Kamis, 20 Maret 2014

CANDI BACEM

Oleh: Ferry Riyandika

Candi Bacem terletak di Dukuh Cungkup, Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Masyarakat setempat menyebut Candi Bacem dengan nama “Sadran Cungkup”. Sampai sekarang situs ini masih dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Candi Bacem sebagian besar terbuat dari bahan batu bata, dan untuk pinggir bangunan candi terbuat dari batu bata, namun batu-batu tersebut sekarang banyak yang hilang, kecuali batu batanya. Ukuran luas Candi Bacem memiliki panjang 19 m, dan lebar 12 m. Situs Candi Bacem sendiri sekarang terdiri dari dua buah bangunan candi. Pada bangunan pertama sebelah utara memiliki ukuran panjang 5,5 m, lebar 5,5 m, dan tinggi 1,5 meter. Pada bangunan kedua yang berada disebelah selatan memiliki panjang 3,5 m, lebar 3,5 m dan tinggi 1,5 m. dibangunan pertama terdapat puing tiga tingkat anak tangga yang menuju dalam badan candi, anak tangga tersebut berada disebelah barat. Sedangkan bangunan sebelah selatan agak lebih baik daripada bangunan sebelah utaranya, bangian candi masih tampak dengan jelas.Dilihat dari sisa bangunan candi, Candi Bacem dibuat dari masa Majapahit.

Di Candi Bacem terdapat umpak yang berjumlah 13 buah, yang dimana pada bangunan utara terdapat 7 buah umpak dan bagian bangunan selatan terdapat 6 buah umpak. Ukuran umpak tersebut tidak sama, yang paling terbesar adalah lebar atas 15 cm, lebar bawah 23 cm, dan tingginya 28 cm. ukuran paling terkecil, lebar atas 13,5 cm, lebar bawah 18 cm, dan tinggi 21 cm. umpak-umpak tersebut ada yang berhias dan ada yang polos. Umpak-umpak tersebut sekarang ditempatkan diatas kedua candi tersebut. Umpak di Candi Bacem berfungsi sebagai batu penyangga tiang.

Terdapat kepingan genting di candi sebelah utara yang memiliki ukuran panjang bervariasi ada 6 cm, 10 cm, 12 cm, 14 cm, dan paling besar 29 cm. Lebar pecahan genting antara 3-10 cm serta tebalnya 3 cm. ditemukan juga kepingan dari tanah liat yang memiliki pola melingkar dan bentuknya tidak sama dari pecahan genting tersebut. Kemungkinan pecahan tersebut merupakan pecahan dari sisa-sisa jambangan, yang memiliki ukuran panjang 15 cm dan tinggi 9 cm. terdapat batu lonjong yang memiliki panjang keseluruhan 83 cm, panjang bawah yang kecil 10 cm, tebalanya 12 cm, dan tingginya 15 cm.

Di bawah candi terdapat gorong-gorong atau saluran air yang terbuat dari batu, menurut jurukunci Candi Bacem masih tertanam dibawah tanah sedalam 1,5 m. kemungkinan saluran air tersebut dibuat untuk pengaliran air yang telah disucikan dari atas atau mungkin juga untuk menyalurkan air hujan kedalam tanah, agar candi terhindar dari kelembaban dan basah, sehingga tidak mudah rusak.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.