Jumat, 13 Desember 2013

BUKU PERINGATAN 50 TAHUN KOTA MALANG

BUKU PERINGATAN 50 TAHUN KOTA MALANG

Ivan Taniputera
14 Desember 2013



Judul buku: 50 Tahun Kotapradja Malang
Pemimpin Staf: Moeslim Dalidd
Redaktur2: Moch. Hanafiah, Drs. Pitono, Moh Koesnoe S.H., Drs. Kasmiran Woerjo, Drs. Roespana, Kolonel Dokter Sambiono, Dokter Soepangkat, Dokter M. hasan, Letkol R. Edwin Soedardji, Soetarno Atmodiprodjo S.H., Drh. Koesno Dwidjosumarno, S. Koesnosoebroto, Drh. Pratomo, R.P. Gondosoebowo.
Pelukis: Kwee Kwie tjiang
Foto2: Tan Thiam Kiet, Foto "Studio," Foto Kawi, Art and Camera Club, Iswandi Kartasentana.
Lay out: Moeslim Dalidd.
Penerbit: Seksi Penerbitan 50 tahun Kotapradja Malang, 1964
Jumlah halaman: 152.

Buku ini membahas mengenai perkembangan dan kemajuan yang sudah dicapai oleh kota Malang selama 50 tahun. Adapun isi buku adalah sebagai berikut:


Pada halaman 10-20 diriwayatkan mengenai sejarah kawasan Malang pada perbagai zaman. Sebagai contoh disebutkan mengekai Kerajaan Kanjuruhan, yang dibuktikan dari adanya prasasti dan candi sebagai berikut:

1.Prasasti Dinojo.
2.Tjandi Badut.
3.Tjandi Besuki

Mengenai prasasti Dinojo diuraikan sebagai berikut (halaman 11):

"Prasasti ini disebut demikian karena tempat terachir sebelum prasasti ini dibawa ke museum Djakarta ialah didesa Dinojo (kurang lebih 5 Km sebelah Barat kota Malang, ditepi djalan besar ke Batu).

Batu ini sendiri berasal dari desa MERDJOSARI, sedikit masuk kepedalaman.

Prasasti Dinojo ditulis dalam bahasa SANKRTA dalam bentuk metrum jang baik. Jang penting artinja ialah kenjataan bahwa huruf jang dipakai ialah huruf Djawa-Kuno, bukan lagi huruf Pallava seperti pada prasasti-prasasti terdahulu. Ini merupakan keistimewaan pertama dari prasasti Dinojo. Keistimewaan kedua ialah bahwa prasasti ini angka tahunnja disusun dalam bentuk Candra Sangkala jang berbunji: Nayana Vasurasa = 682 caka = 760 AD...."

Prasasti menyebutkan mengenai seorang raja bijaksana bernama Devasimha. Selanjutnya disebutkan pula mengenai urutan raja-raja:

Devasimha
Gajayana (Sang Liswa)
Uttejana.

Dinasti ini tidak ada hubungannya dengan dinasti Sanjaya di Jawa Tengah. Mereka merupakan pemuja Agastya.

Malang terbentuk sebagai kotapraja pada tanggal 1 April 1914 (halaman 12).

Buku ini juga meriwayatkan perjuangan di daerah Malang pada zaman Jepang dan zaman kemerdekaan.

Pada halaman 40-50 diuraikan mengenai kondisi daerah dan kependudukan (demograris) Kota Malang. Terdapat pula statistik perkembangan penduduk Malang selama 50 tahun.

Selanjutnya diuraikan pula sejarah perkembangan kota dan permasalahannya, sebagai contoh adalah di halaman 53-54:

"Ir. Thomas Karsten dalam sketchnja jang bersedjarah ditulis dalam tahun 1938 menjatakan bahwa kemadjuan jang pesat dari kota2 dengan sendirinja mengakibatkan bahwa orang2 Eropa tambah lama tambah banjak membeli tanah2 terutama jang terletak disepandjang djalan2 raja. Tanah2 ini bukanlah tanah peternakan dan tanah berumput seperti di Eropa tetapi adalah tanah2 dimana sudah ada kampung2 sehingga penduduk Indonesia jang didesak dari daerah2 itu terpaksa bertumpuk didaerah-daerah perkampungan Indonesia jang sudah penuh djuga dengan rumah2..."

Buku ini juga dilengkapi dengan peta-peta.

Berikut ini adalah contoh halamannya:




Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.