sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Wednesday, December 26, 2018
Daftar 5 Tambang Emas Terbesar di Dunia
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Emas merupakan logam mulia yang sangat berharga. Hal ini menjadikannya sebagai komoditas yang sangat potensial untuk diperdagangkan dan ladang investasi. Mengutip data yang diperoleh dari Geological SocietyAmerika Serikat, diperkirakan cadangan emas belum ditambang yang tersedia di planet bumi ini sekitar 51.000 ton, sehingga menjadikan bisnis emas ini masih sangat menggairahkan untuk dijamah. Berikut adalah lima lokasi penambangan emas di dunia di uur dari hasil produksinya, silahkan di simak!
1. Grasberg

Lokasi : Papua, Indonesia.
Penambang : PT Freepot Indonesia.
Produksi : 1.444.000 ons atau 40.936 kg (tahun 2011).
Cadangan : 29.800.000 emas dan 2,35 miliar ton material bijih
atau ore yang mengandung mineral berharga.
Jumlah tenaga kerja : 19.800 orang.
Luas tambang : 527.400 hektar.
Kandungan emas yang terdapat di daerah ini pertama kali ditemukan oleh seorang geolog Belanda bernama Jean Jacques Dozy dan timnnya pada tahun 1936. Tujuan utama Dozy adalah mendaki gletser Cartensz yang ditemukan Jan Cartenszoon pada 1623 saat menjelajah Papua. Cozy menemukan Ertsberg atau Gunung Bijih yang terletak di kaki pegunungan bersalju. Laporan Dozy tersebut dimuat dalam majalah geologi di Leiden, Belanda tahun 1939, dan mengilhami seorang manajer eksplorasi Freeport Minerals Company, Forbes Wilson, bersama Del Flint pada tahun 1960 melakukan ekspedisi.
Tim Freeport lalu datang ke Jakarta untuk memprakarsai suatu pembicaraan guna mewujudkan kontrak pertambangan di Ertsberg. Orang yang dipilih sebagai negosiator dan kelak menjadi Presiden Freeport Indonesia (FI) adalah Ali Budiardjo, yakni mantan sekjen Hankam dan direktur Bappenas tahun 1950-an.
Selanjutnya pada 5 April 1967 kontrak kerja (KK) I ditandatangani dan membuat Freeport menjadi perusahaan satu-satunya yang ditunjuk untuk menangani kawasan Ertsberg seluas 10 kilometer persegi. KK I ini berlangsung 30 tahun. Kontrak dinyatakan mulai berlaku saat perusahaan mulai beroperasi. Pada Desember, eksplorasi Ertsberg dimulai. Setelah itu, pada 28 Januari 1988 dugaan deposit emas di kawasan lain, yakni Grasberg. Grasberg mulai dieksploitasi pada tahun itu juga. Tiga tahun setelah pengerukan itu, Freeport mendapat perpanjangan Kontrak Karya II dengan masa 30 tahun dan akan habis pada 2021.
Pada 1995, cadangan Grasberg sebanyak 40,3 miliar pon tembaga dan 52,1 juta ons troy emas. Dengan eksploitasi Grasberg, cadangan Freeport meningkat dua kali lipat. Di tahun yang sama, Freeport Mc Moran Copper and Gold (FCX) akhirnya go public di lantai bursa New York.Tambang ini merupakan tambang emas terbbesar di dunia dan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia.
Setelah dikeruk hampir 30 tahun, cadangan emas dan tembaga di penambangan terbuka (open pit)Grasberg akan habis pada 2017. Freeport pun terus melanjutkan eksploitasi dengan menambang bawah tanah. Ada tiga tambang bawah tanah yang akan menjadi masa depan Freeport, yakni Deep Ore Zone (DOZ), Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ). Sejak 2010 tambang bawah tanah DOZ mulai beroperasi. Produksinya berupa bijih yang mengandung tembaga, emas, dan peraknya mencapai 60 ribu ton bijih per hari dengan puncaknya pernah mencapai 80 ribu ton bijih per hari. Adapun Big Gossan yang saat ini produksinya sangat selektif dan tidak banyak. Sejak September 2015, tambang DMLZ dibuka. Setiap harinya, Freeport mengolah sekitar 220 ribu -240 ribu ton ore atau bijih. Freeport berniat memperpanjang kontrak kerja dengan pemerintah dan hingga kini belum ada kepastian apakah pemerintah memberikan perpanjang kontrak atau tidak.
2. Cortez

Sumber: Barrick.com
Lokasi : Elko, Nevada, Amerika Serikat
Penambang : Barrick Gold Corporation
Produksi : 1.421.000 ons (tahun 2011)
Cadangan : 14.500.000 ons emas
Jumlah tenaga kerja : 17.500 orang
Luas tambang keseluruhan : 1.081 meter persegi
Cortez merupakan salah satu tambang tertua di dunia. Berlokasi 80 km di sebelah barat daya Elko, Neavada. Mulai dioperasikan sejak tahun 1862. Tambang emas Cortez terdiri dari tiga operasi, yaitu Pipeline, South Pipeline dan Cortez Hills. Pipeline dan South Pipeline merupakan tambang terbuka, sementara Cortez Hills masih dalam tahap konstruksi untuk penambangan bawah tanah. Bekerja sama dengan Bureau of Land Management dan Nevada Wildlife Cortez, tahun ini rencananya lereng Cortez Hill akan kembali hijau, setelah sejak 1800 habis ditebang untuk operasi penambangan. Selanjutnya, Barrick akan membuka jalan baru menuju Cortez melalui Cortez Canyon.
3. Veladero

Sumber: miningandconstruction.com
Lokasi : Argentina
Penambang : Barrick Gold Corpopration
Produksi : 900.000 ons (tahun 2011)
Cadangan : 12,3 juta troy ounces emas
Jumlah tenaga kerja : 17.500 orang
Veladero mine, merupakan tambang emas terbesar di Argentina. Bulan September 2015 lalu, salah seorang hakim paling berpengaruh di Argentina melarang Barrick memompa larutan sianida untuk pencucian emas di Velaredo, karena diduga ada 15.000 liter sianida yang tumpah melalui 13 titik kebocoran dan mencemari aliran sungai terdekat. Tambang emas Veladero banyak memberikan kontribusi ekonomi terhadap provinsi San Juan seperti mengurangi pengangguran, angka kematian bayi, pendidikan, dan tingkat kemiskinan. Tetapi berkali-kali Barrick menghadapi upaya-upaya pemutusan kontrak penambangan baik dari masyarakat sekitar maupun dari pemerintahnya.
4. Goldstrike

Sumber: Barrick.com
Lokasi : Nevada, Amerika Serikat
Penambang : Barrick Gold Corporation
Produksi : 17 juta troy ounces (tahun 2014)
Cadangan : 9,6 juta troy ounces emas
Jumlah tenaga kerja : 17.500 orang
Goldstrike merupakan tambang emas yang terletak di Nevada, Amerika Serikat tepatnya di Carlin Trend yang merupakan wilayah yang terkenal dengan wilayah emas. Penambangan di lokasi ini dilakukan dengan dua cara, tambang emas terbuka dan tambang emas bawah tanah. Dampak dari rendahnya harga emas, biaya operasional yang lebih tinggi dan harga saham yang tak stabil, pertengahan tahun ini, Goldstrike merumahkan 55 karyawannya.
5. Yanacocha

Sumber: Newmont.com
Lokasi : Peru
Penambang : Newmont Mining Corporation, Buenaventura Group, IFC
Produksi : 1,293 juta troy ounces emas (tahun 2011)
Cadangan : 5 juta troy ounces emas
Jumlah tenaga kerja : 1.145 orang
Pajak pertambangan royalti memastikan bahwa 50 persen dari pajak penghasilan yang dibayar oleh Yanacocha tetap di wilayah Cajamarca, Peru. Dampak dari keberadaan tambang ini adalah meningkatkan stabilitas ekonomi dan sosial, menciptakan lapangan kerja dan membangun infrastruktur masyarakat, seperti infrastruktur pertanian, fasilitas pendidikan dan pariwisata. Infrastruktur yang sudah dibangun Yanacocha diantaranya berupa jalan beraspal senilai 40.000.000 dollar AS.
1. Grasberg

Lokasi : Papua, Indonesia.
Penambang : PT Freepot Indonesia.
Produksi : 1.444.000 ons atau 40.936 kg (tahun 2011).
Cadangan : 29.800.000 emas dan 2,35 miliar ton material bijih
atau ore yang mengandung mineral berharga.
Jumlah tenaga kerja : 19.800 orang.
Luas tambang : 527.400 hektar.
Kandungan emas yang terdapat di daerah ini pertama kali ditemukan oleh seorang geolog Belanda bernama Jean Jacques Dozy dan timnnya pada tahun 1936. Tujuan utama Dozy adalah mendaki gletser Cartensz yang ditemukan Jan Cartenszoon pada 1623 saat menjelajah Papua. Cozy menemukan Ertsberg atau Gunung Bijih yang terletak di kaki pegunungan bersalju. Laporan Dozy tersebut dimuat dalam majalah geologi di Leiden, Belanda tahun 1939, dan mengilhami seorang manajer eksplorasi Freeport Minerals Company, Forbes Wilson, bersama Del Flint pada tahun 1960 melakukan ekspedisi.
Tim Freeport lalu datang ke Jakarta untuk memprakarsai suatu pembicaraan guna mewujudkan kontrak pertambangan di Ertsberg. Orang yang dipilih sebagai negosiator dan kelak menjadi Presiden Freeport Indonesia (FI) adalah Ali Budiardjo, yakni mantan sekjen Hankam dan direktur Bappenas tahun 1950-an.
Selanjutnya pada 5 April 1967 kontrak kerja (KK) I ditandatangani dan membuat Freeport menjadi perusahaan satu-satunya yang ditunjuk untuk menangani kawasan Ertsberg seluas 10 kilometer persegi. KK I ini berlangsung 30 tahun. Kontrak dinyatakan mulai berlaku saat perusahaan mulai beroperasi. Pada Desember, eksplorasi Ertsberg dimulai. Setelah itu, pada 28 Januari 1988 dugaan deposit emas di kawasan lain, yakni Grasberg. Grasberg mulai dieksploitasi pada tahun itu juga. Tiga tahun setelah pengerukan itu, Freeport mendapat perpanjangan Kontrak Karya II dengan masa 30 tahun dan akan habis pada 2021.
Pada 1995, cadangan Grasberg sebanyak 40,3 miliar pon tembaga dan 52,1 juta ons troy emas. Dengan eksploitasi Grasberg, cadangan Freeport meningkat dua kali lipat. Di tahun yang sama, Freeport Mc Moran Copper and Gold (FCX) akhirnya go public di lantai bursa New York.Tambang ini merupakan tambang emas terbbesar di dunia dan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia.
Setelah dikeruk hampir 30 tahun, cadangan emas dan tembaga di penambangan terbuka (open pit)Grasberg akan habis pada 2017. Freeport pun terus melanjutkan eksploitasi dengan menambang bawah tanah. Ada tiga tambang bawah tanah yang akan menjadi masa depan Freeport, yakni Deep Ore Zone (DOZ), Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ). Sejak 2010 tambang bawah tanah DOZ mulai beroperasi. Produksinya berupa bijih yang mengandung tembaga, emas, dan peraknya mencapai 60 ribu ton bijih per hari dengan puncaknya pernah mencapai 80 ribu ton bijih per hari. Adapun Big Gossan yang saat ini produksinya sangat selektif dan tidak banyak. Sejak September 2015, tambang DMLZ dibuka. Setiap harinya, Freeport mengolah sekitar 220 ribu -240 ribu ton ore atau bijih. Freeport berniat memperpanjang kontrak kerja dengan pemerintah dan hingga kini belum ada kepastian apakah pemerintah memberikan perpanjang kontrak atau tidak.
2. Cortez

Sumber: Barrick.com
Lokasi : Elko, Nevada, Amerika Serikat
Penambang : Barrick Gold Corporation
Produksi : 1.421.000 ons (tahun 2011)
Cadangan : 14.500.000 ons emas
Jumlah tenaga kerja : 17.500 orang
Luas tambang keseluruhan : 1.081 meter persegi
Cortez merupakan salah satu tambang tertua di dunia. Berlokasi 80 km di sebelah barat daya Elko, Neavada. Mulai dioperasikan sejak tahun 1862. Tambang emas Cortez terdiri dari tiga operasi, yaitu Pipeline, South Pipeline dan Cortez Hills. Pipeline dan South Pipeline merupakan tambang terbuka, sementara Cortez Hills masih dalam tahap konstruksi untuk penambangan bawah tanah. Bekerja sama dengan Bureau of Land Management dan Nevada Wildlife Cortez, tahun ini rencananya lereng Cortez Hill akan kembali hijau, setelah sejak 1800 habis ditebang untuk operasi penambangan. Selanjutnya, Barrick akan membuka jalan baru menuju Cortez melalui Cortez Canyon.
3. Veladero

Sumber: miningandconstruction.com
Lokasi : Argentina
Penambang : Barrick Gold Corpopration
Produksi : 900.000 ons (tahun 2011)
Cadangan : 12,3 juta troy ounces emas
Jumlah tenaga kerja : 17.500 orang
Veladero mine, merupakan tambang emas terbesar di Argentina. Bulan September 2015 lalu, salah seorang hakim paling berpengaruh di Argentina melarang Barrick memompa larutan sianida untuk pencucian emas di Velaredo, karena diduga ada 15.000 liter sianida yang tumpah melalui 13 titik kebocoran dan mencemari aliran sungai terdekat. Tambang emas Veladero banyak memberikan kontribusi ekonomi terhadap provinsi San Juan seperti mengurangi pengangguran, angka kematian bayi, pendidikan, dan tingkat kemiskinan. Tetapi berkali-kali Barrick menghadapi upaya-upaya pemutusan kontrak penambangan baik dari masyarakat sekitar maupun dari pemerintahnya.
4. Goldstrike

Sumber: Barrick.com
Lokasi : Nevada, Amerika Serikat
Penambang : Barrick Gold Corporation
Produksi : 17 juta troy ounces (tahun 2014)
Cadangan : 9,6 juta troy ounces emas
Jumlah tenaga kerja : 17.500 orang
Goldstrike merupakan tambang emas yang terletak di Nevada, Amerika Serikat tepatnya di Carlin Trend yang merupakan wilayah yang terkenal dengan wilayah emas. Penambangan di lokasi ini dilakukan dengan dua cara, tambang emas terbuka dan tambang emas bawah tanah. Dampak dari rendahnya harga emas, biaya operasional yang lebih tinggi dan harga saham yang tak stabil, pertengahan tahun ini, Goldstrike merumahkan 55 karyawannya.
5. Yanacocha

Sumber: Newmont.com
Lokasi : Peru
Penambang : Newmont Mining Corporation, Buenaventura Group, IFC
Produksi : 1,293 juta troy ounces emas (tahun 2011)
Cadangan : 5 juta troy ounces emas
Jumlah tenaga kerja : 1.145 orang
Pajak pertambangan royalti memastikan bahwa 50 persen dari pajak penghasilan yang dibayar oleh Yanacocha tetap di wilayah Cajamarca, Peru. Dampak dari keberadaan tambang ini adalah meningkatkan stabilitas ekonomi dan sosial, menciptakan lapangan kerja dan membangun infrastruktur masyarakat, seperti infrastruktur pertanian, fasilitas pendidikan dan pariwisata. Infrastruktur yang sudah dibangun Yanacocha diantaranya berupa jalan beraspal senilai 40.000.000 dollar AS.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Daftar dan Urutan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.