Senin, 13 Januari 2014

BUKU LUAR BIASA: RAMALAN JAYABAYA, RAMALAN JARI TANGAN, PERHITUNGAN JATUHNYA HARI, DAN RESEP-RESEP AJAIB DALAM SATU BUKU

BUKU LUAR BIASA: RAMALAN JAYABAYA, RAMALAN JARI TANGAN, PERHITUNGAN JATUHNYA HARI, DAN RESEP-RESEP AJAIB DALAM SATU BUKU

Ivan Taniputera
14 Januari 2014



Judul: Kompas Wasiat
Penulis: Imam Soepardi dan L.H. Liem
Penerbit: Penggemar Pustaka, Surabaja, 1951
Jumlah halaman: 64

Buku ini terdiri dari dua bagian utama, yakni mengenai Ramalan Jayabaya dan ramalan panjang jari tangan. Bagian pertama ditulis oleh Imam Soepardi, sedangkan bagian kedua ditulis oleh L.H. Liem. Berikut ini adalah contoh kutipan dari halaman 3:

I
MULANJA ORANG MENGENAL RAMALAN DJOJOBOJO
Siapa Djojobojo itu?

Ketika diasingkan ke negeri Belanda, R.M. Suardy Suryaningrat (sekarang: Ki Hadjar Dewantara) kerapkali memberikan penerangan pada umum bagaimana hasrat kebangsaan Indonesia terhadap kemerdekaan. Diantaranja beliaupun sering menulis dalam madjallah mingguan "Indie" jang dikemudikan oleh Prof. Dr. A. W. Nieuwenhuis di Leiden. Waktu melukiskan kebesaran keradjaan Mataram I dan menggambarkan bagaimanakah hasrat bangsa Indonesia akan timbulnja pula suatu Negara besar bagi bangsa Indonesia, beliau menjinggung ramalan Djojobojo sebagai berikut:

Mataram! Kebesaranmu kelak pasti akan timbul lagi. Bukankah Djojobojo telah meramalkan akan timbulnja kembali Mataram? Dan bila kita menjebut Sri Djojobojo, terkenanglah djuga kita akan keluhuran negara Kediri dimasa itu.

Dilain bagian pula, beliau menulis:

Begitulah pada umumnja perasaan bangsa Djawa (Indonesia), mereka itu mengharapkan selalu akan kembalinja kemuliaan negaranja....."

Selanjutnya pada halaman 22 disebutkan:

"Pada sebelumnja petjah Perang Dunia II di straat Bongkaran dan Slompretan, Surabaja, seringkali dimana mukanja dari salah satu Hotel Tionghwa suka ada digantungkan sehelai kain putih jang ditulis dengan huruf2 Tionghwa besar, dengan disertakan satu gambar jang melukiskan gambar telapakan tangan. Itu hanja ada satu merk reclame dari satu Achlinudjum Tionghwa jang meramalkan nasib orang dengan methode (systeem) diukur pakai benang.

Satu hari kami telah tjoba kepandaian itu tukang ramal nasib. Apa jang ia bilang tentang "nasib" dan "waktunja" memang banjak tjotjok....."

Cara kerja ramalan ini adalah menghitung panjang jari tangan seseorang dengan menggunakan benang, lalu mencocokkan hasilnya. Sebagai contoh jika panjang keseluruhan jari tangan seseorang adalah 27,3 cm (halaman 24):

"1.UKURAN TANGAN JANG BERDJUMLAH 27,3 CM.

Orang jang mempunjai tangan dengan ini ukuran, ia punja otak ada pintar, tetapi banjak tjerewet (bawel).
Ia ada mempunjai banjak angan-angan jang baik, tetapi sebahagian besar tidak bisa terkabul.
Dalam usia jang masih sangat muda ia mesti sudah ditinggal mati oleh salah satu orang tuanja.
Pekerdjaan jang tjojok untuk ini orang, jaitu pekerdjaan jang berhubungan dengan pekerdjaan tangan (handenaarbeid).
Hidupnja ini orang sebahagian besar ada tergantung atas belas kesiannja orang lain.
Hal perdjodoan ada berat, meskipun sudah menikah tetapi hatinja suami isteri satu sama lain saling bertentangan...."

Lalu masih ada artike-artikel menarik seperti:

APAKAH JANG DINAMAKAN TAHUN SJAMSIAH DAN TAHUN KAMARIAH? (halaman 48).
PERBANDINGAN DJAM DI INDONESIA DENGAN LAIN-LAIN NEGARA DI DUNIA (halaman 49).
CHASIATNJA BATU PERMATA DALAM PERTJINTAAN (halaman 52-54)

dan lain-lain

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.