Kamis, 20 Maret 2014

MEMBEBASKAN DIRI DARI BAYANG-BAYANG MASA LALU

MEMBEBASKAN DIRI DARI BAYANG-BAYANG MASA LALU

Ivan Taniputera
7 Maret 2014



Salah seorang sahabat lama yang kerap berkonsultasi pada saya menanyakan bagaimana membebaskan diri dari bayang-bayang masa lalu. Guna menjawab pertanyaan tersebut dan juga barangkali terdapat orang-orang lain yang memiliki pertanyaan sama, maka saya memberanikan diri menulis artikel ini.

Bayang-bayang terjadi karena adanya cahaya. Oleh karenanya, agar dapat membebaskan diri dari bayang-bayang masa lalu, Anda perlu memadamkan "cahaya"nya. Apabila "cahaya" sudah padam, maka bayang-bayang masa lampau Anda juga akan padam. Ini adalah suatu kenyataan sangat sederhana, namun tidak banyak orang memahaminya. Mereka ingin bebas dari bayang-bayang masa lalu, namun justru terus menerus mendekat dan mencari sumber "cahaya" baru. Akibatnya bayang-bayang masa lalu yang timbul semakin rumit dan kompleks. Ibaratnya adalah sebuah lingkaran tanpa akhir. Dengan memahami kenyataan ini, jika ingin bebas Anda hendaknya jangan mencari sumber "cahaya" baru. Padamkanlah "cahaya" tersebut.

Lalu barangkali Anda akan spontan bertanya, "Bagaimanakah cara memadamkan "cahaya"nya?" Mencari cara memadamkan "cahaya" itu adalah pekerjaan rumah (PR) Anda sendiri. Terdapat tak terhingga cara dalam memadamkan "cahaya" penimbul bayang-bayang masa lalu. Anda harus menemukan caranya sendiri. Ibaratnya saat meniup lilin, maka kita dapat meniupnya dari sudut berapa saja atau dengan kecepatan hembusan angin berapa saja. Jika kita membakukan dan mengajarkannya pada orang lain, misalnya kita harus meniup lilin dengan sudut 60 derajat terhadap garis mendatar dan kecepatan angin 40 km/jam yang keluar dari mulut kita, maka lama kelamaan orang yang mengikuti ajaran kita terkait peniupan lilin tersebut akan melekat pada "tata cara." Mereka berpeluang menganggap bahwa peniupan lilin dengan cara lainnya adalah "salah." Padahal tujuannya adalah sama-sama memadamkan lilin. Lilin juga akan sama-sama padam. Jadi cara memadamkan "cahaya" Anda harus menemukannya sendiri dan jangan mengekor orang lain. Jangan pula mengajarkannya pada orang lain. Biarkan mereka menemukan caranya sendiri. Anda juga jangan bertanya pada saya bagaimana memadamkan "cahaya" tersebut. Temukanlah sendiri. Itu adalah pekerjaan rumah (PR) Anda. Anda hendaknya tidak menyuruh orang lain mengerjakan PR Anda, bukan? Jika orang lain yang mengerjakan maka Anda telah bertindak curang. Demikian kurang lebih analoginya.

Lalu berapa lama dibutuhkan guna menemukan cara memadamkan "cahaya"? Jawabnya berbeda-beda bagi setiap orang. Bisa sehari, dua hari, enam hari, seminggu, sebulan, setahun, sepuluh tahun, lima puluh tahun, dan yang terburuk adalah seumur hidup. Bahkan mungkin seumur hidup Anda tidak akan sanggup menyelesaikan PR Anda tersebut. Semuanya bergantung pada tekad dan kesungguhan Anda dalam mengerjakan PR.

Anda juga tidak mungkin menyuruh orang lain memadamkan "cahaya"-nya setiap kali bayang-bayang masa lalu itu muncul. Ibaratnya Anda tidak mungkin mengetuk pintu rumah tetangga-tentangga Anda setiap kali Anda ingin memadamkan lilin. Misalnya malam ini Anda akan mengetuk pintu rumah tetangga Anda bernama A tatkala Anda hendak memadamkan lilin Anda. Kemarin Anda meminta B. Besoknya akan meminta C. Ini jelas mustahil dan para tetangga itu mungkin akan terganggu dengan tindakan Anda. Mereka juga mungkin sibuk memadamkan lilinnya masing-masing. Jadi Anda yang hendaknya memadamkan "cahaya" itu adalah diri Anda sendiri. Bukan orang lain.

Selamat mengerjakan pekerjaan rumah (PR) Anda. Semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya silakan kunjungi https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.