Jumat, 26 April 2013

MENGUMPULKAN CIAMSIE DARI BERBAGAI KELENTENG

MENGUMPULKAN CIAMSIE DARI BERBAGAI KELENTENG

Ivan Taniputera
26 April 2013

Saya akhir-akhir ini mengumpulkan ciamsie dari berbagai kelenteng yang sempat saya kunjungi.



Rencananya, saya akan mengumpulkan ciamsie dari seluruh kelenteng yang ada di Indonesia. Bila Anda berkenan mengirimkan ciamsie yang berasal dari kelenteng Anda saya akan menerimanya dengan senang hati.

Menurut hasil pengamatan saya, ada banyak kumpulan ciamsie yang berjumlah 60. Sebagai contoh adalah ciamsie yang berasal dari Gunung Kawi. Contoh lain adalah ciamsie yang berasal dari Tempat Ibadah Sanggar Agung, Pantai Ria Kenjeran, Surabaya. Ciamsie nomor 1-nya yang diberi nama Jiazi berbunyi sebagai berikut:

Matahari terbit lantas liatin angin mega terbuka.
Terang, bening, bersih, mencorong antero dunia.
Suatu kali menghadap jalanan dulu menjadi penerus jalan besar.
Berlaksa perkara resek baik menjadi selamat.

Nampak bahwa jumlah 60 itu berasal dari siklus jiazi, yakni perpaduan antara 10 Batang Langit dan 12 Cabang Bumi.

Jumlah lainnya adalah 49. Sebagai contoh adalah ciamsie yang berasal dari Kelenteng Hian Thian Siang Tee, Welahan, Jepara. Ciamsie no.1-nya berbunyi:

1.Buang tenaga capaikan pikiran, pun susah jadinya.
2.Menunggu dapat mekarnya kembang, terserang satu golongan angin.
3.Seharusnya ada tuan penolong, yang dapat meringankan beban.
4.Dalam pengharapan lain masih ada, sedikit kebaikan.

Angka 49 atau 7 dikali 7 ini barangkali ada kaitannya dengan 7 Benda Langit, yakni Matahari (太陽), Rembulan (太陰), Merkurius (水星), Venus (金星), Mars (火星), Yupiter (木星), dan Saturnus (土星). Angka 7 ini juga memainkan peranan penting dalam tradisi Tiongkok, seperti keyakinan terhadap 7 po.

Ada juga ciamsie yang berjumlah 28, seperti yang penulis dapatkan di Kelenteng Hok Ie Kiong, Slawi. Sebagai contoh, ciamsie nomor 1 berbunyi:

Suara terompet dan tambur terdengar tiga kali.
Meski tak ada salju, tetapi perasaan hati dingin
Dinasihatkan untuk membuang rasa cemas dan sedih.
Seluruh kemah, prajurit, dan kudanya selamat.

ARTINYA:

Orang mulia datang menunjang, segala perkara teratur beres.
Biar sekarang belum terkabul, kelak beruntung.
Pengharapan ke depan menempuh jalan.
Kegirangan bertemu keselamatan.
Keluarga rukun mendapat ketentraman.
Hingga tua tetap berpasangan

dan seterusnya.

Angka 28 ini mungkin ada kaitannya dengan 28 xiu (宿) atau rasi bintang Tiongkok kuno.

Selain itu masih ada lagi ciamsie yang berjumlah 90 dan 100. Ciamsie berjumlah 90 misalnya ciamsie Thay Sang Lauw Cin, yang berasal dari Tempat Ibadah Sanggar Agung, Surabaya. Sementara itu, ciamsie berjumlah 100 didapatkan dari Tempat Ibadah Tri Dharma Tri Setia Bakti, kompleks Perumahan Tanah Mas, Semarang.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.