Kamis, 20 Maret 2014

4 Tahun Rusak, Pintu Air Belum Ada Perbaikan

Sudah empat tahun pintu air I saluran irigasi primer di Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang. Namun, meski sudah rusak cukup lama, pintu air tersebut tidak kunjung diperbaiki.



Menurut Suwardi, petani Desa Made, meski kerusakan pintu saluran air irigasi sudah dilaporkan petani kepada pihak terkait, namun solusi yang didapat hanya berupa janji-janji. Ia mengungkapkan, dulunya pintu air itu rusak akibat bagian atas kunci dipotong oleh pencuri.



Kasus itu sendiri, kata Suwardi, sekarang sudah selesai. Pencurinya sudah tertangkap bahkan sudah mendapatkan hukuman dan sekarang sudah dibebaskan. “Gara-gara ini mas, masyarakat jadi berebut air setiap musim kemarau tiba padahal dulu ngga pernah ada cekcok,” ungkap pria akrab disapa Don King ini, Minggu (15/8).



Persoalan pembagian air ke kawasan Made dan Sumbernongko sebenarnya sudah diatur berdasarkan kebutuhan petani. Masing-masing lahan mendapatkan jatah pengairan 8 jam.



Namun, setelah pintu air rusak, jadwal itu menjadi tidak efektif. Kini, lanjut Suwardi, saluran air menuju Made, Tawang dan Waru harus menunggu luberan air ketika musim kemarau tiba.



Suwardi mengatakan, dia beserta sejumlah petani asal Desa Made sebenarnya sudah berkali-kali melaporkan kerusakan itu pada setiap pertemuan dengan petugas Dinas Pengairan. “Jawaban dari petugas Dinas Pengairan setiap kali ditanya oleh pihak desa selalu menjawab sudah disampaikan ke atasan, tapi sampai sekarang realisasi belum ada,” keluhnya.



Pernyataan Suwardi diamini oleh Ngatirin, Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Made. Menurutnya, akibat kerusakan pengendali pintu air tersebut, pembagian air jadi tidak merata. “Pintu saluran air itu harus segera diperbaiki agar pembagian air bisa lancar kembali,” harapnya.



Belum Masuk ke Tingkat Kabupaten

Sementara itu, Gatut Suyatno, Kepala Desa Made menyatakan, masalah perbaikan pintu air I saluran irigasi primer di Desa Made sudah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). “Kemungkinan akan diperbaiki tahun ini,” ungkapnya saat dihubungi via phone, Senin (16/8).



Bayu Pancorowati, Kepala Seksi Operasional Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Jombang mengatakan, kerusakan pintu air di Jombang yang diakibatkan oleh pencurian rata-rata terjadi 4 sampai 5 kali setiap tahun.



“Untuk perbaikannya sendiri diperkirakan membutuhkan waktu sampai satu tahun. Jadi, tidak bisa langsung diperbaiki karena harus menunggu penginventarisiran dan diajukan dulu ke APBD,” jelasnya.



Terkait kerusakan pintu air I saluran irigasi primer di Desa Made, ujar Bayu, pihaknya mengaku sampai saat ini belum mendengar hal itu. “Yang jelas antara masuk dan tidaknya Saya tidak tahu. Mungkin bisa karena ke bagian lain atau belum sampai ke Saya. Yang Saya tahu malah kalau di Utara Brantas itu di Jatimlerek,” kilahnya. (Mtb)



Sumber : http://www.lakpesdamjombang.org/home/index.php?option=com_content&view=article&id=503:4-tahun-rusak-pintu-air-belum-ada-perbaikan&catid=7:hot-news

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.