Senin, 25 November 2013

BUKU HASIL SEMINAR PENGANUT KEBATINAN DI INDONESIA

BUKU HASIL SEMINAR PENGANUT KEBATINAN DI INDONESIA

Ivan Taniputera
26 November 2013



Judul: Hasil Seminar Kebathinan Indonesia Ke-III
Penerbit: Badan Kongres Kebathinan Indonesia Pusat, Djakarta, 1962
Jumlah halaman: 166

Ini merupakan buku hasil Seminar Kebathinan ke-III yang diadakan di Jakarta, 11-12 Agustus 1962 di Jakarta. Sebagai contoh, sidang pertamanya dilangsungkan pada hari Sabtu malam jam 19.30-23.00 di Aula Jajasan Rd. Saleh, Medan Merdeka Timur 14, Djakarta. Susunan acaranya adalah sebagai berikut:

1.Indonesia Raya
2.Mengheningkan tjipta.
3.Kata Pembukaan Sekdjen BKKI selaku penjelenggara.
4.Pidato Ketua Umum BKKI.
5.Sambutan-sambutan: dari Penguasa Perang dan Instansi-instansi Sipil.
6.Pemrasaran ke-I: Prof. Mr. R. Sujono Hadinoto.
7.Istirahat.
8.Pemrasaran ke-II: Sdr. Tartib Prawirohardjo.
9.Demonstrasi Olah Raga Hidup.
10.Fragmen Tari Ramajana dari Ikatan Seni Tari Indonesia Seksi Sala.
11.Penutup.

Pimpinan: Mr. Wongsonagoro.

Hadir: Kurang lebih 300 orang pengundjung, terdiri dari beberapa aliran kebathinan, anggota B.K.K.I. dan anggota perseorangan.

Pada halaman 83 terdapat kutipan sebagai berikut:

"Masuknja sang Bhima melalui lurang telinga kiri kedalam "Guwa garbha" (internals, het innerlyke, pada kebatinannja) sang Dewa Rutji, jang berupa seorang baji, djadi djauh lebih ketjil daripada sang Bhima jang telah Dewasa, keduanja baik pada bidang djasmani maupun rohani, berbentuk dan bersusunan sama, itu pada hemat saja, memperlambangkan hal tersebut di atas.

Dalam tjeritera Dewa Rutji itu selandjutnja perdjuangan sang Bhima memperoleh "Tirta perwita" (air hidup) memperlambangkan perdjoangan umat manusia menudju ke arah satu, jaitu Kesempurnaan jang sedjati (perfection). "Kesempurnaan sedjati" ini menurut Thomas van Aquino, seorang filsuf besar dalam abad ke XIII, tak lain dan tak bukan ialah KeTuhanan Jang Maha Esa!"

Pada halaman 102 terdapat kutipan petunjuk Adjar Adirasa dan Adisana di Gunung Samakaton kepada R.M. Said yang kelak menjadi Mangkunegara I dalam pupuh Mijil:

1.Dene tuladan ing djaman mangkin,
kang kenging rinaos,
Rama Tuwan ingkang amandireng,
baris wonten tanah Sukawati,
Pangran Mangkubumi
ing Pambekanipun.

2.Kang tinulad lan linuri-luri,
lair prapteng batos,
kadi nguni ing lelampahane,
ejang Tuwan Kangdjeng Senapati,
KAREM MAWAS DIRI,
mrih samperning Kawruh

3.Kawruh marang wekasing dumadi,
dadine lelakon,
datan samara purwa wekasane,
................. dst.

Bagi yang berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.