Jumat, 19 Agustus 2016

Proses Pembelahan Sel (Amitosis, Mitosis, & Meiosis)

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang materi IPA Biologi tentang Pembelahan Sel (Amitosis, Mitosis, dan Meiosis) meliputi pengertian, ciri-ciri, hasil, dan proses pembelahan sel, serta perbedaan pembelahan sel secara mitosis dan meiosis. Berikut materi selengkapnya...

A. PENGERTIAN PEMBELAHAN SEL

Pembelahan sel adalah suatu proses pembelahan dari sel induk menjadi dua atau lebih sel anak. Pembelahan sel biasanya merupakan siklus sel kecil yang akan menyebabkan siklus besar selanjutnya. Pembelahan sel bertujuan untuk pertumbuhan dan perkembangan, mengganti sel-sel yang telah rusak atau mati, berkembang biak, serta variasi individu baru dll. 

Proses Pembelahan Sel (Amitosis, Mitosis, & Meiosis)

B. MACAM-MACAM PEMBELAHAN SEL 

Secara umum, dibedakan menjadi 2, yaitu pembelahan langsung (amitosis) dan pembelahan tak langsung. Pembelahan tidak langsung dibedakan menjadi 2, yaitu Pembelahan Mitosis dan Pembelahan Meiosis (Pembelahan reduksi). Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas selengkapnya.
1. Pembelahan Sel Secara Amitosis (Pembelahan Biner)

Pembelahan amitosis, secara etimologi (secara bahasa) berasal dari penggabungan kata a dan mitos. Dimana A = tidak dan Mitos = benang, jadi pembelahan amitosis adalah pembelahan sel secara langsung atau disebut juga dengan pembelahan sederhana yang didahului dengan pembelahan inti tanpa didahului pembentukan benang spindel, penampakan kromosom, peleburan membran inti dan ciri lainnya. 

Pembelahan secara langsung ini, basanya terjadi pada makhluk hidup bersel satu (uniseluler) atau pada prokariota misalnya pada Amoeba, Paramecium, Alga biru dll. Pada pembelahan ini, sel anak mewarisi sifat induknya sehingga pembelahan amitosis menghasilkan turunan yang sifat sel anaknya  identik dengan sel induknya.

Pada proses pembelahan amitosis, inti terbelah dahulu menjadi dua bagian, yang mana inti tersebut langsung didistribusikan pada sel anak, dan dan kemudian diikuti dengan pembelahan pada sitoplasmanya dan membran sel.

Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan gambar di bawah!
 
Macam-macam pembelahan sel

Ciri-ciri Pembelahan Amitosis :


  • Terjadi pada organisme uniseluler (bersel tunggal) seperti pada : amoeba, parameciu, alga biru dll.
  • Setipa sel membelah menjadi dua sel anakan

Tujuan pembelahan Amitosis :


  • Untuk reproduksi (memperbanyak diri)
2.  Pembelahan Sel Secara Mitosis

Pembelahan mitosis termasuk kedalam pembelahan sel secara tidak langsung, karena pembelahan inti (nukleus) didahului oleh pembentukan benang-benang kumparan sperma (kromosom). Biasanya terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatic) dan sel nutfah. Pembelahan secara mitosis akan menghasilkan dua sel anakan yang masing-masing sel anak tersebut, mempunyai sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan induknya. Sel-sel tersebut memiliki perbedaan kemampuan dalam kecepatan membelah, ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Contohnya pada sel-sel germinatikum pada kulit yang mampu melakukan pembelahan secara cepat untuk menggantikan sel-sel yang rusaka atau sel-sel yang sudah mati. Pada hati, proses pembelahannya berlangsung lama, yaitu dalam waktu tahunan. 

Ciri-ciri Pembelahan Mitosis :


  • Prosesnya berlangsung pada sel somatik
  • Menghasilkan dua sel anakan yang sifatnya identik dengan sel induknya
  • Terjadi satu kali pembelahan dengan 4 fase yaitu : Profase, Metafase, Anaphase dan Telofase.
  • Antara satu pembelahan dengan pembelahan selanjutnya, terdapat suatu fase yang disebut interfase (fase istirahat).
  • Sel anak memiliki jumlah kromosom yang sama dengan jumlah kromosom induknya dan sel anak mampu untuk membelah lagi.
  • Pada usia muda, dewasa dan tua, pembelahan secara mitosis dapat terjadi.
Hasil dari Mitosis :
1. Satu sel induk (diploid) menjadi dua sel anak yang masing-masing diploid 2. Jumlah kromosom sel anak sama setelah pembelahan tadi, sama dengan jumlah kromosom sel induknya.


Tahapan Pembelahan Sel Secara Mitosis

Siklus sel adalah urutan-urutan tertentu dalam mekanisme pembelahan sel hingga pembelahan sel lagi untuk membentuk sel anakan. Dan siklus ini terbagi menjadi dua fase yaitu interfase dan fase mitotik.

Siklus sel terdiri dari fase pembelahan sel/ mitotic (M) dan periode pertumbuhan yang disebut interfase. Interfase terdiri dari tiga subfase, yaitu G1, S, dan G2.

Pembelahan mitosis merupakan pembelahan yang menghasilkan sel-sel tubuh. Pembelahan secara mitosis terdiri dari fase istirahat (Interfase), fase pembelahan inti (Kario kinesis), dan fase pembelahan sitoplasma (sitokinesis).

Tahap Interfase
Sel dianggap istirahat dari proses pembelahan, sebenarnya tahap interfase merupakan tahap yang aktif dan penting untuk mempersiapkan pembelahan. Persiapan berupa replikasi DNA
  •  Fase gap-1 (G1)
    • Sel-sel belum mengadakan replikasi DNA, sehingga DNA masih berjumlah 1 salinan (1c) dan diploid (2n)
  •  Fase sintesis (S)
    • DNA dalam inti mengalami replikasi sehingga menghasilkan 2 salinan DNA dan diploid (2c, 2n)
  • Fase gap-2 (G2)
    •   Replikasi DNA telah selesai, dan sel bersiap-siap mengadakan pembelahan.

Tahap Kariokinesis
Kariokinesis adalah tahap pembelahan inti sel, Tahap ini terdiri dari fase atau tahap-tahap yang lebih rinci
  • Profase
    • DNA mulai dikemas atau di paket menjadi kromosom. Profase merupakan tahap paling lama dalam mitosis.
    • Pada profase awal, kromosom mulai tampak lebih pendek serta menebal, pada sel hewan, sentriol membelah dan masing-masing bergerak ke kutub yang berlawanan pada nukleus, lalu terbentuk benang-benang spindel (benang mikrotubulus).
    • Pada profase akhir, masing-masing kromosom terlihat terdiri dari 2 kromatid yang terikat pada sentromer.
    • Pada tahap ini kromosom terletak bebas di dalam sitoplasma.
  • Metafase
    • Kromosom bergerak ke bidang ekuator benang spindel (bidang pembelahan).
    • Kromosom terletak di bidang ekuator dengan tujuan agar pembagian jumlah informasi DNA yang akan diberikan kepada sel anakan yang benar-benar rata dan sama jumlahnya.
  • Anafase
    • Merupakan tahap yang singkat dalam mitosis.
    • Masing-masing sentromer yang mengikat kromatid membelah bersamaan.
    • Kromatid bergerak menuju kutub pembelahan
    • Kromatid dapat bergerak ke arah kutub pembelahan karena terjadinya kontraksi benang spindel, pada saat kontraksi benang spindel memndek kemudian menarik kromatid menjadi dua bagian kedua kutub yang berlawanan.
    • Menghasilkan salinan kromosom berpasangan (1c, 2n)
  • Telofase
    • Kromatid telah disebut kromosom.
    • Membran inti mulai terbentuk dan nukleous kembali muncul.
    • Kromosom membentuk benang-benang kromatin.
    • Telofase akhir terjadi pembelahan sitoplasma dengan proses yang disebut sitokinesis.


Tahap Sitokinesis 

Terjadi pembelahan sitoplasma dan pembentukan sekat sel yang baru.

Pada sel hewan tahap sitokinesis di mulai saat telofase berakhir, terjadi penguraian benang-benang spindel, lalu terbentuk cincin mikrofilamen yang menyempit di daerah bekas bidang ekuator, terjadi kontraksi yang membagi sel menjadi dua lalu terbentuk 2 sel anakan. 

Proses Pembelahan Sel (Amitosis, Mitosis, & Meiosis)

Sitokinesis pada sel hewan 



Pada sel tumbuhan, terdapat dinding yang keras. Sel tumbuhan yang telah mengalami kariokinesis segera membentuk sekat sel di sekitar bidang pembelahan. Sekat ini mula-mula terbentuk dari vesikel membran yang berasal dari badan Golgi. Vesikel mengumpul di ekuator benang spindel, terjadi fusi vesikel, lalu terbentuk sekat sel dan akhirnya terbentuk dua sel anakan. 





Proses Pembelahan Sel (Amitosis, Mitosis, & Meiosis)

Sitokinesis pada sel tumbuhan

3. Pembelahan Sel Secara Meiosis (Pembelahan Reduktif)

Pembelahan secara meiosis adalah pembelahan sel dimana setiap sel kromosomnya dibagi menjadi dua. Pembelahan meiosis disebut juga dengan pembelahan reduksi, karena menghasilkan sel anak yang mempunyai jumlah kromosom setengah dari kromosom sel induknya. Terjadi pada alat reproduksi/gametogonium pada saat gametogenesisi (pembentukan gamet).  Dalam proses pembelahan meiosis, pembelahan terjadi dua kali secara berturut-turut tanpa dselingi dengan interfase (fase intirahat).

Pembelahan Meiosis berperan untuk menghasilkan gamet yang secara genetic tidak identik sehingga menyebabkan adanya variasi genetik. 


Tujuan dari Pembelahan Meiosis

  • Mereduksi kromosom (mengurangi jumlah kromosom) 
  • Membentuk gonad/ gametogenesis  
  • Tujauan dari rduksi adalah membentuk hasil zygot dari pertemuan sel goand yang selalu sama dengan individu yang ada atau sebelumnya.

Ciri-ciri Pembelahan Meiosis


  • Berlangsung pada organa genetalia (organ reproduksi)
  • Menghasilkan empat sel anakan
  • Terjadi duakali pembelahan yaitu, Meiosis I dan Meiosis II
  • Tidak diselingi dengan interfase (fase istirahat)
  • Sel anak mempunyai separuh jumlah kromosom dari jumlah kromosom induknya
  • Sel anak tidak memiliki kemampuan untuk membelah lagi
  • Pembelahan meiosis mulai terjadi pada pubertas

Tahap-tahap Pembelahan Sel Secara Meiosis

1. Meiosis I


  • Interfase I
    • Tahap persiapan untuk mengadakan pembelahan, penggadaan DNA dari satu salinan menjadi dua salinan DNA yang telah siap dikemas menjadi kromosom. 
  • Profase I
    • Terbentuk kromosom homolog yang berpasangan membentuk tetrad. Kromosom homolog adalah sepasang kromosom yang terdiri dari dua kromosom identik.
    • Profase 1 terdiri dari lima tahap yaitu, leptoten, zigoten, pakiten, diploten dan diakinesis
    • Tahap leptoten, kromatid berubah menjai kromosom yang mangalami kondensasi dan terlihat sebagai benang tunggal yang panjang.
    • Tahap zigoten, sentrosom membelah menjadi dua, kemudian bergerak menuju kutub yang berlawanan.
    • Tahap pakiten, tiap kromosom melakukan penggandaan atau replikasi menjadi dua kromatid dengan sentromer yang masih tetap manyatu dan belum membelah.
    • Tahap diploten, kromosom homolog terlihat saling menjauhi, saat kromosom homolog menjauh terjadi perlekatan berbentuk X pada suatu tempat tertentu di kromosom yang disebut kiasma.
    • Tahap yang terakhir yaitu tahap diakinesis, terbentuk benang-benang spindel dari penggerakakn dua sentriol ke arah kutub yang berlawanan, dan menghilangnya nukleous dan membran nukleus serta tetrad mulai bergerak ke bidang ekuator.
  • Metafase I 
    • tetrad kromosom berada pada bidang ekuator, benang-benang spindel melekatkan diri pada setiap sentromer kromosom 
    • Ujung benang spindel yang lainnya membentang melekat di kedua kutub pembelahan yang berlawanan.
  • Anafase I 
    • Tiap kromosom homolog masing-masing mulai ditarik oleh benang spindel menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah.
  • Telofase I
    • Tiap kromosom homolog kini telah mencapai kutub pembelahan
  • Sitokinesis I 
    • Tiap kromosom homolog dipisahkan oleh sekat sehingga sitokinesis menghasilkan dua sel, masing-masing berisi kromosom dengan kromatid kembarnya. 


Proses Pembelahan Sel (Amitosis, Mitosis, & Meiosis)
Meiosis I

2. Meiosis II


  • Profase II
    • Kromatid kembaran masih melekat pada tiap sentromer kromosom
  • Metafase II 
    • Tiap kromosom merentang pada bidang ekuator
    • Terbentuk benang-benang spindel, satu ujung melekat pada sentromer, dan ujung lain membentang menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah
  • Anafase II
    • Benang spindel mulai menarik kromatid menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan.
    • Kromosom memisahkan kedua kromatidnya dan menuju ke kutub yang berlawanan
  • Telofase II
    • Kromatid telah mencapai kutub pembelahan
    • Terbentuknya empat inti, tiap inti mengandung setengah pasang haploid dan satu salinan DNA (1n, 1c).
  • Sitokinesis II
    • Tiap inti mulai dipisahkan oleh sekat sel, dan menghasilkan empat sel kembar yang haploid.

Proses Pembelahan Sel (Amitosis, Mitosis, & Meiosis)
Meiosis II
Perbedaan Pembelahan Sel Secara Mitosis dan Meiosis

Dari uraian diatas dapat disimpulkan perbedaan antara pembelahan Mitosis dengan Mieosis :


No.
Kriteria Perbedaan
Mitosis
Meiosis
1.
Lokasi pembelahan
Sel-sel tubuh dan sel gonad
Sel gonad/ sel kelamin
2.
Jumlah pembelahan
Satu kali
Dua kali
3.
Jumlah sel anak hasil pembelahan
Satu sel induk menghasilkan dua sel anak
Satu sel induk menghasilkan 4 sel anak
4.
Jumlah kromosom anak
Diploid (2n) diploid (2n)
Diploid (2n) haploid (n)
5.
Pindah silang
Tidak terjadi
Terjadi pada profase I
6.
Komponen genetik
Sama dengan induk
Berbeda dengan  induk
7.
Tujuan
Pertumbuhan dan regenerasi
Reduksi kromosom yaitu pembentukan gamet



Sumber :
http://learningbiologyeasily.blogspot.co.id/p/questions.html
http://hewandanternak.blogspot.co.id/2014/04/pembelahan-sel-secara-amitosis-mitosis-dan-meiosis.html  
http://belajarbioyuk.blogspot.com/2010/12/pembelahan-sel.html 
http://bupenny.blogspot.com/p/blog-page_1.html 
http://carabuatbloggampangdanmudah.blogspot.com/2012/10/makalah-biologi-siklus-dan-pembelahan_2019.html
http://biologiklaten.wordpress.com/bab-26-pembelahan-sel-xii/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelahan_sel

Demikian artikel tentang materi IPA Biologi tentang Pembelahan Sel (Amitosis, Mitosis, dan Meiosis) meliputi pengertian, ciri-ciri, hasil, dan proses pembelahan sel, serta perbedaan pembelahan sel secara mitosis dan meiosis. Semoga bermanfaat,,, Wassalamu'alaikum..

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.