Sabtu, 24 Agustus 2013

BUKU JADUL RIWAYAT BUNG KARNO DALAM BAHASA JAWA

BUKU JADUL RIWAYAT BUNG KARNO DALAM BAHASA JAWA

Ivan Taniputera
24 Agustus 2013




Judul buku: Bung Karno: Wiwit Timur Nganti Diwasa Tumekane Djumeneng Presiden
Penulis: Soebagijo I.N. dan Imam Supardi
Penerbit: Panjebar Semangat, Surabaja, 1953
Jumlah halaman: 31

Buku ini sangat unik karena memaparkan riwayat Bung Karno dalam bahasa Jawa. Pada bagian pengantarnya dapat kita baca:

"Nulis sedjarahe Bung Karno mung klawan buku kang tipis iki, wes mesti bae ora tjukup sampurna, isih akeh banget kekurangane. Nanging kita ngetokake buku tipis iki pantjen ora nedya gawe sedjarahe para pinundjul klawan sak pepake, mung mligi arep njediani rakjat: sawidjining watjan-rakjat kang kedjaba gampang dingerteni, gampang ditampa, uga regane adja kang nganti larang-larang. Mula saka iku, buku iki pantjen kadjarag sarwa prasadja lan tipis, murih bisa diedol klawan rega setitik, kang rakjat bisa tuku."

Terjemahannya adalah sebagai berikut:

"Menulis sejarah Bung Karno hanya dalam buku tipis ini, tentu saja tidak akan cukup sempurna, masih banyak sekali kekurangannya. Tetapi kami menerbitkan buku tipis ini memang bukan hendak menulis sejarah para pemuka bangsa yang selengkap-lengkapnya, hanya berharap menyediakan bagi rakyat: suatu bacaan rakyat yang selain mudah dipahami, mudah diterima, juga harganya jangan sampai mahal-mahal. Oleh karenanya, buku ini memang disengaja serba bersahaja dan tipis. Dengan demikian dapat dijual dengan harga murah, sehingga terjangkau oleh rakyat."

Pada halaman 5 dan 6 diriwayatkan mengenai ayah dan ibu Bung Karno:

"Ramane Bung Karno iku asmane Sosrodihardjo, ngasta guru Sekolah Normaal ing Blitar; nganti tekan mangsane pensiun ija isih tetep dedalem ing Gebang, Blitar. Mung bae, rikala djaman Djepang bijen, Ejang Sosro tindak menjang Djakarta perlu sambang marang putra wajahe, kaselak seda ing kono, lan disarekake ing kuburan Karet.

Wondene kang Ibune Bung Karno mono, asli saka Bali, putrane salah sidjine pedande (pendita) ing pura Buleleng kana. Asmane: Ida Njoman Rai, lan nalikane andaran iki ditulis: isih sugeng, ija dedalem ing Gebang, Blitar kana, ditenggani dening putrane putri, njonjah Wardojo, mBakjune Bung Karno..."

Terjemahannya adalah sebagai berikut:

"Ayah Bung Karno bernama Sosrodihardjo, bekerja sebagai guru Sekolah Normaal di Blitar, hingga tiba saatnya pensiun juga masih tinggal di Gebang, Blitar. Hanya saja, sewaktu zaman Jepang dahulu, Kakek Sosro pergi ke Jakarta guna menengok putranya, tetapi terburu meninggal di sana, dan dimakamkan di Pemakaman Karet.

Sedangkan ibu Bung Karno itu, berasal dari Bali, merupakan puteri salah seorang pedande (pendeta) di pura Buleleng. Namanya adalah Ida Njoman Rai, dan saat karangan ini ditulis: masih hidup, juga berdiam di Gebang, Blitar, dengan disertai oleh puterinya, Nyonya Wardojo, kakak perempuan Bung Karno..."

Buku ini membahas watak-watak luhur Bung Karno.

Selain menyegarkan ingatan kita terdapat riwayat Bung Karno selaku bapak Bangsa, kita juga dapat memperdalam pengetahuan kita dalam berbahasa daerah.

Berminat foto kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.