Selasa, 24 September 2013

Bolehkah Menyusui Saat Hamil?

Mungkin Anda masih bertanya-tanya, apakah boleh ibu menyusui disaat hamil? Permasalahan ini masih menjadi polemik pro dan kontra dikalangan wanita hamil. Ada yang mengatakan bahwa menyusui saat hamil dapat menyebabkan kelahiran prematur bahkan bisa keguguran. Untuk menjawab semua permasalahan tersebut, alangkah baiknya untuk menanyakan langsung kepada ahlinya, siapa lagi kalau bukan dokter spesialis kandungan.


Jika Anda belum sempat menanyakan hal ini, coba Anda simak pembahasannya berikut ini. Ini diambil berdasarkan sumber dari para ahli spesialis kandungan.

Menyusui Saat Hamil, Apakah Aman?

  1. Kegiatan menyusui saat hamil (tandem nursing) boleh-boleh saja, asalkan kehamilan dinyatakan sehat oleh dokter. Dan ini perlu diluruskan, selama ibu sehat itu tidak menyebabkan keguguran atau prematur, karena pada dasarnya saat menyusui hormon oksitosin ikut berproduksi meskipun terjadi kontraksi dibagian payudara juga di rahim ibu. Namun tidak mempengaruhi janin yang dikandungnya. Kecuali jika memiliki riwayat keguguran, untuk hal ini kegiatan menyusui sebaiknya tidak lakukan dulu karena bisa berisiko.
  2. Ada yang mengatakan kalau asupan gizi disaat menyusui akan berkurang. Hal tersebut memang ada benarnya juga, tapi selama ibu bisa memberikan extra gizi yang lebih, maka itu dapat terpenuhi semuanya. Untuk pembahasan gizi silahkan baca gizi ibu hamil yang diperlukan dan makanan sehat untuk ibu hamil. Memang kegiatan tandem nursing memerlukan lebih asupan makanan yang kaya akan protein dan karbohidrat serta juga vitamin dan kalsium.
  3. Alasan ketiga, mengapa wanita hamil menghindari menyusui saat hamil, adanya isu ASI basi. Pendapat ini sebenarnya tidak benar sama sekali. ASI itu tidak pernah basi yang ada produksi ASI akan berkurang selama menyusui, dikarena hormon estrogen ibu semakin meningkat sehingga menyebabkan rasa ASI akan sedikit berubah. Faktor ini membuat bayi untuk berhenti disusui dan memilih mengkonsumsi susu formula.
Masalah aman ataukah tidaknya telah kami uraikan diatas. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa bayi dianjurkan mendapatkan ASI selama 6 bulan, sementara rekomendasi dari WHO sekitar 1 hingga 2 tahun lebih. Demikianlah info seputar kehamilan sempat kami sampaikan.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.