Selasa, 25 Maret 2014

Kanthong bolong ~ Kearifan Lokal Jawa

Kanthong Bolong

Sinambet sowanipun Ki Lurah Petruk, Jlegongjaya, Kanthong Bolong, Sura Gendhela, Dawala, karan anak bapake Endang. Sirah gedhe watake elingan, bathuk lenggar sugih tepungan, wadana liyar senenge ngapura kaluputan liyan, mripat bening betah melek, irung dawa serepan, kuping amba watake tengen, tutuk wiyar gampang golek rejeki, gulu panggel swara ngglonggong arum, dhadha jembar sugih pengalaman.

Kanthong bolong –disini- ialah memiliki makna kita harus memiliki hati yang selalu meneteskan kasih sayang terhadap sesama, hangluberaken sih dhumateng sesamining gesang. Oleh karena itu wanda petruk atau Kanthong Bolong serba lebih, antara lain hidung, bibir, perut, pusar, kaki, dan tangannya serba panjang serba berlebih. Semua itu berarti bahwa ia suka menolong, kasih sayang terhadap sesama manusia, yang selalu mengalir tiada hentinya bagaikan kanthong yang bolong.

(dari Ensiklopedi Wayang, Karya Wiwin Widyowati R.)

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.