Rabu, 27 November 2013

MENGENAL SEDIKIT ISI PRIMBON: MENCARI TANGGAL LAHIR SESEORANG YANG SUDAH TIDAK DIKETAHUI

MENGENAL SEDIKIT ISI PRIMBON: MENCARI TANGGAL LAHIR SESEORANG YANG SUDAH TIDAK DIKETAHUI

Ivan Taniputera
28 November 2013

Primbon adalah sebuah buku yang berisikan himpunan tradisional Jawa. Isinya beraneka ragam, mulai dari ramalan hari kelahiran seseorang berdasarkan sistim lima hari (Pancawara: Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing) serta sistim tujuh hari (Saptawara: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu, dan Minggu). Masing hari baik dalam Pancawara dan Saptawara itu diberi angka, dan kemudian keduanya dijumlahkan. Hasilnya lalu dicocokan dengan yang ada dalam Primbon. Terdapat pula perhitungan hari baik dan buruk, arah yang baik dan buruk, dan masih banyak lagi yang lainnya. Secara umum, primbon Jawa sangat terkait dengan konsep perhitungan waktu dan ruang berdasarkan kosmologi tradisional Jawa.

Berikut ini adalah cara unik mengetahui tanggal kelahiran seseorang yang sudah tidak diketahui lagi. Isinya diambil dari buku "Baboning Kitab Primbon" terbitan toko buku Sadu Budi, Solo, yang berbahasa Jawa. Pada zaman dahulu, memang tidak setiap orang mencatat tanggal kelahirannya, sehingga kemungkinan besar terdapat banyak orang yang tidak mengetahui lagi tanggal kelahirannya. Saya bermaksud menyederhanakannya ke dalam bahasa Indonesia, sehingga dapat dipahami oleh para pembaca di mana pun juga.

Pertama-tama siapkan tiga gulungan kertas bertuliskan A, B, dan C. Lalu orang yang hendak bertanya pada Anda diminta memilih salah satu gulungan. Berikut ini adalah makna pilihannya.

A. Orang yang bertanya memang tidak mengetahui tanggal kelahirannya.
B. Orang yang bertanya sudah pernah diberi tahu oleh orang lain.
C. Orang yang bertanya itu hanya menguji Anda.

Dengan demikian, jika yang diambil adalah gulungan bertuliskan A, barulah Anda boleh meneruskan metoda ini.

Menurut naskah aslinya yang dipergunakan adalah perhitungan Jawa. Anda mempersiapkan kembali delapan kertas bertuliskan nama-nama tahun Jawa: Alip, Ehe, Jimewal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Orang yang bertanya lantas diminta mengambil salah satu. Itulah tahun Jawa kelahirannya.

Kemudian buatlah dua belas gulungan kertas bertuliskan nama-nama bulan: Muharram, Shafar, Rabi'ulawal, Rabi'ulakhir, Jumadi'lawal, Jumadi'lakhir, Rajab, Sya'ban, Ramadlan, Syawal, Zul'kaedah, dan Zu'lhijjah. Orang yang bertanya diperintahkan mengambil salah satu. Itulah bulan Jawa kelahirannya.

Kemudian buatlah 30 gulungan bertuliskan angka-angka 1 hingga 30, yang melambangkan angka tanggal. Menyesuaikan dengan jumlah hari pada bulan yang telah dipilih pada tahapan sebelumnya, mintalah orang itu mengambil salah satunya. Sebagai contoh, bulan Syawal terdiri dari 29 hari, maka cukup sediakanlah 29 gulungan saja (1-29).

Seluruh hasilnya dicatat dan itulah tanggal kelahiran orang tersebut berdasarkan metoda ini. Hasilnya dapat pula dikonversi ke penanggalan Masehi.

Anda dapat pula menyesuaikannya sebagai berikut, yang merupakan hasil pemikiran saya sendiri. Delapan tahun Jawa itu dapat pula diganti dengan 12 shio atau cabang bumi. Bulannya dapat memakai bulan Masehi atau China, dengan jumlah hari menyesuaikan bulan terkait.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.