Minggu, 01 Desember 2013

PARTAI DAN PEMILIHAN UMUM DI JERMAN

PARTAI DAN PEMILIHAN UMUM DI JERMAN

Ivan Taniputera
1 Desember 2013

Tahun depan negara kita akan menjalani pemilihan umum, oleh karenanya pada kesempatan kali ini saya akan mengajak kita semua melakukan perbandingan sekilas terhadap partai-partai dan suasana pemilihan umum di Jerman. Tulisan ini saya buat berdasarkan ingatan saya selama menimba ilmu di Jerman dan juga saya lengkapi sedikit dari internet. Maksud tulisan ini bukanlah menjadi suatu karya yang terlampau berat, melainkan sekedar sebagai artikel ringan saja.
Pertama-tama kita akan membahas partai-partai politik yang ada di Jerman. Jumlah partai politik di Jerman tidaklah sebanyak di Indonesia. Kurang lebih hanya ada enam partai yang terjun dalam Pemilu di Jerman, yakni:

CDU atau Partai Uni Kristen Demokrat, ini adalah partainya Angela Markel. Kanselir terkenal Jerman, Helmut Kohl, juga berasal dari partai CDU
SPD atau Partai Sosial Jerman, ini adalah partai saingannya CDU.

Biasanya pemenang Pemilu kalau bukan CDU adalah SPD.

Lalu masih ada lagi partai-partai:

Republikaner atau partai Republik. Ini adalah partai kanan, yang punya kebijaksanaan anti orang asing.
NPD atau Partai Nasionalis Jerman. Ini partai yang lebih kanan lagi dan boleh dikatakan ekstrim kanan. Partai ini kadang-kadang ada menjulukinya sebagai Neo-N*zi.

Selanjutnya di ujung kiri masih ada lagi partai PDS atau Partai Sosial Demokrat. Partai ini adalah sebenarnya adalah "reinkarnasi" partai SED atau Partai Persatuan Sosialis Jerman. SED adalah partai komunis di Jerman Timur. Dahulu tokohnya adalah Erich Honecker.

Jadi partai-partai di Jerman dapat digolongkan menjadi:

1.Tengah: CDU dan Tengah-kiri: SPD.
2.Kanan: Republikaner dan NPD.
3.Kiri: PDS.

Dengan demikian, kita menyimpulkan bahwa paham kiri dan kanan sama-sama diberi kesempatan berkembang di Jerman. Apakah alasannya? Supaya gampang dipantau dan dikendalikan. Jika suatu paham dilarang, maka ia akan bergerak di bawah tanah, sehingga gerakannya akan sulit diketahui serta berbahaya. Itulah sebabnya paham yang ekstrim kanan tetap diperbolehkan membentuk partai, walaupun N*zisme secara resmi dilarang di Jerman. Demikianlah konsep demokrasi di Jerman.

Partai berpaham apa pun boleh hidup di Jerman, asalkan tidak boleh menganggu ketertiban umum. Adanya paham kiri dan kanan itu dapat dijadikan penyeimbang. Misalnya jika ada aturan terhadap orang asing yang terlampau lunak, maka partai kanan akan bereaksi. Jika suatu partai sudah bertindak brutal, maka akan dilarang. Kalau tidak salah, maka ada satu partai kanan dan kiri yang dulu pernah dilarang, karena melakukan kegiatan teror.

Bagaimanakah situasi pemilihan umum di Jerman? Dapat dikatakan sangat sepi dari segenap hiruk pikuk. Bahkan kepedulian masyarakatnya terhadap politik dapat dikatakan rendah. Sebagian besar masyarakat Jerman tidak begitu peduli dengan politik. Mungkin demikianlah fenomena negara-negara yang sudah mapan dan maju. Dahulu menjelang masa berakhirnya Republik Weimar, kondisi kampanye adalah seperti di negara kita tahun 1980-an. Pengikut partai politik bisa saja bentrok dan kampanye dilakukan dengan berkonvoi keliling kota. Antara pengikut fasisme (N*zi) dan kaum sosialis maupun komunis sering bentrok dan berkelahi di jalan-jalan, hingga mengakibatkan korban jiwa. Tetapi sekarang keadaan di Jerman sudah sangat jauh berbeda.

Seiring dengan pendudukan Jerman Barat oleh Amerika, Inggris, dan Perancis, negara tersebut semakin bergerak ke arah demokrasi.  Bagaimana dengan negara kita?

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.