Sabtu, 19 Oktober 2013

ANTARA JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR: BAHASA YANG BERBEDA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (part 3)

Hai, aku mau bahas lagi tentang perbedaan bahasa keseharian yang digunakan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur ya..
Kali ini aku sudah menemukan beberapa kosakata yang berbeda (vocab) gitu maksudnya. Hehe...

BE’E
Be’e bagi orang Malang atau Jawa Timur artinya “mungkin”. Contoh kalimatnya adalah : Be’e arek’e lali=mungkin anaknya lupa. Sedangkan orang Jawa Tengah tidak mengenal kata Be’e. Kalau mengatakan mungkin :Kayak’e (koyok’e) dan biasa disingkat “Yak’e”. Contoh penerapannya dalam kalimat : Keri ning omah koyok’e = ketinggalan dirumah mungkin. Aku gak mudheng, mung yak’e ae ngono =aku gak tau, cuman mungkin aja.

MASIYO
Akhirnya aku mengetahui juga artinya MASIYO ini. Kemarin-kemarin sering denger sih, tapi aku gak nanya apa arti sebenarnya. Ternyata kata Linda, MASIYO adalah meskipun, walaupun. Oh.............. gitu...
Masiyo adoh, tetep ae arek iki ngajak =walaupun jauh, tetap saja anak ini ngajak.
Sedangkan orang Jawa Tengah tidak mengenal kata MASIYO. Terus kata apa yang digunakan untuk menggantikan meskipun dan walaupun? Menggunakan kata SENAJAN. Contoh dalam kalimat : SENAJAN MUNG SEDHELO, SING PENTING ISO MARENI KANGEN IKI= walaupun Cuma sebentar yang penting bisa ngobati kangen ini.


LEK

Lek (vokal E adalah E yang digunakan dalam kata bahasa Indonesia cengeng) bagi orang Jawa Timur artinya KALAU. Contoh: Lek awakmu iso = Kalau kamu bisa.
Sedangkan orang Jawa Tengah tidak mengenal kata Lek. Lek ya Lek menggunakan vokal E dalam kata Setan. Lek =Om/paman gitu,, (Paklek, Bulek). Kalau menyebut kata KALAU , JIKA ya menggunakan kata YEN,NEK, NAK.
Contoh:
  • Nak aku i sakjane iso-iso ae, tapi wegah =kalau aku sih sebenarnya bisa-bisa aja tapi males.
  • Yen kowe pancen sanggem ngenteni aku yo karepmu =Kalau kamu memang sanggup menunggu aku ya.... terserah!
  • Nek misale sesok prei, kowe dolan rene yaa =kalau misalnya besok libur kamu main kesini ya?

THITHIK
Thithik bagi orang Jawa Timur artinya sedikit. Sedangkan orang Jawa Tengah tidak mengenal kata Thithik. Kalau bicara “sedikit” ya Sethithik dan disingkat menjadi Sithik. Sebenarnya cukup sama kan ya? Hanya saja kalau bicaranya gak ditempat masing-masing pasti membingungkan. Ya kayak lagu “Bukak sithik Josss!!!” > aku biasanya nyebutnya gitu. Tapi orang Jawa Timur ada yang bilang “Bukak thithik Joss”.

 
NDUKUR/DUKUR
Bagi orang Jawa Timur NDUKUR artinya “tinggi”. Jadi kalau ngomong “Ndek Ndukur Meja” artinya “diatas meja”. Sedangkan orang Jawa Tengah dan khususnya tempat saya tidak mengenal kata NDUKUR. Kalau bicara “tinggi” ya DUWUR. Ya memang sedikit mirip juga sih.. tapi tetap aja gak tau artinya kalau gak terbiasa.
Contoh:
  • Bocahe dhuwur banget =anaknya tinggi banget
  • Segone ana ndhuwur mejo= nasinya ada diatas meja.

LOGOR (LUGUR)
Logor bagi orang Jawa Timur artinya “JATUH” >> mungkin mengacu ke BENDA aja kali yaa? Misal: Hapenya jatuh=Hapene Logor. Sedangkan untuk ORANG (kata JATUH yang mengacu ke orang ya TIBO) . Misal: Dhella jatuh/kepleset=Dhella tibo.
Sedangkan orang Jawa Tengah gak mengenal kata LOGOR, kalau penggunaan kata TIBO sih ya sama, orang Jawa Tengah menggunakan kata TIBO untuk mengungkapkan orang yang jatuh. Tapi kalau JATUH mengacu ke BENDA ya menggunakan kata “JEBLOK” tapi JEBLOK ini bisa juga mengacu ke orang lho ya, karena JEBLOK/JUBLOK ini definisi dari JATUHNYA SESUATU DARI ATAS KE BAWAH. Pensil jatuh dari atas meja ya JEBLOK, orang jatuh dari pohon kelapa ya JEBLOK. Hehe, jadi ya gitu.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.