Jumat, 22 November 2013

BUKU ZADUL TENTANG BALI YANG LUAR BIASA

BUKU ZADUL TENTANG BALI YANG LUAR BIASA

Ivan Taniputera
23 November 2013





Judul buku: Pengoendjoekan Poelo Bali Atawa Gids Bali
Pengarang: Soe Lie Piet
Penerbit: The Tjwan Khee, tanpa tahun terbit, tetapi masih menggunakan ejaan van Ophuysen.
Jumlah halaman: 107

Daftar Isi adalah sebagai berikut:

PENDAHOELOEAN KATA                      
1.Pemandangan oemoem                                  Pag.6
2.Pendoedoek Priboemi Bali, Bangsa Tionghoa dan laen Bangsa   Pag. 11
3.Atoeran Beroemah Tangga & Penghidoepannja  Pag.17
4.Kaste-systeem atawa Tingkatan Deradjat          Pag.23
5.Prihal Agama                                                 Pag.26
6.Poera-Poera                                                  Pag.33
7.Peradatan dan Sebaginja                                Pag.45
8.Pembakaran Mait dan Sebaginja                       Pag.56
9.Occultisme, Spiritisme, Zwarte Magie dan Witte Maggie           Pag. 68
10.Tentang Berbagi Tontonan                           Pag.76
11.Goena Pelantjong-Pelantjong                         Pag.83
12.Ini & Itoe                                                    Pag.104

Pada bagian depannya terdapat foto yang indah sebagai berikut:


Ini merupakan buku mengenai seluk beluk Pulau Bali. Pada halaman 4 atau bagian "Pendahoeloean Kata" terdapat hal-hal sebagai berikut:

"BALI, kendati satoe Poelo jang tida brapa besar tapi ada satoe Poelo jang tjantik dan banjak menarik perhatiannja kaoem Toeristen di doenia dari segala bangsa. Teroetama iapoenja kaeilokan natuur jang tergaboeng mendjadi satoe dengen iapoenja pendirian-pendirian begitoe banjak Poera (tempels), baek jang berasal dari djeman koeno atawa jang baroe dibikin, ada mengasih satoe impressie serta pemandangan jang meresep sekali bagi sasoeatoe pelantjong jang djalan-djalan ka Bali dan memberi pengrasahan laen bagi apa jang orang bisa dapetken di Java."

Ternyata pada masa itu, yang banyak berlibur ke Bali adalah wisatawan-wisatawan berasal dari Amerika:

"Antara begitoe banjak Touristen (pelantjong-pelantjong) boleh dibilang bangsa American ada jang percentagenja paling besar mengoendjoengi Bali. Marika oemoemnja merasa goembira, poewas dan tersoeka dar negrinja jang begitoe djaoe plesiran ke tempat ini. Kenapa begitoe, sedengan di Amerika segala apa ada serba compleet dalem oekoeran kamordenan....." (halaman 4).

Semenjak dahulu Bali memang terkenal sebagai "Surga yang Terakhir" (halaman 4):

Lantaran itoe sebab-sebab, maka tida heran kaloe saben moesin Toeristen dari Europa dan Amerika banjak koendjoengin Bali-jang malah terkenal oleh marika dengan itoe nama sembojan sebagi "The Lost Paradise" (Sorga jang Pengabisan)."

Pada bagian "Pemandangan Oemoem" (halaman 6) disebutkan:

"Poelo Bali loewasnja koerang lebih ada 2250 mijl pasegi dan boleh dikata ada berdampingan dengen oendjoeng Timoernja Java. Dari Java terdapet doea djalan jang gampang aken koendjoengi Bali jalan dengan kapal dari Tandjong Perak, Soerabaja, dan dengan praoe djoekoeng atawa motorboot dari Banjoewangi..."

Pada halaman 8 sedikit diulas mengenai Subak:

"Priboemi Bali sebagimana oemoemnja bangsa-bangsa jang soedah madjoe dan soeka diriken perkoempoelan, idem iaorang. Di saben kampoeng atawa desa iaorang djoega mempoenjai perkoempoelan jang terkenal dengan seboetan "Bandjar." Boeat kaperloean irrigatie serta pertanian, teroetama boeat oeroesan sawah-sawah, iaorang ada poenjaken satoe perkoempoelan jang dibrinama "Soebak."

Ini matjem perkoempoelan atawa Soebak dipertjajaken sekali oentoek mengoeroes berbagi kapentingen oemoem goena kaperloean terseboet..."

Pada halaman 12 diulas mengenai asal usul penduduk Bali:

"Kombali bitjaraken tentang asal-oesoelnja Priboemi Bali, jang sekarang mendjadi pendoedoek teroetama saoemoemnja di ini Poelo, marika poen memang tergolong dengen bangsa (ras) Melajoe, dan bisa terbagi lebih djaoe dalem doea golongan jaitoe Hindoe-Balinese dan Baliaga. Jang terseboet pertama boleh djoega dipanggil Wong Modjopait atawa Maspait siapa sendirinja poen soeka berbahasa demikian, jang artinja boekan laen maoe maksoedken bahoea marika ada toeroenan dari Modjopait atawa Madjapait. Golongan jang tergolong sebagi Hindoe Balinese ini atawa Wong Modjopait, tentoe berasal dari toeroenan tjamporean Hindoe toelen atawa Javanese Hindoe dari doeloe di Java......."

Pada halaman 29-32 terdapat keterangan mengenai nama-nama dewa dan tokoh-tokoh dalam wiracarita Mahabharata yang dikenal di Bali; sebagai contoh adalah:

"Brahoe adalah satoe Dewa atawa Toapekong dari tempat Adoean Ajam djago, jang dipertjaja mendjadi toapekong dari toekang-toekang adoe ajam" (halaman 29).

Menariknya saya juga baru mendengar mengenai perihal dewa ini.

Buku ini juga memuat mengenai berbagai adat istiadat, tradisi, tempat wisata, dan bahkan ilmu hitam serta putih di Bali.

Buku ini sangat cocok pula bagi siapa saja yang mengenal Bali pada zaman dahulu lebih jauh.

Berikut ini terdapat contoh beberapa foto menawan dari buku ini:




Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.