Selasa, 25 Maret 2014

Dialek Eks-Surakarta




Dialek bahasa Jawa yang ada atau digunakan di Surakarta adalah dialek Surakarta atau lebih dikenal dengan sebutan dialek Solo dianggap sebagai dialek bahasa Jawa yang halus jika dibandingakan dengan dialek bahasa Jawa yang lain. Dialek Solo dianggap sebagai bahasa Jawa yang baku, digunakan pada pembelajaran di sekolah-sekolah, bahkan dianggap sebagai bahasa nasional orang Jawa. Di keraton dipakai sebagai bahasa resmi dalam kedinasan dan adat tata cara keraton.
Istilah2 khas daerah sekitar eks-Solo, dantaranya adalah sbb:
-witekna artinya lha bagaimana
-semua akhir kalimatnya ditambah ‘no’
-jiglok artinya steples
-‘horok’ : lho
-naknu/saknu : kalau begitu
-oglangan : mati lampu
-Bangsul= wangsul
-Sedhiluk= sebentar
-Gek, kepeze, njongok (lungguh), nggogok (lungguh), njobo, tek, dll.


(Oleh: Kelompok penelitian folklor lisan eks-solo; kel 1; Rombel 4 PBSJ 08' Unnes (Ita Mustikaningrum dkk) Unnes)

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.