Jumat, 03 Agustus 2012

FAKTOR PENDORONG PERUBAHAN SOSIAL


Versi materi oleh Bondet Wrahatnala


Seperti telah dikatakan dalam subbab sebelumnya, kita tidak serta merta dapat mengatakan bahwa cukup dengan memahami ciri-ciri dan karakteristik perubahan sosial, kita dapat langsung menunjukkan besarnya pengaruh perubahan sosial terhadap kehidupan sosial dalam masyarakat. Tentunya ada beberapa faktor yang setidaknya dapat mendorong suatu perubahan social yang dapat memengaruhi kehidupan sosial.

Margono Slamet dalam konsepsinya mengenai kekuatankekuatan yang memengaruhi perubahan sosial menyebutkan adanya motivational forces atau kekuatan-kekuatan pendorong perubahan sosial yang meliputi hal-hal berikut ini.


1. Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada, sehingga ada keinginan akan situasi yang lain. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki rasa tidak puas atas suatu hal atau dicapainya sebuah keinginan dari dalam dirinya sendiri. Hal inilah yang memacu seseorang untuk melakukan perubahan.

2. Adanya pengetahuan tentang perbedaan antara apa yang ada dengan yang seharusnya bisa ada. Perbedaan ini dipengaruhi juga oleh keadaan atau situasional, di mana setiap orang pasti menginginkan kondisi ideal atau yang diharapkan, tetapi kenyataan yang terjadi terkadang berbeda dengan keinginan atau kondisi ideal yang diharapkan. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya sebuah perubahan sosial.

3. Adanya tekanan-tekanan dari luar, seperti kompetisi dan keharusan-keharusan untuk menyesuaikan diri. Adanya tekanan-tekanan dari luar dapat memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang yang kemudian dapat berimbas pada keinginan seseorang untuk melakukan sebuah perubahan sosial.

4. Kebutuhan-kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan. Di samping tekanan dari luar atau kondisional yang memengaruhi seseorang untuk melakukan perubahan, keinginan untuk pencapaian kebutuhan dari dalam diri sendiri juga dapat mendorong terjadinya suatu perubahan.

Di samping Margono Slamet yang lebih berorientasi pada adanya suatu kekuatan dari dalam dan dari luar yang mendorong seseorang untuk berubah yang disebut dengan motivational forces, Soerjono Soekanto menyatakan bahwa faktor-faktor yang mendorong perubahan-perubahan dalam masyarakat antara lain sebagai berikut.


1. Sistem Pendidikan yang Maju

Dengan adanya sistem pendidikan yang maju, membuat seseorang memiliki wacana ilmu pengetahuan yang baru, yang dapat mengubah pola pikir seseorang untuk selalu menciptakan hal yang baru, tentunya yang dapat memajukan suatu kehidupan sosial dalam masyarakat.

2. Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan Keinginan untuk Maju

Menghargai hasil karya orang lain merupakan suatu sikap yang patut dikembangkan dalam kehidupan sosial di masyarakat. Dengan sikap tersebut, setidaknya ada semacam penghargaan terhadap etos kerja seseorang untuk kemudian memacu jiwa seseorang untuk berpikiran maju dan menuju ke arah perkembangan.

3. Toleransi terhadap Perbuatan-Perbuatan yang Menyimpang

Seperti yang telah dibahas di kelas X terdahulu, tidak setiap penyimpangan itu negatif. Penyimpangan juga ada yang memang diharapkan terjadi, karena adanya sistem yang memang harus dibenahi. Sebab jika tidak disimpangkan, justru upaya untuk mempertahankan sistem yang sudah rusak tersebut akan lebih berbahaya.

4. Sistem Pelapisan Sosial yang Terbuka

Sistem pelapisan sosial yang terbuka akan lebih mempermudah terjadinya mobilitas sosial yang memungkinkan anggota masyarakat untuk pindah dari satu lapisan ke lapisan lainnya. Dengan melakukan usaha-usaha tertentu, anggota masyarakat dapat pindah dari lapisan rendah ke lapisan yang lebih tinggi, sehingga akan terjadi perubahan dalam status atau kedudukan. Dengan demikian kita ketahui bahwa dengan adanya mobilitas sosial, maka akan lebih mempercepat terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat.

5. Penduduk yang Heterogen

Heterogenitas dalam kependudukan akan menimbulkan keragaman dalam hal pemikiran dan juga kematangan dalam pengetahuan. Jika hal itu dianggap sebagai sebuah hal yang positif, perbedaan tersebut justru akan mendorong ke arah kemajuan. Namun sebaliknya, jika dilihat dari sisi negatif, hal itu dapat membawa ke arah keruntuhan dan perpecahan.

6. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Kehidupan Tertentu

Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas terhadap apa yang telah dimilikinya. Rasa tidak puas tersebut mendorong manusia untuk melakukan perubahan-perubahan pada bidangbidang kehidupan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya ketidakpuasan manusia terhadap mesin ketik karena tidak bisa digunakan untuk menyimpan data-data, mendorongnya melakukan perubahan, yaitu dengan menciptakan komputer.

7. Orientasi ke Masa Depan

Setiap manusia dan masyarakat pasti menginginkan suatu kemajuan dalam hidupnya. Oleh karena itu diperlukan adanya sikap yang berorientasi ke masa depan. Pandangan yang jauh ke depan merupakan suatu sikap yang memang diharapkan dapat mendorong perubahan sosial. Hal ini terutama harus dimiliki oleh generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa yang dapat dilakukan dengan belajar giat agar dapat mencapai prestasi yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, serta bangsa dan negara.

8. Sikap Mudah Menerima Hal-Hal Baru

Hal-hal yang baru seperti ilmu pengetahuan, penemuanpenemuan baru akan membawa pola pikir seseorang untuk selalu baru juga. Setiap orang yang memiliki sikap seperti itu akan mudah sekali terdorong untuk melakukan perubahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...