Selasa, 21 Mei 2013

BUKU RAMALAN, BELAJAR ILMU NUJUM, DAN PETUAH SPIRITUAL "HWAY YONG NUDJUM & HWAY YONG POO KAM (KITAB WASIAT PENERANG BATIN)


BUKU RAMALAN, BELAJAR ILMU NUJUM, DAN PETUAH SPIRITUAL "HWAY YONG NUDJUM & HWAY YONG POO KAM (KITAB WASIAT PENERANG BATIN)

Ivan Taniputera
22 Mei 2013



Judul: Hway Yong Nudjum & Hway Yong Poo Kam (Kitab Wasiat Penerang Batin)
Penulis: Go Hway Yong Sian Seng
Penerbit: N.V. Tjermin, Surabaya, 1951
Jumlah halaman: 128

Saya menemukan buku yang menarik ini. Pada bagian pertama terdapat metoda ramalan yang unik. Berikut ini dijelaskan mengenai bagaimana metodanya di bagian kata pengantar

KATA PENGANTAR

Untuk menjukupi permintaan dari Tuan-tuan, Njonja-njonja dan Nona-nona jang membutuhkan penerangan diwaktu mendapat kesukaran atau kegelapan, maka kami telah tulis kitab ini, jang kami dapat salin dari sekumpulan Primbon-primbon para Wali-wali di Negeri Tiongkok pada zaman dahulu kala.

Bagaimana tjaranya mempergunakan kitab ini, kami sengadja memakai sistem jang mudah dimengerti oleh siapapun djuga, karena hanja memakai satu aturan sadja, hingga djadi lain sekali dengan umumnja buku petangan atau "Pok Kwa" jang orang mesti tjari terlebih dahulu satu-demi-satu kalimat pertanjaannja.

Tetapi untuk mempergunakan kitab ini, pembatja boleh ambil 10 lembar guntingan kertas ketjil, baiknja sebesar kertu domino, serenta jang satu lembar harus ditulis namanja orang jang hendak membikin pertanjaan, kemudian semua itu lalu digulung dan lantas dikopiok dengan kedua tangan, di atas bakaran Hio-swah atau dupah (menjan), sembari membatin (pusatkan pikiran) pada soal apa jang hendak dipertanjakannya.

Tjara membatinnja dengan utjapan-utjapan didalam hati sanubari jang sutji, ada sebagai berikut:

"Hamba bernama..... tinggal di....... berhubung dengan urusan...... (sebutkan mau tanjak soap apa. Tentang nasib atau urusan Perkata, Sakit, Bepergian, Perdjodohan, atau Hamil = Bunting), hamba mohon kepada Allah dan Nabi-nabi serenta Wali-wali, djuga Kijai-kijai dan Njai-njai Danjang, jang sekarang berada di sini, supaja memberi penerangan kepada hambat, bagaimana keadaan jang sebenarnya?"

Sesudahnja ini, gulungan-gulungan kertas itu lanas ditaruk satu-demi-satu diatas angka-angka, sebagaimana tjontoh dibawah ini:



Mulai taruk dari angka 1 sampai angka 0, lantas boleh periksa serenta tjatat nomor berapa djatuhnja itu satu bidji jang memakai tanda nama tadi.

Kemudian lantas kopiok lagi untuk kedua kalinja dan taruk pula gulungan kertas angka-angka, dengan membatin sembari mengulungkan pertanjaannya seperti jang pertama.

Angka atau nomor berapa jang didapatkan dari kopiokan itu harus ditjatat dan diperiksa umpama seperti tjontoh dibawah ini:

Kopiokan pertama djatuh nomor 1
Kopiokan kedua djatuh nomor 1 = 1-1

Pembatja boleh tjari "djawabannja" dibagian 1-1. Demikan seterusnja, umpama kopiokan pertama djatuh nomor 7 dan kedua djatuh nomor 6, pembatja boleh tjari "djawabannja" dibagian 7-6.

Kitab ilmu petangan ini sudah sekian tahun lamanja dipraktekkan oleh para Tuan-tuan, Njonja-njonja dan Nona-nona segala bangsa jang datang berkundjung ditempat kami. Senantiasa kami berikan penerangan dan nasehat dengan tjuma-tjuma, ternjatalah banjak mentjotjoki dengan keadaan jang sebenarnja.

Memang sudah sekian lamanja banjak Tuan-tuan, Njonja-njonja dan Nona-nona, jang minta supaja salinan Kitab tersebut diterbitkan untuk umum guna disimpan dalam tiap-tiap rumah-tangga. Dan barulah sekarang terkabul maksud mereka itu.

***

Djikalau ada urusan jang sangat penting, haruslah lebih dahulu orang membersihkan diri, jaitu mutih atau tjiak tjhay (tidak makan barang berdjiwa), orang lelaki tidak berdekatan sama orang perempuan, dan sebaliknja orang perempuan tidak berdekatan sama orang lelaki, dalam tempo tiga hari lamanja dengan mandi keramas, dan lagi harus bersudjut pada Tuhan Jang Maha Esa.

Tempo jang paling baik untuk melihat Kitab ini, jaitu diwaktu pagi, antara dari djam 8 sampai djam 12.

Sedikit nasehat perlu kami berikan disini, supaja Kitab ini pada tiap-tiap malam Djumahat dikutuki (di-asapi) menjan atau dupa, atau distrekan (ditaruk) di Makam (Kuburan) atau ditempat Twa Pek Kong, jang dianggap kramat , untuk 2-3 hari lamanja.

Djuga orang jang pegang Kitab ini harus bersih, djangan taruk Kitab ini disembarangan tempat, lagi djangan sampai kelangkahan (dilompati orang), supaja dapat ketjotjokan 100% seterusnja.

***
Selanjutnya kita mencocokkan hasil ramalan dengan kombinasi angka yang diperoleh.

Berikut ini adalah contoh-contoh hasil ramalannya.

NASIBNJA: 1=2

Segala halangan dan redjeki, semua dari jang kuasa, kalau hatinja djujur, tentu segala urusan menjadi tjotjoknja, apabila tidak berbuat lagi, urusan jang tidak karuan, segala rintangan tentu linjap.

PERKARA: Harus damai.
SAKIT: Harus bersembanjang.
PERGI: Bakal terlambat.
DJODOH: Baik, tapi djika berbuat sembarangan, tentu mendapat susah.
HAMIL: Harus bersudjut pada Tuhan.

Buku ini dilengkapi pula berbagai petuah dari orang bijaksana di Tiongkok pada zaman dahulu. Masih terdapat pula:

1.Ilmu Melihati Perdjodohan Baik Atau Buruk Dalam Pasangan Suami-Isteri
2.Primbon Buat Orang Hamil, Akan Melahirkan Anak Laki-laki Atau Wanita.

Caranya adalah dengan mencatat:
-Usia ayah saat mulai hamil, misalnya 27 tahun (angka ganjil).
-Berhenti haid pada bulan keberapa, misalnya bulan 4 (angka genap).
-Usia ibu saat mulai hamil, misalnya 23 tahun (angka ganjil).

Angka ganjil dilambangkan dengan - - (dua garis putus).
Angka genap dilambangkan dengan __ (garis tak terputus).

Oleh karenanya hasil di atas adalah trigram atau trigarit sebagai berikut:

- -
__

- -

Lalu ini dicocokkan dengan tabel, sehingga mengetahui apakah anaknya lelaki atau wanita.

3.Rahasia Perhitungan Shio Tahun Tionghoa (Im-Lik).

Misalnya:

Shio Be (kuda) dan Shio Tjoa (ular).
A.Tjotjoknja dan jang bisa menguntungkan, ada orang-orang dari shio Ho (matjan) dan shio Tho (kelintji).
B.Jang boleh ditolong dan ditjintai, ada orang-orang dari Shio Yoo (kambing), Shio Gu (sapi), Shio Liong (naga), dan Shio Kao (andjing).
C.Tidak tjotjoknja dan jang bisa merugikan, ada orang-orang dari Shio Tie (babi) dan Shio Djie (tikus).

dan seterusnya.

4.Rahasia Perhitungan Bulan dan Tanggal Tionghoa (Imlik). Untuk mengetahui hari baik dan buruk.

Contohnya:

Buat bulan Tionghoa (Imlik) 1, 4, 7, dan 10 (Tjia Gwee, Sie Gwee, Tjhit Gwee, dan Tjap Gwee), maka nama-nama hari dan tanggalnja akan terdapat dengan maksudnja seperti tersebut:

HARI A. Kong Hong Djit, jaitu djatuh tanggal 1, 7, 13, 19, dan 25. Maksudnja: Orang jang pergi, ada baik dan beruntung, biasa dapat pertolongannja orang mulia, serta tidak mendapat rintangan.

Dan seterusnya.

5.Perhitungan hari buruk dalam sebulan menurut Djek Song Tju, menurut penanggalan Imlik:

Bulan 1 naas, baasnja djatuh tanggal 7 dan 11.
Bulan 2 naas, baasnja djatuh tanggal 9 dan 19
dan seterusnya.

6.Rahasa Perhitungan Waktu Yang Baik dalam melakukan sesuatu menurut Lei Sun Hong. Dengan menggunakan perhitungan dan rumusan-rumusan tertentu.

Ini merupakan buku yang sangat berharga dimiliki. 

Berminat fotokopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.