Jumat, 23 September 2016

Karya Ilmiah (Pengertian, Syarat, Tahap Penulisan, Contoh)

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan materi Bahasa Indonesia tentang Karya Ilmiah meliputi Pengertian, syarat, tahap penulisan, contoh karya ilmiah, berserta contoh soalnya.

Menulis Karya Ilmiah Sederhana

1. Pengertian Karya Ilmiah

Karya tulis ilmiah adalah karangan ilmiah yang biasanya disusun oleh siswa dan mahasiswa. Karya tulis tersebut dapat disusun untuk memenuhi sebagian dari syarat menyelesaikan jenjang sekolah atau mata kuliah atau untuk membahas suatu masalah walaupun tidak secara mendalam dan biasanya berupa kajian pustaka. Selain itu, karya tulis bisa juga merupakan suatu tulisan yang berisi hasil penelitian (kecil-kecilan). Oleh sebab itu, isi sebuah karya tulis dapat berupa hasil pengamatan atau pemecahan masalah.

2. Syarat Karya Tulis Ilmiah

Sebagai karya ilmiah, karya tulis harus memenuhi syarat berikut ini:
a. Mempunyai masalah dan pemecahan.
b. Masalah harus objektif,
c. Penyusunan dengan metode tertentu,
d. Karanan haruslah lengkap,
e. Karangan dikemukakan dengan pemikiran yang sehat,
f. Karangan disusun dengan suatu sistem,
g. Bahasa yang digunakan harus efektif.

3. Tahap-tahap Penulisan Karya Ilmiah

Untuk dapat membuat karya ilmiah, penulis harus menempuh cara sebagai berikut:
a. Pemilihan naskah/pembatasan topik,
b. Pengmpulan bahan,
c. Penyusunan kerangka tulisan,
d. Pengembangan kerangka,
e. Memperbaiki isi,
f. Memperbaiki bahasa.

Contoh Karya Ilmiah
a. Halaman Judul

PENULISAN BAHASA INDONESIA YANG BENAR DALAM SURAT-MENYURAT RESMI



Disusun Oleh : M. Al Ikhsan Nur
NIS : 2008112193


KELAS 9.B
SMP BUDIWIJAYA PALEMBANG
TAHUN AJARAN 2011-2012



b. Kata Pengantar
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur senantiasa penulis haturkan kepada Allah SWT, karena atas berkah, rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini tanpa suatu kendala apapun.
Dalam hal ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat Ibu Lismayati, S.Pd. selaku guru pembimbing mata pelajaran bahasa Indonesia, serta semua pihak yang turut membantu dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini. Semoga amal bakti semuanya mendapatkan imbalan yang berlipat ganda dari Allah SWT.Amin.
Karya tulis Ilmiah ini disusun menurut sumber acuan baca, dipelajari, dan dipahami penulis dengan segala keterbatsannya. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan adanya kekeliruan dalam penulisannya. Oleh karena itu, sumbangan pikiran dari pihak pembaca akan menambah ilmu yang bermanfaat bagi penulis dalam upaya perbaikan karya tulis-karya tulis selanjutnya.

Palembang, Januari 2012

Penulis

i

c. Daftar Isi

DAFTAR ISI

Halaman Judul ………………………………………………………………………………
Kata Pengantar………………………………………………………………………………
Daftar Isi………………………………………………………………………………………
Pendahuluan………………………………………………………………………………….
Pembahasan…………………………………………………………………………………
Penutup……………………………………………………………………………………….
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………..

ii


d. Pendahuluan

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Surat-menyurat merupakan salah satu kegiatan berbahasa yang dilakukan dalam komunikasi tertulis. dalam kegiatan ini terlibat tiga komponen yaitu penulisan,isi, dan pembaca surat.
Penulisan surat dapat mencapai sasarannya secara efektif bila bahasa yang dipergunakan dapat menungkapkan isi surat sesuai dengan sifat surat, kedudukan penulis, dan pembaca surat. bahasa sebagai alat komunikasi dalam surat memegang peranan penting, dismping bentuk-bentuk nonbahasa.
Surat pada hakikatnya adalah sebuah komposisi atau karangan. oleh karena itu,semua ketentuan mengenai komposisi berlaku juga dalam surat. Surat sebagai salah satu bentuk komposisi khusus tentu terikat oleh kaidah-kaidah khusus mengenai surat-menyurat, supaya surat itu memenuhi syarat penyusunan surat yang baik dan benar serta dapat mencapai sasarannya secara bertepat guna dan berhasil guna.
“Salah satu kegiatan berbahasa di kalangan masyarakat adalah kegiatan surat-menyurat, yaitu kegiatan berbahasa dalam, komunikasi tertulis untuk menyampaikan pernyataan atau informasi. tim penulis beranggapan bahwa kegiatan surat-menyurat pun perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan kebahasaan dewasa ini. Dengan kata lain, perkembangan kosa kata, tata bahasa, dan laras bahasa perlu diterapkan ke dalam bahasa surat, khususnya surat dinas, surat niaga, dan surat resmi.”(sudarsa,dkk.,1991)
Dalam praktek berkomunikasi dengan surat, ternyata masih banyak instansi atau organisasi yang kurang memperhatikan pentingnya penulisan yang benar dalam surat-menyurat.
“Berdasarkan kenyataan, kegiatan surat-menyurat higga saat ini masih memperlihatkan kelemahan yang berkaitan dengan masalah Bentuk dan penggunaan bahasa. Masalah yang sering timbul dalam penulisan surat dewasa ini adalah:
- pemakaian huruf dan tanda baca yang menyalahi kaidah penulisan ejaan;
- bentuk dan pilihan kata yang kurang cermat;
- pemakaian kata, ungkapan, dan istilah yang tidak baku;
- pemakaian kalimat yang kurang lengkap atau terpenggal-penggal;
- bentuk pemerincian yang tidak bernalar;
- pemakaian laras bahasa yang kurang tepat;dan
- penggunaan bentuk surat yang tidak efektif.”(sudarsa,dkk.,1991)

1.2 Perumusan Masalah
Masalah yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana penulisan bahasa Indonesia yang benar dalam surat-menyurat resmi.

1.3 Tujuan dan Manfaat
Karya ilmiah ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada pembaca tentang bahasa Indonesia yang benar dalam surat –menyurat resmi serta kaidah-kaidah umum yang berkalu dalam surat-menyurat.selain itu, diharapkan pembaca dapat menulis bermacam-macam bentuk surat resmi sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.

1

d. Pembahasan
BAB II
PEMBAHASAN

Menurut Bratawidjaja (1984), penulisan surat resmi yang benar adalah sebagai berikut:
2.1 Bagian-bagian Surat Resmi
Setiap surat resmi mempunyai bagian-bagian surat, dan masing-masing bagian itu mempunyai kegunaan tertentu. Penempatan atau letak bagian-bagian surat tergantung pada bentuk yang digunakan oleh penulis surat. Dalam karya ilmiah ini bagian-bagian surat yang akan dibicarakan terdiri atas:
- kepala surat.
- tanggal surat,
- nomor surat,
- lampiran,
- hal/perihal,
- alamat yang dituju,
- salam pembuka,
- paragraf pembuka surat,
- paragraf penutup surat,
- salam penutup,
- tanda tangan,
- nama jelas penanda tangan,
- jabatan penanda tangan,
- tembusan,
- inisial

2.2 Penulisan Bahasa Indonesia yang Benar dalam Bagian-bagian Surat Resmi
2.2.1 Kepala Surat atau Kop Surat
Dalam kepala surat yang lengkap tercantum (biasanya sudah tercetak):
- Nama instansi atau badan;
- Alamat lengkap;
- Nomor telepon;
- Nomor kotak pos;
- Alamat kawat;dan
- Lambang instansi atau logo.
- Bahkan, jika instansi atau badan tersebut bergerak dalam bidang bisnis atau dunia usaha, selain bagian-bagian di atas, dalam kepala surat tercantum:
- Alamat kantor cabang,
- Nama bank, dan
- Jenis usaha.
Cetaklah nama instansi atau badan usaha yang bersangkutan dengan huruf kapital semua pada bagian atas kertas, di tengah-tengah secara simetris kiri-kanan. Alamat kantor dituliskan dengan huruf kapital pada awal kata, tetapi ukurannya lebih kecil dari pada huruf-huruf untuk nama instansi. Unsur-unsur kalimat dipisahkan dengan tanda koma, bukan dengan tanda penghubung. Kata jalan dituliskan lengkap jalan, jangan disingkat Jl.. atau Jln. Jika kantor tersebut memiliki nomor telepon, dituliskan kata telepon, bukan tilpon, dan bukan pula singkatan telp. Atau tilp. Kemudian nomor telepon tidak perlu diberi tanda titik, karena bukan merupakan suatu jumlah. (telepon 4896558, bukan 4.896.556). tuliskan kata kotak pos jika kantor tersebut memilikinya, bukan PO Box.

2.2.2 Tanggal Surat
Tanggal surat dinas tidak perlu didahului nama kota karena nama kota itu sudah tercantum pada kepala surut. Selanjutnya, nama bulan itu jangan disingkat atau ditulis dengan angkah (November menjadi Nov. Atau 11; Februari menjadi Feb. Atau 2 atau 02). Tahun juga dituliskan lengkap, tidak disingkat dengan tanda koma di atas. Pada akhir tanggal surat tidak dibubuhkan tanda baca apapun, baik titik maupun tanda hubung.

2.2.3 Nomor Surat
Kata nomor (lengkap) diikuti tanda titik dua atau jika nomor itu disingkat dengan No..penulisannya diikuti tanda titik, kemudian diikuti tanda titik dua. Garis miring yang digunakan dalam nomor dan kode surat tidak didahului dan diikuti spasi. Kemudian, angka tahun sebaiknya dituliskan lengkap dan tidak diikuti tanda baca apapun.

2.2.4 Lampiran
Kata lampiran atau lamp.: diikuti tanda titik dua, kemudian, cantumkan jumlah yang dilampirkan dan barang yang dilampirkan , tidak diikuti tanda baca apapun.

2.2.5 Hal Surat
Dalam kaitan dengan ini, kita sering juga menjumpai kata perihal dalam surat dinas. Walaupun kata hal dan perihal itu sinonim, atau berarti sama, sebaiknya digunakan kata hal, lebih singkat. Pokok surat yang dicantumkan dalam bagian ini hendaknya diawali huruf kapital, sedangkan yang lain dituliskan dengan huruf kecil. Pokok surat tidak dituliskan berpanjang-panjang, tetapi singkat dan jelas, serta mencakup seluruh pesan yang ada dalam surat.

2.2.6 Salam Pembuka
Salam pembuka dicantumkan di sebelah kiri garis tepi dengan nomor, lampiran, hal dan alamat surat. Huruf pertama awal kata ditulis dengan huruf kapital, sedangkan kata yang lain dituliskan dengan huruf kecil semua, kemudian salam pembuka itu diikuti tanda koma.

2

e. Penutup

BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan mengenai surat-menyurat yang cukup panjang ini, dapatlah ditarik kesimpulan dan pokok pemikiran sebagai rangkuman isi dan misi dari makalah ini bahwa surat adalah satu sarana untuk menyampaikan informasi dalam bentuk tertulis dari pihak yang satu kepada pihak yang lain. Informasi ini dapat berupa pemberitahuan, pernyataan, pertanyaan, permintaan, laporan, sanggahan, pemikiran dan sebagainya.
Surat sering dipandang sebagai utusan atau duta organisasi pengirim surat. Ia merupakan citra, cermin mentalitas, jiwa serta petunjuk kondisi intern dari organisasi pengirim surat.
Mengingat bahwa surat merupakan duta organisasi, maka surat mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam komunikasi antar organisasi. Kedudukan surat semakin penting karena surat juga berfungsi sebagai :
- Tanda bukti tertulis yang autentik,
- Sebagai alat pengingat dan berpikir bilamana diperlukan,
- Sebagai dokumentasi historis,
- Sebagai jaminan keamanan,
- Sebagai pedoman bertindak,
- Dan sebagainya
Dengan membaca dan mencermati uraian di atas, maka penulis berhak kepada semua pihak, mulai dari pimpinan instansi, pimpinan lenbaga atau organisasi serta staf karyawan/karyawati di bawahnya dapat lebih memahami arti penting dari sebuah surat, serta dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuannya tentang surat-menyurat. Tentu, pada akhirnya penulis juga berharap agar ilmu yang sudah diperoleh (tentang surat) tersebut dapat diterapkan secara benar oleh semua pihak dalam aktivitas (komunikasi) sehari-hari.

3.2 Saran
Kepada semua pihak agar selalu memperbaharui wawasan pribadinya tentang arti dan makna surat, selalu menambah ilmu pengetahuannya dengan cara membaca dan mencermati materi tentang penggunaan bahasa indonesia yang benar, terutama dalam bahasa tulis.

3

f. Daftar Putaka

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, E. Zainal. 1979. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Surat Dinas. Jakarta:
Medyatama Sarana Perkasa.

Bratawidjaja, T.W. 1984. Surat Bisnis Moderrn. Jakarta: Pustaka Binama Presindo.

Sudarsa, Caca dkk. 1981. Surat-menyurat dalam Bahasa Indonesia Seri Penyuluhan 2.
Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

4

Contoh Soal:
1. Yang bukan termasuk ke dalam bagian kata pengantar adalah.....
a. Sambutan c. Ucapan puji syukur
b. Permohonan kritik dan saran d. Ucapan terima kasih
Jawaban: A
Pembahasan:
Pada umumnya, kata pengantar terbagi atas 3 hal penting. Yaitu: (1) Ucapan puji syukur, (2) Ucapan terima kasih, (3) Permohonan kritik dan saran.

2. Bagian pendahuluan yang berisi tentang rancangan hasil akhir yang diinginkkan/ dicapai dalam penelitian tersebut adalah...
a. Latar Belakang c. Tujuan penelitian
b. Tinjauan Pustaka d. Manfaat penelitian
Jawaban: C
Pembahasan:
Bagian pendahuluan yang berisi tentang rancangan hasil akhir yang diinginkkan/ dicapai dalam penelitian disebut dengan tujuan penelitian.






Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf a, b, c dan d sebagai jawaban yang benar!
Soal Pembahasan
1. Perhatikan ilustrasi berikut!
Judul Buku : Anak Perawan di Sarang Penyamun
Pengarang : Sutan Takdir Alisyahbana
Tahun Terbit : 1992
Penerbit : Dian Rakyat
Kota Terbit : Jakarta
Penulisan daftar pustaka berdasarkan data tersebut
adalah ........
a. Alisyahbana, Sutan Takdir. 1992. Anak Perawan di Sarang Penyamun. Jakarta: Dian Rakyat.
b. Alisyahbana. Sutan Takdir, Anak Perawan di Sarang Penyamun. 1992. Jakarta: Dian Rakyat.
c. Sutan Takdir, Alisyahbana Anak Perawan di Sarang Penyamun. Jakarta: Dian Rakyat, 1992.
d. Alisyahbana, Sutan Takdir, 1992, Anak Perawan di Sarang Penyamun, Jakarta: Dian Rakyat.

2. Penulisan judul karya tulis ilmiah yang tepat sesuai dengan ejaan, tanda baca, kebakuan bahasa dan ketepatan diksi adalah…
a. Strategi Bertanding Tinju bagi Kalangan Atlet
b. Hubungan Majas dengan Bahasa.
c. Analisis Kontastif Kemajemukan Bahasa di Indonesia
d. Korelasi Pembelajaran Aktif Dengan Hasil Evaluasi
Siswa

3. (1) Judul,
(2) Pendahuluan,
(3) Daftar Pustaka
(4) Daftar isi
(5) Kata Pengantar
(6) Bagian Inti
(7) Penutup
Kerangka Karya tulis tersebut akan
tepat jika disusun dengan urutan …
a. 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 – 7
b. 1 - 2 - 5 - 4 - 6 - 7 – 3
c. 1 - 3 - 7 - 6 - 2 - 5 - 4
d. 1 - 5 - 4 - 2 - 6 -7 – 3

4. Paragraf yang memiliki ciri-ciri sebagai karya ilmiah adalah…
a. Indahnya bukit ini laksana permadani hijau yang tergelar
luas. Tatkala pagi menjelang, tetesan embun menetes
bak permata tersebar di rerumputan.
b. Pardi melakukan penelitian ilmiah dengan bimbingan
guru fisika di sekolah. Setelah selesai, Pardi akan
menulis karya ilmiah tentang sesuatu yang sudah
ditelitinya.
c. Penelitian ini menghasilkan simpulan penting. Satu
diantaranya, tentang pentingnya menjaga kebersihan
lingkungan setelah sebuah daerah dilanda banjir.
d. Kebersihan merupakan dambaan setiap insane. Oleh
karena itu, wahai saudaraku, marilah bergandeng
tangan kita ciptakan kebersihan.

5. Bagian penutup sebuah karya ilmiah berisi tentang….
a. Latar belakang permasalahan dan tujuan penulis
b. Pembahasan masalah dan simpulan penelitian
c. Simpulan dan saran atas masalah yang diteliti
d. Manfaat penulisan dan kerangka tulisan

6. Kerangka karya tulis yang tepat adalah….
a. Bab I : Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Ruang lingkup
1.3 Tujuan
1.4 Sistematika penulisan
Bab II : Isi makalah
Bab III : Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
b. Bab I : Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Tujuan
1.3 Ruang Lingkup
1.4 Sistematika Penulisan
Bab II : Isi Makalah
Bab III : Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
c. Bab I : Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Sistematika Penulisan
1.3 Ruang Lingkup
1.4 Tujuan
Bab II : Isi Makalah
Bab III : Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
d. Bab I : Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Ruang Lingkup
1.3 Tujuan
1.4 Sistematika Penulisan
Bab II : Isi Makalah
Bab III : Penutup
3.1 Saran
3.2 Kesimpulan

7. Perhatikan paragraf di bawah ini!
……………………..
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna. Karena itulah penulis sangat mengharapkan saran dari pembaca yang budiman, demi sempurnanya karya tulis ini. Akhirnya penulis berharap, semoga karya ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca.
Paragraf di atas dapat kita temukan dalam bagian…
a. Simpulan c. Pendahuluan
b. Penutup d. Pengantar

8. Cermati kutipan bahasa karya tulis berikut!
Kondisi seperti ini, untuk memperoleh gagasan dan semangat baru, diperlukan kembali penggabungan energi mahasiswa dengan gerakan kelompok lain, seperti petani dan buruh. Akan tetapi, sinergi ini dilakukan tidak untuk kepentingan elite politik tertentu. Segala yang dilakukan harus berada di atas rel.
Bahasa yang tepat untuk mengganti bahasa kias yang bergaris bawah dalam kutipan karangan ilmiah tersebut sehingga bermakna lugas adalah.....
a. memiliki wawasan
b. teguh pada pendirian
c. menurut peraturan
d. memperkuat keberadaan.

9. Topik Karangan Ilmiah: Meningkatkan motivasi siswa
dalam pembelajaran Bahasa
Indonesia.
Kalimat latar belakang yang sesuai dengan topik tersebut
adalah….
a. Berbagai upaya dilakukan guru untuk meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia.
b. Keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah angat ditentukan oleh siswa dan guru yang mengajar.
c. Banyak siswa kurang bersemangat mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia yang diberikan guru di kelas.
d. Pembelajaran bahasa Indonesia yang efektif tidak hanya selalu ditentukan oleh keberhasilan guru, tetapi juga siswa.

10. Cermati kutipan karya tulis berikut!
Tugas daripada orangtua terhadap anaknya, yaitu memberikan kasih sayang serta pendidikan yang cukup daripadanya.
Perbaikan kalimat yang tepat dari kalimat yang bercetak miring di atas adalah…
a. Tugas daripada orang tua terhadap anaknya, yaitu memberikan kasih saying serta pendidikan cukup.
b. Tugas orang tua terhadap anaknya, yaitu memberikan kasih sayang serta pendidikan cukup.
c. Tugas orang tua terhadap anaknya, yang mana memberikan kasih sayang serta pendidikan yang cukup daripadanya.
d. Tugas daripada orang tua terhadap anaknya, yaitu memberikan daripadanya kasih saying dan pendidikan yang cukup.

Benar = …….. Salah = ……. Nama Pemeriksa = ………..


 1. Apa yang kamu ketahui tentang karya tulis sederhana?

2. Buatlah sebuah kata pengantar karya tulis ilmiah dengan tema “Perkembangan
Bahasa Indonesia”!

3. Buatlah pendahuluan karya tulis ilmiah dengan tema yang sama dengan tema soal
nomor 2!

4. Buatlah pembahasan karya tulis ilmiah dengan tema yang sama degan tema soal
nomor 2!

5. Buatlah lima ilustrasi buku sebagai daftar pustaka!


Demikian materi Bahasa Indonesia tentang Karya Ilmiah meliputi Pengertian, syarat, tahap penulisan, contoh karya ilmiah, berserta contoh soalnya. Semoga bermanfaat...

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.