Selasa, 11 Februari 2014

BUKU TENTANG ADAT ISTIADAT DAN CERITA RAKYAT DI INDONESIA

BUKU TENTANG ADAT ISTIADAT DAN CERITA RAKYAT DI INDONESIA

Ivan Taniputera
12 Februari 2014



Judul: Brosur Adat Istiadat dan Tjeritera Rakjat
Penerbit: Urusan Adat Istiadat dan Tjeritera Rakjat Djawatan Kebudayaan, Departemen P.D. dan K., 1965
Jumlah halaman: 90

Buku ini mengulas peristiwa-peristiwa adat dan kisah-kisah rakyat yang ada di negara kita. Sebagai contoh, pada halaman 9-20 terdapat ulasan mengenai "Upacara Ruwatan Anak" di desa Karangtengah, Tjilongok, Adjibarang). berikut ini adalah sedikit kutipannya:

"Pada tanggal 23 Djuni 1960 didesa Karangtengah, tidak djauh disebelah utara setasiun Karangsari, Ketjamatan Tjilongok, Kawedanan Adjibarang, diadakan upacara "Ruwatan" oleh seorang penduduk desa tersebut. Ia hanja mempunjai seorang anak perempuan, anak tunggal, sebab itu perlu diruwat, supaya terlepas dari intaian Batara Kala. Upatjara dilangsungkan dengan pertundjukan wajang kulit dan mengambil lakon: Lahirnja Batara Kala. Sebagai perlengkapan upatjara, dibelakang kelir wajang ditaruh sesadji, jang berwudjud:

1.Tumpeng komaran dua buah (dilain daerah Djawa Tengah disebut tumpeng robjong, gunungan nasi dihias denga lidi2 jang diberi katjang pandjang, lombok, bawang merah, krupuk goreng, bunga2an, kertas berwarna dsb).
2.Tumpeng salawe, (tumpeng ketjil2 berdjumlah dua puluh lima).
3.Pisang sesisir.
........................................dst."

Selanjutnya pada halaman 21-29 terdapat artikel berjudul "Idulfitri disekitar Bandjarnegara." Berikut ini adalah sedikit kutipannya:

"Kata adat istiadat adalah berpangkal pada kata adat (bhs Arab) jang dalam bahasa Indonesia berarti kebiasaan. Adat istiadat adalah suatu kebiasaan jang turun temurun dari manusia atau kelompok manusia (besar atau ketjil) dalam suatu daerah tertentu (ketjil atau luas) da berdjalan terus menerus. Soal turun temurun ini dapat dari manusianja (penduduknja) atau dari daerahnja.."

Pada halaman 30-38 terdapat artikel mengenai "Upatjara Permohonan Hudjan di Kuripan (Kawedanan Gerung Kabupaten Lombok barat)." Berikut ini adalah sedikit kutipannya:

"Upatjara ini dilakukan mereka apabila pada tahun itu hudjan djarang turun. Seperti pada tahun 1961 ini di Lombok sangat kurang hudjannja djika dibandingkan dengan tahun-tahun jang lampau jang tentunja djika tetap sebagai ini sebahagian besar orang di Lombok tidak dapat menanam padi. Pada saat jang begini orang-orang Kuripan jang masih tebal kepertjajaannja mengadakan upatjara. Menurut kepertjajaan mereka bahwa djarangnja hudjan itu disebabkan karena jang diperguan digunung Sasak, suatu gunung jang terletak di sebelah selatan desa Kuripan, sebal hatinja karena Rakjat Kuripan melupakan dia. Konon beliau itu adalah Radja pertama di Kuripan dari keturunan Radja Pedjanggik, beliau bernama Nek Laki Batu Muter Bumi. Semasa hidupnja terkenal sebagai Radja jang bidjaksana dan awas kepada masa jang akan datang....."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.



Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.