Wednesday, July 31, 2013

BUKU TENTANG REPUBLIK MALUKU SELATAN (RMS)

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
BUKU TENTANG REPUBLIK MALUKU SELATAN (RMS)

Ivan Taniputera
31 Juli 2013


Judul buku: Peristiwa Republik Maluku Selatan
Penulis: Jusuf A. Fuar
Penerbit: Bulan Bintang, Djakarta, 1956 (kata pengantar)
Jumlah halaman: 211.

ISI BUKU:


Buku ini mengupas seluk beluk mengenai RMS, mulai dari awal mula, pendirian, penumpasan, dan juga gerakan RMS yang berada di luar negeri.

Pada halaman 7 dapat kita baca amat Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1951 terkait RMS:

".............. saja tjeritakan disini kelandjutannja avontuur "Republik Maluku Selatan" itu.

Setelah Soumokil membangkitkan semangat melawan Negara Kesatuan di Makassar jang meluap mendjadi pemberontakan Azis, maka terbanglah ia dengan kapal udara Belanda ke Menado. Tetapi rakjat Minahasa tidak sudi mengikuti pikatannja dan Soumokil lantas-dengan memakai kapal-udara Belanda itu pula-terbang ke Ambon. Disana itulah ia berhasil mengadjak 2000 orang K.N.I.L. jang masih dibawah komando Belanda untuk memberontak. "Republik Maluku Selatan" diproklamirkan, satu Republik avontuur jang sama sekali terlepas dari R.I.S. atau N.I.T.

Saudara-saudara masih ingat gagalnja missi-Leimena untuk mentjoba menjedarkan mereka dan gagalnja pula satu missi perdamaian lain jang telah diadakan oleh ............."

Pada halaman 11-13 diuraikan mengenai kedudukan RMS dalam RIS:

"3.Dari pihak N.I.T. dinjatakan, bahwa rakjatlah jang akan menentukan setjara konstitusionil-demokratis bentuk ketata-negaraan Indonesia dikemudian hari. Dengan ini "Maluku Selatan (Ambon)"-setjara konstitusionil-demokratis tunduk kepada Pemerintah Negara Bagian RIS, jaitu Negara Indonesia Timur." (halaman 13).

Lalu dijelaskan bagaimana kondisi di Ambon menjelang diproklamirkannya RMS:

"Kerusuhan dan pertumpahan darah adalah hari-hari jang harus didjalani oleh Ambon mendjelang hari apa jang dinamakan proklamasi Republik Maluku Selatan itu. Hal ini disebabkan oleh berbagai-bagai soal, diantaranja jang terpenting ialah karena kedatangan pasukan baret hidjau dari K.N.I.L ke Ambon dan karena hasutan dan intimidasi politik jang datangnja dari pihak Belanda djuga.

Hari-hari berdarah di Ambon dimulai 3 bulan sebelum hari apa jang dinamakan proklamasi R.M.S. jang diproklamasikan pada tg. 26.April 1950.

Kedatangan pasukan istimewa dari K.N.I.L di Ambon jang dinamakan pasukan baret hidjau dimulai pada tgl. 17 Djanuari 1950. Pada hari itu keadaan didalam kota mulai panas. Pada tg. 22 Djanuari 1950 terdjadi penjerbuan didalam kota dan penganijaan pada rakjat umum, sehingga membawa korban beberapa orang jang mati dan luka-luka." (halaman 15)

Buku ini membahas pula mengenai penumpasan RMS yang mengakibatkan gugurnya salah seorang putera terbaik bangsa Indonesia:

"Pada hari inilah waktu asar Overste Slamet Rijadi diluar benteng "Nieuw Victoria" berseru kepada pasukannja: "Mari, mari kita terus masuk benteng!"
Apa jang terdjadi? Waktu ia berada ditengah simpang empat didekat itu tembakan terdengar dari sebuah kendaraan jang berbendera Merah Putih. Tangan Overste Slamet meraba perutnja, tetapi bibirnja treus berseru: "Mari, mari, madju....."
Kata-kata sematjam ini masih terus terdengar dari mulutnja hingga djam 9 malam, meskipun dokter telah memberi injeksi penenteram dalam tubuhnja hingga beberapa kali." (halaman 99).

Selanjutnya dibahas pula pengadilan tokoh-tokoh RMS seperti Manuhutu dan lain sebagainya.

Diriwayatkan pula mengenai Manusama yang meneruskan gerakan RMS di Negeri Belanda.

Berminat foto kopi buku ini, silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

LIRIK LAGU CAMPURSARI : PARE IN LOVE-RIA MUSTIKA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Lagi kesengsem dan gandrung banget dengan lagu campursari PARE IN LOVE
Bukan lagi Kertosono sekarang,, tapi PARE..
Hahaha...



Ya ampun, kok ya kebetulan aku punya temen anak PARE...
KEDIRI punya!!!

Lagu ini menceritakan seorang cewek yang punya kenangan indah bersama cowoknya di KOTA PARE..
Wuih... Keren!
PARE memang salah satu kecamatan di KOTA KEDIRI, tapi keberadaannya cukup kawenntar...
Bukan hanya karena terdapat ENGLISH VILLAGE ATAU KAMPUNG INGRRIS TERBAIK, tapi juga karena orangnya BAIK-BAIK :)

Mlaku ning kuthomu
Abot rasane atiku
Koyo - koyo ora iklhas
Nggonku lungo

Ninggalake kutho
Sing wes akeh gawe crito
Kutho pare
Sing wes tetalining ati

Nyebar godong koro
Ati sabar sak untoro
Nahan loro
Ati sing keronto - ronto

Tak unggah udunke
Pancen wes tibo wancine
Ikhlas aku yen pancen
Amung semene..



Tumetese eluhmu
Ngebot - ngeboti lakuku
Kudu - kudu aku bali
Ning sliramu

Nanging wes dadi sumpahku
Ra bakal nrimo slirahmu
Mergo wes keloro - loro
Ati iki

Aku kudu ikhlas
Nerimo kahanan iki
Mandar mugo
Singkuoso ngijabahi

Nyebar godong koro
Ati sabar sak untoro
Nhan loro
Ati sing keronto - ronto

Liriknya bikin trenyuh...
:)
Seharian dengar lagu ini terus..
Teringat teman di Pare...
Ria mustika suarannya mewakili hati bangettt..
#nelangsaaa

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Tuesday, July 30, 2013

Peran Keris dalam Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Peran Keris dalam Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia

Keris adalah salah satu senjata adat suku –suku bangsa di Nusantara , yang merupakan senjata penusuk jarak pendek dikenal dan dipakai oleh sebagian masyarakat di Asia Tenggara. Keris merupakan senjata penusuk yang dimuliakan, dihormati bahkan dianggap keramat. Tidak hanya suku bangsa di Indonesia, juga bangsa lain di sebagian Asia Tenggara juga mengenal dan memakainya. Misalnya saja bangsaMalaysia, Brunai, Sabah, Tailand, Kamboja, Laos, Suku Moro di Pilliphina Selatan juga mengenal atau memakai Keris.

Selain senjata penusuk, keris merupakan benda yang berfungsi sebagai senjata yang dianggap mempunai daya magis, benda Pusaka, sebagai benda kehormatan, sebagai benda sejarah, sebagai benda komoditi perdagangan, sebagai symbol, sebagai tanda kehormatan, sebagai benda pelengkap upacara, dan sebagai benda pelengkap busana.

Bagaimana kedudukan keris keris dalam sejarah bangsa, tidak dapat dipungkiri lagi, dalam ceritera, babad maupun sejarah modern, keris banyak berfungsi sebagai obyek sejarah, bahkan keris kadang- kadangdapat menjadi benda penentu sejarah.

Keris selalu muncul dalam legenda, ceritera tutur atau oral tradisi, babad atau sejarah tradisi, sampai pada sejarah modern. Ternyata bila dicari dalam ceritera tutur atau penulisan sejarah, keterangan mengenai keris banyak yang dapat diketahui. Seperti misalnya dalam ceritera legenda Ajisaka, Pararaton, Babad Tanah Jawi sampai penulisan sejarah modern De Graaf, perang Diponegoro. Bahkan keris masih juga hadir dalam masyarakat modern masa kemerdekaan contohnya panglima besar besar Soedirman dan Bung Karno sampai kepada pak Harto.

Ceritera Jawa yang paling tua, yaitu Serat Ajisaka, walaupun ini masih merupakan ceritera tutur yang bersifat legenda menghadirkan keterangan tentang keris. Pada masa Sang Aji Saka telah menjadi raja menguasai tanah Jawa, maka berkenan mengambil pusaka keris yang ditinggalkan di Gunung Kendil. Keris itu dibawa dan dikuasakan kepada abdinya yang bernama Sambada. Sang Ajisaka mengutus abdinya yang bernama Dora untuk mengambil pusaka keris itu. Setelah sampai di Gunung Kendhil, Sambada tidak mau memberikan keris pusaka itu, karena dia mendapat pesan dari Sang Ajisaka, bahwa keris itu tidak boleh diberikan kepada siapapapun kecuali sang Aji saka. Maka terjadi percekcokan meningkat menjadi perkelahian, dua abdi tersebut mati bersama. Sang Aji saka telah menunggu lama tetapi utusannya tak kunjung datang, kemudian menyusul ke Gunung Kendhil. Ajisaka kemudian merasa berdosa karena mati bersama ( sampyuh ), maka sebagai peringatan akan dosanya diciptakan aksara yang kelak kemudian menjadi huruf Jawa , ha, na, ca , ra , ka . da ,ta, sa, wa, la . Pa, da, ja, ya , nya . ma, ga, ba, tha, nga. Artinya : ada utusan , sama –sama berkelahi , sama – sama saktinya , sama- sama menjadi bangkai.

Walaupun serat Ajisaka ini merupakan legenda atau ceritera tutur, tetapi cerita ini sampai masa sekarang masih menjadi dasar pandangan masyarakat Jawa atau Bali, ini merupakan mantifac atau facta mental yang masih hidup dalam kehidupan masyarakat sampai masa sekarang.

Ceritera dari Babad Tanah Jawi menyebutkan bahwa Ciung Wanara setelah dewasa diserahkan oleh Ki Buyut untuk mengabdi pada pandai besi istana, setelah tahu cara kerja pandai besi kemudian membuat banyak senjata keris, pedang, kudi, kujang. Kemudian Ciung Wanara membuat tempat tidur kantil yang dibuat dengan terali besi, yang dinamakan Balai Sawo. Setelah itu Ciung Wanara mengabdi pada raja Pajajaran Arya Bangah. Karena banyak berjasa Ciung wanara dianugerahi nama Banyak Wide. Kelak dengan tempat tidur berterali besi ini dapat membalas dendamnya kepada raja Pajajaran Arya Bangah, yang kemudian dihanyutkan ke sungai Karawang. Ciung Wanara menjadi raja besar di Pajajaran, begelar Harya Banyak Wide. Kemudian berperang dengan adik Arya Bangah yang bernama Jaka Sesuruh. Jaka Sesuruh yang kalah melarikan diri dari Pajajaran menuju ke Jawa Timur.

Dalam serat -serat Panji yang terdiri atas beberapa versi, Panji Inu Kertapati Pangeran dari Kerajaan Jenggala yang kemudian menjadi raja dan dapat menjatukan kerajaan Jenggala dan kerajaan Kediri, setelah menjadi raja bergelar Kameswara , adalah seorang yang pandai mengolah curiga, atau bermain silat dengan keris. Walaupun ceritera ini sekedar hanya sastra sejarah, atau ceritera tutur, ceritera Panji pangeran dari Panjalu ini masa lampau menjadi suri tauladan dan menjiwai kehidupan masyarakat Jawa yang agraris feodal. Ceritera Panji ini bahkan tersiar sampai Vietnam dan Kamboja .

Dalam masa kerajaan di Jawa Timur dari masa Kediri sampai Singhasari sejarah keris tampak kelam, tetapi diketahui bahwa akibat adanya kepercayaan baru yaitu Tantrayana, keris pada masa itu berkembang mencapai bentuknya. Keris yang tadinya berbentuk gemuk pendek berbadan lebar cenderung seperti keris Budha atau Katga pada masa ini berubah ramping walaupun uga masihtampak dempakdan sangkuk. Contohnya keris- keris Jenggala dan Singhasari, dalam relief di Candi Panataran, keris sudah lebih ramping bentuknya.

Baru dalam kitab Pararaton didapatkan keterangan yang luar biasa tentang keris. Kemelut Tumapel dengan tokoh Ken Angrok seorang rakyat jelata anak Ken Endog yang dipercaya titisan Dewa Brahma, membuat sejarah besar. Kitab Pararaton memberi keterangan yang banyak tentang keris. Karena Ken Angrok jatuh cinta dengan Ken Dedes, wanita yang secara paksa menjadi istri Akuwu Tunggul Ametung. Untuk membunuh tunggul Ametung Ken Angrok memesan keris sakti kepada Empu Gandring, Keris Empu Gandring kemudian mulai memakan korban, pertama adalah Empu Gandring, kemudian Tunggul Ametung, Keboijo, Ken Anggrok sendiri, Panji Anusapati, Panji Tohjaya, dan Ranggawuni, Jadi keris Empu Gandring, telah memakan tujuh korban diantaranya Ken Angrok sendiri dan keturunanya. Tetapi Ken Angrok sendiri telah berhasil merebut Kerajaan Singhasari, yang kelak kemudian keturunanya akan meneruskan menjadi raja- raja sesudahnya. Oleh sebab kitab yang memuat ceritera itu disebut kitab Pararaton. Dalam peristiwa ini keris yang merupakan senjata penusuk berperan serta dalam penentuan sejarah. Serat pararaton yang menghebohkan ini ditemukan ditulis pada keropak atau Ron Tal dalam bahasa kawi. Ceritera ini menjadi penelitian sarjana Belanda yang bernama Brandes , dan pernah diterjemahkan dalam bahasa Belanda.

Peristiwa – peristiwa besar yang melibatkan peran keris dalam masa kerajaan Majapahit apabila dikaji dari sejarah formal maupun ceritera tutur akan banyak ditemukan. Raja Jayanegara terbunuh oleh keris Ra Tancha yang masih termasuk keluarga raja atau Darmaputra. Ra Tancha kemudian ditangkap dan dibunuh oleh Gajah mada. Peristiwa ini selanjutnya mengakibatkan Hayam wuruk mewarisi takhta, dan kebesaran kerajaan Majapahit mencapai puncaknya.

Begitu juga dalam ceritera tutur atau babad, banyak peran keris dalam sejarah yang hadir. Ceritera Bondan Kejawan atau pangeran Lembu Peteng. Diperintahkan oleh prabu Brawijaya untuk belajar dan mengabdi pada ki Gede Tarub. Sang Prabu memberikan dua keris pusaka. Setelah berkelahi dengan perampok salah satu kerisna patah tetapi mengalami kemenangan. Bondan kejawan ini kemudian dikawinkan dengan putri ki Gede satu-satunya yang benama Nawangsih. Selanjutnya Bondan Kejawan menurunkan sederetan nama besar dalam sejarah masa kerajaan Demak. Cerita ini banyak ditulis dalam Babad Tanah Jawi babad Pajang, dan Babad Para Wali.

Dalam Babad Tanah Jawi Terdapat sebuah bagian khusus yang memuat banyak keterangan tentang keris yaitu riwayat hidup dari empu – empu pande keris. Dalam babad diceriterakan riwayat empu Supa Gati, Supa Jigja, Supa Driya, Supa Pangeran Sendang, empu Pitrang, Empu ki Sura, dan ki Supa Anom .

Dalam babad Tanah Jawi itu diceriterakan tentang raja Majapahit, yang memesan keris pada para empu, begitu juga para Wali yang membuat keris dapur-dapur yang baru. Muncul nama nama keris Pusaka seperti Condong Campur, Sabuk inten, Nagasasra, Sengkelat, Carubuk, Kala munjeng, pedang kyai lawang, kendali rangah macan guguh, dan lain sebagainya yang kelak menjadi pusaka raja – raja Jawa selanjutnya. Pusaka tersebut sedikit banyak ikut berperan dalam sejarah.

Pada masa kerajaan Islam di Demak begitu banyak keterangan tentang keris. Dan keris merupakan benda sebagai penentu sejarah. banyak ceritera tutur, serat, babad, bahkan sejarah modern tulisan H.J de Graaf menulis tentang peristiwa pembunuhan, perebutan takhta, dan balas dendam di masa kerajaan Demak. Pembunuhan dengan keris pada masa ini ternyata merajalela. Raja Demak pertama adalah Raden Patah atau Sultan Jim Bun sebenarnya putra Bra Wijaya raja Majapahit, yang dipelihara oleh Harya Damar, adipati Palembang. Setelah Sultan Fatah meninggal digantikan oleh Puteranya yang tertua yaitu Pangeran Sabrang Lor, tetapi pangeran ini meninggal pada masa mudanya, belum menikah dan belum mempunyai putera. Seharusnya yang menggantikan adalah putra yang kedua yaitu Sekar Seda Lepen. Tetapi Sekar Seda Lepen dibunuh ditusuk dengan keris dari belakang, sewaktu pulang dari sholat Jumat di masjid Demak. Sepulang dari sholat Jumat, Seda Lepen dikutit dari belakang dan kemudian ditusuk pingangnya dengan keris . Seda lepen meninggal di tepian sungai, oleh sebab disebut Sekar Seda Lepen. Pembunuhan itu dilakukan oleh seorang prajurit pejineman atau prajurit sandi bernama Surawiyata , orang suruhan atau abdi dari Raden Mukmin, yaitu nama muda Sunan Prawata .

Putera laki laki Sekar Seda Lepen bernama Haryo Penangsang, yang masih kecil diangkat menjadi murid terkasih Sunan Kudus. Haryo Penangsang kelak kemudian setelah menjadi Adipati di Jipang akan membalas dendam. Kerajaan Demak jatuh ke tangan putra ketiga bernama Sultan Trenggana. Tetapi Sultan Trenggana gugur waktu berperang melawan Kerajaan Brang Wetan atau Blambangan di Beteng Panarukan. Yang menggantikan menjadi raja kemudian adalah putra Trenggana yaitu Sunan Prawata. Tetapi masa pemerintahanya dipenuhi oleh kemelut persaingan kekuatan dan perebutan takhta. Harya Penangsang, putra Seda Lepen mulai membalas dendam. Pertama kali yang menjadi korban adalah Sunan Prawata sendiri, sewaktu Sunan Prawata sedang sakit tiduran duduk dipangku atau di” sundang “ oleh Permaisurinya, datanglah dua orang prajurit Sureng yang berhasil menyelinap ke tempat tidurnya. Prajurit sureng suruhan Arya Penangsang ini segera menusuk Sunan Prawata, tusukan begitu kuat sehingga menembus dada sampai kepunggung, permaisuri yang memangkunya ikut tertusuk dan langsung mati. Sunan Prawata yang sakti walaupun terluka belum juga mati. Sunan Prawata meraih kerisnya Kyahi Bethok, dilemparkan kearah prajurit Sureng. Sureng itu hanya tersentuh keris sedikit pada kakinya luka tergores, prajurit Sureng itu kemudian segera mati. Sunan Prawata kemudian mati menebus dosanya karena telah membunuh Sekar Seda lepen .

Haryo Penangsang belum puas membalas dendam, maka terjadilah pembunuhan selanjutnya terhadap Sunan Hadiri. Sewaktu Sunan Hadiri dengan isterinya Ratu Kalinyamat melaporkan peristiwa itu dan minta pengadilan pada Sunan Kudus, kepulanganya ke Kalinyamat dihadang oleh prajurit Sureng utusan Harya Penangsang. Sunan Hadiri terbunuh di jalan ditikam dengan keris namun untungnya Ratu Kalinyamat berhasil selamat. Balas dendam Harya Penangsang juga belum berhenti ingin menumpas habis keturunan Trenggana sampai menantu – menantunya.

Sasaran ketiga adalah Hadiwijaya ( Jaka Tingkir ) Adipati Pajang, yang merupakan menantu Sultan Trenggana paling muda. Hadiwijaya pada masa itu telah menjadi Adipati di Pajang. Harya Penangsang kembali mengutus dua orang prajurit Sureng untuk membunuh Hadiwijaya. Para Sureng berhasil masuk ke tempat tidur menemukan Hadiwijaya yang baru tidur. Kemudian Sureng itu menusuk dengan keris. Hadiwijaya memang sakti, tidak mempan ditusuk dengan keris, bahkan kedua Sureng terjengkang pingsan karena kibasan kain dodot selimut sakti Hadiwijaya. Para Sureng kemudian diampuni disuruh kembali ke Jipang, bahkan diberi uang yang banyak. Para Sureng kemudian melapor kepada Harya Penangsang. Harya Penangsang marah besar dan membunuh dua Sureng dengan kerisnya Kyai Brongot Setan Kober. Kedua Sureng telah mempermalukan Penangsang dan gagal dalam melakukan tugas .

Harya Penangsang kemudian gugur ditangan kerabat Sela. Ki gede Pemanahan, Ki gede Penjawi, dan putra Pemanahan. Danang Sutawijaya yang berperang dengan segala taktik dan tipu daya. Akhirnya Adipati Jipang Haryo penagsang gugur . Maka tinggallah hanya satu orang terkuat pewaris kerajaan Demak. Jaka Tingkir atau Adipati Hadiwijaya kemudian menjadi Sultan di Pajang bergelar Sultan Hadiwijaya.

Pada jaman kerajaan Mataram Islam yang ber ibukota di Kotagede kemudian berpindah ke Plered, sejak pemerintahan Panembahan Senapati sampai Amangkurat Agung, diketahui keterangan yang banyak tentang keris.

Beberapa peristiwa penting terjadi masa Panembahan Senapati mulai berkuasa di Mataram. Pada awal pemerintahan Senapati mulai membangun istana Kotagede, telah membelokkan rombongan Mantri Pemajegan dari daerah Bagelen yang akan menyampaikan hasil pajak daerah Bagelen dan Banyumas ke Pajang. Di Istana Mataram mereka diundang mampir dan dijamu makan- makan besar dan melihat tari –tarian. Ada seorang mantri Pemajegan yang bernama Ki Bocor, yang membenci Senapati dan ingin mencoba kesaktiannya. Pada malam hari waktu Panembahan Senapati baru duduk di atas tikar di pendapa, bersantai menghadapi meja pendek, datanglah ki Bocor dari belakang. Dengan cepat Ki Bocor menusuk punggung Panembahan Senapati dengan keris pusaka yang bernama Kyai Kebo Dengen. Tetapi setelah ditusuk berkali – kali Panembahan Senapati sama sekali tidak terluka . Ki Bocor kehabisan tenaga dan jatuh duduk berlutut minta ampun. Panembahan Senapati membalik kebelakang dan memaafkan perilaku ki Bocor. Ki Bocor segera pergi, meninggalkan kerisnya ang masih tertancap di tanah. Sejak saat itu para mantri dan pejabat dari Bagelen dan Banyumas sangat kagum dan menghormati Senapati. Peristiwa ini banyak ditulis dalam Babad Tanah Djawi, Babad Pajajaran , Babad Baron Sekender, Dari babad Pajajaran diketahui bahwa Mantri Pamajegan Ki Bocor adalah Bebahu desa Bocor di Banyumas, keturunan Pangeran Tole yang membenci Mataram karena mulai berkembang menjadi kota yang ramai.

Peristiwa yang besar sesudah itu menyusul lagi. Pangeran Alit, atau Pangeran Mas saudara ipar sultan Hadiwijaya yang menjabat Adipati Madiun, yang bernama Panembahan Madiun, memberontak terhadap kekuasaan Mataram. Setelah Panembahan Senapati memimpin perang ke Madiun, Adipati Madiun merasa takut karena perajuritnya selalu kalah. Adipati Madiun mundur dan melarikan diri. Kadipaten dipertahankan oleh para prajurit yang dipimpin oleh Retna Jumilah, putri Adipati Madiun yang gagah berani. Panembahan Senapati berhasil menyeberangi bengawan Madiun, langsung memasuki Kadipaten. Kedatangan Senapati dihadapi oleh Retna Jumilah, yang telah siaga dengan para prajuritnya. Retna jumilah membawa keris sakti pusaka Madiun yang bernama kyahi Gumarang ( keris dapur Kala Gumarang adalah keris berdapur sepang dengan sogokan dan grenengan pada kedua kepet ganjana ). Senapati menghentikan para prajurit pengawalnya di bawah pohon beringin, dan sendirian memasuki Pendapa Kadipaten. Kedatangan senapati dihadapi oleh Retna jumilah sendiri. Retna Jumilah menusuk – nusuk Senapati dengan keris Kyahi Gumarang tetapi Senapati tidak terluka sedikitpun. Kemudian Retna Jumilah kehabisan tenaga, berlutut minta ampun . Senapati mengampuni Retna Jumilah, akhirnya Retna Jumilah putri Madiun kemudian diambil sebagai isteri Senapati. Senapati kagum pada kecantikan dan keberaniannya. Sejarah ini banyak ditulis dalam babad, terutama Babad Tanah Jawi, Babad Matawis, dan buku sejarah tulisan De Graaf. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1590.

Setelah Panembahan Senapati wafat, kemudian berkuasa Susuhunan Seda Krapyak atau Raden mas Jolang bergelar Susuhunan Hadi Hanyakrawati. Digantikan oleh raden Mas Rangsang, yang kemudian menjadi raja besar di Jawa bergelar Sultan Agung Hanyakra Kusuma. Pada masa awal pemerintahanya Sultan Agung mempersiapkan ekspansi ke Jawa Timur, atau daerah Brang Wetan, Sultan Agung mempersiapkan diri melengkapi peralatan perang. Sultan agung mengumpulkan empu – empu dan pande besi yang ada didaerah kekuasaan Mataram. Para empu diharuskan membuat senjara perang, tombak pedang, keris, bahkan sampai meriam Jawa. Ratusan empu dan pandai besi bekerja keras dibawah koordinasi tujuh orang empu ternama (tindih empu pitu). Peristiwa ini disebut sebagai peristiwa Pakelun. Pada masa itu banyak dibuat keris, keris – keris itu dinamakan tangguh Mataram Pakelun. Sampai masa sekarang keris-keris itu masih banyak dijumpai. Sedangkan meriam ang dibuat masa itu masih dapat dijumpai di keraton Kasunanan Surakarta.

Setelah Berhasil menaklukkan Blambangan sampai Madura, Maka terjadi pemberontakan kadipaten Pati, Adipati Pragola II, atau Adipati Pragolapati penguasa daerah Pati memberotak. Dalam ceritera tutur Jawa, dikatakan orang orang Pati kebal senjata. Kekebalan itu hanya dapat ditawarkan kalau senjata orang- orang Mataram diberi susuk emas. Setelah rahasia itu diketahui, maka keris Mataram diberi tatahan emas untuk menawarkan kekebalan orang dari Pati. Maka kadipaten Pati segera jatuh dan dikuasai Mataram. Setelah jatuhnya blambangan dan Pati, Sultan Agung berkenan memberi pada para prajurit dan perwira yang berjasa dengan keris bertatah emas. Maka pada masa itu keris keris penghargaan banyak diberikan kepada para abdi dalem yang berjasa. Keris tanda penghargaan tersebut adalah keris bertatah emas Gajah Singa, Keris Gana Gajah Singa sebenarnya adalah cronogram ( sengkalan) tahun jatuhnya Pati. Tatahan emasnya disesuaikan dengan besarnya jabatan atau jasa dari para pahlawan yang ikut berperang menaklukkan Blambangan dan Pati. Tahun Keruntuhan Pati menurut catatan Belanda adalah tahun 1627.

Setelah Sultan Agung Surut, maka raja yang menggantikan adalah Susuhunan Amangkurat I atau Amangkurat Agung. Masa pemerintahan Amang -kurat ini diliputi suasana yang mencekam, penuh kekerasan dan pembunuhan. Begitu banak peristiwa sejarah yang melibatkan keris sebagai alat pembunuh .

Pertama kali adalah peristiwa Pangeran Alit. Pangeran Alit sebenarnya adalah adik Sunan sendiri, yang dicurigai akan memberontak karena banyak merekrut dan dicintai para lurah yang menjadi bawahannya. Lurah – lurah dan para pengikut Pangeran Alit dibunuh satu persatu dengan jalan pembunuhan politis yang rahasia. Karena marah, Pangeran Alit memprotes dengan datang di Alun- alun Plered membawa para lurah yang hanya sedikit jumlahnya. Terjadi perkelahian di alun- alun, para lurah bayak yang terbunuh. Pangeran Alit kemudian mengamuk di alun -lun dengan kerisnya yang sakti. Beberapa orang telah menjadi korban keris Pangeran Alit. Demang Malaya atau juga disebut Cakraningrat I dari Madura membujuk agar Pangeran Alit menghentikan pertumpahan darah, berlutut dihadapan Pangeran Alit dan memohon dengan menangis. Karena marah yang tak tekendalikan, Demang Malaya ditusuk keris lehernya oleh Pangeran Alit, Demang Malaya meninggal seketika. Pengikut Demang Malaya kemudian mengeroyok pangeran alit, sampai pangeran Alit gugur. Orang-oang Madura yang mengeroyok Pangeran Alit juga dibunuh dengan keris oleh Prajurit Amangkurat. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1647 Masehi.

Peristiwa kedua adalah pembunuhan kaum ulama. Amangkurat Agung selalu curiga dan khawatir terhadap para ulama, yang masa itu jumlah dan pengaruhnya semakin besar di kerajaan Mataram. Maka Amangkurat Agung menugaskan empat orang terkemuka membentuk kesatuan prajurit rahasia khusus, yang menyelidiki kaum ulama terkemuka di wilayah Mataram. Setiap jumat para perajurit rahasia ini mengutit para ulama ang sedang sholat Jumat. Setelah sholat Jumat, dibunyikan meriam Sapujagad sebagai tanda rahasia. Maka pada saat per tanda itu ratusan bahkan ribuan santri dan ulama dihabisi dengan keris.

Meriam besar sebagai tanda itu sebenarnya bernama Kyahi Pancawara dibuat masa Sultan Agung, yang kemudian diganti nama dengan Kyahi Sapu Jagad. Meriam besar itu masih dapat dilihat sampai sekarang terdapat dimuka Pagelaran Alun -alun utara Kraton Surakarta, Peristiwa ini tidak tertulis pada ceritera tutur dan babad Jawa, tetapi terdapat pada sejarah Banten, Cirebon dan Belanda, Peristiwa ini terjadi kira – kira seputar tahun 1648.

Peristiwa ketiga adalah pembunuhan Kai Dalem. Kyai Wayah di Pajang adalah seorang dhalang Wayang Gedhog yang mempunyai anak yang amat cantik tapi sudah bersuami, Suami anak Ki Wayah benama Kyahi Dalem. Sunan menginginkan wanita tersebut menjadi isterinya. Sekonyong – konyong Ki Dalem meninggal terbunuh oleh keris, dan tidak ketahuan pembunuhnya. Wanita istri ki Dalem kemudian diboyong ke kraton dan dinikahi Sunan Amangkurat walaupun telah hamil dua bulan. Wanita cantik ini kemudian terkenal sebagai Ratu Mas Malang yang kemudian meninggal dicurigai telah diracun. Sunan setelah kematian Ratu Malang menjadi tertekan jiwanya seperti orang tidak waras. Bersama kematian Ratu Malang telah dihukum mati 43 orang wanita dayang, pelayan, emban dari keputren, sebagai hukuman karena keteledoran mereka melayani Ratu Malang.

Peristiwa besar terjadi lagi, gudang mesiu Mataram meledak meninmbulkan malapetaka dan kematian yang banyak. Yang dituduh bertanggung jawab atas meledaknya gudang peluru tersebut adalah Raden Wiramenggala atau Riya menggala dan Raden Tanureksa. Bersama kerabat mereka sejumlah 27 orang mereka dihukum mati dengan ditusuk keris. Lebih menyedihkan lagi Raden Wiramenggala yang diperintah membunuh adalah kakanya sendiri, yaitu Pangeran Purbaya. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan tahun 1670 Beberapa babad telah menuliskan peristiwa itu, yaitu Babad Tanah Jawi, Babad Momana, dan catatan Belanda (raporten).

Peristiwa lain adalah pembunuhan Pangeran Selarong, Pangeran Selarong adalah putra Sunan Seda Krapyak dengan Putri Lungayu dari Ponorogo. Karena Pangeran Selarong dituduh menggunakan racun Anglung Upas, maka Pangeran Selarong dihukum mati dengan ditusuk keris, peristiwa ini terjadi didesa Bareng, Kuwel ( dekat Delanggu ) pada tahun 1669. Peristiwa itu ditulis dalam Sedjarah Dalem, Babad momana, Babad Tanah Jawi dan catatan atau laporan Van Goens kepada Gubernur Jendral di Batavia .

Peristiwa kekejaman dengan keris muncul lagi, raja mempunyai simpanan gadis kecil yang sangat cantik namanya Rara Oyi. Karena belum haid , maka gadis cantik itu dititipkan kepada Pangeran Pekik, Adipati Surabaya. Sampai nanti dewasa akan dijadikan isteri. Pangeran Pekik kemudian menyuruh Ngabehi Wirareja dan keluarganya untuk mengasuh anak gadis itu. Setelah menanjak dewasa Rara Oyi yang sangat cantik kebetulan berjumpa dengan Pangeran Dipati Anom, putera raja. Pangeran Adipati Anom segera jatuh cinta pada Rara Oyi. Rara Oyi kemudian dilarikan Pangera Dipati Anom. Amangkurat Agung sangat murka, memerintahkan membunuh Pangeran Pekik dengan seluruh keluarganya, sejumlah 40 orang. Mereka dihukum mati dengan ditusuk keris. Wirareja juga dihukum mati beserta keluargana jumlah korban dalam peristiwa ini adalah 60 Orang. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1670 .

Betapun pada masa pemerintahan Amangkurat I telah sering terjadi pembunuhan pembunuhan dengan keris. Ketidak puasan, ketakutan, dan keresahan menyelimuti Mataram, dan akhirnya terjadi Pemberontakan Trunajaya yang bersekutu dengan mertuanya Pangeran Kajoran, sehingga kerajaan Mataram menjadi runtuh dan Amangkurat melarikan diri , wafat di Tegalwangi.

Setelah Wafatnya Amangkurat Agung di Tegalwangi, maka Pangeran Adipati Anom menjadi raja. Amangkurat II atau Amangkurat Amral ( Admiral ) memindah kan ibukota mataram ke Wana Karta, kemudian diganti nama Kartasura. Amangkurat Amral berhasil mengalahkan Pemberontak Trunajaya dengan bantuan Kompeni dan para adipati. Trunajaya ditangkap di Gunung Antang Kediri . Trunajaya ditawan dibawa ke Surabaya , di Alun – alun Amangkurat Admiral menghukum Trunajaya dengan keris Kyahi Blabar , Maka berakhirlah pemberontakan Trunajaya.

Masih begitu banyak peran keris dalam sejarah, misalnya Untung Surapati yang selalu membawa keris kecil yang disembunyikan dalam cadik untaian daun sirih, apabila berjumpa dengan Belanda cadik itu disabetkan pada orang Belanda, karena kesaktian keris orang Belanda itu mati .

Begitu Juga Paku Buwana II telah memberikan keris Kyahi Kopek kepada pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Sultan Hamengku Buwana I di Kasultanan Yogyakarta. Ini tertulis dengan jelas pada sejarah sesudah perjanjian Gianti. Keris Kyahi Kopek menjadi lambang pengakuan kedaulatan Kasultanan Yogyakarta oleh Paku Buwana II.

Pangeran Diponegoro, yang mengorbankan perang Jawa ( Java oorlog 1825-1830 ), selalu memakai dan membawa keris pusaka dipinggangnya. Dalam gambar kuno akan selalu tampak Diponegoro memakai keris warangka gayaman gaya Yogyakarta.

Bagaimanapun juga keris keris tunggul, dan pusaka kraton Jawa tentunya mempunai karisma sendiri-sendiri, kedudukanya, dan sejarahnya masing-masing.

Sejarawan keris masih harus banyak menggali latar belakang dan sejarah tentang keris – keris pusaka seperti , Kyai Joko Piturun , Kyai Mahesa Nempuh , Kyahi Mega Mendhung , Kyahi Banjir, Kyai Babar Layar, Kanjeng Ki ageng , Kyahi Kebo Nengah, Kyai Karawelang , dan masih banyak lagi keris pusaka yang harus dikaji sejarahnya lebih lanjut.

Keris juga masih saja berperan, dan muncul dalam sejarah modern. Pada masa revolusi fisik Panglima Besar Soedirman memimpin perang gerilya melawan pendudukan Belanda. Jendral Soedirman tidak memakai seragam militer modern dengan pistol atau senapan. Jendral Soerdirman justru memakai udheng ikat kepala , dan memakai jubah di pinggangnya terselip keris. Jendral Soedirman lebih suka memakai pakaian rakyat seperti pendeta atau kyai pedesaan, karena akan terasa lebih akrab berintegrasi dengan rakyat pedesaan.

Bung Karno, Presiden pertama Republik Indonesia. pada masa kejayaanya selalu membawa keris. Keris yang dibawa Bung Karno sebenarnya bukan keris melainkan pedang suduk yang memakai ganja, atau keris dapur Cengkrong yang diberi warangka perak yang ditatah. Menurut ceritera pedang tangguh Belambangan itu pusaka dari ayah Bung Karno. Raden Mas Sosro pemberian Sunan Paku Buwana ke X. Menurut kepercayaan pada masa itu, Bung Karno menjadi sangat berani, berwibawa dan ditakuti , karena pusaka kerisnya. Keris atau pedang suduk ini sering terlihat pada foto – foto Bung Karno.

Pak Harto, semasa menjadi Presiden Republik Indonesia, dalam hubungan diplomasi denbgan negara sahabat, sering memberikan tanda mata untuk kepala negara atau wakil negara sahabat cideramata berupa keris. Keris yang diberikan adalah keris Bali dan ada juga keris Jawa. Peristiwa ini berlangsung berkali kali, dan pada masa itu sering ditayangkan oleh media masa .

Begitu banyaknya peran keris dalam sejarah bangsa ini. Tulisan ini dibuat sebenarnya hanya menghadirkan serba sedikit peran keris dalam sebagian besar sejarah bangsa Indonesia. Untuk mengkajinya diperlukan waktu yang panjang, tenaga dan biaya yang besar. Tentunya para ahli dan pecinta keris sangat memaklumi masalah itu. Terlebih lagi masa kini, keris sudah dianggap menjadi milik dunia .
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

KUMPULA LAGU KERONCONG, LAGU SUNDA, LAGU JAWA : RIWAYAT SANGKURIANG

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info




Riwayat Sangkuriang

Hung Dupa Mengalun
Buka tabir purbakala
Riwayat priangan
Ibu nang menanggung malang
Dipercinta oleh Putra Sangkuriang Sakti
Walau Mengetahui Itu Ibunya sendiri
Agar dapat berlari di gelap malam
Di minta menyiapkan
Tlaga dan p’rahu semalam
Nun di timur fajar tiba sebelum waktunya
Sangkuriang putra tak memenuhi janjinya
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

SEKILAS SEJARAH TENTANG JAWA TENGAH

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

 Cr:http://www.jatengprov.go.id

Sejak abad VII, banyak terdapat pemerintahan kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah (Central Java), yaitu: Kerajaan Budha Kalingga, Jepara yang diperintah oleh Ratu Sima pada tahun 674. Menurut naskah/prasasti Canggah tahun 732, kerajaan Hindu lahir di Medang, Jawa Tengah dengan nama Raja Sanjaya atau Rakai Mataram. Dibawah pemerintahan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya, ia membangun Candi Rorojonggrang atau Candi Prambanan. Kerajaan Mataram Budha yang juga lahir di Jawa Tengah selama era pemerintahan Dinasti Syailendra, mereka membangun candi-candi seperi Candi Borobudur, Candi Sewu, Candi Kalasan dll.

Pada abad 16 setelah runtuhnya kerajaan Majapahit Hindu, kerajaan Islam muncul di Demak, sejak itulah Agama Islam disebarkan di Jawa Tengah. Setelah kerajaan Demak runtuh, Djoko Tingkir anak menantu Raja Demak (Sultan Trenggono) memindahkan kerajaan Demak ke Pajang (dekat Solo). Dan menyatakan diri sebagai Raja Kerajaan Pajang dan bergelar Sultan Adiwijaya. Selama pemerintahannya terjadi kerusuhan dan pemberontakan. Perang yang paling besar adalah antara Sultan Adiwijaya melawan Aryo Penangsang. Sultan Adiwijaya menugaskan Danang Sutowijaya untuk menumpas pemberontakan Aryo Penangsang dan berhasil membunuh Aryo Penangsang. Dikarenakan jasanya yang besar kepada Kerajaan Pajang, Sultan Adiwijaya memberikan hadiah tanah Mataram kepada Sutowijaya. Setelah Pajang runtuh ia menjadi Raja Mataram Islam pertama di Jawa Tengah dan bergelar Panembahan Senopati.

Di pertengahan abad 16 bangsa Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dalam usaha mencari rempah-rempah yang akan diperdagangkan di Eropa. Pada saat yang sama, bangsa Inggris dan kemudian bangsa Belanda datang ke Indonesia juga. Dengan VOC-nya bangsa Belanda menindas bangsa Indonesia termasuk rakyat Jawa Tengah baik dibidang politik maupun ekonomi.

Di awal abad 18 Kerajaan Mataram diperintah oleh Sri Sunan Pakubuwono II, setelah beliau wafat muncul perselisihan diantara keluarga raja yang ingin memilih/menunjuk raja baru. Perselisihan bertambah keruh setelah adanya campur tangan pemerintah Kolonial Belanda pada perselisihan keluarga raja tersebut. Pertikaian ini akhirnya diselesaikan dengan Perjanjian Gianti tahun 1755. Kerajaan Mataram terbagi menjadi dua kerajaan yang lebih kecil yaitu Surakarta Hadiningrat atau Kraton Kasunanan di Surakarta dan Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Kasultanan di Yogyakarta.
Sampai sekarang daerah Jawa Tengah secara administratif merupakan sebuah propinsi yang ditetapkan dengan Undang-undang No. 10/1950 tanggal 4 Juli 1950.

Jawa Tengah sebagai salah satu Propinsi di Jawa, letaknya diapit oleh dua Propinsi besar, yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. Letaknya 5o40' dan 8o30' Lintang Selatan dan antara 108o30' dan 111o30' Bujur Timur (termasuk Pulau Karimunjawa). Jarak terjauh dari Barat ke Timur adalah 263 Km dan dari Utara ke Selatan 226 Km (tidak termasuk pulau Karimunjawa).

Secara administratif Propinsi Jawa Tengah terbagi menjadi 29 Kabupaten dan 6 Kota. Luas Wilayah Jawa Tengah sebesar 3,25 juta hektar atau sekitar 25,04 persen dari luas pulau Jawa (1,70 persen luas Indonesia). Luas yang ada terdiri dari 1,00 juta hektar (30,80 persen) lahan sawah dan 2,25 juta hektar (69,20 persen) bukan lahan sawah.

Menurut penggunaannya, luas lahan sawah terbesar berpengairan teknis (38,26 persen), selainnya berpengairan setengah teknis, tadah hujan dan lain-lain. Dengan teknik irigasi yang baik, potensi lahan sawah yang dapat ditanami padi lebih dari dua kali sebesar 69,56 persen.

Berikutnya lahan kering yang dipakai untuk tegalan/kebun/ladang/huma sebesar 34,36 persen dari total bukan lahan sawah. Persentase tersebut merupakan yang terbesar, dibandingkan presentase penggunaan bukan lahan sawah yang lain.

Menurut Stasiun Klimatologi Klas 1 Semarang, suhu udara rata-rata di Jawa Tengah berkisar antara 18oC sampai 28oC. Tempat-tempat yang letaknya dekat pantai mempunyai suhu udara rata-rata relatif tinggi. Sementara itu, suhu rata-rata tanah berumput (kedalaman 5 Cm), berkisar antara 17oC sampai 35oC. Rata-rata suhu air berkisar antara 21oC sampai 28oC. Sedangkan untuk kelembaban udara rata-rata bervariasi, dari 73 persen samapai 94 persen. Curah hujan terbanyak terdapat di Stasiun Meteorologi Pertanian khusus batas Salatiga sebanyak 3.990 mm, dengan hari hujan 195 hari.

Propinsi Jawa Tengah dibagi kedalam beberapa Wilayah Administrasi, meliputi :


WilayahJumlah
Kabupaten29
Kota6
Kecamatan565
Kelurahan764
Desa7.804

Sumber data : Biro Pemerintahan
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

UNGGAH-UNGGUHING BASA JAWA (TATA KRAMA, ATURAN DAN URUT-URUTAN PENGGUNAAN BAHASA JAWA)

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Walaupun sebutannya sama-sama sebagai BAHASA JAWA, namun dalam bahasa jawa sendiri, penggunaannya masih dibagi bagi dalam berbagai kelompok...
seperti bahasa jawa NGOKO, yang digunakan dalam percakapan sehari-hari, dengan orang sebaya..
Berbeda dengan Bahasa jawa KRAMA ALUS ATAU NGOKO ALUS , yang sudah agak halus dan biasanya digunakan untuk percakapan dengan orang yang lebih tua..
pengginaan basa yang halus inilah yang disebut BOSO oleh orang jawa..


BASA
1. Basa Ngoko : Ngoko Lugu, Ngoko Andap
2. Basa Madya: Madya Ngoko, Madya Krama, Madyantara
3. Basa Krama : Krama Lugu, Krama Inggil, Mudha Krama, Krama Desa, Wedhakrama, Basa Kedhaton

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

DOWNLOAD CAMPURSARI HIT 2009- MANTHOUS

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

KUMPULAN LAGU CAMPURSARI TERBAIK DAN ENAK DIDENGAR

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

DAFTAR LAGU-LAGU CAMPURSARI DIDI KEMPOT YANG PALING KEREN DAN WAJIB DOWNLOAD!!!

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

DOWNLOAD LAGU CAMPURSARI SEPUR ARGO LAWU

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Permata vs Delta Jaya Campursari
  • Sepur Argo Lawu
  • Novi Andarista - Agung
  • Dangdut Koplo
  • Permata vs Delta Jaya Campursari
  • CHGB Record
  • OM Permata
  • Stereo
  • 2013 posted on www.dangdut-koplo.com
  • Free download MP3 Dangdut Koplo
  • MP3 - MPEG Layer 3 Audio
  • 128 kbps transfer rate
  • 44.1 KHz sampling rate
Untuk mengunduh file Sepur Argo Lawu - Novi Andarista - Agung - Permata - Permata vs Delta Jaya Campursari, silahkan klik link unduh di bawah ini.
Code untuk file-file di atas :
http://www.sharebeast.com/ljiod82xu87k | http://www.mediafire.com/?byc0xfbjru54cp2
 
Cr: dangdut-koplo.com
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

DOWNLOAD KUMPULAN LAGU CAMPURSARI DIDI KEMPOT TERBAIK SEPANJANG MASA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
LAGU CAMPURSARI MADE IN PAKDHE DIDI KEMPOT,, eyuhh.... memang menyentuh kalbu..
Dalam banget ya.... #NGenes..
Paling suka dengan semua lagu-lagu beliau..
Berikut ini adalah daftar/kumpulan lagu-lagu DIDI KEMPOT yang bikin trenyuh ati...

POKOKNA BAGUS BANGET LAH...
SAYA SENDIRI SEBAGAI ORANG JAWA YA...
NJAWENI..
Monggo .. silahkan di download ya..
(Link ini juga saya cari dari blog tetangga yang sama-sama suka campursari :))
  1. ketahuan
  2. sewu kutho
  3. tanjung mas tinggal janji
  4. stasiun balapan
  5. bojo loro
  6. layangmu
  7. tirtonadi
  8. parangtritis
  9. cindro
  10. kasmaran
  11. kusumaning ati
  12. caping gunung
  13. lingsir wengi
  14. iki weke sopo
  15. janda baru
  16. ketaman asmoro
  17. kere

Sebenarnya masih banyak lagi yang bagus...:)
Gak hanya 17 ini aja...

 
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

DOWNLOAD KOLEKSI LAGU CAMPURSARI DIDI KEMPOT TERBARU 2013

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

DOWNLOAD LAGU RELIGI DANGDUT KOPLO OM SERA TERBARU 2013

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Sawerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr browww!!!!!!!!!!!!!!!! :) silahkan download lagu2 dangdut kolpo religi terbaru dari OM SERA yaa....
Sera maniaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Anakku 2 - Lusiana Safara.mp3
Buniyal Islam - Nur Kumala.mp3
Keadilan 2 - Lusiana Safara.mp3
Maulidu Ahmad - Kharisma.mp3
Nurul Mustofa - Dwi Ratna.mp3
Padang Bulan - Lusiana Safara.mp3
Sholatun Minallah - Kharisma.mp3
Ya Allah - Annisa Rahma.mp3
Ya Hannana - Annisa Rahma.mp3
Sensasi Berita - Dwi Ratna.mp  


 Cr: pandumusica.net
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

DOWNLOAD ALBUM DANGDUT KOPLO RELIGI SAGITA 2013

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

DOWNLOAD ALBUM CAMPURSARI NEW PALLAPA TERBARU 2013

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

SERAT JOKO LODANG, mengenal sastra jawa

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
SERAT JOKO LODANG 
Gambuh
1. Jaka Lodang gumandhul
Praptaning ngethengkrang sru muwus
Eling-eling pasthi karsaning Hyang Widhi
Gunung mendhak jurang mbrenjul
Ingusir praja prang kasor

Joko Lodang datang berayun-ayun diantara dahan-dahan pohon
kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras.
Ingat-ingatlah sudah menjadi kehendak Tuhan
bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah
sedangkan jurang yang curam akan tampil kepermukaan
(akan terjadi wolak waliking jaman), karena kalah perang maka akan diusir
dari negerinya.

2.Nanging awya kliru
Sumurupa kanda kang tinamtu
Nadyan mendak mendaking gunung wis pasti
Maksih katon tabetipun
Beda lawan jurang gesong

Namun jangan salah terima menguraikan kata-kata ini.
Sebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalau gunung
akan tetap masih terlihat bekasnya.
Lain sekali dengan jurang yang curam.

3. Nadyan bisa mbarenjul
Tanpa tawing enggal jugrugipun
Kalakone karsaning Hyang wus pinasti
Yen ngidak sangkalanipun
Sirna tata estining wong

Jurang yang curam itu meskipun dapat melembung,
namun kalau tidak ada tanggulnya sangat rawan dan mudah longsor.
(Ket. Karena ini hasil sastra maka tentu saja multi dimensi.
Yang dimaksud dengan jurang dan gunung bukanlah pisik
tetapi hanyalah sebagai yang dilambangkan).
Semuanya yang dituturkan diatas sudah menjadi kehendak Tuhan
akan terjadi pada tahun Jawa 1850.
(Sirna=0, Tata=5, Esthi=8 dan Wong=1).
Tahun Masehi kurang lebih 1919-1920.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Monday, July 29, 2013

MEMAHAMI MAKNA PEPATAH JAWA :MEMAYU HAYUNING BAWANA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
AMEMAYU HAYUNING BUWANA

Pepatah Jawa ini secara harfiah berati mempercantik kecantikan dunia. Pepatah ini menyarankan agar setiap insan manusia dapat menjadi agen bagi tujuan itu. Bukan hanya mempercantik atau membuat indah kondisi dunia dalam pengertian lahir batin, namun juga bisa membuat hayu dalam pengertian rahayu ’selamat’ dan sejahtera.

Dengan demikian pepatah ini sebenarnya ingin menyatakan bahwa alangkah indah, selamat, cantik, dan eloknya kehidupan di dunia ini jika manusia yang menghuninya bisa menjadi agen bagi hamemayu hayuning buwana itu. Untuk itu setiap manusia disarankan untuk tidak merusakkan dunia dengan perilaku-perilaku buruk dan busuk. Perilaku yang demikian ini akan berbalik pada si pelaku sendiri dan juga lingkungannya. Hal inilah yang merusakkan dunia. Untuk itu pengekangan diri untuk tidak berlaku jahat, licik, culas, curang, serakah, menang sendiri, benar sendiri, dan seterusnya perlu diwujudkan untuk mencapai hayuning buwana.

Tentu saja makna yang dimaksudkan oleh pepatah ini adalah makna dalam pengertian lahir batin. Keduanya harus seimbang. Tanpa itu apa yang dimaksud dari hamemayu hayuning buwana itu akan gagal. Sebab tindakan yang tidak didasari ketulusan dan kesucian hati hanya akan menumbuhkan pamrih di luar kewajaran atau tendensi yang barangkali justru menjadi bumerang bagi tujuan pepatah itu. Sebab hamemayu hayuning buwana mendasarkan diri pada niat yang suci atau tulus dalam mendarmabaktikan karya (kerjanya) bagi dunia.

WANI NGALAH LUHUR WEKASANE

Pepatah Jawa ini secara harfiah berarti berani mengalah akan mulia di kemudian hari.

Orang boleh saja mencemooh pepatah yang sekilas memperlihatkan makna tidak mau berkompetisi, pasrah, penakut, lemah, dan sebagainya. Namun bukan itu sesungguhnya yang dimaksudkan. Wani ngalah sesungguhnya dimaksudkan agar setiap terjadi persoalan yang menegangkan orang berani mengendorkan syarafnya sendiri atau bahkan undur diri. Lebih-lebih jika persoalan itu tidak berkenaan dengan persoalan yang sangat penting.

Pada persoalan yang sangat penting pun jika orang berani mengalah (sekalipun ia jelas-jelas berada pada posisi benar dan jujur), kelak di kemudian hari ia akan memperoleh kemuliaan itu. Bagaimana kok bisa begitu ? Ya, karena jika orang sudah mengetahui semua seluk beluk, putih-hitam, jahat-mulia, culas-jujur, maka orang akan dapat menilai siapa sesunggunya yang mulia itu dan siapa pula yang tercela itu. Orang akan dapat menilai, menimbang: mana loyang, mana emas.

Memang, tidak mudah bahkan teramat sulit dan nyaris mustahil untuk bersikap wani ngalah itu. Lebih-lebih di zaman yang semuanya diukur serba uang, serba material, hedonis, dan wadag semata seperti zaman ini. Namun jika kita berani memulai dari diri sendiri untuk bersikap seperti itu, dapat dipastikan kita akan beroleh kemuliaan di kemudian hari sekalipun sungguh-sungguh kita tidak mengharapkannya, karena kemuliaan itu sendiri tidak bisa diburu-buru atau diincar-incar seperti orang berburu burung. Kemuliaan didapatkan dengan laku serta keikhlasan. Jika kita mengharap-harapkannya, maka semuanya justru akan musnah. Kemuliaan itu sekalipun berasal dari diri kita sendiri namun orang lain lah yang menilainya. Bukan kita. Kita tidak pernah tahu apakah kita ini mulia atau tidak. Orang lain lah yang bisa menilai itu atas diri kita.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

PIWULANG LUHUR JAWA- NGURI URI BUDAYA JAWA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

1. Yen gelem nalusuri, sejatine ora sethithik piwulang lan pitutur becik kang malah kita tampa saka wong-wong kang gawene nacad marga ora seneng marang kita, katimbang saka kanca raket kang tansah ngalembana. Awit elinga, panacad iku bisa nggugah kita nglempengake laku, dene pangalembana kepara njalari kelalen.
Kalau mau menelusuri, sebetulnya tidak sedikit pelajaran dan petuah bijak yang kita dapatkan dari orang-orang yang pekerjaannya nyacad (menghina) sebab tidak suka dengan kita, dari pada  teman dekat yang selalu memuja/menyanjung. Maka ingatlah penghinaan itu bisa membangkitkan kita untuk meluruskan perjalanan hidup, sedangkan dipuja/disanjung dapat mengakibatkan kita terlena.
2. Samangsane kowe diclathu wong kanthi sengak, aja kok bales sak nalika kanthi tembung kang uga sengak. Prayoga tanggapana mawa pakarti kang alus lan sareh. Jer ya klawan laku kang kaya mangkono iku kowe bisa ngendhalekake watak kang panasbaran, ngasorake sifat kang lagi kasinungan iblis.
Sewaktu kamu dimarahi orang dengan sengit (jelek), jangan dibalas seketika dengan ucapan jelek. Lebih baik tanggapi dengan perbuatan yang baik dan sabar. Sebab dengan perbuatan yang seperti itu kamu bisa  mengendalikan watak yang emosional, mengalahkan sifat iblis dalam diri kita.
3. Ing endi dununge pemarem lan katentreman? Saking angele mapanake rasa, nganti meh ora ana wong kang bisa rumangsa marem lan tentrem uripe. Mula kita kudu tlaten ngalah budi. Dhahana rasa meri lan drengki, amrih gorehing pikir bisa tansah sumingkir.
Dimana tempatnya rasa puas dan ketentraman? Sangat sulit menempatkan rasa, sampai tidak ada orang yang bisa merasakan puas dan tentram dalam hidupnya. Maka dari itu kita harus selalu bersabar. Jangan pernah ada rasa iri dan dengki,  supaya pikiran jelek bisa selalu tersingkirkan.
4. Menawa kowe durung mangerteni marang bab kok anggep ora becik aja kesusu ngatonake rasa sengitmu, gedhene nganti maoni lan nglairake panacad. Awit kawruhana yen pikiran manungsa iku tansah mobah mosik lan molak-malik. Apa kang kok kira ala lan kok gethingi iku ing tembe buri bisa malih dadi kok senengi, kepara malah bisa dadi gantungane uripmu.
Seumpama kamu belum mengerti dengan permasalahan dianggap tidak baik , jangan  dahulu memperlihatkan rasa bencimu, besarnya sampai membalas ucapannya dan mengeluarkan kata-kata menghina. Pertama ketahuilah bahwa pikiran manusia selalu berfikir dan berubah-ubah. Apa yang kamu kira jelek dan kamu benci itu suatu saat bisa berubah jadi kamu senangi, dan bisa berbalik jadi tempat untuk menggantungkan hidupmu.
5. Karepe wong nyatur alane liyan iku beteke mung arep nuduhake becike awake dhewe. Yen sing dijak nyatur wong kemplu, pamrih sing kaya mangkono mesthi katekane. Nanging tumraping wong mursid wong kang ngumbang rereged ing awake sarana migunakake banyu peceren malah saya nuduhake blentang-blentonge pambegan.
Maksudnya membicarakan kejelekan orang tetapi sebenarnya hanya untuk memperlihatkan kebaikan dirinya sendiri. Yang diajak  berbicara orang bodoh, keinginan yang seperti itu pasti terlaksana. Tetapi untuk seorang mursid (guru) orang yang membersihkan diri  dengan sarana mengunakan air yang kotor malah semakin menunjukkan  aibnya.
6. Aja sok ngendel-endelake samubarang kaluwihanmu, apa maneh mamerake kasuguhan lan kapinteranmu. Yen anggonmu ngongasake dhiri mau mung winates ing lathi tanpa bukti, dhonge enggon awakmu dadi ora aji. Luwih prayoga turuten pralambange “pari dadi” kang saya isi lan mentes malah sangsaya ndhungkluk. Pari kang ndhangak nudhuhake nek kothong blong tanpa isi.
Jangan pernah menunjuk-nunjukkan semua kelebihanmu, apalagi menunjukkan ketekunan dan kepandaiaanmu. Kalau kamu dalam menunjukkan kepandaian diri hanya sebatas di mulut tanpa bukti, suatu saat dirimu jadi tidak ada harganya. Lebih baik ikuti simbolnya “padi” yang semakin isi dan berisi semakin merunduk. Padi yang menengadah menunjukkan kalau kosong momplong tanpa isi.
7. Kahanan ndonya iki ora langgeng, tansah mobah mosik. Yen sira nemahi ketunggon bandha lan kasinungan pangkat, aja banjur rumangsa “Sapa Sira Sapa Ingsun” (SSSI) kang tansah ngendelake panguwasane tumindak deksura marang sapadha-padha. Elinga yen bandha iku gampang sirna. Pangkat bisa oncat ing saben wayah.
Kedaaan dunia ini tidak pernah tetap, selalu berubah-ubah. Kalau kita lagi ditungguhi kekayaan dan pangkat derajat, jangan pernah merasa “Siapa Kamu Siapa Saya” yang selalu menunjukkan kekuasaannya bertindak semaunya pada sesamanya. Ingatlah kalau harta itu mudah habis. Kedudukan (pangkat) bisa lepas sewaktu-waktu.
8. Saiba becike samangsa wong kang lagi kasinungan begja lan kabungahan iku tansah eling, gedhene asung syukur marang kang Peparing. Awit elinga yen tumindak kaya mangkono mau kajaba bisa ngilangi watak jubriya uga mletikake rasa rumangsa yen wong dilahirake ing donya iku sejatine mung dadi lelantaran melu urun-urun, tetulung marang sapadha-padha ning titah, mbengkas kasangsaran, munggahe nggayuh hayuning jagad.
Betapa indahnya sewaktu orang yang lagi mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan haruslah selalu ingat, besarnya selalu bersyukur kepada yang selalu memberi. Maka ingatlah kalau prilaku seperti itu selain bisa mengingatkan watak curiga juga melatih rasa menyadari kalau orang dilahirkan didunia ini sebenarnya hanya jadi perantara ikut berbagi, untuk mencapai kelestarian bumi.
9. “Rumangsa sarwa duwe” lan “Sarwa duwe rumangsa” iku tinulis genah mung diwolak-walik. Nanging surasane jebul kaya bumi klawan langit. Sing kapisan nuduhake watak ngedir-edirake, wengis satindak lakune, asosial, yen nggayuh  pepinginan ora maelu laku dudu samubarang pakarti nistha ditrajang wani. Dene sing kapindho, pakartine tansah kebak welas asih, wicaksana ing saben laku, rumangsa dosa samangsa gawe kapitunane liyan.
“Merasa serba ada” dan “Serba ada perasaan” itu jelas tertulis hanya dibalak-balik. Artinya sebernya seperti bumi dan langit. Yang pertama menunjukkan watak mengagung-agungkan diri, bengis setiap langkahnya, kikir, dan kalau ingin meraih keinginan  tidak memperhatikan prilaku jelek semuanya dilanggar. Dan yang kedua, perbuatannya  selalu penuh dengan welas asih, bijaksana di setiap langkah, merasa berdosa sewaktu berbuat merugikan orang.
10. Memitran, paseduluran nganti tumekaning jejodhowan iku yen siji lan sijine bisa emong kinemong, istingarah bisa sempulur becik. Yen anaa padudon sepisan pindho iku wis aran lumrah, bisa nambahi raketing sesambungan. Nanging suwalike yen padha angel ngenggoni sifat emong kinemong mau genah bakal langka langgenge, malah bedaning panemu sithik wae bisa marakake dahuru.
Berteman, persaudaraan sampai datangnya perjodohan itu kalau satu dan satunya bisa saling asuh-mengasuh, istiqaroh bisa semakin baik. Kalaupun ada perselisihan sekali dua kali itu sudah biasa, bisa menambah eratnya pertalian persaudaraan. Tetapi sebaliknya kalau sama-sama susah menempatkan sifat saling asuh-mengasuh itu jelas bakal langka kelanjutannya, berbeda pendapat sedikit saja bisa membuat perselisihan.
11. Tepa slira lan mawas dhiri iku dadi oboring laku nggayuh rahayu, minangka jimat paripih tumraping ngaurip, munggahe bisa nyedhakake rasa asih lan ngedohake watak drengki lan daksiya marang sapepadhane. Sregep mawas dhiri ateges bakal weruh marang kekurangan lan cacade dhewe, saengga wusanane thukul greged ndandani murih apike.
Tenggang rasa dan intropeksi itu jadi penerang jalan dalam mengapai keselamatan, sebagai pusaka (benteng diri) hidup kita, dapat mendekatkan pada rasa kasih sayang dan menjauhkan watak iri dan sewenang-wenang pada sesama. Selalu intropeksi artinya tahu akan kekurangan dan cela diri kita, sehingga akhirnya tumbuh keinginan memperbaiki bagaimana baiknya.
12. Wong kang ora nate nandhang prihatin ora bakal kasinungan rasa pangrasa kang njalari tekane rasa trenyuh lan welas lahir batine. Wong kang wis nate ketaman ing prihatin, luwih bisa ngrasakake penandange wong liya. Mula adhakane luwih gelem aweh pitulungan marang kang kasusahan.
Orang yang tidak pernah merasakan prihatin (kesusahan) tidak akan ketempatan rasa sejati yang menimbulkan datangnya rasa iba dan kasih sayang lahir batin. Orang yang sudah pernah merasakan prihatin (kesusahan), lebih dapat merasakan penderitaan orang lain. Maka biasanya lebih mengerti dan suka memberi pertolongan yang lagi mendapat kesusahan.
13. Tembung kang kurang prayoga kang kalair mung marga kadereng dening dayaning hawa nafsu iku pancen sakala iku bisa aweh rasa pemarem. Nanging sawise iku bakal aweh rasa getun lan panutuh marang dhiri pribadhi, kang satemah tansah bisa ngrubeda marang katentremaning pikir lan ati. Guneman sethithik nanging memikir akeh iku kang tumrape manungsa bisa aweh katentreman lan rasa marem kang gedhe dhewe.
Ucapan yang kurang baik yang terucap hanya suatu sebab desakkan kekuatan hawa nafsu itu, memang seketika bisa membuat rasa puas. Tetapi setelah itu dapat memberi rasa menyesal dan menyalahkan pada diri sendiri, yang selalu menganggu ketentraman pikiran dan hati. Berbicara sedikit tetapi berfikir luas, maka sebagai manusia telah bisa memberi ketentraman dan rasa sangat puas yang besar.
14.     Kita iki kejaba ndarbeni badan wadhag lan pancadriya, siji maneh kita uga darbe osiking ati. Darbe kita iki ora kasat mata, ora kena ginrayang, nanging tansah ajeg elik-elik marang bebener yen lagi nandhang pletiking pakarti lan cipta ala, munggahe katuwuhan krenteg tumindak laku ngiwa. Mula poma dipoma, tansah bisoa ngrungokake osiking atimu, awit iku kang ngajak sak paripolahmu tumuju menyang karahayuning urip.
Kita ini selain mempunyai badan jasmani dan pancaindriya, satu lagi kita juga mempunyai hatinurani. Kepunyaan kita ini tidak dapat dilihat, tidak bisa diraba, tetapi selalu mengingatkan kepada kebenaran kalau sedang mengalami kealpaan dan angan-angan yang kurang baik, jikalau diteruskan mempunyai keinginan melakukan perbuatan kurang baik. Maka berhati-hatilah, harus bisa mendengarkan suara hatimu, sebab itu yang mengajak setiap prilakumu menuju jalan keselamatan hidup.
15. Kawruh lan ilmu pengetahuan iku mung bisa digayuh lan dikuwasani kanthi laku kang laras karo apa kang diwulangake. Lire ajaran teorine kudu bisa dicakake lan ditrapake kanggo karaharjaning bebrayan. Wondene lakune mono kudu sinartan tekad kang gilig lan kekarepan kang tulus lan mantep kinanthenan kateguhaning iman, kanggo ngadhepi sakehing panggodha sarta nyingkiri sikep laku kang sarwa dudu.
Pengatahuan dan ilmu pengetahuan itu hanya bisa diraih dan dikuasai dengan laku yang selaras dengan apa yang diajarkan. Intinya adalah pelajaran teori harus bisa dilaksanakan dan dipratekkan untuk kemuliaan kehidupan. Oleh sebab itu caranya harus dibarengi tekad yang bulat dan keinginan yang tulus dan mantap serta  dengan berbekal keteguhan iman, untuk menghadapi semua godaan serta menyingkirkan sikap perbuatan yang tidak pada tempatnya.
16.     Siji-sijine dalan amrih kaleksanan ing gegayuhan, yaiku makarti kang sinartan kapercayaan lan keyakinan menawa apa kang sinedya mesthi dadi. Yen mung kandheg ing gagasan lan kukuhing karep wae, tanpa tumandang lan makarya minangka sarana panebuse, wohe ya ora beda kaya dene wong ngimpi. Cilakane maneh yen selagine nganggit-anggit mau wis kaselak ngrasakake kanikmatane ing pengangen-angen, wusanane dadi lumuh ing gawe lan wedi ing kewuh.
Satu-satunya jalan supaya tercapainya sebuah keinginan, yaitu bekerja yang dibekali dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa apa yang diharapkan pasti jadi. Kalau hanya berhenti pada gagasan/ide dan kuatnya keinginan saja, tanpa berbuat dan bekerja sebagai sarana pengganti, hasilnya juga tidak berbeda seperti orang yang bermimpi. Celakanya lagi kalau hanya mengarang-arang, akhirnya jadi malas bekerja dan takut merepotkan.
17. Ora ana penggawe luwih dening mulya kejaba dedana sing uga ateges mbiyantu nyampeti kekuranganing kabutuhane liyan. Dedana marang sapepadha iku ateges uga mitulungi awake dhewe nglelantih marang rasa lila legawa kang uga ateges angabekti marang Pangeran Kang Maha Welas Asih. Pancen pangabekti mono wis aran pasrah, dadi kita ora ngajab marang baline sumbangsih kita. Kabeh iku sing kagungan mung Pangeran Kang Maha Kuwaos, kita ora wenang ngajab wohing pangabekti kanggo kita dhewe. Nindakake kabecikan kanthi dedana kita pancen wajib nanging ngundhuh wohing kautaman kita ora wenang.
Tidak ada pekerjaan yang lebih mulia selain beramal yang juga bisa berarti membantu mencukupi kekurangan kebutuhan orang lain. Bersedekah pada sesama itu berarti juga membantu diri sendiri melatih pada rasa tulus dan ikhlas yang juga berarti berbakti pada Tuhan Yang Maha Penyayang. Memang berbakti sudah berarti pasrah, jadi jangan pernah berharap kembali apa yang telah kita sumbangkan. Semua itu milik Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita tidak kuasa berharap buahnya persembahan untuk diri kita pribadi. Berbuat kebaikan dengan beramal hukumnya wajib tetapi memetik buahnya kebaikan kita tidak berhak.
18. Nggayuh kaluhuran mono ateges ngupaya tataraning urip kang luwih dhuwur. Ya dhuwur ing lahir ya uga ing batin. Lire sing murakabi kanggo dhiri pribadi, sumarambah tumrap bebrayan agung. Sapa kang mung mligi nggayuh kaluhuraning lahir, ateges mung mburu drajat, semat lan pangkat, durung aran jejeg uripe. Suprandene sapa kang mung ngemungake kaluhuran batin, ateges ora nuhoni jejering manungsa ing alam donya iku kang kudu tumandang gawe kanggo donyane.
Mengapai kemulian berarti berusaha mencapai tahapan  hidup yang lebih tinggi. Ya tinggi di lahir dan juga di batin. Intinya yang bermanfaat untuk diri pribadi, dan juga untuk semua kehidupan. Siapa yang hanya mengapai kemuliaan lahiriah, berarti hanya memburu derajat/pangkat, belum bisa dikatakan lurus hidupnya. Demikian halnya siapa yang hanya mengapai keutamaan batin, berarti tidak sesungguhnya tampil sebagai manusia di alam dunia yang harus bekerja untuk kelestarian alam.
19. Sarupaning wewadi sing ala lan sing becik yen isih kok gembol lan mbok keket kanthi remit ing ati salawase isih tetep dadi baturmu. Nanging yen wis mbok ketokake sathithik wae bakal dadi bendaramu kang ngidak-idak sirahmu. Selagine mung nyimpen wewadine dhewe wae wis abot, apa maneh yen nganti pinracaya nggegem wewadine liyan. Mula saka iku ojo sok dhemen lan kepengin meruhi wewadine liyan. Sing wis cetha mung bakal nambahi sanggan sing sejatine dudu wajibmu melu open-open.
Segala macam rahasia yang jelek dan baik kalau masih kamu simpan dan disembunyikan dengan rahasia di dalam hati selamanya masih tetap menjadi temanmu. Akan tetapi kalau sudah kamu perlihatkan sedikit saja akan jadi tuanmu yang menginjak-injak kepalamu. Seandainya hanya menyimpan rahasia kita sendiri itu sudah berat, apa lagi kalau dipercaya menyimpan rahasianya orang lain. Yang sudah jelas akan menambahi beban yang sebenarnya bukan merupakan kewajiban kita untuk ikut memelihara.
20. Sok sopoa bakal nduweni rasa kurmat marang wong kang tansah katon bingar lan padhang polatane, nadyan ta wong mau nembe wae nandhang susah utawa nemoni pepalang ing panguripane. Kosokbaline, wong kang tansah katon suntrut kerep ngrundel lan grenengan, merga ora ketekan sedyane iku, cetha bakal kaoncatan kekuwatan ing batin lan tenagane, tangeh lamun entuka pitulungan kepara malah dadi sesirikaning mitra karuhe.
Siapapun akan mempunyai rasa hormat pada orang yang selalu kelihatan bersuka cita dan terang perangainya, meskipun orang itu baru saja mengalami kesusahan atau mendapatkan cobaan hidup. Sebaliknya, orang yang selalu kelihatan susah sering ngomel dan mengumpat, sebab tidak tercapai keinginannya, jelas akan kehilangan kekuatan batin dan tenaganya, jangan berharap mendapatkan pertolongan malah akan di jauhi teman dan kerabat.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info