Jumat, 20 Desember 2013

PRIMBON HWAY YONG

PRIMBON HWAY YONG

Ivan Taniputera
20 Desember 2013


Judul: Hway Yong Primbon: Faal, Firasah, Ramal, Astrologie, Tjap Tjie Shio
Penerbit: Pustaka Gaja Baru Sb., tahun 1950-an.
Jumlah halaman: 81

Bagian pertama berjudul "Melihat Nasib Dan Watak Kelahiran Orang Menurut Perhitungan Hari Dan Pasaran Jawa."

Sebagai contoh di halaman 1 terdapat:

"SENEN

Senen legi

Wukunja "Wuker" wataknja pelit; 2. dewanja "Betoro Yekti" bitjaranja bidjak; 3.Pohonnja "Nagasari" sering dipakai orang besar, ingatan pandjang tapi hati banjak susah; burungnja "Manjar", pemboros dan pandai bitjara (tidak kena dikalahi); 5.gedungnja "Tidak ada" hanja suka memperlihatkan kesombongan belaka; 6.djambangannja "Tertiarap dibelakang", batin kuat, pikiran banjak tapi djauh untungnja; 7.umbul2nja "Gubet" kerap berduka.
Sangkalnja: disia-siakan orang; sjaratnja: mandi keramas air laut, ditempati tempajan baru dengan kembang boreh dan menjan. bilasannja kain biru......
Djodo jang tjotjok untuk hidup bahagia, adalah jang dari kelahiran: Senen-pon, Selasa-legi, Rebo-wage dan Rebo-legi, atau untuk bersuami-isteri, tjarilah jang kumpulnja hari dan pasaran, djatuh pada djumlah: 17, 20, 23,.....

Selanjutnya diuraikan mengenai hari-hari pasaran (gabungan saptawara dan pancawara) lainnya.

Buku ini membahas pula jimat bagi masing-masing hari kelahiran.


Pada bagian selanjutnya terdapat ASTROLOGIE: Melihat Nasib dan Watak Kelahiran Orang menurut hitungan perbintangan.

Selanjutnya terdapat bagian mengenai TJAP DJIE SHIO: Melihat Nasib dan Watak kelahiran Orang menurut perhitungan Tahun Imlik). Lalu diuraikan juga masing-masing shio berdasarkan tahun kelahirannya. Misalnya orang shio tikus kelahiran tahun 1924:

Ada seumpama Tikus diatas rumah. Berwatak kasar dan bengis, dimasa kecil menghadapi halangan dipelihara orang lain. Tundjangan sanak-saudara sedikit sekali boleh diharapkan, pula ada sangkal kepada puteranja....

Lalu terdapat peta mencari kecocokan perjodohan berdasarkan unsur metafisika China.

Berikutnya terdapat penentuan hari dan buruk berdasarkan hari-hari pasaran (gabungan saptawara dan pancawara):

SENEN-LEGI

Pernikahan atau pindah rumah djika pilih hari ini, akan menemui kesusahan atau kematian.

Berdjudi atau keperluan lain tempat kedudukan jang baik dan djaja, ada disebelah barat atau selatan, djangan di timur (sial). Pakaian atau tjorak jang harus dipakai, warna hidjau atau hitam.

Ketjelekaan atau perkelahian djalannja dibagian kepala, sialnja bagian tangan.......

Sebagain penutup terdapat bagian cara meramal maksud kunjungan atau tujuan surat yang diterima dengan menjumlahkan angka bulan, hari, pasaran, dan jam.

Sebagai contoh berikut ini adalah keterangan makna hasil penjumlahan (halaman 81):

-6, 11, 16: Jang datang gandjil, mestinja banjak kemauannja.

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.