Rabu, 06 Agustus 2014

Ternyata Indera Keenam Dapat Dijelaskan Oleh Ilmu Pengetahuan

Kemampuan indera keenam sering dipandang sebagai suatu hal yang gaib dan tidak bisa dijelaskan ilmu pengetahuan manapun. Tapi ternyata pandangan itu dibuktikan salah karena indera keenam ternyata dapat dibuktikan melalui ilmu pengetahuan. Berikut penjelasannya.

Indera Keenam

Di dunia ini banyak sekali orang yang percaya akan pengalaman paranormal alias kejadian gaib, dan di antara kemampuan paranormal itu salah satunya adalah indera keenam atau ESP (Extra Sensory Perception).

Dikatakan bahwa indera keenam adalah sebuah kemampuan untuk mendapatkan informasi tentang dunia sekitar yang tidak bisa didapatkan jika hanya melalui 5 indera manusia. Indera keenam itu memperbolehkan seseorang untuk "merasakan sesuatu yang tidak dapat dilihat," seperti masa depan atau keberadaan mahluk gaib.

Hanyalah sebuah persepsi visual biasa

Indera keenam ternyata hanyalah sebuah persepsi visual sederhana
Piers Howe yang mempublikasikan jurnal mengenai indera keenam ini menjelaskan bahwa indera keenam hanyalah semata-mata pandangan seseorang dalam mempersepsikan sesuatu yang memang sudah ia ketahui namun sulit dijelaskan oleh orang terkait. Untuk menjelaskan hal tersebut, maka orang tersebut akan mengatakan itu adalah indera keenam padahal pada kenyataannya tidak.

Eksperimen Pertama

Untuk membuktikan bahwa indera keenam hanyalah perspesi visual maka dilakukan eskperimen dua gambar
Ia membuktikan hal tersebut dengan meminta salah seorang timnya berpose untuk sepasang gambar yang hanya sedikit berbeda. Sebagai contoh yang satu mengenakan kacamata dan gambar yang lain tidak.

Kemudian tim akan menunjukkan gambar pertama ke 48 partisipan selama 1.5 detik, diikuti oleh jeda 1 detik, sebelum menunjukkan gambar kedua. Partisipan kemudian harus mengindikasikan apakah ada perbedaan di antara kedua foto tersebut dan menyebutkannya. Kebanyakan partisipan memang dapat menyadari ada perbedaan di antara kedua foto, namun tidak dapat menjelaskan apa yang berbeda.

Dari hal ini, Howe menyimpulkan bahwa otak kita memang dapat menyadari perbedaan tersebut dengan matriks visual sederhana, seperti perbedaan gelap, warna, kontras, namun tidak terlalu detail sehingga seseorang sulit menyebutkan apa yang berbeda.

Eksperimen Kedua

Pembuktian indera keenam hanya sebuah perspesi dengan disc
Untuk membuktikannya lebih jauh, ia melakukan eksperimen kedua. Dalam eksperimen kedua, tim menunjukkan partisipan sekumpulan cd merah dan hijau. Kemudian mereka menunjukkannya kembali dengan mengganti warna beberapa cd menjadi warna lainnya. Sekali lagi, banyak partisipan yang menyadari hal ini.

Namun saat tim mengganti warna beberapa cd ke warna lainnya, tapi tidak mengurangi jumlah total dari kedua cd jika digabungkan, "indera keenam" itu hilang. Para partisipan tentuk tidak dapat membedakan kedua cd yang masih berjumlah sama, hanya warna yang ditukar satu sama lainnya. Itu menunjukkan bahwa "indera keenam" yang dipercaya selama ini, hanyalah sebuah persepsi visual biasa.

Hasil dari eksperimen ini juga membuktikan lebih jauh bahwa "indera keenam" itu memang persepsi visual biasa yang tidak bisa dijelaskan orang terkait atau secara tidak sadar memang telah diketahui orang terkait. Hal itu disimpulkan dari beberapa partisipan yang menyadari ada perubahan kecil namun tidak secara sadar benar-benar mengatahui mereka menyadari perubahan tersebut.

Percaya Berlebihan

Banyak Orang percaya Berlebihan akan Indera Keenam
Walaupun eksperimen itu sudah memberikan berbagai bukti yang jelas, Howe menambahkan bahwa studi itu tidak akan dapat membuat mereka yang percaya akan kejadian paranormal mengubah persepsi mereka.

Walaupun bukti-bukti ini dapat dijelaskan lebih lanjut, mereka yang memang sudah mempercayai kemampuan indera keenam ini akan terus percaya akan hal tersebut. Kepercayaan itu akan membuat diri mereka memiliki kepuasan sendiri, dan memang mungkin mereka memiliki kemampuan persepsi yang hebat, namun tidak bersifat magis atau gaib.

Sumber: http://www.tahupedia.com/

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.