Senin, 25 Januari 2016

Penyakit Alzheimer Adalah Penyakit Saraf Otak?

Penyakit Alzheimer adalah salah satu masalah paling umum yang dihadapi oleh orang-orang tua. Penyakit ini perlahan-lahan dan secara bertahap mengambil alih pikiran anda. Penyakit Alzheimer adalah gangguan otak dan salah satu paling umum adalah demensia. Demensia merusak fungsi dasar otak memori, berpikir, pola perilaku dan emosi. Ini adalah salah satu bentuk paling umum dari demensia ireversibel. Dengan bertambahnya usia peluang terjadinya meningkat juga, Setelah anda melewati umur  60, anda menjadi lebih rentan terhadap penyakit ini. Meskipun anda akan menemukan orang muda yang menderita penyakit ini juga, tapi, itu adalah kasus yang jarang terjadi.
 

Penyakit Alzheimer Adalah Penyakit Saraf Otak?

Alzheimer dalam kondisi ini sel-sel saraf pada otak terjadinya penguncian memori dan mental dan hubungan antara sel-sel saraf yang rusak. Ini kehilangan konektivitas dan menyebabkan kerusakan serius pada otak yang merusak proses berpikir dan memori. Beberapa gejala umum penyakit ini adalah suka bingung, perubahan kepribadian, kehilangan kemampuan bahasa, pelupa, kehilangan kekuatan membaca, menulis dan berbicara, gagal untuk memahami bahasa serta wajah-wajah orang. Jika di biarkan pasien dapat kehilangan keseluruhan ingatan yang berhubungan dengan hidup mereka dan memerlukan perawatan banyak waktu.

Tingkat keparahan penyakit ini mungkin berbeda dari orang ke orang yang dapat ditentukan oleh diagnosis dokter. Orang yang menderita Alzheimer dapat hidup selama 8 sampai 10 tahun atau bahkan lebih, setelah mereka  didiagnosa. Ada banyak yang berjualan obat di pasar dan mereka mengklaim bisa untuk mengobati penyakit ini. Dengan bimbingan yang tepat dari dokter anda dapat memulai perawatan dengan obat-obatan
 

Penyakit Alzheimer Adalah Penyakit Saraf Otak?

Antioksidan telah menunjukkan perbaikan sebagian besar dari penyakit Alzheimer. Antioksidan seperti vitamin E dan C memperlambat perkembangan penyakit ini. Ini dapat dipulihkan dengan diet antioksidan seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan lain lain



Konsumsi magnesium terbukti sangat berguna untuk menghindari masalah ini. Hindari produk makanan yang diproses atau yang mengandung zat kimia. Perbanyak konsumsi magnesium dengan makan kacang tanah, almond, bayam, kacang navy, brokoli, rumput laut dan masih banyak lagi.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.