Minggu, 18 Januari 2015

Penyakit Disleksia Pada Anak Menyebabkan Sulit Belajar Baca Dan Menulis

Apa itu disleksia? Pengertian disleksia adalah kesulitan atau ketidakmampuan pada seseorang untuk belajar yang terutama mempengaruhi cara orang membaca dan mengeja kata-kata. Disleksia adalah gangguan spektrum, dengan gejala mulai dari yang ringan sampai parah.

Gejala Disleksia Pada Anak

Gejala disleksia dapat berbeda dari orang ke orang, dan masing-masing individu dengan kondisi ini akan memiliki pola yang unik dari kelebihan dan kekurangan mereka.

Anak prasekolah
Dalam beberapa kasus, dapat mendeteksi gejala disleksia pada anak sebelum mulai sekolah. Gejalanya bisa berupa:
  • Tertundanya perkembangan bicara dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia yang sama ( meskipun hal ini memiliki banyak penyebab yang berbeda selain penyakit disleksia )
  • Masalah dengan bicaranya, seperti tidak mampu mengucapkan kata-kata yang panjang dengan benar
  • Masalah mengekspresikan diri menggunakan bahasa lisan, seperti tidak mampu mengingat kata yang tepat untuk digunakan, atau menyusun kalimat dengan benar
  • Sedikit pemahaman atau apresiasi kata-kata bersajak.
  • Kesulitan atau sedikit minat dalam belajar huruf-huruf abjad

Anak-anak sekolah
Gejala disleksia pada anak biasanya menjadi lebih jelas ketika anak-anak mulai bersekolah dan mulai lebih fokus pada belajar bagaimana membaca dan menulis. Gejala disleksia pada anak usia 5-12 tahun meliputi:
  • Bermasalah dalam belajar nama-nama dan nada dari huruf
  • Ejaan yang tidak di mengerti dan tidak konsisten
  • Menggunakan huruf dan angka dengan cara yang salah seperti "6" bukan "9", atau "b" bukan "d"
  • Membaca dengan perlahan-lahan atau kesalahan ketika membaca dengan suara keras
  • Gangguan visual ketika membaca - misalnya, seorang anak mungkin akan melihat huruf dan kata-kata tampak seperti bergerak atau tampak kabur
  • Menjawab pertanyaan dengan baik secara lisan, tetapi mengalami kesulitan menuliskan jawabannya
  • Kesulitan melaksanakan serangkaian petunjuk
  • Sulit untuk belajar urutan, seperti urutan hari-hari dalam seminggu atau urutan abjad
  • Kecepatan menulis yang lambat
  • Tulisan tangan yang buruk
Penyakit Disleksia Pada Anak Menyebabkan Sulit Belajar Baca Dan Menulis

Penyebab Disleksia Pada Anak

Ada beberapa teori tentang penyebab disleksia pada anak, tetapi secara umum merupakan kondisi yang diwariskan melalui keluarga. Telah terbukti bahwa jika Anda penderita disleksia, ada kemungkinan bahwa anak Anda juga akan memiliki kondisi tersebut, walaupun tidak selalu terjadi, dan jika salah satu kembaran identik lahir dengan disleksia, mungkin kembar lain juga akan mengalaminya. Penelitian telah menunjukkan ada enam gen yang mungkin berkontribusi terhadap disleksia pada anak. Namun, ada juga yang menganggap bahwa banyak faktor yang menyebabkan kondisi tersebut.

Mendiagnosis Penyakit Disleksia Pada Anak

Semakin awal penyakit disleksia pada anak didiagnosa, semakin efektif pula penanganan disleksia dapat dilakukan. Dalam prakteknya, bagaimanapun, mengidentifikasi disleksia pada anak anak bisa sulit bagi kedua orang tua dan guru, karena ciri ciri anak disleksia atau gejalanya belum jelas. Banyak anak yang masih kecil, termasuk juga anak-anak muda, juga mengembangkan cara untuk mengimbangi disleksia mereka, seperti mengandalkan memori jangka panjang mereka yang lebih daripada biasanya, atau dengan "membayangkan" seluruh kata.

Jika Anda khawatir kondisi anak Anda

Jika Anda prihatin tentang prestasi membaca dan menulis anak Anda, pertama, bicaralah kepada guru mereka. Jika masalah masih berlanjut, coba bawa anak Anda mengunjungi dokter umum. Mungkin ada masalah kesehatan yang tidak berhubungan dengan disleksia pada anak Anda yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk membaca atau menulis. Misalnya, mereka mungkin mengalami:
  • Masalah penglihatan, seperti juling
  • Masalah pendengaran, sebagai akibat dari kondisi seperti telinga tersumbat
  • Kondisi lain, seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)

Intervensi Pendidikan Dini

Penelitian telah menemukan bahwa intervensi pendidikan dini, idealnya sebelum anak mencapai usia tujuh atau delapan tahun, adalah cara yang paling efektif untuk mencapai perbaikan jangka panjang mereka dalam membaca dan menulis. Berbagai intervensi dan program pendidikan yang tersedia, dan bisa sulit bagi orang tua untuk mengetahui sebagian dapat menguntungkan anak mereka. Namun, bukti mengatakan bahwa intervensi yang berfokus pada keterampilan fonologi (kemampuan untuk mengidentifikasi dan proses suara) adalah cara yang paling efektif untuk meningkatkan membaca dan menulis. Jenis intervensi pendidikan yang sering disebut sebagai phonics. Ini adalah sistem yang banyak digunakan untuk mengajar semua anak untuk membaca dan menulis, bukan hanya orang-orang dengan penyakit disleksia saja.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.