Selasa, 25 Maret 2014

Dialek Bahasa Jawa


Dialek adalah bahasa sekelompok masyarakat yang tingal di suatu daerah tertentu. Perbedaan dialek di dalam sebuah bahasa maka ditentukan oleh letak geografis atau region kelompok pemakainya. Karena itu dialek disebut dialek geografis atau dialek regional. Batas-batas alam seperti sungai, gunung, laut, hutan, dan semacamnya membatasi dialek yang satu dengan dialek yang lain.

Karena paham dialek di sini adalah “bagian” dari suatu bahasa, timbul paham lanjutan yang mengatakan, pemakai suatu dialek bisa mengerti dialek lain. Dengan kata lain ciri penting suatu dialek ialah adanya kesalingmengertian (mutual intelligible).
Masalah yang timbul sekarang, dengan adanya keadaan berikut: apa yang disebut oleh orang awam dialek tertentu ternyata tidak dipahami oleh pemakai dialek yang lain. Sebaliknya ada keadaan: dua kelompok masyarakat yang berbeda bahasa ternyata bisa saling mengerti meskipun mereka menggunakan bahasa sendiri-sendiri (Sumarsono :21-23).

Ciri yang cukup masuk akal adalah ciri sejarah, dalam arti misalnya apakah X dan Y itu dua dialek atau dua bahasa, sedikit banyak bergantung pada hubungan sejarah keduanya. Ciri lain dapat disebut homogenitas, yaitu adanya kesamaan unsure-unsur bahasa tertentu. Para ahli dialektologi misalnya, percaya apakah X dan Y itu dua bahasa, dua dialek, atau dua sub dialek, atuakah hanya sekedar dua variasi saja, dapat ditentukan dengan mencari kesamaan kosakatanya. Jika persamaannya hanya 20% atau kurang, keduanya adalah dua bahasa. Tetapi kalau bisa mencapai 40% - 60%, keduanya dua dialek; dan kalau mencapai 90% misalnya, jelas keduanya hanyalah dua variasi saja dari sebuah bahasa. (Sumarsosno :24-25).

Macam-macam Dialek Bahasa Jawa

Bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan penduduk suku bangsa Jawa terutama di beberapa bagian Banten terutama kota Serang, kabupaten Serang, kota Cilegon dan kabupaten Tangerang, Jawa Barat khususnya kawasan pantai utara terbentang dari pesisir utara Karawang, Subang, Indramayu, kota Cirebon dan kabupaten Cirebon, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur di Indonesia. Penyebaran bahasa Jawa juga sampai ke mancanegara diantaranya seperti Malaysia dan Suriname.

Karena bahasa-bahasa ini terbentuk dari gradasi-gradasi yang sangat berbeda dengan bahasa Indonesia maupun Melayu, meskipun tergolong rumpun Austronesia. Sedangkan dialek daaerah ini didasarkan pada wilayah, karakter, dan budaya setempat. Perbedaan antara dialek satu dengan dialek lainnya bisa 0-70%. Untuk klasifikasi berdasarkan dialek daerah, pengelompokannya mengacu kepada pendapat E.M Uhlenbeck, 1964, di dalam bukunya: “A Critical Survey of Studies on the Languages of Java and Madura”, The Hague: Martinus Nijhoff. (Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia).

a.Kelompok bahasa Jawa bagian barat:
Dialek Banten
Dialek Cirebon
Dialek Tegal
Dialek Banyumasan
Dialek Bumiayu (peralihan Tegal dan Banyumas)
Kelompok pertama di atas sering disebut bahasa Jawa ngapak-ngapak.


b.Kelompok bahasa Jawa bagian Tengah:
Dialek Pekalongan
Dialek Kedu
Dialek Bagelen
Dialek Semarang
Dialek Pantai Utara Timur (Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Pati)
Dialek Blora
Dialek Surakarta
Dialek Yogyakarta
Dialek Madiun
Kelompok kedua di atas sering disebut bahasa Jawa standar, khususnya dialek Surakarta dan Yogyakarta.


c.Kelompok bahasa Jawa bagian timur:
Dialek Pantura Jawa Timur ( Tuban, Bojonegoro)
Dialek Surabaya
Dialek Malang
Dialek Jombang
Dialek Tengger
Dialek Banyuwangi
Kelompok ketiga di atas sering disebut bahasa Jawa Timuran.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.