Jumat, 25 Oktober 2013

LAPORAN DR. HJALMAR SCHACHT MENGENAI NEGARA KITA YANG WAKTU ITU MASIH MUDA USIA

LAPORAN DR. HJALMAR SCHACHT MENGENAI NEGARA KITA YANG WAKTU ITU MASIH MUDA USIANYA

Ivan Taniputera
25 Oktober 2013



Judul: Laporan Dr. Hjalmar Schacht
Pengarang: Dr. Hjalmar Schacht
Penerbit: Kementerian Penerangan RI, 1951
Jumlah halaman: 65
Bahasa: Indonesia dan Jerman

ISI BUKU:

I.Pendahuluan.
II.Keadaan umum.
III.Dasar2 ekonomi.
IV.Perdagangan dan Perusahaan Bank.
V.Keuangan Negara.
VI.Valuta.

Buku ini merupakan laporan dan ulasan kondisi sosial dan perekonomian negara kita yang ketika itu masih muda usianya, yakni baru berumur enam tahun. Pada halaman 5 dapat kita baca mengenai alasan kedatangan Dr. Hjalmar Schacht ke negara kita:

"Pada tanggal 3 Djuni 1951 Dr. Sumitro Djojohadikusumo sebagai Kuasa-Penuh Pemerintah Indonesia menjampaikan kepada saja suatu permintaan tertulis supaja mendjadi tamu Pemerintahnja di Djakarta selama beberapa waktu. Permintaan itu dibubuhi suatu pendjelasan setjara lisan bahwa Pemerintah Indonesia berhasrat untuk membitjarakan dengan saja beberapa dari soal2nja dalam lapangan ekonomi dan keuangan, serta kemungkinan2 untuk memetjahkannja. Saya terima permintaan ini dengan sjarat, bahwa Pemerintah Indonesia akan memikul biaja isteri saja dan saja, selama perdjalanan dan waktu bertempat tinggal di Indonesia, sedangkan saja akan mengurus sendiri tentang pemondokan kedua anak kami jang akan tinggal di Eropah. Isteri saja telah membantu saja selama perdjalanan dan bertempat tinggal disini dengan melakukan pekerdjaan sekretariat."

Dr. Hjalmar Schacht memberikan berbagai saran antara lain:

Halaman 10: "Republik baru sadja memperoleh kemerdekaannja. Dari itu dapat dimengerti bahwa rakjat Indonesia pada dewasa ini sangat mudah tersinggung dalam hal2 jang berkenaan dengan pemeliharaan kedaulatannja. Tetapi meskipun demikian, rakjat Indonesia harus mengerti bahwa untuk perkembangannja, bantuan luar negeri sampai suatu tingkat jang tertentu, memang dapat dipersatukan dengan pemeliharaan hak2 kedaulatannja. Bantuan ini betul2 dibutuhkan."

Berdasarkan kutipan di atas, Dr. Hjalmar Schacht menyarankan pentingnya penanaman modal asing.

Halaman 10-11: "Seterusnja, Indonesia harus sebanjak mungkin mengirimkan tenaga2 muda keluar negeri selama beberapa tahun, Indonesia harus meminta agar mereka ditempatkan dan dilatih pada korps pegawai luar negeri. Oleh karena Bahasa Djerman dan Inggris merupakan bagian dari rentjana pengadjaran pada sekolah Indonesia, maka jang dapat dipertimbangkan untuk pertukaran pegawai jang demikian itu ialah: dari negeri2 jang bahasa perantaraannja bahasa Inggris, Irlandia, Amerika Serikat, Australia, Mesir, dan India; dari negeri2 dimana orang bitjara atau mengerti bahasa Djerman: Djerman, Austria, Swis, Denmark dan Swedia."

Dr. Hjalmar Schact menyarankan pentingnya mengirimkan para pemuda Indonesia menempuh pendidikan di luar negeri.

Halaman 30: "Suatu keseretan jang mungkin sama sukarnja ialah penjediaan tenaga listrik. Pada dewasa ini keadaan sudah demikian dibanjak tempat tidak ada penerangan listerik untuk berdjam-djam dan berhari-hari lamanja. Beberapa perusahaan harus menghentikan produksinja sama sesekali untuk beberapa waktu dalam seminggunja. Dari itu, maskapai2 listerik jang ada harus didorong untuk sebesar mungkin meninggikan produksinja sedjauh kontrak2 jang ada memungkinkannja. Tetapi selain dari pada itu, setjepat mungkin harus diadakan tenaga listerik baru..."

Nampak berdasarkan kutipan di atas bahwa krisis tenaga listrik pernah mendera republik yang masih muda itu. Bagaimana dengan sekarang?

Halaman 69: "Rakjat Indonesia tjerdik, berkemauan baik dan, seperti semua rakjat alam, mempunjai perasaan jang dalam tentang keadilan. bahwa mereka kurang berdisiplin terhadap diri sendiri dapat diterangkan dengan lamanja mereka didjadjah setjara kolonial. Tetapi siapa jang tidak dapat memerintah diri sendiri, mungkin ditimpa suatu bahaja, jaitu bahwa ia akan diperintah oleh orang lain."

Berdasarkan kutipan di atas, Dr. Hjalmar Schact menyatakan perlunya kedisiplinan.

Buku ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin memahami permasalahan bangsa pada zaman dahulu dan membandingkannya dengan situasi sekarang. Barangkali saran-saran di masa lampau itu masih relevan bagi zaman sekarang.

CATATAN: Hjalmar Schacht (1877-1970) adalah menteri ekonomi Jerman pada masa Third Reich. Ia pernah pula menjabat sebagai presiden bank nasional Jerman (Reichsbank) semasa Republik Weimar. Semenjak tahun 1950-an aktif memberikan saran bagi negara-negara berkembang.

Berminat fotokopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.