Minggu, 14 April 2013

Misteri Gunung Lawu

Dosen Filsafat Ilmu Program Pascasarjana UNS, Oesman Arief menyatakan wisata spiritual atau religius ke Gunung Lawu bukan tahayul asalkan niatnya bukan mencari kekayaan.
“Mencari kekayaan mestinya ke tempat ramai seperti pasar,” kata Oesman dalam pengantar diskusi tentang buku Piwulang lan Pituduhe Sunan Lawu, Rabu (27/2), di Gedung LPPM UNS.
Menurut dia, buku karya Santoso Prodjodiningrat ini menjelaskan bahwa Gunung Lawu, tempat Sunan Lawu bermukim, memiliki simbol yang mengandung ajaran spiritual.
Simbol ajaran spiritual ini penting bagi pembersihan spiritual manusia era masa kini yang hidupnya sibuk mencari uang dengan segala cara.
Ketua Institut Javanologi UNS, Sahid Teguh Widodo mengatakan dalam dua tahun terakhir lembaga ini berupaya mengungkap potensi kekayaan budaya Jawa untuk digali demi kemajuan manusia era sekarang.
Bedah buku Piwulang lan Pituduhe Sunan Lawu merupakan bagian dari upaya menggali kekayaan budaya spiritual Jawa yang bisa digali dan diberdayakan untuk kepentingan manusia Jawa modern sekarang.
Santosa dalam penutup buku menyatakan Gunung Lawu adalah gunung simbol spiritual yang unik. Menurut dia, berdasar pengalamannya menjelajahi 20 wilayah provinsi di Indonesia, Gunung Lawu adalah satu-satunga gunung yang dari kaki hingga puncaknya kaya dengan candi dan situs-situs spiritual. (JIBI/nj)


sumber:http://www.kabar24.com/index.php/wisata-gunung-lawu-bukan-tahayul-asal-jangan-cari-kaya/

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.