Senin, 17 Februari 2014

BUKU TENTANG SEJARAH PERANG PADERI

BUKU TENTANG SEJARAH PERANG PADERI

Ivan Taniputera
18 Februari 2014



Judul: Perang Paderi di Sumatera Barat
Penulis: Muhamad Radjab
Penerbit: Perpustakaan Perguruan Kementerian P.P. dan K., 1954
Jumlah halaman: 430

Ini adalah buku yang sangat baik dan mudah dipahami mengenai Perang Paderi. Pada bab 1 berjudul "Perbenturan Agama dan Adat" diulas mengenai keadaan masyarakat Minangkabau sebelum Paderi.  Pada halaman 3 dapat kita jumpai uraian sebagai berikut:

"Diachir abad ke-18 sebelum bangsa Belanda mendjedjakkan kakinja di Padang Darat, rakjat daerah jang sangat permai dan subur pada umumnja, hidup dalam kemakmuran. Kesentosaan mereka hanja kadang-kadang diganggu oleh perkelahian dan perang batu antara dua golongan rakjat, dari Kota Piliang dan Tjaniago, perang batu antara kampung ini dengan kampung itu, atau satu suku dengan jang lainnja.....

"Penduduk Minangkabau seluruhnja terbagi dalam dua belas suku jang berbeda-beda namanja, da mereka diam tersebar diseluruh keradjaan dan dirantau, dan tiap orang jang sesuku menganggap dirinja ada pertalian darah. Malahan seorang laki-laki tidak boleh mengawini perempuan jang sesuku dengan dia."

Pada halaman 4 dan 5 dapat kita baca:

"Keradjaan Minangkabau pada masa itu sedang menurun dan mundur. Kekuatan dari dalam jang mendorong kemadjuannja tidak ada lagi. Pembesar-pembesar tidak mempunjai tjita-tjita jang mulia.......

Kaum bangsawan itu menghabiskan waktunja dengan permainan, pergi kegelanggang menjabung ajam, berdadu dan berdjudi. Setiap hari diadakan gelanggang disetiap kampung berganti-ganti...."

Pada halaman 10 diriwayatkan mengenai Haji Miskin yang membakar balai tempat menyabung ayam:

"Larangan menjabung ajam dan lain-lainnja dari Hadji Miskin tidak diperdulikan oleh orang banjak. Hadji Miskin jang djengkel, pada suatu malam membakar balai tempat orang mendurhaka kepada Tuhan itu. Kaum adat bukan kepalang marahnja; Hadji Miskin lalu dikedjarnja bersama-sama, akan dibunuh dan ditjentjangnja. Hadji Miskin dapat melarikan diri ke Kota Lawas, bersembunji disurau Tuanku Mesiangan."

Pada Bab II berjudul "Api Perang Saudara Mulai Menjala" antara lain diriwayatkan mengenai pertempuran pertama yang terjadi antara kaum Adat dan kaum Agama. Pada halaman 20 dapat kita baca:

"Kira-kira setahun sesudah paham baru tersebar di Luhak Agam, sengadja untuk menaikkan darah guru-guru agama jang bertindak keras, dikampung Bukit Batabuh, didekat Sungai Puar dan dilereng Gunung Merapi, diadakan oleh kaum adat keramaian menjabung ajam. Tuanku Kota Tua jang mendengar berita ini, segera mengundang guru-guru agama dan penghulu-penghulu kesatu rapat, dan dimintanja hadirin akan mengurungkan maksud menjabung itu...."


Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai lampiran:

Lampiran 1: Kontrak Penjerahan Keradjaan Minangkabau Kepada Belanda.
Lampiran 2: Persetudjuan Masang.
Lampiran 3: Persetudjuan Keramat-De Stuers.

Berikut ini adalah contoh halamannya.





Berminat fotokopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.