Rabu, 04 Desember 2013

BUKU TENTANG SEJARAH BUKU DI CHINA

BUKU TENTANG SEJARAH BUKU DI CHINA

Ivan Taniputera
5 November 2013



Judul buku: Story of The Chinese Book
Pengarang: Liu Kuo-Chun, Professor of Peking University
Penerbit: Foreign Languages Press, Peking, 1958
Jumlah halaman: 87
Bahasa: Inggris

Buku ini mengisahkan mengenai sejarah buku di Negeri China. Ada pun daftar isinya adalah sebagai berikut:




Pada kata pengantarnya (halaman 9) terdapat keterangan sebagai berikut:

"If we define a book as a record of a specified length, inscribed on no matter what material, portable, the books were first produced in China about 1400-1300 B.C.
Thus, the Chinese book has a history of more than three thousand years. In the period, it has evolved from forms entirely different from its present-day counterpart.
Written language is an essential condition for the formation of a book. Before written language, there was only spoken languange..."

Terjemahan:

"Jikalau kita mendefinisikan buku sebagai catatan dengan panjang tertentu, dituliskan pada bahan apapun dan mudah dipindahkan, maka buku dihasilkan di China pada kurang lebih 1400-1300 SM.
Jadi, buku-buku China telah memiliki sejarah lebih dari tiga ribu tahun. Pada kurun waktu tersebut, ia telah mengalami serangkaian perubahan dari bentuknya yang sangat berbeda dengan padanannya di masa sekarang.
Bahasa tertulis adalah syarat penting bagi terciptanya buku. Sebelum ada bahasa tertulis, yang ada hanyalah bahasa lisan...."

Selanjutnya pada bab pertama dibahas mengenai tulisan pada tulang, perunggu, dan batu. Pada halaman 11 dapat kita baca:

"The earliest Chinese writing extant is the chia ku wen (甲骨文, oracle bone inscription) which dates back to the later period of Shang dynasty (c. 16th century-11 th century B.C.). The oracle bones were discovered in Hsiaotun Village, Anyang Country, Honan Province, sometime before 1899-the year in which they were first identified."

Terjemahan:

"Tulisan China tertua adalah chia ku wen (甲骨文, Pinyin: Jiaguwen, tulisan pada tulang) yang dapat ditelusuri hingga akhir masa dinasti Shang (kurang lebih abad 16 SM-abad 11 SM). Tulisan pada tulang itu ditemukan di Desa Hsiaotun, Distrik Anyang, Provinsi Honan, kurang lebih sebelum tahun 1899-tahun dimana tulisan-tulisan tersebut dikenali untuk pertama kalinya."

Sebagai catatan, karena buku ini ditulis pada tahun 1958, maka belum memasukkan perkembangan penemuan arkeologis terbaru, dimana telah ditemukan bentuk "proto-tulisan" lebih tua dibandingkan chia ku wen.

Mengenai asal muasal tulisan pada perunggu disebutkan sebagai berikut (halaman 14):

"Since the fourteenth and thirteenth centuries B.C., our forefathers had cast characters in, or inscribed characters on, bronze. They liked to inscribe their names or symbols on tools and weapons to denote ownership. Archaeologists are not agreed on the exact period when bronze came into use in China.."

Terjemahan:

"Semenjak abad keempat belas dan ketiga belas Sebelum Masehi, para nenek moyang kita telah mencantumkan aksara-aksara saat menuang benda-benda perunggu. Mereka gemar menuliskan nama atau lambang mereka pada perkakas dan senjata guna menandai kepemilikannya. Para ahli arkeologi belum sepakat kapan saat pasti mulai dipergunakannya perunggu di China...."

Selanjutnya pada bab-bab buku ini dibahas mengenai perkembangan bentuk buku di China hingga masa sekarang, termasuk buku dalam bentuk bilah-bilah bambu, gulungan sutera, dan akhirnya kertas.

Berikut ini adalah contoh halaman-halaman lainnya:





Bagi yang berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.