Kamis, 30 Juni 2016

Persiapan sebelum wawancara


Sebelum seorang pewawancara melakukan wawancara, tentu saja ada banyak hal yang harus dipersiapkan secara mendalam agar wawancara yang dilakukan menghasilkan data yang akurat dan dapat menjadi berita yang aktual berdasar pada data dan fakta yang ada. Kali ini saya akan mencoba membahas tentang apa saja yang harus dipersiapkan seorang pewawancara sebelum melakukan wawancara. So, here they are.

Pertama yang harus dilakukan seorang pewawancara sebelum melakukan wawancara adalah menyusun pertanyaan. Pertanyaan yang disusun tidak boleh asal-asalan sesuka hatinya. Pertanyaan yang disusun haruslah sesuai dengan bentuk keingintahuan sesuai dengan kompetensi narasumber yang dipilih sehingga wawancara akan berjalan dengan lancar dan tidak terdengar rancu dan menghasil analisa yang mendalam dan berita yang kontekstual dan tidak klise. Pertanyaan juga harus berdasar pada data dan fakta mengenai permasalahan yang akan dibahas, sesuai dengan informasi yang ada dan mengupas isu yang ada serta berpedoman pada Term of Reference (TOR). Pertanyaan yang tidak terhubung pada subjek pembahasan hanya akan membuat wawancara berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas dan pada akhirnya menghasilkan analisa yang kurang memuaskan pembaca.

Beberapa hal lain yang harus dilakukan pewawancara diantaranya adalah mempelajari materi dan latar belakang permasalahan secara mendetail agar tidak keluar dari fokus pembicaraan ketika melakukan wawancara. Hal ini sangat penting untuk menentukan jalannya wawancara dan agar narasumber tidak merasa kebingungan karena ditanyai sesuatu yang tidak pada tempatnya. Selain itu, pewawancara juga diharapkan untuk membuat suatu pertanyaan yang tajam agar narasumber memberikan penjelasan yang detail dan langsung mengarah pada pokok pembahasan tanpa harus bertele-tele dalam memberikan respon kepada pewawancara. Pewawancara juga diharapkan untuk mebuat pertanyaan yang mudah dimengerti agar narasumber tidak kebingungan dalam menjawab pertanyaan. Selain itu juga, pewawancara harus memaksimalkan waktu yang ada karena seorang narasumber yang kompeten dan berwawasan luas biasanya hanya memiliki waktu yang terbatas.

Sebuah wawancara akan mengalami keberhasilan jika persiapan yang dilakukan dilaksanakan dengan benar. Wawancara yang baik adalah wawancara yang langsung bertumpu pada topik yang ingin dibahas, tidak bertele-tele pada hal yang sebenarnya tidak berkaitan dengan tema yang diinginkan untuk itu pertanyaan yang disiapkan haruslah tajam mendalam dan memicunarasumber untuk menjawab  dan merespon secara cepat. Satu aspek penting yang tidak boleh dilupakan adalah waktu. Waktu adalah kunci keberhasilan wawancara, jangan bertele-tele, maksimalkan waktu yang ada dengan pertanyaan yang langsung bertumpu pada subjek yang ingin dikupas sehingga narasumberpun merasa nyaman untuk menjawab.













Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.