Jumat, 06 Februari 2015

Hubungan Tulang Keropos ( Osteoporosis ) Dengan Menopause Pada Wanita

Sepanjang hidup, tubuh Anda menyimpan keseimbangan antara keroposnya tulang dan pembentukan tulang baru. Anda mencapai massa tulang tertinggi (ukuran dan kepadatan) pada sekitar usia 30 tahun. Lalu, kira-kira antara usia 30 dan 35 tahun, tulang Anda mulai keropos lebih cepat daripada pembentukan tulang baru.

Menopause, waktu ketika periode menstruasi berakhir, yang biasanya terjadi dalam empat puluhan atau awal lima puluhan, secara dramatis mempercepat pengeroposan tulang. Setelah menopause, ovarium Anda berhenti memproduksi hormon estrogen, yang membantu untuk menjaga tulang Anda tetap kuat. Bahkan selama perimenopause (periode 2 sampai 8 tahun sebelum menopause), saat menstruasi Anda mulai menjadi tidak teratur, kadar hormon estrogen Anda mungkin mulai menurun dan Anda bisa mulai mengalami tulang keropos lebih cepat.

Seiring waktu, tulang keropos ini dapat menyebabkan osteopenia (massa tulang yang rendah) atau bahkan osteoporosis, suatu kondisi di mana tulang menjadi lemah.


Siapa yang berisiko mengalami tulang keropos?

Risiko Anda mengalami tulang keropos lebih tinggi jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan osteoporosis, atau jika Anda
  1. Kurus atau memiliki tubuh yang kecil
  2. Pengguna obat steroid (seperti prednisone atau kortison)
  3. Sering mengkonsumsi makanan yang rendah kalsium dan vitamin D
  4. Jarang berolahraga
  5. Merokok
  6. Minum terlalu banyak alkohol
Hubungan Tulang Keropos ( Osteoporosis ) Dengan Menopause Pada Wanita


Bagaimana Anda tahu jika Anda mengalami tulang keropos?

Untuk mengukur kekuatan tulang Anda, dokter Anda akan melakukan tes kepadatan tulang (DEXA scan). Tes ini memberikan pengukuran yang tepat dari kepadatan (atau ketebalan) dari tulang di tulang belakang, pinggul, dan kadang-kadang di lengan bawah.


Bagaimana Anda meminimalkan dan mengobati tulang keropos?

Makanan dan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah dan mengobati tulang keropos. Keberhasilan pengobatan osteoporosis, bagaimanapun, biasanya melibatkan kombinasi suplemen diet, perubahan gaya hidup, dan obat-obatan.

Kalsium. Semua wanita mulai pada usia 30 atau 35 tahun harus mendapatkan 1.200 mg kalsium setiap hari. Pada usia 50 tahun (ketika menopause biasanya mulai), seorang wanita harus mendapatkan 1.200 sampai 1.500 mg kalsium setiap hari. Untuk mendapatkan cukup kalsium, Anda harus makan makanan sehat seimbang, termasuk produk susu kaya kalsium, dan mengkonsumsi suplemen kalsium setiap hari jika diperlukan.

Vitamin D. Tubuh Anda membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium dan memindahkannya ke tulang. Sinar matahari menghasilkan vitamin D pada kulit Anda. Sumber makanan utama adalah susu dan sereal yang diperkaya dengan vitamin D, kuning telur, ikan air asin, dan hati. Beberapa suplemen kalsium dan kebanyakan tablet multivitamin mengandung vitamin D. Orang dewasa di bawah usia 50 tahun harus mendapatkan 800 IU (international unit) vitamin D setiap hari. Orang dewasa di atas usia 50 tahun harus mendapatkan 800 sampai 1.000 IU per hari.

Olahraga. Tulang tetap kuat jika Anda melakukan kegiatan latihan fisik sehari-hari seperti berjalan atau mengangkat beban. Kurang olahraga meningkatkan kecepatan tulang keropos setelah menopause. Setidaknya 20 menit sehari berolahraga dapat mengurangi tulang keropos.

Obat-obatan. Beberapa obat-obatan dapat membantu mencegah atau bahkan membalikkan osteoporosis. Obat-obatan ini dapat digunakan selain untuk kalsium, suplemen vitamin D, dan olahraga, diantaranya:
  • Bifosfonat (alendronate, risedronat, ibandronate, dan asam zoledronic)
  • raloxifene
  • Terapi hormon (hormon estrogen saja, atau jika Anda memiliki rahim, estrogen ditambah progestin dikombinasikan) pada beberapa wanita untuk interval pendek
  • Hormon paratiroid manusia (teriparatide) untuk osteoporosis parah
  • kalsitonin
Semua obat-obatan ini cukup efektif, tetapi biasanya memiliki efek samping. Dokter Anda akan bekerja untuk menemukan pilihan pengobatan terbaik untuk Anda.


Pertanyaan untuk dokter:
  1. Apakah saya berisiko mengalami osteoporosis?
  2. Seberapa sering saya harus melakukan tes kepadatan tulang?
  3. Haruskah saya konsumsi kalsium dan vitamin D suplemen? Berapa banyak yang saya butuhkan?
  4. Apakah saya perlu obat untuk keropos tulang saya?
  5. Apa lagi yang bisa saya lakukan untuk menjaga tulang saya kuat?

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.