Sabtu, 14 Desember 2013

JEJAK-JEJAK BUDAYA CHINA DI KESULTANAN DOMPU: LAMBANG NAGA

JEJAK-JEJAK BUDAYA CHINA DI KESULTANAN DOMPU: LAMBANG NAGA

Ivan Taniputera
14 Desember 2013


Sumber gambar: http://humasdompu.wordpress.com/2009/09/29/menyusuri-jejak-jejak-sejarah-dompu/

Mengamati gambar di atas, barangkali sebagian orang akan menyangka bahwa itu lambang organisasi atau perkumpulan orang China. Namun pada kenyataannya itu adalah lambang Kesultanan Dompu, salah satu di antara enam kerajaan di Pulau Sumbawa. Adapun enam kerajaan di Pulau Sumbawa adalah: Bima, Dompu, Sumbawa, Sanggar, Papekat, dan Tambora. Keberadaan lambang ini juga telah disebutkan dalam Majalah Pantjawarna no.17, Tahun II, Februari 1950, pada artikel di halaman 22 karya Soh Lian Tjie berjudul "Dompu: Gudang padi dan pengharapan Sumbawa. Sultan Dompu mempunjai standaard dengan...........liong Tionghoa!.

Catatan: liong adalah dialek Hokkian bagi long (龍) yang berarti "naga."

Berikut ini adalah kutipannya:

"Ja, demikianlah ada perhubungan anara berbagai-bagai golongan penduduk di seluruh pulau. Sri Sultan Dompoe kasi lihat pada saja satu standaard: merah dengan wimpel oranje, atas mana ada disulam seekor naga, satu liong Tionghoa. "Sebelumnja djaman Modjopahit," demikian J.M. tjeritera, "Dompoe rupanja berada dibawah pengaruh Tionghoa." Di Soembawa saja diberitahukan, bahwa Sultan dari Bima mempunjai satu standaard demikian dengan lain-lain warna, sedang punjanja Sultan dari Soembawa ada mengundjuk seekor matjan sebagai lembaga. Matjan dan liong memang lembaga-lembaga Tionghoa typisch. Melihat adanja begitu banjak porcelein kuno bukan mustahil, jonk-jonk Tionghoa dari abad-abad lalu dengan tentu ada singgah di kepulauan Soenda ketjil."

Hubungan dengan kaum keturunan China masa itu boleh dikatakan baik:

"J.M. Mohammed Arifin Siradjudin, Sultan dari Dompoe menghargai tinggi perhubungan baik antara semua golongan penduduk dalam negaranja. Sebagai tjonto jang menjolong umpamanja ia sebut sumbangan Dompoe buat pembangunan Masdjid Raya di Makassar sedjumlah f. 10.000. Dari golongan penduduk Tionghoa (200 djiwa) ia telah terima f. 2000,-, dan dari golongan Arab (3 @ 400 djiwa) f 2000,-. dan dengan tjara ini dalam tempo singkat Dompoe telah mengumpuli djumlah jang perlu."

Selain itu, saat hendak diadakan upacara-upacara adat, orang-orang China juga banyak membantu.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.