Sabtu, 28 September 2013

Pendarahan Saat Hamil Muda

Menjaga kehamilan disaat usia kehamilan masih muda merupakan hal yang perlu dilakukan oleh setiap ibu hamil. Jika kehamilan ini tidak dijaga sebaik-baiknya bisa saja akan menimbulkan pendarahan yang ujung-ujung berakhir dengan keguguran. Peristiwa ini yang sering dikhawatirkan bagi setiap ibu hamil, kehamilan yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tertunda diakibatkan karena kelalain dan ketidak hati-hatiannya seorang ibu dalam menjaga kehamilannya.


Pendarahan bisa terjadi kapan saja, baik pada trimester pertama, kedua, ataupun ketiga. Sementara pendarahan saat hamil muda terjadi ketika usia kehamilan pada trimester pertama. Hal ini yang perlu diwaspadai bagi wanita hamil muda, tidak menutup kemungkinan resiko keguguran bisa terjadi. Ada 4 jenis pendarahan yang terjadi pada trimester pertama.

Jenis Pendarahan Saat Hamil Muda

  1. Abortus Iminiens merupakan pendarahan yang terjadi pada rahim sehingga mengkibatkan keluarnya darah dalam jumlah yang sedikit. Namun kejadian embrio masih dalam keadaan aman dan utuh.
  2. Abortus Insipiens merupakan pendarahan yang cenderung sering diikuti rasa mulas, sehingga mengakibatkan rahim jadi terbuka. Namun keadaan embrio masih dalam keadaan aman.
  3. Abortus Inkomplet, bagi ibu hamil yang mengalami pendarahan ini akan merasa syok dan drop, karena darah yang keluar sangat banyak, sehingga mengakibatkan terjadinya pengeluaran embrio.
  4. Hamil Ektopik, merupakan kehamilan yang terjadi dimana sel telur yang telah dibuahi menempel pada saluran telur atau yang biasa disebut tuba falopi, silahkan baca pembahasannya tentang kehamilan ektopik. Diperlukan penanganan dengan cara operasi untuk mengangkat sel telur yang menempel supaya tidak terjadi pembengkakan pada tuba falopi.

Penanganan Pendarahan Saat Hamil Muda

Namun penanganan apa yang harus dilakukan oleh ibu hamil ketika pendarahan itu terjadi? Adapun penanganannya adalah sebagai berikut:
  1. Dengan cara berbaring, usahakan posisi kaki lebih tinggi dari pada bahu agar pendarahan yang terjadi dapat berkurang.
  2. Istirahat yang cukup sampai pendarahan itu berkurang.
  3. Melakukan aktifitas berat dan menimbulkan resiko pendarahan, sebaiknya untuk menghentikan aktifitas berat
  4. Dan langkah yang terakhir yang ditempuh, apabila pendarahan itu terjadi untuk segera menghubungi dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.