Minggu, 28 April 2013

MENANYAKAN MASALAH PERCINTAAN DENGAN CIAMSIE

MENANYAKAN MASALAH PERCINTAAN DENGAN CIAMSIE

Ivan Taniputera
28 April 2013




Salah seorang teman (wanita) menanyakan mengenai makna ciamsie yang diperoleh. Selain menanyakan bunyi ciamsienya, saya juga memerlukan jam dan tanggal kelahirannya agar dapat dibuatkan bagan astrologisnya. Dengan demikian permasalahannya dapat diketahui secara lebih jelas. Ia menjelaskan pula bahwa ia baru saja mendapatkan masalah, yakni dipaksa putus dengan kekasihnya oleh orang tua mereka. Meskipun demikian, ia mengatakan bahwa ia masih menyayangi kekasihnya tersebut. Putusnya hubungan percintaan itu juga berdampak pada kegiatan rumah ibadah, dimana keduanya merupakan aktifis di sana.

Berikut ini adalah bagan kelahiran kawan saya tersebut.


Guna menganalisanya kita harus membuat peta transit pula dan menelaah kondisi rumah kelima (asmara). Planet penguasa rumah kelimanya adalah Saturnus, yang sedang square dengan Yupiter-transit. Yupiter adalah planet penguasa rumah keempat (orang tua). Oleh karenanya, peta astrologis di atas menggambarkan dengan teliti kondisi putusnya hubungan asmara mereka yang terkait orang tua. Nampak pula bahwa penyebab ketidak-sukaan orang tua adalah kebiasaan, reputasi, dan pola pikir kekasihnya tersebut.

Kawan saya lalu menyampaikan bunyi ciamsienya:



Penyerok dan sapu itu adalah bagaikan suami isteri.
Dipergunakan  mengangkut sampah yang kotor.
Jika salah seorang memasuki istana indah dan elok.
Akan memperoleh bimbingan orang berhati mulia yang baik budi.

Saya lalu memberikan penafsiran sebagai berikut: Penyerok dan sapu itu melambangkan pasangan yang saling melengkapi. Seharusnya kedua pihak bisa mengatasi kekurangan bersama. Sayangnya hanya salah satu saja yang memasuki istana indah asri. Artinya, ini perjodohan berpeluang gagal. Mengapa demikian? Karena jika hanya penyerok dan sapu saja yang mau bekerja,  sampah taka akan bisa bersih. Keduanya harus mau bekerja sama. Tapi dalam hal ini, salah satu ga bisa bekerja sama. Kendati demikian, di sini nampak, pihak yang dapat menyadari kekurangannya akan mendapatkan bimbingan menuju kehidupan lebih baik. Demikianlah, penafsiran makna ciamsie menurut pendapat saya.

Intinya di sini salah satu pihak memang sulit mengubah tabiatnya, dan ini memang diperlihatkan oleh diagram astrologi kawan saya itu. Orang tua teman saya itu mungkin menganggap kekasih teman saya mempunyai tabiat tidak bagus. Makanya itu yang menjadi penyebab dipisahkan. Saya juga melihat adanya aspek buruk dengan Mars (Kemarahan). Ini bisa berarti perkelahian atau perselisihan. Mungkin sebelumnya ada perkelahian atau perselisihan  antara kedua keluarga.

Berselang dua minggu kemudian, kawan saya mengambil ciamsie lagi dan mendapatkan hasil sebagai berikut:

Terompet perang dari tanduk berkumandang tiga kali.
Suaranya menggetarkan hati melebihi badai salju.
Disarankan agar Anda bersabar dan tidak memikirkannya.
Seluruh anggota pasukan selamat dan bertahan hidup.

Teman saya lalu mengatakan sebagai berikut, "Mengenai perselisihan memang benar adanya. Penyebab ketidak-kesetujuan orang tua adalah karena ia memiliki reputasi buruk dulunya."

Teman saya menambahkan bahwa sehubungan dengan pertanyaan ciamsie pertama adalah tentang permasalahan terkait kegiatan di tempat ibadah akibat putusnya hubungan mereka. Apakah yang sekiranya perlu dilakukan menurut dewa. Bahkan teman saya itu juga mengalami kesulitan jika mengikuti kegiatan di tempat ibadahnya. Sementara itu, ciamsie kedua terdapat gambar seorang panglima perang sedang mengatur strategi. Sementara itu, komandan perang sedang mengatur anak buah beserta kuda. Ciamsie tersebut berada di bawah lindungan bintang Kak Seng.



Saya menafsirkan sebagai berikut. Terompet perang dari tanduk berkumandang tiga kali.
Terompet perang itu nampaknya adalah persiapan berperang. Artinya, kedua belah pihak sudah sulit dirukunkan kembali. Dengan kata lain, permusuhan antara kedua belah pihak sudah terlalu mendalam.
Suaranya menggetarkan hati melebihi badai saljui. Ini artinya hal itu akan punya pengaruh sangat mendalam di hati kedua belah pihak.


Disarankan agar Anda bersabar dan tidak memikirkannya.Ini merupakan nasihat agar kawan saya bersabar dan jagan bersdih hati.
Seluruh anggota pasukan selamat dan bertahan hidup. Ini makaanya bagus sebenarnya, karena menandakan bahwa semua pihak pada dasarnya tidak akan dirugikan. Rugi sedikitpun tidak. Kedua belah pihak akan selamat. Tetapi tidak mengindikasikan bahwa kedua belah akan kembali rujuk. Mungkin kawan saya harus menanyakan ekstra apakah kedua belah pihak akan rujuk kembali. Saya menyimpulkan bahwa, saat ini kedua belah pihak tidak bisa bersatu. Harus menunggu saat yang tepat, mungkin angka "tiga" di atas ada maknanya. Harus menunggu dalam "tiga" bisa tiga hari, tiga minggu, tiga bulan, atau bahkan tiga tahun. Bersabar karena tidak ada sesuatupun yang dapat dilakukan. Begitu yang kira-kira kesimpulan saya. Apakah sudah menggambarkan permasalahan sebenarnya?


Kembali ke ciamsie pertama, jika ia menanyakan mengenai dampak terhadap kegiatan di tempat ibadah dan bagaimanakah saran dewa, maka boleh diartikan bahwa salah satu pihak harus jalan dulu. Salah satu harus mundur dalam kegiatan di tempat ibadah. Tidak bisa untuk sekarang ini mengadakan kegiatan bersama. Jika dua-dua mau jalan, malah tidak bisa. Dua-dua mundur juga tidak bisa. Artinya salah satu harus jalan dulu.


Teman saya menjawab, "Wah, penjelasannya sangat akurat. Dalam hal kegiatan, memang salah satu harus mundur. Memang benar demikian halnya. Untung saya bertanya pada Anda. Saya memang waktu itu sempat berpikir, jika dalam kondisi seperti ini keduanya mundur tidaklah baik. Perlu ada salah satu pihak yang berkorban terlebih dahulu. Aku bersedia mengorbankan diri dengan mundur dari segenap kegiatan. Bila saya memaksakan bertahan di sana keadaannya akan menjadi semakin runyam."

Kawan saya menanyakan pula bagaimana solusinya. Saya menyatakan bahwa solusinya harus belajar mengenali dan terbuka pada diri sendiri.
Sebagai penutup saya menambahkan, "Di situ terdapat gambar jenderal mengatur strategi, sedangkan anak buah mengatur kuda. Artinya hanya satu saja yang maju ke depan. Bintang Kak Seng itu juga tidak masalah. Artinya segala sesuatu pada akhirnya akan baik-baik saja.

Berdasarkan hal ini, kita menyimpulkan bahwa pembacaan ciamsie akan lebih baik jika bisa dipadukan dengan astrologi, bazi, ziweidoushu, atau ilmu lainnya.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.