Sabtu, 25 Mei 2013

Lupakan Obat, Sakit Kepala Bisa Dikontrol dengan Pikiran! Begini Caranya


Sakit kepala dan sensasi nyeri lainnya adalah gangguan kesehatan yang sangat mengurangi produktivitas. Tapi tidak perlu langsung membuka kotak obat, beberapa keluhan semacam ini bisa diatasi hanya dengan pikiran. Bagaimana caranya?

"Seseorang dengan rheumatoid arthritis bisa belajar teknik mind-body untuk membantu tubuh dan pikirannya relaksasi," kata Janice M Singles, PsyD dari University of Wisconsin. Menurutnya teknik ini bisa mengatasi stres, sehingga sistem imun lebih tangguh melawan sakit.

Beberapa teknik yang bisa dicoba antara lain sebagai berikut seperti dikutip dari Healthy Living, Kamis (23/5/2013).

1. Memikirkan makan enak
Keluhan nyeri ringan saat menstruasi, migrain dan sejenisnya bisa diatasi hanya dengan memikirkan makan enak. Saat serangan nyeri datang, pikirkan saja cokelat, brownies atau jus buah segar. Studi di University of Wisconsin menunjukkan, cara ini bisa meningkatkan toleransi tubuh terhadap nyeri.

Dalam penelitian tersebut, 32 persen partisipan memikirkan cokelat, 31 persen memikirkan roast dinner, 14 persen pasta, 14 persen pizza dan 4 persen buah.
2. Mengalihkan perhatian
Rasa nyeri pada dasarnya merupakan mekanisme alamiah untuk bertahan hidup, yakni dengan memberikan sinyal bahwa ada yang tidak beres di dalam tubuh. Namun saat rasa nyeri sudah berkepanjangan, maka masalah emosional lebih dominan dibanding mekanisme sebenarnya.

Singles mengatakan, memikirkan sesuatu hal akan mengalihkan perhatian dari rasa nyeri. Menonton TV dan membaca buku juga termasuk cara mengalihkan perhatian.
3. Berdoa
Berdoa, atau bahkan sekedar mengucapkan mantra berulang-ulang adalah cara ampuh untuk mengatasi rasa nyeri. Cukup 30 menit mengulang-ulang mantra, rasa tidak nyaman bisa berkurang. Disarankan, mantra maupun doa yang diucapkan berisi kata-kata positif, bukan keluhan-keluhan apalagi sekedar menggumamkan suara-suara yang tidak ada artinya.
4. Berpikir positif
Tidak mengejutkan, penelitian menunjukkan pasien yang sering mengalami nyeri cenderung punya lebih banyak berpikir negatif. Menurut para peneliti, pikiran negatif terkadang bisa memperburuk rasa sakit dan sebaliknya pikiran positif bisa melawannya.

"Pikiran seseorang sangat kuat dan sangat penting untuk mengelola rasa nyeri," kata Singles. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa nyeri yang tidak jelas sebabnya bisa hilang dengan terapi kognitif perilaku, yang difokuskan untuk mengubah pola pikir.
5. Curhat
Mencurahkan pikiran dan perasaan hati dalam bentuk apapun, terutama tulisan terbukti bisa meredakan nyeri di berbagai populasi yang pernah diteliti. Cara ini meningkatkan sistem imun tubuh dalam melawan nyeri. James W Pennebaker, PhD, seorang peneliti nyeri menyarankan untuk menulis minimal 15 menit sebelum tidur selama 3-4 hari berturut-turut untuk meredakan nyeri yang berat.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.