Jumat, 15 November 2013

BOSS YANG MAU MENANG SENDIRI

BOSS YANG MAU MENANG SENDIRI

Ivan Taniputera
15 November



Seorang kawan pernah bercerita bahwa bertahun-tahun yang lalu, ia pernah mengikuti wawancara lamaran pekerjaan. Setelah mendiskusikan mengenai kemampuannya, sang boss mengatakan bahwa ia bisa segera mulai bekerja. Kawan saya lalu menanyakan mengenai berapa besar gaji yang diterimanya. Tetapi sang boss malah kurang senang dan mengatakan, "Kamu belum bekerja sudah menanyakan mengenai uang. Yang penting adalah bekerja dahulu dengan keras. Uang masalah belakangan. Nanti saja kalau kamu sudah membuktikan kemampuanmu baru kita membicarakan hal tersebut." Ini adalah boss yang mau menang sendiri dan kata-katanya mengandung kesalahan fatal. Di manakah letak kesalahan fatal tersebut? Marilah kita imajinasikan babakan berikut ini, yakni saat sang boss berhadapan dengan pelanggannya yang hendak memesan banyak barang darinya.

Pelanggan: Baik, kapan barangnya bisa siap?
Boss: Kurang lebih tiga bulan lagi.
Pelanggan: Baik, kami setuju.
Boss: Harganya secara keseluruhan adalah Rp. 50.000.000,00.
Pelanggan: Kurang ajar! Barangnya belum siap sudah membicarakan mengenai uang. Yang penting adalah hasil produksinya dahulu. Uang masalah belakangan. Nanti kalau Anda sudah membuktikan kualitas produksi Anda baru kita membicarakan hal ini."

Nah, jika ia sungguh-sungguh mengalami peristiwa semacam itu, baru ia akan kena batunya. Jika sang boss konsekuen dengan perkataannya, maka ia tidak akan membicarakan mengenai harga barang yang harus dibayar pelanggannya. Bukankah barangnya masih siap tiga bulan lagi? Dalam kehidupan dan dunia kerja, masalah hak dan kewajiban sudah harus dibicarakan sebelumnya dengan jelas. Menanyakan mengenai berapa besar hak yang akan kita terima bukanlah sesuatu yang tabu. Jika seorang boss marah-marah ketika calon karyawan menanyakan hal itu, maka ada yang tidak beres dengannya.

Menanyakan mengenai berapa besar gaji yang akan diterima tidaklah sama dengan meminta uang, karena itu baru sekedar pertanyaan. Sang boss hanya perlu menjawab pertanyaan tersebut dan tidak mengeluarkan uang sepeser pun.

Entah pada zaman sekarang masih ada boss seperti ini atau tidak. Namun yang pasti sudah bukan zamannya lagi berlaku seperti itu.

Semoga bermanfaat bagi yang baru lulus dan sedang mempersiapkan wawancara lamaran pekerjaan.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.