkohol segala,karena banyak masalah yang harus saya hadapi sendiri,tanpa pake curhat sama orang lain,masalah itu antara lain di putus sama pacar dan hutang yang menumpuk buat kebutuhan pribadi,Alhasil

Karena terlalu pulang malam bikin ibu saya berang lantas memarahi saya yang tidak pernah pulang ke rumah, pulang-pulang cuma makan trus pergi lagi tanpa membantu di kerjaan rumah,karena keadaan saya sulit terkontrol pada waktu itu karena maklum darah muda,saya ganti memarahin ibu walhasil ibu saya ngumpat /malati saya yang intinya kehidupan saya akan susah besok, yang namanya surga di bawah telapak kaki ibu….akhirnya terjadi….selama 1 tahun saya nganggur,uang tidak ada,saya minggat dari rumah……saya luntang lantung,kadang tidak makan sehari tidur di emperan mesjid,akhirnya…saya ikut orang pintar yang ada di Surabaya…..saya tinggal sama Beliau selama 3 bulan dengan alasan sudah izin sama ortu buat mengabdikan ke Beliau sebagai cantrik,selain dapat makan saya juga dapat ilmunya,dan selama itu pula beliau adalah guru spritual saya,walaupun ikut sama Guru spritual yang namanya uang tetap tidak ada di kantong……suatu saat pada malam harinya saya brerpikir bagaimana besoknya/masa depan saya……akhirnya saya izin ke Guru spritual saya untuk ziarah ke makam sunan ampel surabaya,seperti lazimnya orang berziarah diringi Doa dan tawasul,akhirnya dalam kondisi stengah sadar saya ada yang menepuk bahu sebelah kanan,”pulanglah nak Ibumu dirumah menunggumu”saya langsung terperanjat,tak begitu lama saya pulang ke rumah guru spritual malamnya saya pulang tapi tidak langsung tidur….kemudian Sholat malam,habis Sholat malam….baca2 Al Qur’an berdzikir sampai tertidur didalam tidur saya bermimpi di temuin oleh kakek berjenggot panjang berjubah putih…..dengan tanpa banyak kata-kata

Beliau memberikan saya buah Apel yang warnanya hijau merah begitu segar……entah apa yang terjadi tiba-tiba saya ber Dzikir sendirii yang Dzikir itu saya langsung hafal……besoknya saya konsultasi sama guru saya…..en bliau nyaranin supaya di amalin saja.saya langsung amalin selama seminggu.Alhamdulillah…….sedikit-sedikit perubahan hidup mulai terbuka,kemudian saya bilang ke guru spritual saya apa yang terjadi sebenarnya,kemudian saya minta maaf dan pamit buat kembali kerumah…..
dirumah saya disambut isak tangis ke2 orang tua……..karena sudah lama gak pulang-pulang untung saja ortu gak jadi laporan ke
Polisi,
Dirumah saya langsung sujud minta maaf sama ibu ,diwaktu minta maaf itu ada proses fase dimana aura gelap menjadi terang seakan-akan lebih fresh dari sebelumya……..memang benar saya telah salah membuat diri sendiri mnjadi gelap karena melawan ortu,selang tiga hari ada perubahan yang drastis sama ortu saya langsung dibelikan motor walau scond sambil melamr kerja dua harinya saya di panggil buat interview besoknya kerja di perusahaan expedisi,1 bulannya lagi saya ikut proyek di Kalimantan Timur,selama 3 tahun ikut orang uang saya tabung , begitu ada modal saya buka usaha sendiri sampai sekarang…..Alhamdulillah walau kecil buat kehidupan sehari-hari tercukupi,namun karena pengetahuan saya kurang dalam mengembangkan usaha saya harus kerja ikut orang lagi buat mencari pengetahuan yang baru,dan usaha yang masih tetap berjalan saya suruh pegang sama saudara saya, saya tinggal ngawasin saja dan ambil hasilnya,sampai tidak terhitung banyaknya perusahaan yang telah saya ikuti yang tujuannya buat nambah modal,wawasan dan relasi……sesuai prinsip: tujuan+doa+usaha=sukses
berikut ini doanya:

-Baca surat yasin 1x

-Tawasul dulu sesuai sedulur kwa ketahui

-Sahadat 7x

-Alfateha 7x

-Laqod ja-akum rosulum min anfusikum azizun alaihima anitum kharisun alaikum bilmukminiina roufurrokhim ,fain tawwalaw faqul khasbiyallohu laailahailla huwa ‘alihi tawakaltu wahuwal robbul ‘arsyil ‘adziim 21x

-Astaghfirullohal’adziim 300x

-Allohumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa’ala ali muhammad 300x

-Ya lathif 1000x

kemudian berdoa niatkan dalam hati supaya dapat kerja,tiup 3x ke dalam air 1 gelas,embunkan jngan
diminum dulu paginya selesai Sholat Shubuh langsung diminum….jangan tidur lagi kalau pagi usahakan beraktifitas walau ringan….jangan lupa membuat surat lamaran kerja buat syrat melamar kerja buat ikhtiar
kerjakan sampai dapat pekerjaan,amalan dikerjakan habis isyak sampai habis imsyak
buat pengasuh kwa terima kasih telah memberikan kesempatan memposting amalan ini,bagi sedulur yang mau tanya-tanya

Jumat, 21 November 2014

Penguasa Laut selatan " Gusti Kanjeng Ratu Kidul "

Semua bencana di sepanjang pantai selatan pulau jawa pasti dikaitkan dengan mitos keberadaan penguasa sepanjang pantai tersebut yaitu Kanjeng Gusti Ratu Kidul, baik yang percaya maupun yang tidak. Banyak sebutan untuk penguasa selatan tersebut yaitu; Kanjeng Gusti Ratu Kidul,Nyi Roro Kidul,Nyai Ratu roro kidul dan lain-lain. Sebagian orang mengatakan bahwa sebenarnya sebutan yang berbeda-beda tersebut juga menggambarkan sosok yang berbeda pula, dan ada juga yang mengatakan semuanya adalah satu. Yang benar siapa, entahlah, Hanya Tuhan yang tau atau mungkin itu hanya sekedar legenda belaka???
Walau keberadaan Kanjeng Gusti Ratu Kidul hanya sekedar mitos atau legenda, tapi masyarakat Jawa pada umumnya sangat mempercayaai keberadaan tersebut, bahkan ada yang menyebutnya sebagai Wali Perempuan satu-satunya di Pulau Jawa disamping Wali-wali lainnya.

Keraton Jawa tidak lepas dari keberadaan mitos tersebut, bahkan sangat menonjol, dibuktikan dengan adanya dari tarian sakral Bedhaya Ketawang, yang sejak Paku Buwana X naik tahta, setiap setahun sekali tarian itu dipergelarkan pada acara ulang tahun penobatan Raja,adanya Panggung Sangga Buwana.
'Gung pra peri perayangan ejim
sumiwi Sang Sinom
Prabu Rara yekti gedhe dhewe.
(kutipan dari "Babad Nitik" )
terjemahkan:
segenap makhluk halus jin
bersembah pada Sang Ratu
yang besar tak bertara

Terdapat berbagai macam versi mitos Kangjeng Ratu Kidul antara lain berdasarkan cerita pujangga Yosodipuro. Di kerajaan Kediri, terdapat seorang putra raja Jenggala yang bernama Raden Panji Sekar Taji yang pergi meninggalkan kerajaannya untuk mencari daerah kekuasaan baru. Pada masa pencariannya sampailah ia di hutan Sigaluh yang didalamnya terdapat pohon beringin berdaun putih dan bersulur panjang yang bernama waringin putih. Pohon itu ternyata merupakan pusat kerajaan para lelembut (mahluk halus) dengan Sang Prabu Banjaran Seta sebagai rajanya.

Berdasarkan keyakinannya akan daerah itu, Raden Panji Sekar Taji melakukan pembabatan hutan sehingga pohon waringin putih tersebut ikut terbabat. Dengan terbabatnya pohon itu si Raja lelembut yaitu Prabu Banjaran Seta merasa senang dan dapat menyempurnakan hidupnya dengan langsung musnah ke alam sebenarnya. Kemusnahannya berwujud suatu cahaya yang kemudian langsung masuk ke tubuh Raden Panji Sekar Taji sehingga menjadikan dirinya bertambah sakti.

Alkisah, Retnaning Dyah Angin-Angin adalah saudara perempuan Prabu Banjaran Seta yang kemudian menikah dengan Raden Panji Sekar Taji yang selanjutnya dinobatkan sebagai Raja. Dari hasil perkawinannya, pada hari Selasa Kliwon lahirlah Putri yang bernama Ratu Hayu. Pada saat kelahirannya Putri ini menurut cerita, dihadiri oleh para Bidadari dan semua mahluk halus. Putri tersebut diberi nama oleh eyangnya (Eyang Sindhula), Ratu Pegedong dengan harapan nantinya akan menjadi wanita tercantik dijagat raya. Setelah dewasa ia benar-benar menjadi wanita yang cantik tanpa cacat atau sempurna dan wajahnya mirip dengan wajah ibunya bagaikan pinang dibelah dua. Pada suatu hari Ratu Hayu atau Ratu Pagedongan dengan menangis memohon kepada eyangnya agar kecantikan yang dimilikinya tetap abadi. Dengan kesaktian Eyang Sindhula, akhirnya permohonan Ratu Pagedongan wanita yang cantik, tidak pernah tua atau keriput dan tidak pernah mati sampai hari kiamat dikabulkan, dengan syarat ia akan berubah sifatnya menjadi mahluk halus yang sakti mandra guna (tidak ada yang dapat mengalahkannya).

Setelah berubah wujudnya menjadi mahluk halus, oleh sang ayah Putri Pagedongan diberi kekuasaan dan tanggung jawab untuk memerintah seluruh wilayah Laut Selatan serta menguasai seluruh mahluk halus di seluruh pulau Jawa. Selama hidupnya Ratu Pagedongan tidak mempunyai pedamping tetapi ia diramalkan bahwa suatu saat ia akan bertemu dengan Raja Agung (hebat) yang memerintah di Tanah Jawa. Sejak saat itu ia menjadi Ratu dari rakyat yang mahluk halus dan mempunyai berkuasa penuh di Laut Selatan.

Kekuasaan Ratu Kidul di Laut Selatan juga tertulis dalam serat Wedatama yang berbunyi:

Wikan wengkoning samodra,

Kederan wus den ideri,

Kinemat kamot hing driya,

Rinegan segegem dadi,

Dumadya angratoni,

Nenggih Kangjeng Ratu Kidul,

Ndedel nggayuh nggegana,

Umara marak maripih,

Sor prabawa lan wong agung Ngeksiganda.

terjemahkan:
Tahu akan batas samudra
Semua telah dijelajahi
Dipesona nya masuk hati
Digenggam satu menjadi
Jadilah ia merajai
Syahdan Sang Ratu Kidul
Terbang tinggi mengangkasa
Lalu datang bersembah
Kalah perbawa terhadap
Junjungan Mataram

[setubuh alamai-senyawa Illahi]

Yang artinya : Mengetahui/mengerti betapa kekuasaan Samodra, seluruhnya sudah dilalui/dihayati, dirasakan dan meresap dalam sanubari, ibarat digenggam menjadi satu genggaman, sehingga terkuasai. Tersebutlah Kangjeng Ratu Kidul, naik ke angkasa, datang menghadap dengan hormat, kalah wibawa dengan raja Mataram.



Ada versi lain dari masyarakat Sunda (Jawa Barat) yang menceritakan bahwa pada jaman kerajaan Pajajaran, terdapat seorang putri raja yang buruk rupa dan mengidap penyakit kulit bersisik sehingga bentuk dan seluruh tubuhnya jelak tidak terawat.Oleh karena itu, Ia diusir dari kerajaan oleh saudara-saudaranya karena merasa malu mempunyai saudara yang berpenyakitan seperti dia. Dengan perasaan sedih dan kecewa, sang putri kemudian bunuh diri dengan mencebur ke laut selatan.

Pada suatu hari rombongan kerajaan Pajajaran mengadakan slametan di Pelabuhan Ratu. Pada saat mereka tengah kusuk berdoa muncullah si putri yang cantik dan mereka tidak mengerti mengapa ia berada disitu, kemudian si putri menjelaskan bahwa ia adalah putri kerajaan Pajajaran yang diusir oleh kerajaan dan bunuh diri di laut selatan, tetapi sekarang telah menjadi Ratu mahluk halus dan menguasai seluruh Laut Selatan. Selanjutnya oleh masyarakat, ia dikenal sebagai Ratu Kidul.

Dari cerita-cerita mitos tentang Kangjeng Ratu Kidul, jelaslah bahwa Kangjeng Ratu Kidul adalh penguasa lautan yang bertahta di Laut Selatan dengan kerajaan yang bernama Karaton Bale Sokodhomas.
Mitos Pertemuan Kangjeng Ratu Kidul Dengan Penembahan Senopati

Sebelum Panambahan Senopati dinobatkan menjadi Raja, Beliau melakukan tapabrata di Dlepih dan tapa ngeli. Dalam laku tapabratanya, beliau selalu memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dapat membimbing dan mengayomi rakyatnya sehingga terwujud masyarakat yang adil dan makmur.

Dalam cerita, pada waktu Panembahan Senopati melakukan tapa ngeli, sampai di tempuran atau tempat bertemunya aliran sungai Opak dan sungai Gajah Wong di dekat desa Plered dan sudah dekat dengan Parang Kusumo, Laut Selatan tiba-tiba terjadilah badai dilaut yang dasyat sehingga pohon-pohon dipesisir pantai tercabut beserta akarnya, ikan-ikan terlempar di darat dan menjadikan air laut menjadi panas seolah-olah mendidih. Bencana alam ini menarik perhatian Kangjeng Ratu Kidul yang kemudian muncul dipermukaan laut mencari penyebab terjadinya bencana alam tersebut.

Dalam pencariannya, Kangjeng Ratu Kidul menemukan seorang satria sedang bertapa di tempuran sungai Opak dan sungai Gajah Wong, yang tidak lain adalah Sang Panembahan Senopati. Pada waktu Kangjeng Ratu Kidul melihat ketampanan Senopati, kemudian jatuh cinta. Selanjutnya Kangjeng Ratu Kidul menanyakan apa yang menjadi keinginan Panembahan Senopati sehingga melakukan tapabrata yang sangat berat dan menimbulkan bencana alam di laut selatan, kemudian Panembahan menjelaskan keinginannya

Kangjeng Ratu Kidul memperkenalkan diri sebagai Raja di Laut Selatan dengan segala kekuasaan dan kesaktiannya. Kangjeng Ratu Kidul menyanggupi untuk membantu Panembahan Senopati mencapai cita-cita yang diinginkan dengan syarat, bila terkabul keinginannya maka Panembahan Senopati beserta raja-raja keturunannya bersedia menjadi suami Kangjeng Ratu Kidul. Panembahan Senopati menyanggupi persyaratan Kangjeng Ratu Kidul namun dengan ketentuan bahwa perkawinan antara Panembahan Senopati dan keturunannya tidak menghasilkan anak. Setelah terjadi kesepakatan itu maka alam kembali tenang dan ikan-ikan yang setengah mati hidup kembali.

Adanya perkawinan itu konon mengandung makna simbolis bersatunya air (laut) dengan bumi (daratan/tanah). Ratu Kidul dilambangkan dengan air sedangkan raja Mataram dilambangkan dengan Bumi. Makna simbolisnya adalah dengan bersatunya air dan bumi maka akan membawa kesuburan bagi kehidupan kerajaan Mataram yang akan datang.

Menurut sejarah bahwa Panembahan Senopati sebagai Raja Mataram yang beristrikan Kangjeng Ratu Kidul tersebut merupakan cikal bakal atau leluhur para raja Mataram ,termasuk Karaton Surakarta Hadiningrat. Oleh karena itu maka raja-raja karaton Surakarta sesuai dengan janji Panembahan Senopati yaitu menjadi suami dari Kangjeng Ratu Kidul. Dalam perkembangannya, raja Paku Buwana III selaku suami Kangjeng Ratu Kidul telah mendirikan Panggung Sangga Buawana sebagai tempat pertemuannya. Selanjutnya tradisi raja-raja Surakarta sebagai suami Kangjeng Ratu Kidul berlangsung terus sampai dengan raja Paku Buwana X. Alkisah Paku Buwana X yang merupakan suami Ratu Kidul sedang bermain asmara di Panggung Sangga Buwana. Pada saat mereka berdua menuruni tangga Panggung yang curam tiba-tiba Paku Buwana X terpeleset dan hampir jatuh dari tangga tetapi berhasil diselamatkan oleh Kangjeng Ratu Kidul. Dalam kekagetannya itu Ratu Kidul berseru : “Anakku ngGer…………..” (Oh……….Anakku). Apa yang diucapkan oleh Kangjeng Ratu Kidul itu sebagai Sabda Pandito Ratu artinya sabda Raja harus ditaati. Sejak saat itu hubungan kedudukan mereka berdua berubah bukanlah lagi sebagai suami istri , tetapi hubungannya sebagai ibu dan anak, begitu pula terhadap Raja-Raja keturunan Paku Buwana X selanjutnya

Kamis, 20 November 2014

Ramalan Jayabaya

Roabaca.com.- Ramalan Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yg dilestarikan secara turun temurun oleh para pujangga.Asal Usul utama serat jangka Jayabaya dapat dilihat pada kitab Musasar yg digubah oleh Sunan Giri Prapen. Sekalipun banyak keraguan keaslianya tapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yg menuliskan bahwasanya Jayabayalah yg membuat Ramalan-ramalan tersebut

Dikutip dari Wikipedia dijelaskan "Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, Musuh takut dan takluk, tak ada yang berani."

Meskipun demikian, kenyataannya dua pujangga yang hidup sezaman dengan Prabu Jayabaya, yakni Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, sama sekali tidak menyebut dalam kitab-kitab mereka: Kakawin Bharatayuddha, Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya, bahwa Prabu Jayabaya memiliki karya tulis. Kakawin Bharatayuddha hanya menceritakan peperangan antara kaum Korawa dan Pandawa yang disebut peperangan Bharatayuddha. Sedangkan Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya berisi tentang cerita ketika sang prabu Kresna, titisan batara Wisnu ingin menikah dengan Dewi Rukmini, dari negeri Kundina, putri prabu Bismaka. Rukmini adalah titisan Dewi Sri.

Dari berbagai sumber dan keterangan yang ada mengenai Ramalan Jayabaya, maka pada umumnya para sarjana sepakat bahwa sumber ramalan ini sebenarnya hanya satu, yakni Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3) yang kumpulkannya pada tahun Saka 1540 = 1028 H = 1618 M, hanya selisih 5 tahun dengan selesainya kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosari yang ditulis di pulau Bali 1535 Saka atau 1613 M. Jadi penulisan sumber ini sudah sejak jamannya Sultan Agung dari Mataram bertahta (1613-1645 M).

Kitab Jangka Jayabaya pertama dan dipandang asli, adalah dari buah karya Pangeran Wijil I dari Kadilangu (sebutannya Pangeran Kadilangu II) yang dikarangnya pada tahun 1666-1668 Jawa = 1741-1743 M. Sang Pujangga ini memang seorang pangeran yang bebas. Mempunyai hak merdeka, yang artinya punya kekuasaan wilayah "Perdikan" yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak! Memang beliau keturunan Sunan Kalijaga, sehingga logis bila beliau dapat mengetahui sejarah leluhurnya dari dekat, terutama tentang riwayat masuknya Sang Brawijaya terakhir (ke-5) mengikuti agama baru, Islam, sebagai pertemuan segitiga antara Sunan Kalijaga, Brawijaya ke-V dan Penasehat Sang Baginda benama Sabda Palon dan Nayagenggong.

Disamping itu beliau menjabat sebagai Kepala Jawatan Pujangga Keraton Kartasura tatkala jamannya Sri Paku Buwana II (1727-1749). Hasil karya sang Pangeran ini berupa buku-buku misalnya, Babad Pajajaran, Babad Majapahit, Babad Demak, Babad Pajang, Babad Mataram, Raja Kapa-kapa, Sejarah Empu, dll. Tatkala Sri Paku Buwana I naik tahta (1704-1719) yang penobatannya di Semarang, Gubernur Jenderalnya benama van Outhoorn yang memerintah pada tahun 1691-1704. Kemudian diganti G.G van Hoorn (1705-1706), Pangerannya Sang Pujangga yang pada waktu masih muda. Didatangkan pula di Semarang sebagai Penghulu yang memberi Restu untuk kejayaan Keraton pada tahun 1629 Jawa = 1705 M, yang disaksikan GG. Van Hoorn.

Ketika keraton Kartasura akan dipindahkan ke desa Sala, sang Pujangga diminta pandapatnya oleh Sri Paku Buwana II. Ia kemudian diserahi tugas dan kewajiban sebagai peneliti untuk menyelidiki keadaan tanah di desa Sala, yang terpilih untuk mendirikan keraton yang akan didirikan tahun 1669 Jawa (1744 M).

Sang Pujangga wafat pada hari Senin Pon, 7 Maulud Tahun Be Jam'iah 1672 Jawa 1747 M, yang pada jamannya Sri Paku Buwono 11 di Surakarta. Kedudukannya sebagai Pangeran Merdeka diganti oleh puteranya sendiri yakni Pangeran Soemekar, lalu berganti nama Pangeran Wijil II di Kadilangu (Pangeran Kadilangu III), sedangkan kedudukannya sebagai pujangga keraton Surakarta diganti oleh Ngabehi Yasadipura I, pada hari Kemis Legi,10 Maulud Tahun Be 1672 Jawa = 1747 M.
[sunting] Analisa

Jangka Jayabaya yang kita kenal sekarang ini adalah gubahan dari Kitab Musarar, yang sebenarnya untuk menyebut "Kitab Asrar" Karangan Sunan Giri ke-3 tersebut. Selanjutnya para pujangga dibelakang juga menyebut nama baru itu.

Kitab Asrar itu memuat lkhtisar (ringkasan) riwayat negara Jawa, yaitu gambaran gilir bergantinya negara sejak jaman purbakala hingga jatuhnya Majapahit lalu diganti dengan Ratu Hakikat ialah sebuah kerajaan Silam pertama di Jawa yang disebut sebagai ”Giri Kedatan". Giri Kedatan ini nampaknya Merupakan jaman peralihan kekuasaan Islam pertama di Jawa yang berlangsung antara 1478-1481 M, yakni sebelum Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan di Demak oleh para Wali pada 1481 M. Namun demikian adanya keraton Islam di Giri ini masih bersifat ”Hakikat” dan diteruskan juga sampai jaman Sunan Giri ke-3.

Sejak Sunan Giri ke-3 ini praktis kekuasaannya berakhir karena penaklukkan yang dilakukan oleh Sultan Agung dari Mataram; Sejak Raden Patah naik tahta (1481) Sunan Ratu dari Giri Kedatan ini lalu turun tahta kerajaan, diganti oleh Ratu seluruh jajatah, ialah Sultan di Demak, Raden Patah. Jadi keraton di Giri ini kira-kira berdiri antara 1478-1481 M atau lebih lama lagi, yakni sejak Sunan Giri pertama mendirikannya atau mungkin sudah sejak Maulana Malik Ibrahim yang wafat pada tahun 1419 M (882 H). Setelah kesultanan Demak jatuh pada masa Sultan Trenggono, lalu tahta kerajaan jatuh ke tangan raja yang mendapat julukan sebagai "Ratu Bobodo") ialah Sultan Pajang. Disebut demikian karena pengaruh kalangan Ki Ageng yang berorientasi setengah Budha/Hindu dan setengah Islam di bawah pengaruh kebatinan Siti Jenar, yang juga hendak di basmi pengaruhnya sejak para Wali masih hidup.

Setelah Kerajaan ini jatuh pula, lalu di ganti oleh penguasa baru yakni, Ratu Sundarowang ialah Mataram bertahta dengan gelar Prabu Hanyokro Kusumo (Sultan Agung) yang berkuasa di seluruh Jawa dan Madura. Di kelak kemudian hari (ditinjau, dari sudut alam pikiran Sri Sultan Agung dari Mataram ini) akan muncullah seorang raja bertahta di wilayah kerajaan Sundarowang ini ialah seorang raja Waliyullah yang bergelar Sang Prabu Herucakra yang berkuasa di seluruh Jawa-Madura, Patani dan Sriwijaya.

Wasiat Sultan Agung itu mengandung kalimat ramalan, bahwa kelak sesudah beliau turun dari tahta, kerajaan besar ini akan pulih kembali kewibawaannya, justru nanti dijaman jauh sesudah Sultan Agung wafat. Ini berarti raja-raja pengganti beliau dinilai (secara pandangan batin) sebagai raja-raja yang tidak bebas merdeka lagi. Bisa kita maklumi, karena pada tahun-tahun berikutnya praktis Mataram sudah menjadi negara boneka VOC yang menjadi musuh Sultan Agung (ingat perang Sultan Agung dengan VOC tahun 1628 & 1629 yang diluruk ke Jakarta/ Batavia oleh Sultan Agung).

Oleh Pujangga, Kitab Asrar digubah dan dibentuk lagi dengan pendirian dan cara yang lain, yakni dengan jalan mengambil pokok/permulaan cerita Raja Jayabaya dari Kediri. Nama mana diketahui dari Kakawin Bharatayudha, yang dikarang oleh Mpu Sedah pada tahun 1079 Saka = 1157 M atas titah Sri Jayabaya di Daha/ Kediri. Setelah mendapat pathokan/data baru, raja Jayabaya yang memang dikenal masyarakat sebagai pandai meramal, sang pujangga (Pangeran Wijil) lalu menulis kembali, dengan gubahan "JANGKA JAYABAYA" dengan ini yang dipadukan antara sumber Serat Bharatayudha dengan kitab Asrar serta gambaran pertumbuhan negara-negara dikarangnya sebelumnya dalam bentuk babad.

Lalu dari hasil, penelitiannya dicarikan Inti sarinya dan diorbitkan dalam bentuk karya-karya baru dengan harapan dapat menjadi sumber semangat perjuangan bagi generasi anak cucu di kemudian hari.

Cita-cita yang pujangga yang dilukiskan sebagai jaman keemasan itu, jelas bersumber semangat dari gambaran batin Sultan Agung. Jika kita teliti secara kronologi, sekarang ternyata menunjukan gambaran sebuah negara besar yang berdaulat penuh yang kini benama "REPUBLIK INDONESIA"!. Kedua sumber yang diperpadukan itu ternyata senantiasa mengilhami para pujangga yang hidup diabad-abad kemudian, terutama pujangga terkenal R.Ng., cucu buyut pujangga Yasadipura I pengganti Pangeran Wijil I.

Jangka Jayabaya dari Kitab Asrar ini sungguh diperhatikan benar-benar oleh para pujangga di Surakarta dalam abad 18/19 M dan sudah terang Merupakan sumber perpustakaan dan kebudayaan Jawa baru. Hal ini ternyata dengan munculnya karangan-karangan baru, Kitab Asrar/Musarar dan Jayabaya yang hanya bersifat ramalan belaka. Sehingga setelah itu tumbuh bermacam-macam versi teristimewa karangan baru Serat Jayabaya yang bersifat hakikat bercampur jangka atau ramalan, akan tetapi dengan ujaran yang dihubungkan dengan lingkungan historisnya satu sama lain sehingga merupakan tambahan riwayat buat negeri ini.

Semua itu telah berasal dari satu sumber benih, yakni Kitab Asrar karya Sunan Giri ke-3 dan Jangka Jayabaya gubahan dari kitab Asrar tadi, plus serat Mahabarata karangan Mpu Sedah & Panuluh. Dengan demikian, Jangka Jayabaya ini ditulis kembali dengan gubahan oleh Pangeran Wijil I pada tahun 1675 Jawa (1749 M) bersama dengan gubahannya yang berbentuk puisi, yakni Kitab Musarar. Dengan begitu menjadi jelaslah apa yang kita baca sekarang ini.
[sunting] Kitab Musasar Jayabaya

Asmarandana

1. Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, Musuh takut dan takluk, tak ada yang berani.

2. Beliau sakti sebab titisan Batara wisnu. Waktu itu Sang Prabu menjadi raja agung, pasukannya raja-raja.

3. Terkisahkan bahwa Sang Prabu punya putra lelaki yang tampan. Sesudah dewasa dijadikan raja di Pagedongan. Sangat raharja negara-nya.

4. Hal tersebut menggembirakan Sang Prabu. Waktu itu tersebutkan Sang Prabu akan mendapat tamu, seorang raja pandita dari Rum bernama, Sultan Maolana.

5. Lengkapnya bernama Ngali Samsujen. Kedatangannya disambut sebaik-baiknya. Sebab tamu tersebut seorang raja pandita lain bangsa pantas dihormati.

6. Setelah duduk Sultan Ngali Samsujen berkata: “Sang Prabu Jayabaya, perkenankan saya memberi petuah padamu menge.nai Kitab Musarar.

7. Yang menyebutkan tinggal tiga kali lagi kemudian kerajaanmu akan diganti oleh orang lain”. Sang Prabu mendengarkan dengan sebaik-baiknya. Karena beliau telah mengerti kehendak Dewata.


8. Sang Prabu segera menjadi murid sang Raja Pandita. Segala isi Kitab Musarar sudah diketahui semua. Beliaupun ingat tinggal menitis 3 kali.

9. Kelak akan diletakkan dalam teken Sang Pandita yang ditinggal di Kakbah yang membawa Imam Supingi untuk menaikkan kutbah,

10. Senjata ecis itu yang bernama Udharati. Dikelak kemudian hari ada Maolana masih cucu Rasul yang mengembara sampai ke P. Jawa membawa ecis tersebut. Kelak menjadi punden Tanah Jawa.

11. Raja Pandita pamit dan musnah dari tempat duduk. Kemudian terkisahkan setelah satu bulan Sang Prabu memanggil putranya.

12. Setelah sang putra datang lalu diajak ke gunung Padang. Ayah dan putra itu setelah datang lalu naik ke gunung.

13. Di sana ada Ajar bernama Ajar Subrata. Menjemput Prabu Jayabaya seorang raja yang berincoknito termasuk titisan Batara Wisnu..

14. Karenanya Sang Prabu sangat waspada, tahu sebelum kejadian mengenai raja-raja karena Sang Prabu menerima sasmita gaib.

15. Bila Islam seperti Nabi. Prabu Jayabaya bercengkrama di gunung sudah lama. Bertemu dengan ki Ajar di gunung Padang. Yang bertapa brata sehingga apa yang dikehendaki terjadi.

16. Tergopoh-gopoh menghormati. Setelah duduk ki Ajar memanggil seorang endang yang membawa sesaji. Berwarna-warni isinya. Tujuh warna-warni dan lengkap delapan dengarn endangnya.

17. Jadah (ketan) setakir, bawang putih satu talam, kembang melati satu bungkus, darah sepitrah, kunir sarimpang, sebatang pohon kajar dan kembang mojar satu bungkus.

18. Kedelapan endang seorang. Kemudian ki Ajar menghaturkan sembah : “Inilah hidangan kami untuk sang Prabu”. Sang Prabu waspada kemudian menarik senjata kerisnya.

19. Ki Ajar ditikam mati. Demikian juga endangnya. Keris kemudian dimasukkan lagi. Cantrik-cantrik berlarian karena takut. Sedangkan raja putra kecewa melihat perbuatan ayahnya.

20. Sang putra akan bertanya merasa takut. Kemudian merekapun pulang. Datang di kedaton Sang Prabu berbicara dengan putranya.

21. Heh anakku. Kamu tahu ulah si Ajar yang saya bunuh. Sebab berdosa kepada guru saya Sultan Maolana Ngali Samsujen tatkala masih muda.


Sinom

1. Dia itu sudah diwejang (diberitahu) oleh guru mengenai kitab Musarar. Sama seperti saya. Namun dia menyalahi janji, musnah raja-raja di P. Jawa. Toh saya sudah diberitahu bahwa saya tinggal 3 kali lagi.

2. Bila sudah menitis tiga kali kemudian ada jaman lagi bukan perbuatan saya. Sudah dikatakan oleh Maolana Ngali tidak mungkin berobah lagi. Diberi lambang Jaman Catur semune segara asat.

3. Itulah Jenggala, Kediri, Singasari dan Ngurawan. Empat raja itu masih kekuasaan saya. Negaranya bahagia diatas bumi. Menghancurkan keburukan.

4. Setelah 100 tahun musnah keempat kerajaan tersebut. Kemudian ada jaman lagi yang bukan milik saya, sebab saya sudah terpisah dengan saudara-saudara ditempat yang rahasia.

5. Di dalam teken sang guru Maolana Ngali. Demikian harap diketahui oleh anak cucu bahwa akan ada jaman Anderpati yang bernama Kala-wisesa.

6. Lambangnya: Sumilir naga kentir semune liman pepeka. Itu negara Pajajaran. Negara tersebut tanpa keadilan dan tata negara, Setelah seratus tahun kemudian musnah.

7. Sebab berperang dengan saudara. Hasil bumi diberi pajak emas. Sebab saya mendapat hidangan Kunir sarimpang dari ki Ajar. Kemudian berganti jaman di Majapahit dengan rajanya Prabu Brawijaya.

8. Demikian nama raja bergelar Sang Rajapati Dewanata. Alamnya disebut Anderpati, lamanya sepuluh windu (80 tahun). Hasil negara berupa picis (uang). Ternyata waktu itu dari hidangan ki Ajar.

9. Hidangannya Jadah satu takir. Lambangnya waktu itu Sima galak semune curiga ketul. Kemudian berganti jaman lagi. Di Gelagahwangi dengan ibukota di Demak. Ada agama dengan pemimpinnya bergelar Diyati Kalawisaya.

10. Enam puluh lima tahun kemudian musnah. Yang bertahta Ratu Adil serta wali dan pandita semuanya cinta. Pajak rakyat berupa uang. Temyata saya diberi hidangan bunga Melati oleh ki Ajar.

11. Negara tersebut diberi lambang: Kekesahan durung kongsi kaselak kampuhe bedah. Kemudian berganti jaman Kalajangga. Beribukota Pajang dengan hukum seperti di Demak. Tidak diganti oleh anaknya. 36 tahun kemudian musnah.

12. Negara ini diberi lambang: cangkrama putung watange. Orang di desa terkena pajak pakaian dan uang. Sebab ki Ajar dahulu memberi hidangan sebatang pohon kajar. Kemudian berganti jaman di Mataram. Kalasakti Prabu Anyakrakusuma.

13. Dicintai pasukannya. Kuat angkatan perangnya dan kaya, disegani seluruh bangsa Jawa. Bahkan juga sebagai gantinya Ajar dan wali serta pandita, bersatu dalam diri Sang Prabu yang adil.

14. Raja perkasa tetapi berbudi halus. Rakyat kena pajak reyal. Sebab waktu itu saya mendapat hidangan bawang putih dari ki Ajar. Rajanya diberi gelar: Sura Kalpa semune lintang sinipat.

15. Kemudian berganti lagi dengan lambang: Kembang sempol Semune modin tanpa sreban. Raja yang keempat yang penghabisan diberi lambang Kalpa sru kanaka putung. Seratus tahun kemudian musnah sebab melawan sekutu. Kemudian ada nakhoda yang datang berdagang.

16. Berdagang di tanah Jawa kemudian mendapat sejengkal tanah. Lama kelamaan ikut perang dan selalu menang, sehingga terpandang di pulau Jawa. Jaman sudah berganti meskipun masih keturunan Mataram. Negara bernama Nyakkrawati dan ibukota di Pajang.

17. Raja berpasukan campur aduk. Disegani setanah Jawa. Yang memulai menjadi raja dengan gelar Layon keli semune satriya brangti. Kemudian berganti raja yang bergelar: semune kenya musoni. Tidak lama kemudian berganti.

18. Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi(Raja yang penuh inisiatif dalam segala hal, namun memiliki kelemahan suka wanita) kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki (Raja yang disegani/ditakuti, namun nista.) Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan.

19. Waktu itu pajaknya rakyat adalah Uang anggris dan uwang. Sebab saya diberi hidangan darah sepitrah. Kemudian negara geger. Tanah tidak berkasiat, pemerintah rusak. Rakyat celaka. Bermacam-macam bencana yang tidak dapat ditolak.

20. Negara rusak. Raja berpisah dengan rakyat. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Kemudian berganti jaman Kutila. Rajanya Kara Murka(Raja-raja yang saling balas dendam.). Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram(Dua kekuatan pimpinan yang saling jegal ingin menjatuhkan).

21. Nakhoda(Orang asing)ikut serta memerintah. Punya keberanian dan kaya. Sarjana (Orang arif dan bijak) tidak ada. Rakyat sengsara. Rumah hancur berantakan diterjang jalan besar. Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu , randa loro nututi pijer tetukar(( Ratu yang selalu diikuti/diintai dua saudara wanita tua untuk menggantikannya).

22. Tidak berkesempatan menghias diri(Raja yang tidak sempat mengatur negara sebab adanya masalah-masalah yang merepotkan ), sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu. Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut.
23. Pajak rakyat banyak sekali macamnya. Semakin naik. Panen tidak membuat kenyang. Hasilnya berkurang. orang jahat makin menjadi-jadi Orang besar hatinya jail. Makin hari makin bertambah kesengsaraan negara.

24. Hukum dan pengadilan negara tidak berguna. Perintah berganti-ganti. Keadilan tidak ada. Yang benar dianggap salah. Yang jahat dianggap benar. Setan menyamar sebagai wahyu. Banyak orang melupakan Tuhan dan orang tua.

25. Wanita hilang kehormatannya. Sebab saya diberi hidangan Endang seorang oleh ki Ajar. Mulai perang tidak berakhir. Kemudian ada tanda negara pecah.

26. Banyak hal-hal yang luar biasa. Hujan salah waktu. Banyak gempa dan gerhana. Nyawa tidak berharga. Tanah Jawa berantakan. Kemudian raja Kara Murka Kutila musnah.

27. Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang(Raja berhati putih namun masih tersembunyi). Lahir di bumi Mekah(Orang Islam yang sangat bertauhid). Menjadi raja di dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.

28. Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa(Orang Islam yang sangat menghormati leluhurnya dan menyatu dengan ajaran tradisi Jawa (kawruh Jawa)). Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.

29. Waktu itulah ada keadilan. Rakyat pajaknya dinar sebab saya diberi hidangan bunga seruni oleh ki Ajar. Waktu itu pemerintahan raja baik sekali. Orangnya tampan senyumnya manis sekali.

== Isi Ramalan ==

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.

2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.

3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.

4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.

5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.

6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.

7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.

8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.

9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.

10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.

11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik

12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.

13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.

14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.

15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.

16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.

17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.

18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.

19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.

20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.

21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.

22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.

23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.

24. Nantang bapa--- Menantang ayah.

25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.

26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.

27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.

28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.

29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil

30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil

31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil

32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.

33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.

34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.

35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.

36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.

37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.

38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.

39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.

40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).

41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.

42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan

43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.

44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.

45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan

46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.

47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.

48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.

49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.

50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.

51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.

52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.

53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).

54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.

55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.

56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.

57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.

58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.

59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.

60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.

61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.

62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.

63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.

64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.

65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.

66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.

67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.

68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.

69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.

70. Akeh laknat--- Banyak kutukan

71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.

72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.

73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.

74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.

75. Guru disatru---Guru dimusuhi.

76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.

77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.

78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.

79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.

80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.

81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.

82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.

83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.

84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.

85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.

86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.

87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.

88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.

89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.

90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.

91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.

92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.

93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.

94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.

95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.

96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.

97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.

98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.

99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.

100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.

101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.

102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.

103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.

104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.

105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.

106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.

107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.

108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.

109. Sing wedi mati---Yang takut mati.

110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.

111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih

112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur

113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.

114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.

115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.

116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.

117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.

118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.

119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.

120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.

121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.

122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.

123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.

124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.

125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.

126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.

127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.

128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.

129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.

130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.

131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.

132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.

133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.

134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.

135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.

136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.

137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.

138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.

139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.

140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.

141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.

142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.

143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana

144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.

145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.

146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.

147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.

148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.

149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.

150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.

151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.

152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.

153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.

154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.

155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.

156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.

157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.

158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit

159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.

160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang

161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.

162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.

163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.

164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.

165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.

166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.

167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.

168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.

169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.

170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.

171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.

172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh

173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.

174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.

175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.

176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.

177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.

178. Agama ditantang---Agama ditantang.

179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.

180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.

181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.

182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.

183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.

184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.

185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.

186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.

187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.

188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.

189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.

190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.

191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.

192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.

193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.

194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga

195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.

196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.

197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.

198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.

199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.

200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.

201. Buruh mangluh---Buruh menangis.

202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.

203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.

204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.

205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.

206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.

207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.

208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.

209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.

210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.

211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.

212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.

213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.

214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.

215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung

216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.

Baca Juga Artikel Terkait di Bawah Ini

Rabu, 19 November 2014

Cara Membuka Ilmu Ghaib


Di dunia ini, ada orang-orang diberi kelebihan oleh Tuhan hingga punya kemampaun supranatural meskipun dia tidak pernah belajar. Ada pula orang yang diberi kemudahan untuk mempelajari berbagai ilmu sehingga ia bisa punya banyak kemampuan dalam waktu singkat. Ada juga orang yang kesulitan dalam mempelajari ilmu, padahal dia sudah tekun berusaha. Jika Anda termasuk golongan yang terakhir, maka jangan pesimis dulu. Masih banyak jalan untuk membuka pintu keilmuan Anda.

Banyak orang belajar ilmu gaib selama bertahun-tahun, tetapi tidak ada hasil yang memuaskan. Kegagalan itu bisa saja terjadi karena ilmu yang dipelajari sudah tidak asli tata-caranya atau mempelajari ilmu palsu. Banyaknya Ilmu palsu dan ilmu yang tidak asli tradisinya biasanya adalah ulah oknum paranormal yang tidak bertanggung jawab

Jangan mudah percaya kepada orang yang katanya bisa membuka aura, cakra atau hijab gaib sehingga orang bisa dengan cepat menguasai ilmu gaib dan bisa masuk alam gaib. Sesungguhnya hati Anda hanya bisa terbuka oleh usaha Anda sendiri. Orang lain hanya bisa membantu mengarahkan dan memberi tahu caranya.

Sebab kegagalan lainnya adalah ketidaktahuan akan hakekat ilmu yang dipelajarinya. Orang yang belajar ilmu gaib seharusnya tahu "dari mana sumber kekuatan ilmu gaib dan bagaimana proses atau cara kerja ilmu gaib", atau mungkin dia berguru pada pada paranormal palsu yang ilmunya pastinya palsu.

Oleh karena itu saya menyusun "Pembuka Ilmu Gaib" yang mengupas dua hal pokok yang seharusnya menjadi pengetahuan awal bagi Anda yang ingin belajar ilmu gaib. Pengetahuan ini akan sangat membantu dalam membuka pintu kekuatan gaib di tubuh.

Sumber Kemampuan Supranatural

Aliran hikmah dan kejawen sepakat bahwa sumber kekuatan ilmu gaib adalah khodam. Namun kedua aliran tersebut berbeda pendapat mengenai pengertian khodam. Aliran kejawen beranggapan bahwa khodam atau prewangan adalah jenis makhluk tertentu yang memang diciptakan Tuhan untuk membantu manusia. Menurut faham kejawen, khodam bukanlah jin dan bukanlah malaikat, melainkan makhluk gaib khusus yang berfungsi menimbulkan kekuatan supranatural pada manusia sakti atau benda bertuah.

Sedangkan aliran hikmah yakin bahwa "khodam" sebetulnya hanyalah julukan bagi Jin atau Malaikat yang membantu manusia. Pendapat ini setidaknya bedasarkan dua alasan sebagai berikut: Pertama, Khodam dalam bahasa Arab berarti pembantu, penjaga atau pengawal yang selalu mengikuti. Dalam bahasa arab pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun dan body guard juga bisa disebut sebagai khodam.

Kedua, Bukankah dalam Al-Quran sudah diterangkan bahwa Allah hanya menciptakan hambanya dalam tiga bentuk saja, yaitu: Malaikat, Manusia dan Jin. Kalaupun ada yang istilah "khodam", maka tidak lain hanyalah nama alias untuk ketiga jenis makhluk tersebut. Seperti halnya "setan", sebetulnya bukanlah jenis mahluk, melainkan hanya julukan bagi jin dan manusia yang suka berbuat kejahatan. Saya pribadi lebih meyakini pendapat aliran hikmah karena mempunyai alasan yang kuat.

Keajaiban yang ditimbulkan oleh ilmu gaib berbeda dengan mukzijat. Perbedaannya terletak pada prosesnya dan siapa yang menerimanya. Mukzijat hanya diterima oleh nabi/rasul dan prosesnya tanpa perantara, tidak ada perantara malaikat/jin yang menyebabkan nabi Musa bisa membelah lautan dan tongkatnya menjadi ular. Kejadian mukjizat langsung dari perintah Allah "kun fa yakun!". Mukjizat tidak bisa dipelajari atau diusahakan oleh manusia, termasuk nabi, nabi hanya menerima dan tidak berkuasa menolak kekuasaan Allah.

Sedangkan keajaiban yang ditimbulkan ilmu gaib sebenarnya adalah fungsi khodam yang sudah menyatu dengan pemilik ilmu gaib. Misalnya orang yang kulitnya kebal senjata tajam, sebetulnya kulitnya diselimuti enegi gaib oleh khodam sehingga senjata yang hendak menyentuh kulit terhalang dan tidak bisa menembus. Proses ini serupa dengan atmosfer bumi yang ketika ada meteor jauh maka akan mengalami gesekan hingga meteor terbakar dan habis, dengan begitu mahluk bumi menjadi aman dari meteor yang berjatuhan.

Ilmu Gaib bisa dipelajari atau diusahakan. Usaha untuk memperoleh ilmu gaib bisa dengan puasa, wirid mantra, meditasi, pengisian (bila ada guru) dan lain-lain. Khodam yang akan menjadi ruh ilmu gaib pun berbeda-beda tergantung jenis ilmu dan siapa yang mengamalkan ilmu tersebut. Untuk amalan yang murni bersumber dari Al-Quran, IsyaAllah, khodamnya adalah malaikat. Ilmu Kejawen, kebanyakan berkhodam Jin muslim atau jin non-muslim tergantung siapa yang mengamalkannya dan niat memiliki ilmu tersebut.

Sifat Khodam Ilmu Gaib

Saya yakin, sebagian dari Anda menjadi takut mempelajari ilmu gaib setelah tahu bahwa kekuatannya sebetulnya berasal dari makhluk gaib (khodam). Ketahuilah bahwa jin yang menjadi khodam suatu ilmu berbeda sifatnya dengan jin pengganggu. Khodam adalah jin yang bersifat pasif. Dia tidak bisa mempengaruhi pikiran Anda dan tidak bisa menampakan diri.

Meskipun khodam selalu mengikuti Anda, dia tidak akan berkomentar apapun tentang tindakan Anda. Khodam juga tidak bisa berkomunikasi dengan Anda, kecuali Anda menguasai ilmu untuk berkomunikasi dengan khodam. Jadi intinya, meskipun ratusan khodam mengikuti Anda, Anda tetaplah diri Anda yang merdeka, boleh melakukan apa saja sesuka hati. Anda tidak perlu takut dengan khodam karena khodam sepenuhnya hanya akan membantu Anda tanpa minta imblan dan tidak mengganggu.

Mengapa harus puasa dan baca mantra?

Hakekat puasa dalam ilmu gaib adalah untuk mempermudah penyatuan khodam dengan pemilik ilmu. Bukan berarti tanpa puasa ilmu tidak bisa dikuasai. Jika ada guru sakti yang bersedia mengisi Anda, maka Anda langsung bisa memiliki ilmu tanpa melelui proses puasa/ritual. Kekuatan hasil pengisian tergantung seberapa besar kesaktian guru yang mengisi Anda. Sedangkan jika Anda puasa/ritual sendiri, maka kekuatan yang dihasilkan tergantung penghayatan dan kesungguhan Anda dalam menjalani puasa/ritual.

Mantra adalah sarana untuk memanggil khodam. Saat Anda membaca mantra, beberapa khodam yang sifatnya sama dengan mantra yang Anda baca langsung datang mengitari Anda. Khodam-khodam itu tidak bisa lagsung bersatu dengan tubuh Anda karena berlainan materi penyusun tubuh. Jin terbuat dari api (panas) dan Anda terbuat dari tanah (netral), maka agar mempermudah penyatuan khodam dengan diri Anda anda harus mengosongkan perut hingga tubuh Anda lemah dan terasa panas.

Lemahnya tubuh Anda saat berpuasa juga mempermudah penyatuan khodam. Logikanya, tubuh lemah adalah karena kekurangan energi, maka ada kesempatan bagi khodam untuk mengisi kekurangan energi di tubuh Anda.

Ilmu yang sudah ada pada diri Anda bisa bertambah kuat dan juga bisa melemah tergantung kerajinan Anda dalam merawat ilmu tersebut. Merawat ilmu sama artinya dengan menjaga hubungan antara khodam dan Anda. Semakin kuat ikatan antara Anda dan khodam, kekuatan ilmu Anda semakin kuat. Cara merawat suatu ilmu adalah dengan membaca mantranya rutin pada waktu yang ditentukan. Semakin khusyuk dan banyak wirid mantra maka semakin besar pula kekuatan ilmu Anda.

Cara Membuka Pintu Ilmu Gaib

Jika Anda termasuk orang yang sering gagal dalam mempelajari ilmu gaib atau tidak menemukan guru sakti yang bersedia mengisikan ilmu ke tubuh Anda. Maka lakukanlah cara berikut ini. Semoga dengan cara yang saya berikan, Anda akan mudah menguasai ilmu gaib meskipun Anda hanya belajar dari buku. Jika anda tidak mengerti bahasa arab, maka gunakan cara yang kedua. Amalan membuka ilmu gaib, disebut juga amalan untuk untuk ketajaman mata hati.

Cara I, cocok bagi yang senang dengan aliran Hikmah

Selama 4o hari, setiap selesai salat, terutama magrib dan subuh atau ketika Anda selesai salat malam (Tahajud), lakukanlah wirid berikut ini.

Membaca Surat Al-Fatihah x 7 ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW.

Membaca Surat Al-Fatihah x 7 ditujukan kepada Wali Ghauts hadzaz-zamani.

Membaca Ya Sayyidi Ya Rasulullah selama 30 menit dengan khusyuk.

Jika Anda punya waktu, maka Membaca kalimahTtoyyibah “La ilaha Illallah” 3000 kali atau semampunya.

Dengan amalan ini, hati akan terang, pintu ilmu gaib akan terbuka, sehingga Anda akan mudah dalam menguasai bermacam-macam ilmu gaib.

Cara II, cocok bagi yang senang dengan aliran Kejawen

Agar hati selalu memancarkan nur atau cahaya yang mengantarkan manusia pada posisi yang baik dan selalu beruntung, dapat diupayakan dengan segala aktivitas yang bertujuan untuk membersihkan hati. Diantara cara itu adalah laku prihatin, semisal puasa dan melakukan ajaran para leluhur untuk menggugah (membangunkan) hati melalui mantra sebagai berikut

Bismillahir rahmaanir rahiim

Ati–ati siro tangi

Amoco layang puspo kati

Sanyang surya sanyang sasi

Byar padhang badan jasmani

Padang saking kersaning Allah

La ilaha illallah Muhammadur rasulullah.

Mantra ini dibaca pagi hari di depan rumah sembari menanti terbitnya matahari dan sore hari sambil menanti datangnya waktu mahrib. Dan orang-orang tua zaman dulu yang mengamalkan Doa Padhang Ati ini mengawalinya dengan puasa mutih selama 7 hari. Mutih adalah tidak makan makanan yang berasal dari mahluk bernyawa/binatang

Sunan Geseng

Pada suatu siang yang terik,

Sunan Kalijaga berjalan melewati pepohonan siwalan (Enau, Nira, Kawung). Di atas pohon tersebut ada seorang lelaki tua bernama Cokrojoyo dari Desa Gesing sedang men-deres buah siwalan (Mengambil sari siwalan untuk dibuat gula nila ; Nyadap Kawung). Sambil melepas lelah di bawah pohon itu, Sunan Kalijaga mendengar Cokrojoyo menyanyikan sebuah tembang ;
Lilo-lilo … lilo-lilo … lilo-lilo
Berulang kali tembang itu dinyanyikannya. Sang Sunan menikmatinya dengan seksama dan penuh pesona. Hingga si pen-deres turun dari pohon siwalan.
“Lilo-lilo … gerangan tembang apakah itu, Kek?”.
“Alah, kisanak, tiap hari aku bekerja seperti ini, sebagai buruh pen-deres siwalan. Agar hidup yang susah ini tidak terasa susahnya, ya tak lilo-lilo (Ya disabar-sabarkan, menyabarkan diri)”.
“Bisakah diganti dengan yang lebih baik, Kek?”.
“Diganti yang bagaimana, Kisanak ?”.
“Laa ilaaha illallooh”.

Sejak itu, Cokrojoyo menjadi murid Sang Sunan dengan gelar Sunan Geseng,- (***).
(Konon menurut ceritanya ; Setelah perjumpaan yang singkat itu, keduanya berpisah. Sekian waktu kemudian, Cokrojoyo bertekad untuk berguru kepada Sang Sunan. Suatu saat mereka bertemu. Sunan Kalijaga lalu menancapkan sebatang bambu di depan Cokrojoyo dan sebelum meninggalkannya, ia memintanya untuk menjaga batang bambu tersebut hingga kembali. Cokrojoyo pun mematuhi perintah gurunya itu dan menungunya hingga batang bambu tersebut menjadi “barongan” (Rerimbun pohon bambu). Sekian lama kemudian, kembalilah Sunan Kalijaga dan mendapati Cokrojoyo masih setia di tempat itu. Lalu, Sang Sunan membakar barongan itu hingga lantak. Tubuh Cokrojoyo hangus seperti arang, namun tidak terbakar. Sejak itu, Cokrojoyo berjuluk Sunan Geseng. Hingga kini, makam Sunan Geseng masih berkabut misteri ; ada yang di Pakah Gesing Tuban, ada yang di Tirto Magelang, juga di Grabak Magelang)

Selasa, 18 November 2014

: Doa & Wirid Untuk Pelajar UPSR PMR SPM

1. SURAH AL FATIHAH – Doa pembuka kepada segala urusan
[image001.gif]
(Nasihat dari Ustaz Syed Abdillah Al Jufri)
2. SURAH AL ‘ALAK (Ayat 1 – 5) – Anak kunci segala ilmu
[image002.gif]
(Nasihat dari Ustaz Syed Abdillah Al Jufri)
3. SURAH ASY-SYARH – Untuk melapangkan and melegakan hati
[image003.gif]
(Nasihat dari Ustaz Syed Abdillah Al Jufri dan Ustaz T.M. Fouzy Jumat)
4. SELAWAT NABI S.A.W – Doa terang hati
[image004.jpg]
Dibaca 11 kali dikala hendak ke sekolah.
(Nasihat dari Allahyarham Habib Muhammad Bin Saleem Al Atas dan Allahyarham Syed Abdullah Assogoff)

5. SELAWAT NABI S.A.W. – Doa terang hati
[image005.gif]
“Ya Allah restulah dan sejahterakanlah junjugan kami Muhammad hambamu dan pesuruhmu yang ummi dan di atas keluarga dan sahabat baginda semuanya.”
(Nasihat dari Ustaz T.M. Fouzy Jumat)
6. SELAWAT NABI S.A.W
[image006.gif]
Pembuka pintu hati“Kesejahteraan kemuliaan seluruh bulan sekelilinginya beribu-ribu di atas junjugan pesuruh yang amat tinggi.
Ya Allah Ya Allah. Wahai Pembuka segala ilmu. Wahai Yang Maha Mengetahui segala ilmu. Ya Allah engkau bukakanlah pintu hati kami dengan pembukaan yang sepenuhnya.”

Senin, 17 November 2014

‘Rahsia Kejayaan’

Aset paling berharga bagi kebanyakan orang adalah juga aset yang paling kurang dihargai. Aset itu, bila ditangani dengan semestinya, akan mampu memberikan hasil secara dramatik. Aset yang tidak dapat dikenakan harga setinggi apapun. Itulah otak manusia, fikiran dan proses berfikir.
Otak merupakan kawasan penyimpanan yang kapasitinya luarbiasa, menjadi pentinglah untuk berhati-hati di dalam mengisinya. Sebahagian orang mempunyai otak yang penuh dengan pemikiran dan pengalaman negatif. Mereka akan secara terus-menerus “menanamkan input” – saya tidak mampu – dengan setompok alasan mengapa mereka tidak mampu. Sehingga ketika dihadapkan pada sebuah kesempatan atau cabaran baru, otak mereka, ketika ditanya, mengirimkan jawapan : Tidak, kamu tidak mampu, atau tanggapan lain seperti itu.
Lima langkah yang diperlukan untuk membangun kepercayaan diri dan yang pada gilirannya membangun rasa percaya diri bagi motivasi diri dari dalam.


1. Hindari Mencari-Cari Alasan

Begitu ramai orang mengurungkan niat mereka dengan mengajukan alasan yang tidak masuk akal dan samasekali salah. Seperti :
- Saya tidak boleh
- Saya tidak mampu sebab…
- Pendidikan saya belum memadai
- Saya sudah terlalu tua
- Saya masih terlalu muda, dll
Siapapun dapat mencari alasan bagi hampir segalanya, maka dalam membangun kepercayaan diri, jangan sekali-kali membuat alasan. Perkara ini mungkin sangat menyenangkan dan mententeramkan hati, tetapi alasan-alasan hanya akan menghambat seseoarang dari pencapaian sasaran. Ingatlah bahawa otak anda adalah kawasan penyimpanan — apa yang anda masukkan pada gilirannya akan keluar lagi, jadi gantilah penyisipan hal-hal negatif dengan hal-hal positif.

2. Gunakan Daya Imajinasi

Otak dengan kapasitinya yang tidak terbatas dapat membantu anda dengan tanpa batasan mencapai cita-cita hidup jika anda memberinya kesempatan. Biarkan dia menggambarkan diri anda sebagai peribadi yang anda inginkan. Dengan jelas menggambarkan apapun wujud yang anda inginkan. Semakin anda memikirkan itu semua semakin besar kepastian  akan suatu hasil yang positif. Jika anda terus menerus membiarkan fikiran anda dipenuhi dengan bermacam-macam pemikiran mengenai penyakit dan kesihatan yang buruk, anda hampir pasti akan mengalami penyakit yang anda pikirkan. JIka anda terus menerus memikirkan hasil negatif tentang pergaulan atau karier bisnis, pemikiran itu pada gilirannya akan mengakar dalam diri anda.
Maka dalam proses membangun kepercayaan diri dengan menggunakan proses kesan daya imajinasi otak, pentinglah untuk menjadi yakin bahawa apa yang sedang anda fikirkan dan lihat dengan jelas adalah perkara yang positif. Perkara yang positif itu harus memungkinkan kesan positif pada diri anda dan peningkatannya, serta pemikiran positif itu harus mengarah ke sasaran anda, cita-cita dan kebahagiaan dalam hidup.

3. Jangan Takut Gagal

Kegagalan telah mengahalangi begitu ramai orang sehingga mereka mundur sebelum mencuba, berbuat atau meraih keberhasilan sebab mereka tidak mampu menerima terminologi dimana ada kemungkinan untuk gagal. Sebahagian orang benar-benar tidak pernah mencuba sesuatupun sebab rasa takut gagal ini telah menguasai otak mereka selama bertahun-tahun. Setiap hari mereka memikirkan kegagalan ini sehingga mereka tidak pernah sungguh-sungguh melakukan sesuatu dan pada akhirnya mereka tidak percaya diri dan penuh keraguan.

4. Penampilan Membentuk Kepercayaan Diri

Penampilan luar memang bukan segalanya. Kadang-kadang perlu untuk membelanjakan wang demi penampilan luar yang menarik, kerana dengan penampilan luar yang menarik memberi kesempatan yang ada dalam diri anda untuk merasa baik. Tetapi haruslah tetap bersikap realistik. Sebahagian orang bersikap berlebihan dalam penampilan mereka dan pada akhirnya semua itu hanya demi kepuasan ego mereka.

5. Susunlah Catitan Mengenai Sukses Yang Diperoleh

Setiap orang pernah mencapai kejayaan dalam hidupnya. Cara mengumpulkan catitan kejayaan masa lalu sangat sederhana. Fikirkan balik kejayaan anda yang paling awal yang mungkin terjadi pada masa sekolah ketika memenangi lumba lari sambil meletakkan “Bean Bag” atas kepala atau berlari dengan memakai guni “Sack Race”. Mungkin juga berawal dari ucapan tahniah ketika memenangi pertandingan lukisan. Ini  dapat dilakukan secara lisan pada suatu audio kaset atau buku catitan. Anda boleh melihat kembali catitan dan memperbaharui aset paling berharga anda dengan kenangan akan kejayaan tersebut.
Motivasi hanya dapat mengabadikan diri berdasarkan harapan. Untuk memotivasi diri, seseorang harus memiliki harapan tentang sebuah masa depan. Oleh kerana itu dalam memotivasi diri seseorang bertanggungjawab untuk menciptakan sendiri harapannya.
Hidup yang tidak memiliki tujuan jauh lebih menakutkan daripada hidup yang tidak mencapai tujuan

Minggu, 16 November 2014

Ronggowarsito Ramalkan Tujuh Satrio Piningit Indonesia

Ronggowarsito adalah spiritualis indonesia yang sangat ternama karena ramalannya banyak yang sudah terbukti. Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit (Negara Indonesia), yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :
SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.
 
SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR
. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.
 
SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.
 
SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.
 
SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.
 
SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.
 
SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU
. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.

 

Misteri Satrio Piningit

Sebagian masyarakat Indonesia meyakini bahwa "Ratu Adil" atau Satrio Piningit ialah sosok pemimpin yang mampu membawa Nusantara atau Bangsa Indonesia menuju negara yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kertoraharjo (kaya sumber daya alam dan subur, aman, tentram, dan sejahtera). Bung Karno Sang Proklamator Bangsa Indonesia pun di suatu kesempatan pernah menyatakan bahwa, kelak suatu saat nanti Bangsa Indonesia akan dipimpin oleh seorang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang mampu membawa Bangsa Indonesia menuju zaman keemasan.

"Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya dan menunggu-nunggu datangnya "Ratu Adil". Apakah sebabnya sabda Prabu Jayabaya sampai hari ini masih terus menyalakan harapan rakyat? Tak lain ialah karena hati rakyat yang menangis itu tak habis-habisnya menunggu-nunggu, mengharap-harapkan, datangnya pertolongan. Sebagaimana orang yang dalam kegelapan tak berhenti-berhentinya menunggu-nunggu dan mengharap-harap. "Kapan, kapankah matahari terbit?" (Soekarno, 1930), dalam bukunya Indonesia Menggugat.

Bila mengikuti alur ramalan Prabu Sri Jayabaya tentang keadaan Nusantara, di suatu masa di masa datang, akan ada suatu masa yang penuh bencana. Gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang-guncang, laut dan sungai akan meluap. Ini akan menjadi masa penuh penderitaan. Masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian. Masa orang-orang licik berkuasa, dan orang-orang baik akan tertindas.

Tetapi, setelah masa yang paling berat itu akan datang zaman baru. Zaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan. Zaman keemasan nusantara. Dan, zaman baru itu akan datang setelah datangnya sang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit.

Banyaknya berbagai bencana dan persoalan bangsa Indonesia yang datang dan pergi silih berganti apakah pertanda bahwa bangsa Indonesia tengah memasuki suatu masa yang disebut zaman "Kala Bendhu". Suatu zaman yang digambarkan dengan kekacauan dan pengrusakan yang demikian dahsyat. Kedahsyatan itu sering pula dinamakan dengan masa "Goro-goro" yang digambarkan dengan "bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap", bumi mengalami kegoncangan yang dahsyat hingga langit menjadi tergetar.

Suatu masa yang disebut zaman "Kala Bendhu" atau "Goro-goro" ini sebagai awal akan datangnya suatu zaman keemasan dengan datangnya seorang pemimpin yang disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit. Membawa Bumi Nuswantoro atau Musantara ke masa kejayaan, di mana kebenaran akan jaya: "suro diro joyodiningrat lebur dening pangastuti" atau "semua angkara murka atau tindak kejahatan akan kalah dengan keluhuran budi", dan dalam terminologi Islam disebut: "idza jaal haqqu wazahaqal bathil, innal batila kana zahaqu".

Ratu Adil atau Satrio Piningit
Kita mungkin dengan diam-diam atau bahkan dengan terbuka berharap kelak Bangsa Indonesia akan dipimpin oleh seorang pemimpin yang memiliki berbagai keutamaan yang oleh kepercayaan masyarakat Jawa disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit.

Kelak akan datang seorang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang akan membawa keadilan dan kesejahteraan serta mengangkat derajat dan martabat manusia (versi Jayabaya). Akan muncul pemuda pilihan Tuhan dari tanah suci yang menaklukkan bumi di seluruh bagian barat dan timur (versi Nostradamus). Akan hadir keturunan Nabi yang nama dan gelarnya seperti Nabi yang menerangi bumi dengan keadilan. Kerajaannya menyerupai Nabi Sulaiman dan Iskandar Zulkarnain (versi Hadeis).

Sifatnya yang lemah lembut, penuh perasaan, dan kasih sayang layaknya seorang ratu yang memerintah. Sifatnya yang juga adil dalam menjalankan hukum dan persamaan derajat membuat dia disebut sebagai "Ratu Adil" karena dia adalah keadilan itu sendiri.

Istilah "Ratu Adil" atau Satrio Piningit baru dikenal pada zaman pujangga Kraton Mataram di Surakarta. Pada sekitar tahun 1830-1873 Masehi meskipun sebelumnya telah ada Jangka Tanah Jawa yang merupakan mahakarya Prabu Sri Jayabaya pada masa keemasannya di Kerajaan Kediri (1135-1157 M).

Prabu Sri Jayabaya menyebut dalam ramalannya: "marga sirapih, rawuhnya, nata ginaib sanyata, wiji sijilane utama, ingapuran naranata, kang kapisan, karanya, adenge tanpa sarana, nagdom, makduming srinata, sonya rutikedannya". Artinya: kedatangan pemimpin baru tidak terduga. Seperti muncul secara gaib dan mempunyai sifat-sifat utama.

Munculnya yang tidak terduga dan sifat-sifat keutamaan pemimpin baru yang dalam Jangka Tanah Jawa Jayabaya diyakini akan mengakhiri zaman "Kolo Bendhu". Besar kemungkinan oleh R Ng Ronggowarsito dicoba untuk dihadirkan sosoknya secara lebih jelas dengan mengartikannya sebagai "Ratu Adil" atau Satrio Piningit dengan berbagai sifat-sifat keutamaannya.

Segala sifat adil "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang berarti satria yang masih tersembunyi itu digambarkan oleh R Ng Ronggowarsito sebagai tunjung putih semune pudhak sinumpet. Artinya, tokoh yang masih suci bagaikan bunga teratai putih yang harum semerbak laksana bunga pandan yang tersembunyi di kelebatan daunnya.

"Ratu Adil" atau Satrio Piningit sebagaimana dimaksud dalam Jangka Tanah Jawa Prabu Sri Jayabaya --R Ng Ronggowarsito tersebut digambarkan serba sempurna. Keadilan dan kebijaksanaannya bisa diterima semua kalangan. Seperti tersirat pada penjelasan R Ng Ronggowarsito berikutnya: "wadya punggawa sujud sadya, tur padha rena prentahe". Artinya, rakyat dan para pembesar dengan senang hati menerima segala keputusannya dan tunduk terhadap perintahnya.

R Ng Ronggowarsito mempertegas lagi dengan mengatakan, "Ratu Adil" atau Satrio Piningit itu tak membebani kehidupan rakyatnya. Sebagaimana tersurat pada bait ramalan selanjutnya, "wong deso iku wedale kang duwe pajak sewu pan sinuda dening narpati mung metu satus dinar". Artinya, pajak yang dibebankan kepada rakyat dikurangi dari seribu menjadi hanya seratus dinar.

"Ratu Adil" atau Satrio Piningit diramalkan akan muncul secara tak terduga ketika zaman dalam keadaan kacau atau zaman "Kolo Bendhu", dan membuka zaman baru, "Kolo Subo". Ramalan ini telah pula disebutkan dalam Jangka Tanah Jawa Prabu Sri Jayabaya dalam bait "saking marmaning Hyang Sukma, zaman kolobendhu sirna, sinalinan jamanira, mulyaning jenengan nata, ing kono raharjaniro, karaton ing Tanah Jawa mamalaning bumi sirna, sirep dur angkara murka". Artinya: atas kehendak Tuhan, zaman kolobendhu hilang berganti zaman kemakmuran, hilang kutukan bumi dan angkara murka mereda. R Ng Ronggowarsito menyebut zaman Kolo Bendhu dengan zaman edan dalam serat kalatidha.

Kepemimpinan yang Amanah

Mengikuti berbagai ciri-ciri keutamaan dan gambaran tentang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit dalam ramalan Prabu Sri Jayabaya dan R Ng Ronggowarsito dapatlah kita meyakini bahwa pemimpin yang menjadi dambaan rakyat itu adalah sosok pemimpin yang amanah (dipercaya). Pemimpin yang mewarisi kepemimpinan nabi yang kepribadiannya merupakan penyatuan nur dan cahaya illahi.

Pemimpin yang melanjutkan atau mewarisi kepemimpinan nabi itu tentu bisa jadi adalah seorang pemimpin yang sekaligus memiliki sifat-sifat keulamaan. Karena, ulama adalah pewaris nabi. Bisa jadi pada diri tokoh pemimpin itu yang dalam terminologi Jawa disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit adalah tokoh yang menyatu pada dirinya sebagai umara dan ulama.

Bila menggambarkan sosok "Ratu Adil" atau Satrio Piningit sebagaimana yang meyakini adanya Imam Mahdi sebelum datangnya Dajjal maka dalam pemahaman ini Al Quran tidak pernah menyebut tentang Imam Mahdi yang datang menolong umat manusia dari datangnya Dajjal. Ada beberapa hadist mengungkap tentang Imam Mahdi di antaranya adalah: "Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan" (HR Abu Dawud 9435).

"Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah berikan kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum, dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal, dan Allah beri kalian kemenangan" (HR Muslim 5161).

"Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membaiat Imam Mahdi secara paksa, maka ia diabaiat di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Kabah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah" (HR Abu Dawud 3737).

"Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbaiatlah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas dalju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al Mahdi" (HR Abu Dawud 4047).

Dalam sejarah kehidupan manusia Allah mengutus Rasul dan Nabi untuk memperbaiki tatanan masyarakat yang jahiliyah. Masyarakat yang zalim penuh dengan perbuatan angkara murka. Kejahatan dan perbuatan dosa yang menentang keesaan dan kekuasaan Allah.

Apakah "Ratu Adil" atau Satrio Piningit adalah seperti pemimpin yang ditunjuk oleh Allah melalui nabi dan mewarisi kepemimpinan nabi atau pemimpin yang ditunjuk oleh Allah sebagaimana yang terdapat di dalam Al Quran: "Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu". Mereka menjawab, "bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekeyaan yang banyak". (Nabi) menjawab, "Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik". Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa pun yang Dia kehendaki, dan Allah maha luas, maha mengetahui" (QS: Al Baqarah: 247).

"Dan kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)" (QS: Al Qasas: 5).

Kemudian apakah "Ratu Adil" atau Satrio Piningit itu adalah para pemimpin yang mewarisi kepemimpinan nabi seperti para sahabat nabi yang menjadi khulafaur Rasyidin. Atau pemimpin seperti Umar Bin Abdul Azis yang termashur kepemimpinannya sebagai pemimpin yang amanah?

Tampaknya dalam perkembangan kepemimpinan di Indonesia yang masih terus menghadapi berbagai persoalan dan masalah terutama masalah krisis moral yang membawa bangsa Indonesia sebagai negara yang terkorup di dunia hingga menjadi suatu negeri yang disebut sebagai "negeri tuyul" dan banyaknya berbagai musibah dan bencana dan "Goro-goro" apakah telah memenuhi syarat akan munculnya pemimpin yang disebut sebagai "Ratu Adil" atau Satrio Piningit?

Kini dan di masa yang akan datang kita belum dapat memastikan bahwa para pemimpin Indonesia itu dapat disebut sebagai "Ratu Adil" atau Satrio Piningit. Kita hanya dapat memastikan bahwa Bangsa Indonesia kini dan di masa yang akan datang memiliki pemimpin yang disebut sebagai "Satrio Pinilih". Karena, pemimpin itu terpilih dan dipilih oleh rakyat melalui suatu mekanisme pemilihan umum yang demokratis.

Apakah kita Bangsa Indonesia boleh berharap akan datangnya "Ratu Adil" atau Satrio Piningit sebagai pemimpin yang masih tersembunyi dan siapa sebenarnya "Ratu Adil" atau Satrio Piningit itu?

Hanya Allah yang maha tahu, yang menguasai alam semesta dan segala isi dan segala rahasia yang terkandung di dalamnya
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...