Sabtu, 02 November 2013

BUKU KUMPULAN KARANGAN DAN PIDATO SOONG CHING LING (NYONYA SUN YAT SEN)

BUKU KUMPULAN KARANGAN DAN PIDATO SOONG CHING LING (NYONYA SUN YAT SEN)

Ivan Taniputera
2 November 2013



Judul: The Struggle for New China
Pengarang: Soong Ching Ling
Penerbit: Foreign Languages Press, Peking, 1953
Jumlah halaman: 398
Bahasa: Inggris

Catatan: Seluruh kutipan dari buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari naskah aslinya yang berbahasa Inggris.

Pada bagian Catatan Penerbit dapat kita baca sebagai berikut:

"Buku ini adalah kumpulan dalam lima bagian berbagai artikel, pidato, dan pernyataan Soong Ching Ling (Nyonya Sun Yat Sen) yang dihasilkan antara Juli 1927 dan Juli 1952.

Bagian pertama terdiri dari sebelas artikel dan pernyataan ditulis oleh Soong Ching Ling guna mengutuk pengkhianatan terhadap revolusi oleh Kuomintang pada tahun 1927. Semuanya terkecuali satu dihasilkan dalam kurun waktu antara bulan Juli dan September 1927.

Guna memahami babakan waktu ini perlu diketahui latar belakang sejarahnnya.

Pada tahun 1924, Kuomintang telah mengorganisasi ulang menjadi aliasi revolusioner yang populer. Proses pengorganisasian ulang ini dijalankan melalui bimbingan pribadi Sun Yat-sen, pimpinan serta pendiri partai tersebut....."

Pada halaman 1 terdapat artikel berjudul "Pernyataan Dikeluarkan Sebagai Protes Melawan Pelanggaran Terhadap Prinsip Beserta Kebijakan Revolusioner Sun Yat Sen." Pernyataan ini dikeluarkan di Hankow pada tanggal 14 Juli 1927. Berikut ini adalah beberapa kutipannya:

"Saya merasa bahwa saat ini diperlukan penjelasan selaku salah seorang anggota Komite Eksekutif Pusat Kuomintang, bahwa kita telah mencapai suatu titik dimana definisi adalah sesuatu yang penting, dan beberapa anggota eksekutif partai telah merumuskan prinsip-prinsip beserta kebijakan Sun Yat-sen, sehingga saya memandang mereka telah melanggar gagasan dan prinsip-prinsip ideal Beliau. Merasakan semacam itu, saya harus menjauhkan diri saya dari segenap partisipasi aktif dalam menjalankan kebijakan-kebijakan baru partai.

Hari ini, kita menghadapi krisis dan kita harus mencoba mencari pertanyaan-pertanyaan paling mendasar guna mendapatkan jawaban-jawaban paling mendasar pula. Kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat revolusi secara umum, terkait Revolusi China secara khusus, apakah ia merupakan revolusi politis atau sosial dan perubahan apakah yang terlibat di dalamnya.

Dalam analisa terakhir, seluruh revolusi pasti merupakan revolusi sosial, dilandasi oleh perubahan-perubahan mendasar di tengah masyarakat; sebaliknya ia bukanlah suatu revolusi, namun semata-mata merupakan perubahan pemerintahan.

Demi membimbing kita dalam revolusi China, Sun Yat-sen memberikan pada kita Tiga Prinsip dan Tiga Kebijakan...."

Pada halaman 41, Soong memprotes kebijakan-kebijakan tidak demokratis yang diterapkan Kuomintang:

".....Kuomintang bahkan melakukan yang lebih buruk. Hukum-hukumnya yang seharusnya bertujuan memberikan manfaat bagi "rakyat" secara terbuka dan jelas diarahkan guna melayani kepentingan hanya sekelompok kecil tuan tanah feodal, kapitalis, dan imperialis. Lembaran-lembaran hukum mengenai "rakyat" adalah semata-mata propaganda......"

Selanjutnya dipaparkan pula pemberangusan terhadap kebebasan mengeluarkan pendapat melalui penerapan sensor (halaman 42):

"Kuomintang di Shanghai dan tempat lainnya telah menerapkan aturan sensor baru pada seluruh surat kabar, sehingga makin sedikit rakyat China yang memahami situasi sebenarnya Tiongkok secara terperinci dan akurat, namun Jepang dan kaum imperialis lainnya mengetahui secara akurat segenap rincian peristiwa di China..."

Pada halaman 80 Nyonya Soong mengemukakan kunci keberhasilan perjuangan melawan Jepang:

"Sebelum kita sanggup memperoleh keberhasilan dalam perjuangan melawan mesin militer Jepang dan kaum imperialis lainnya, bangsa China harus membebaskan dirinya dari belenggu yang dikenakan oleh kaum militer, tuan tanah, dan kapitalis pada mereka."

Lebih jauh lagi, Nyonya Soong di halaman 219 membangkitkan semangat kaum wanita China:

"Sehubungan dengan organisasi wanita kita di China. Kita hendaknya membangun di atas karya nan halus yang baru saja diselesaikan....... Mereka harus menyadari bahwa kaum wanita di Tiongkok terjalin dengan Federasi Wanita Demokratik Internasional dan itu berarti bahwa kita memiliki kawan dan rekan pekerja di setiap negara di muka bumi ini."

Bagi yang berminat foto kopi silakan ivan_taniputera@yahoo.com.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.