Senin, 27 Juni 2016

orientasi PNS, Mindset orang Indonesia

              
  Untuk mendapatkan masadepan yang cerah sebenanya tidak butuh macam-macam, hanya butuh tekad dan keberanian. Nggak butuh ijasah sarjana, nggak butuh gelar yang berantai, nggak butuh pendidikan yang tinggi. Ingat ! yang dibutuhkan hanyalah tekad dan keberanian. Tekad yang kuat untuk menggapai impian, keberanian yang luarbiasa untuk menentang segala keterbatasan.

                Kebanyakan Mind set orang Indonesia, sekolah itu penting biar punya masadepan yang cerah. Sekolah setinggi-tingginya biar bisa adi pegawai, kalau dianalisa lagi ngapain sekolah tinggi kalo akhir-akhirnya cuma bisa jadi pegawai, kerja di belakang meja melakukan pekerjaan yang monoton dan itu-itu aja yang sebenarnya pekerjaan itu bisa dilakukan oleh orang dengan lulusan SD. Ini asalah sebuah contoh nyata, bukan bermaksud untuk merendahkan pekerjaan orang. satu hari saya ke perpustakaan, sepi banget di dalamnya hanya ada beberapa orang dan petugas perpustakaan.

Kemudian saya iseng-iseng Nana ke petugas perpustakaannya, soalnya keliatannya pekerjaan yang dia lakukan itu “enak banget”. Saya bertanya kepada mas-mas penjaga perpus, “mas, kalo di perpus mas kerjanya ngapain aja sih? Kayaknya enak banget, kerja bisa sambil baca-baca buku.” Si mas nya jawab “Cuma nata-nata buku, sama bikin pembukuan sirkulasi buku”. Mulut yang frontal ini bertanya lagi, “ maaf mas, kalo biar bisa kayak ini lulusan SMA bisa?’. Mas nya jawab lagi “kurang tau sih, setauku minimal S1”. Aku Nana lagi, “terus mas lulusan apa? S1?”. Masnya jawab, “iya”. Itu hanyalah sepenggal percakapan yang kami lakukan, dari situ saya berfikir kenapa dengan pekerjaan yang seperti itu harus dengan ijasah S1? Orang diluar sana yang tidak punya pekerjaan karena nggak punya ijasah pun sebenarnya bisa melakukan hal semacam itu, kalau sudah diajari.

Inilah uniknya negeri ini, kuliah hanya ingin dapat ijasah buat nyari pekerjaan dan biar bisa jadi PNS, biar bisa di cap jadi orang yang mapan. Pemikiran seperti ini ibarat sudah menjadi paradigma baru di negeri ini, ketika semua orang berbondong-bondong ingin menjadi PNS, dengan alasan gajinya udah pasti. Jadi PNS sih nggak masalah, dengan catatan dengan kerja yang baik, memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat.

Fenomena yang terjadi, para PNS yang udah “jadi” PNS hasil kerjanya hanya sebatas kerja, toh kerja dengan giat ataupun kerja dengan malas-malasan gajinya tetaplah sama. Pemikiran-pemikiran seperti ini lah yang akhirnya mengakibatkan fasilitas pelayanan-pelayanan publik yang di lakukan oleh instansi pemerintahan seringkali menghasilkan pelayanan yang kurang nyaman. Sangat berbanding terbalik memang dengan pelayanan-pelayanan yang dilakukan oleh instansi swasta yang mengutamakan kenyamanan bagi masyarakat. Andai saja instansi pemerintah bukan pemegang kendali utama dalam pelayanan publik. Pasti masyarakat sudah berpindah dari pelayanan yang dilakukan oleh instansi pemerintahan ke instansi swasta.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.