Jumat, 12 Juli 2013

KUPAS TUNTAS MASALAH PERJODOHAN: MENINGKATKAN KUALITAS PERJODOHAN DENGAN METAFISIKA BARAT DAN TIMUR

KUPAS TUNTAS MASALAH PERJODOHAN: MENINGKATKAN KUALITAS PERJODOHAN DENGAN METAFISIKA BARAT DAN TIMUR

Ivan Taniputera
12 Juli 2013




Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak Anda membahas tuntas masalah perjodohan. Dalam berkonsultasi dengan seorang peramal, penekun, atau pemerhati metafisika, biasanya pertanyaan yang paling umum ditanyakan ada dua, yakni masalah keberuntungan dan perjodohan. Kali ini saya akan membahasnya secara serius tetapi santai, sehingga artikel akan nampak seolah-olah tidak sistematis.

1. PENGANTAR: Permasalahan-permasalahan seputar Perjodohan

1.1. Istilah Perjodohan

Pertama-tama kita akan mengulas permasalahan-permasalahan nyata apakah yang kerap terjadi seputar perjodohan. Permasalahan pertama adalah apakah yang disebut "jodoh" itu. Apabila dua orang dapat berpacaran, apakah itu sudah disebut jodoh? Ada sebagian orang yang mengatakan belum dan sebagian lagi mengatakan sudah. Yang menyatakan belum berpendapat bahwa jodoh harus sampai menikah, jika belum sampai ke jenjang pernikahan maka tak dapat disebut jodoh. Sementara itu, bagi yang beranggapan bahwa itu sudah merupakan jodoh, mengatakan bahwa jika belum berhasil sampai ke pernikahan itu disebut "jodoh sementara," dan jika sudah berhasil sampai ke jenjang pernikahan dinamakan "jodoh selamanya."

Meskipun demikian, orang yang sudah menikah pun juga berpeluang mengalami perceraian. Sehingga sebutan "jodoh selamanya" bagi pasangan yang sudah menikah adalah kurang tepat.  Oleh karenanya saya mengusulkan agar istilah yang lebih tepat adalah "jodoh pernikahan," yang dibagi dua lagi menjadi "jodoh pernikahan sementara" dan "jodoh pernikahan sampai dipisahkan kematian." Jodoh yang paling ideal adalah "jodoh pernikahan sampai dipisahkan kematian."

Dengan demikian, sepasang suami isteri hendaknya mempertahankan pernikahannya sebaik mungkin. Tentunya ada banyak cara dalam meningkatkan kualitas suami isteri ini, baik secara metafisika Barat dan Timur.



1.2. Ada Banyak Faktor

Hal penting lain adalah dalam menganalisa masalah perjodohan, bukan hanya satu faktor saja yang berperanan, melainkan ada banyak faktor. Mustahil jika kita hanya mendasarinya berdasarkan jam dan tanggal kelahiran saja. Analisa harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi orang tua, kepribadian nyata yang dimiliki, lingkungan, perbuatan, dan lain sebagainya. Semua ini merupakan faktor yang harus dianalisa.

Salah satu kasus adalah seorang teman wanita yang hingga kepala tiga belum menikah, jika kita menganalisa kondisi perjodohan berdasarkan astrologinya, maka dapat dikatakan baik. Terdapat benefic atau planet pembawa keberuntungan dengan aspek yang baik. Meskipun demikian, ia belum menikah. Pada kenyataannya, ia mengatakan bahwa tidak pernah kekurangan teman pria yang tertarik padanya. Meskipun demikian, tak ada seorang pun yang sanggup merebut hatinya. Ia senantiasa menemukan kekurangan dalam diri pria-pria yang mendekatinya. Akhirnya sampai berusia kepala tiga ia belum menikah. Dalam hal ini, kondisi perjodohannya tidak bisa dikatakan buruk, karena selalu saja ada peluang yang menghampirinya. Hanya saja ia tidak bersedia memanfaatkan peluang tersebut. Oleh karenanya, kita boleh menyimpulkan bahwa ada faktor lain yang memengaruhi perjodohan, dimana hal tersebut akan kita ulas lebih jauh.

Secara umum rumus berikut nampaknya berlaku dalam dunia perjodohan.

Pria Tidak Setuju-Wanita Tidak Setuju ==> Tak akan terjadi perjodohan.
Pria Setuju-Wanita Tidak Setuju ==> Tak akan terjadi perjodohan.
Pria Tidak Setuju-Wanita Setuju ==> Tak akan terjadi perjodohan.
Pria Setuju-Wanita Setuju ==> Terjadi perjodohan.

Jadi dalam keseluruhan kemungkinan interaksi, peluang terjadinya perjodohan adalah 1 di antara 4 atau 25 persen. Oleh karenanya, pelajaran yang dapat diambil adalah "jangan sia-siakan apa yang telah Anda peroleh, melainkan HARGAILAH yang sudah Anda dapatkan." Begitu Anda kehilangan apa yang sudah Anda dapatkan belum tentu Anda dapat memperolehnya lagi.

Pelajaran kedua, dalam menilai perjodohan Anda jangan hanya berpatokan pada hitungan jam dan tanggal kelahiran semata berdasarkan astrologi, bazi, dan ziweidoushu, melainkan libatkanlah banyak faktor sebanyak mungkin.

Kini marilah kita memasuki gerbang metafisika Barat dan Timur.
  • HARGAILAH YANG SUDAH ANDA DAPATKAN.
  • ANALISA SEBANYAK MUNGKIN FAKTOR


2.ASTROLOGI BARAT: PERNIKAHAN YANG BAIK

Salah satu petunjuk bagi perjodohan yang baik adalah Venus di rumah ketujuh (lambang pernikahan) dengan mendapatkan aspek baik. Diagramnya kurang lebih adalah seperti di bawah ini.





Orang yang memiliki konfigurasi semacam ini, sebenarnya tidak bermasalah dalam perjodohannya dan bisa mendapatkan pasangan hidup yang baik. Hal ini memang terbukti dalam beberapa kasus. Meskipun demikian, waktu orang ini datang berkonsultasi pada saya, ia mengeluhkan kondisi perjodohannya yang tidak bahagia dalam usia yang sudah memasuki kepala empat. Waktu membuat peta langitnya, saya mengatakan bahwa seharusnya perjodohan tak bermasalah. Lama akhirnya dia mengakui bahwa pada usia yang masih sangat muda dia pernah melakukan tindakan tak bermoral dengan seorang gadis. Selain itu, ia juga gemar mengunjungi rumah-rumah hiburan. Oleh karenanya, dalam hal ini saya menarik pelajaran, bahwa suatu perbuatan itu juga merupakan faktor yang sangat penting. Astrologi dalam hal ini tidaklah salah. Pelajaran yang dapat ditarik dari kasus ini adalah:

JALANKAN MORALITAS DENGAN BAIK DAN JANGAN MERUGIKAN ORANG LAIN

Astrologi sebenarnya adalah pelajaran tentang kehidupan dan bukannya alat meramal. Menjalankan moralitas dengan baik akan meningkatkan kualitas perjodohan Anda.

Sebaliknya, ada juga kasus bahwa perjodohan yang buruk menjadi baik setelah melakukan karya amal atau perbuatan bajik.


3.MENGETAHUI SEPERTI APAKAH PELUANG JODOH KITA BERDASARKAN ASTROLOGI BARAT

Dengan bantuan astrologi Barat adalah mungkin mengetahui seperti apakah peluang jodoh-jodoh kita. Saya telah merisetnya pada beberapa kasus dan memang terbukti cukup akurat. Caranya adalah mencari planet-planet apa saja yang beraspek dengan planet tertentu pada peta langit seseorang sebelum meninggalkan tandanya. Antara pria dan wanita berbeda perhitungannya. Sehingga adalah suatu kekeliruan jikalau ada orang mengatakan bahwa astrologi barat sama-sekali tidak membedakan antara pria dan wanita (sebagaimana halnya astrologi Tiongkok). Berikut ini adalah contoh kasusnya.




Saya mengatakan bahwa dalam hidupnya ia akan berjumpa dengan:

1.Pria yang pandai mencari uang, namun sifatnya tertutup/ misterius dan gemar menyimpan rahasia.
2.Pria yang memperhatikan penampilannya, senang baju bagus dan gemar menata rambutnya.
3.Pria yang gemar mengadakan perjalanan dan kemungkinan perjumpaannya itu dalam perjalanan.

Semua yang saya katakan itu dibenarkan olehnya. Jadi berdasarkan kenyataan ini, kita mengetahui bahwa peta langit itu menggambarkan pilihan. Ibaratnya kita sedang berada di restoran Jepang yang makanannya dibawa dengan semacam ban berjalan. Kini tinggal keputusan kita apakah akan mengambil makanan yang lewat di depan kita atau tidak. Jadi pelajaran yang dapat diambil kali ini adalah:

HIDUP ADALAH PILIHAN DAN KITA PERLU MENDASARI PILIHAN KITA DENGAN KEBIJAKSANAAN.

4.TIPS-TIPS LAIN MENGETAHUI KONDISI DAN TIBANYA PERJODOHAN DENGAN ASTROLOGI BARAT

Berikut ini adalah tips-tips singkat mengetahui kondisi dan tibanya perjodohan dengan astrologi Barat.

1.Periksa kondisi planet penguasa rumah VII, aspek-aspek apa yang dialami dan di manakah letaknya.
2.Matahari dan bulan yang square satu sama lain menandakan adanya ketidak harmonisan antara apa yang dipikirkan atau gagasan idealnya dengan tindakan nyata. Ini juga merupakan indikasi adanya perkawinan yang tak bahagia, sehingga berpotensi menimbulkan perceraian.
3.Untuk mengetahui tibanya masa perjodohan, periksa transit apakah yang memasuki rumah VII, juga transit apakah yang dialami oleh planet penguasa rumah VII.
4.Periksa pula transit yang dialami oleh Venus, karena Venus merupakan lambang percintaan.

Demikianlah sedikit tips-tipis yang bermanfaat dalam astrologi Barat. Transit planet di atas memberikan kita pelajaran berharga sebagai berikut.

SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA SENDIRI-SENDIRI. ADA SAAT MENABUR ADA SAAT MENUAI. BARANGSIAPA YANG MENGETAHUI WAKTU YANG TEPAT AKAN MENDAPATKAN HASIL TERBAIK.

5.SINASTRI

Dalam astrologi Barat dikenal istilah sinastri, yakni peta langit dua orang yang dipadukan menjadi satu, kemudian dilihat bagaimana relasi atau aspek antar planet pada kedua peta langit tersebut. Lalu pertanyaannya, jika banyak aspek buruk, apakah pasangan tersebut sebaiknya putus saja? Banyak praktisi metafisika yang langsung begitu saja memberikan saran putus. Ini adalah tindakan yang tidak bijaksana. Bagaimanapun juga misteri perjodohan terletak pada TIAN (天) selaku rahasia di antara segenap rahasia alam semesta. Jadi seorang praktisi metafisika baik Barat atau Timur hendaknya tidak berperan sebagai 天, dimana itu bukan haknya. Seorang praktisi metafisika hanya perlu menjelaskan kondisi berdasarkan penafsiran "alfabet Langit," yakni kondisi dan hubungan antar planet. Setiap ketidak-cocokan atau aspek buruk harus dicoba dicari solusinya. Hanya sebatas itu saja. Seorang praktisi metafisika hanya cukup menyampaikan peluang dan tantangan yang ada saja. Selanjutnya terserah bagi masing-masing pribadi yang memutuskan.



Selain itu, tidak segenap aspek "buruk" atau tantangan merupakan sesuatu yang jelek. Banyak orang sanggup mengubah tantangan menjadi peluang. Dengan demikian, tantangan dan peluang adalah pembedaan dualistik yang ilusif atau khayali sifatnya. Tidak ada tantangan dan peluang yang nyata sifatnya. Setiap orang di muka bumi ini memang harus memikul segenap tantangan dan peluangnya masing-masing. Hanya saja, kita jangan memaksakan tantangan yang sebenarnya berada di luar kemampuan kita. Tetapi semua itu, hanya orang yang menjalani saja yang berhak memutuskan dan bukan praktisi metafisika. Tentunya semua keputusan harus dilandasi dengan KEBIJAKSANAAN.

Pelajaran yang dapat diambil adalah:

PELUANG DAN TANTANGAN BUKANLAH SESUATU YANG BERSIFAT NYATA ATAU TAK BERUBAH. TANTANGAN BISA MENJADI PELUANG, TERGANTUNG KITA MENYIKAPINYA.

SEORANG PRAKTISI METAFISIKA JANGANLAH MEMUTUSKAN PASANGAN HARUS PISAH ATAU TIDAK, MELAINKAN MEMBERIKAN SOLUSI ATAS SEGALA KETIDAK-COCOKAN YANG ADA.

6.KASUS SEORANG YANG TIDAK MENIKAH BERDASARKAN BAZI (八字)

Kini saatnya kita beralih pada astrologi Timur, karena sedari tadi kita sudah banyak mengulas mengenai astrologi Barat. Bazi selaku bagian astrologi Timur banyak menekankan pada prinsip keseimbangan, yakni suatu kondisi ideal dimana segala sesuatu akan berjalan secara harmoni. Sebagai contoh adalah diagram Bazi berikut ini, seorang belum menikah yang datang berkonsultasi pada penulis.



Nampak bahwa elemen diri atau logam menjadi sangat kuat, apalagi terdapat banyak elemen tanah. Hal ini dapat menimbulkan sifat mementingkan diri sendiri yang kuat, sehingga menekan perjodohan. Pada kenyataannya, ia tak punya keinginan menikah. Kendati demikian, jika Anda memiliki kondisi diagram bazi semacam ini, bukan berarti Anda tak akan menikah sama sekali. Semuanya terletak pada musuh utama, yakni DIRI SENDIRI yang menghalangi hal tersebut. Jadi pelajaran yang dapat ditarik di sini adalah:

MUSUH UTAMA YANG MENGHALANGI PERJODOHAN PADA DASARNYA ADALAH DIRI SENDIRI. BELAJAR MENAKLUKKAN DIRI SENDIRI ADALAH JALAN UTAMA MENUJU KEBAHAGIAAN.

Lalu Bazi sebenarnya juga masih mengenal pilar dekade dan pilar tahun. Inilah yang dapat dimanfaatkan guna mengaktifkan bintang perjodohan.

7.PERJODOHAN DAN PERKAWINAN MENURUT BAZI (八字)

Secara umum adalah dengan melihat kondisi istana pasangan hidup yang terletak di bawah elemen diri (day master). Berikut ini adalah salah satu contohnya.



Nampak bahwa istana pasangan hidup ditempati oleh tanah. Kayu agak lemah sehingga kurang dapat mengendalikan tanah. Terdapat xing dari Chou di pilar tahun. Hukuman ini akan menjadi menjadi sempurna bila terdapat Chou-Wei-Xu. Pada kenyataannya memang perkawinannya tidak berbahagia. Jika diperhatikan pada dekade 1993-2003, muncul Xu di pilar dekade, sehingga menandakan indikasi kurang baik. Pada kenyataannya, orang ini meninggal pada tahun 1997, yakni pada tahun Chou.

Lalu bagaimana mengatasi permasalahan seperti di atas? Caranya adalah dengan mengatur Fengshui atau mengupayakan agar xing atau hukuman berupa Chou-Wei-Xu ini dapat dibuyarkan. Kita tidak akan membahas lebih lanjut bagaimana membuyarkan hukuman ini, namun pelajaran yang dapat diambil adalah sebagai berikut.

SEGENAP PERMASALAHAN ADA SOLUSINYA DAN KITA PERLU MENGGUNAKAN AKAL BUDI KITA GUNA MEMECAHKANNYA.

Pada bazi juga dapat diketahui saat-saat tibanya perjodohan, yakni dengan melihat kapan tibanya bintang perjodohan atau terjadinya "he," dan metoda-metoda lainnya yang tak akan kita ulas di sini.


8.ZIWEIDOUSHU DAN KASUS BINTANG TANLANG (貪狼)

Kini kita akan sedikit mengulas mengenai Ziweidoushu, yang juga merupakan bagian astrologi Timur. Secara umum jika hendak menilik kondisi perjodohan menurut Ziweidoushu adalah memeriksa istana Pasangan Hidupnya. Salah satu kasus yang pernah saya jumpai adalah seorang suami yang selingkuh dan sewaktu saya menelaah diagram Ziweidoushu isterinya, dan memang pada sektor pasangan hidup terdapat bintang Tanlang yang bertransformasi menjadi huaji (transformasi malapetaka). Pada kenyataannya, memang terjadi perceraian. Pada kasus lain, memang ada bintang Tanlang, namun tak mengalami transformasi malapetaka. Suami memang berselingkuh, tetapi tidak sampai terjadi perceraian.

Secara harafiah, Tanlang berarti "Serigala Serakah." Bintang ini melambangkan "penari istana" dan memiliki sifat genit. Tanlang sendiri juga merupakan bintang seni. Oleh karena itu, kegenitan dan nafsu seksual Tanlang akan sangat baik jika dapat diarahkan menuju seni. Kendati demikian, bila dalam sektor pasangan hidup Anda terdapat bintang Tanlang tak perlu berkecil hati. Anda hanya perlu menjaga rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Apabila seseorang memiliki rumah tangga yang harmonis dan bahagia, untuk apa ia berselingkuh? Zaman sekarang saya sering mengamati, satu keluarga masing-masing anggota keluarganya sibuk sendiri dengan gadgetnya sendiri-sendiri. Sewaktu makan bersama, mereka bahkan tak saling bertegur sapa, dan sibuk dengan gadgetnya. Gadget mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Dengan demikian, pelajaran yang dapat kita ambil adalah sebagai berikut.

MENJAGA KEHARMONISAN DAN KEBAHAGIAAN DALAM RUMAH TANGGA SANGATLAH PERLU. MASING-MASING PIHAK HARUS SALING MENDEKATKAN DIRI.

SESUATU YANG NEGATIF DAPAT DISALURKAN MENJADI BAIK.


9.MENINGKATKAN KUALITAS PERJODOHAN DAN PERNIKAHAN DENGAN FENGSHUI (風水)

Fengshui adalah seni yang dapat dipergunakan meningkatkan kualitas kehidupan kita. Berikut adalah kasus yang pernah saya jumpai. Kasus pertama adalah seorang teman yang tinggal di tempat kost, hanya saja bentuk kamar kostnya ada bagian yang hilang. Sewaktu saya mengamatinya lebih lanjut, ternyata itu adalah sektor pernikahannya.



Solusinya tidak perlu mahal-mahal. Fengshui tidak harus mahal. Solusinya cukup dengan meletakkan sofa seperti gambar di atas. Kasus lain adalah seorang teman yang sulit berjumpa dengan jodohnya. Setelah diperiksa di kamarnya pada sektor perkawinan terhadap almari tua yang tak terawat dan berdebu. Setelah almari itu disingkirkan, maka ia dapat berjumpa dengan pujaan hatinya.

Terdapat juga penggunaan pernak-pernik Fengshui, seperti bebek mandarin sepasang. Bagaimana bekerjanya pernak-pernik Fengshui itu? Sebenarnya tiap pernak pernik mengandung suatu simbol atau harapan yang baik. Makna inilah yang ditanamkan ke dalam alam bawah sadar kita sewaktu mengamati pernak-pernik tersebut, sehingga dapat mengubah pola pikir kita menjadi baik. Oleh karenanya, kita jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang mistis atau gaib.

Pelajaran yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

SENANTIASA TANAMKANLAH PIKIRAN POSITIF.

10.APAKAH SEORANG HARUS MENIKAH?

Terkadang bagi orang yang tidak kunjung menemukan pasangan idealnya, merasa putus asa karena keluarga terus mendorongnya agar segera menikah. Di sini yang penting adalah kita terus berusaha sebaik mungkin. Namun yang perlu disadari bahwa menikah itu bukanlah kewajiban atau keharusan, melainkan pilihan. Pernikahan tidak bisa dipaksakan. Oleh karenanya, jika seseorang tak kunjung menemukan tambatan hatinya, tidak perlu berputus asa. Ia harus tetap optimis dan membangkitkan kebahagiaan dalam hidupnya.

Demikianlah semoga bermanfaat bagi kita semua.

Marilah kita ulangi pelajaran-pelajaran yang sudah diperoleh hari ini.
  • HARGAILAH YANG SUDAH ANDA DAPATKAN.
  • ANALISA SEBANYAK MUNGKIN FAKTOR
  • JALANKAN MORALITAS DENGAN BAIK DAN JANGAN MERUGIKAN ORANG LAIN
  • HIDUP ADALAH PILIHAN DAN KITA PERLU MENDASARI PILIHAN KITA DENGAN KEBIJAKSANAAN
  • SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA SENDIRI-SENDIRI. ADA SAAT MENABUR ADA SAAT MENUAI. BARANGSIAPA YANG MENGETAHUI WAKTU YANG TEPAT AKAN MENDAPATKAN HASIL TERBAIK
  • PELUANG DAN TANTANGAN BUKANLAH SESUATU YANG BERSIFAT NYATA ATAU TAK BERUBAH. TANTANGAN BISA MENJADI PELUANG, TERGANTUNG KITA MENYIKAPINYA.
  • SEORANG PRAKTISI METAFISIKA JANGANLAH MEMUTUSKAN PASANGAN HARUS PISAH ATAU TIDAK, MELAINKAN MEMBERIKAN SOLUSI ATAS SEGALA KETIDAK-COCOKAN YANG ADA.
  • MUSUH UTAMA YANG MENGHALANGI PERJODOHAN PADA DASARNYA ADALAH DIRI SENDIRI. BELAJAR MENAKLUKKAN DIRI SENDIRI ADALAH JALAN UTAMA MENUJU KEBAHAGIAAN
  • SEGENAP PERMASALAHAN ADA SOLUSINYA DAN KITA PERLU MENGGUNAKAN AKAL BUDI KITA GUNA MEMECAHKANNYA
  • MENJAGA KEHARMONISAN DAN KEBAHAGIAAN DALAM RUMAH TANGGA SANGATLAH PERLU. MASING-MASING PIHAK HARUS SALING MENDEKATKAN DIRI
  • SESUATU YANG NEGATIF DAPAT DISALURKAN MENJADI BAIK
  • SENANTIASA TANAMKANLAH PIKIRAN POSITIF

Demikianlah 12 pilar dalam menciptakan perjodohan yang bahagia. Selamat memperoleh kebahagiaan dalam perjodohan dalam hidup Anda.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.