Jumat, 28 Februari 2014

REJEKI YANG SUKA GOYAH DAN PIKIRAN SERING KALUT

REJEKI YANG SUKA GOYAH DAN PIKIRAN SERING KALUT

Ivan Taniputera
28 Februari 2014

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi kembali beberapa kiat-kiat warisan para leluhur dan orang-orang tua. Hari ini, salah seorang teman lama curhat bahwa rejekinya sering tidak menentu, pikirannya kalut, dan banyak permasalahan terjadi. Secara umum, hidupnya sering merasa goyah dan tidak mantap. Sebenarnya, menurut pengamatan saya, kondisi Fengshui rumahnya memang kurang baik. Tetapi masalahnya, mereka belum memiliki kemampuan dan kesempatan untuk pindah rumah yang memiliki kondisi Fengshui lebih baik.

Menurut salah satu penjelasan dari orang-orang tua dulu, rumah yang demikian adalah ibaratnya seperti kita mendiami sesuatu yang goyah. Ibaratnya kita tinggal pada sebuah perahu yang ditambatkan di sungai. Tentu saja perahu tersebut akan senantiasa bergoyang-goyang dipermainkan oleh arus gelombang sungai. Kondisi penghuninya juga tidak akan pernah tenang, dan selalu akan dipermainkan atau "digoyang" oleh gelombang kehidupan. 

Pertanyaan atau curhat teman lama tersebut mengingatkan saya pada kias ini.

Perahu yang ditambatkan di sungai itu bisa biasa oleng ke kiri mau pun ke kanan. Lalu bagaimanakah kiasnya? Beruntung saya waktu kecil dahulu sering mendengarkan para orang tua membicarakan mengenai kias ini.

Kiasnya adalah dengan memasang paku pada keempat sudut atau penjuru rumah. Seharusnya yang dipergunakan adalah paku emas (金丁, jin ding). Namun jika kondisi ekonomi tidak memungkinkan, maka boleh pergunakan paku biasa.


Selanjutnya, demi memantapkan perasaan Anda, boleh melafalkan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Lalu boleh tambahkan doa yang kurang lebih berbunyi sebagai berikut:

"Kakang kawah adi ari-ari, sedulur papat lima pancer
(bahasa Jawa, artinya Kakak air ketuban dan adik tembuni, saudara empat lima pancer)
Saya berniat hendak memantapkan hatiku
Hendak memaku rumahku supaya tidak bergerak
Jauhkan dari bahaya
Rejeki mengalir tanpa berubah [sedikit pun]." (3x)

Lalu paku dipakukan pada masing-masing sudut. Setiap kali memaku pada masing-masing sudut, Anda bacakan doa di atas. Visualisasikan bahwa rumah Anda kini berdiri pada dasar yang kokoh.

Demikian semoga bermanfaat.

Artikel-artikel menarik lainnya, silakan kunjungi https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.