Senin, 18 Juli 2016

Mineral








Untuk mempelajari bumi, mutlak untuk mempelajari dan mengetahui apa itu penyusun bumi. Pada bagian terluar bumi atau kerak bumi, tersusun oleh berbagai macam jenis batuan. Batuan tidaklah berdiri sendiri, batuan tersusun oleh komponen yang lebih kecil lagi yaitu mineral. Di kerak bumi, mineral dijumpai dalam berbagai jenis. Suatu benda dapat disebut sebagai mineral apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :


· Terbentuk secara alamiah


Mineral terbentuk secara alamiah melalui proses alam di permukaan ataupun di dalam bumi. Mineral tidak dibuat di dalam laboratorium, meskipun memiliki bentuk dan rumus kimia yang sama dengan mineral yang ditemukan di alam. Sebagai contoh, mineral halit (NaCl) yang dibuat laboratorium melalui reaksi kimia bukanlah mineral, meskipun sifat fisik yang dimilikinya sama dengan NaCl yang ditemukan di alam sebagai mineral halit.


· Tersusun oleh zat anorganik


Sebuah mineral tidak pernah “hidup”, maksudnya mineral bukanlah zat yang dihasilkan dari organisme meskipun sifat fisik dan komposisi kimianya sama dengan mineral yang terbentuk secara alamiah di alam. Demikian dengan batubara ataupun tamber (resin kayu), meskipun sifatnya keras dan mirip dengan batu, batubara ataupun tamber bukanlah mineral karena terbentuk dari hasil aktivitas organisme.


· Dapat dirumuskan dengan rumus kimia atau simbol kimia


Mineral di alam dapat dijumpai dalam berbagai bentuk, ada yang ditemukan sebagai unsur murni seperti emas, namun ada juga yang ditemukan sebagai senyawa kimia yang tersusun oleh unsur-unsur yang saling berikatan seperti kuarsa (SiO2).


· Berbentuk kristalin


Atom-atom penyusun mineral tersusun dengan susunan yang teratur dan membentuk satu struktur tertentu yang disebut dengan kristal. Kristal ini seringkali terekspresikan ke dalam bentuk dari mineral, namun hal ini selamanya tidak terjadi tergantung bagaimana mineral itu terbentuk. Apakah dia terbentuk tanpa adanya gangguan sehingga sanggup membentu sesuatu susunan kristal yang sempurna, ataukah pada saat terbentuk mineral mengalami gangguan dari luar sehingga tidak membentuk susunan kristal yang sempurna bahkan amorf.


Dalam ilmu geologi terdapat cabang ilmu yang khusus mempelajari tentang mineral, yang disebut dengan mineralogi. Umumnya mineralogi dibedakan menjadi dua berdasarkan objek yang dipelajarinya yaitu :


· Kristalografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang geometri luar ataupun geometri dalam dari kristal seperti struktur atom. Aspek-aspek yang dipelajari dalam kristalografi adalah bagaimana mineral itu terbentuk, bentuk mineral itu sendiri dan karakteristik geometri dari kristal.


· Mineralogi fisik, merupakan ilmu yang mempelajari mengenai sifat fisik dai mineral


· Mineralogi kimia, mempelajari tentang sifat kimia dan struktur kimia dari mineral





Dengan mempelajari mineral dapat mengetahui mengenai mineral-mineral penyusun batuan. Dengan mengetahui dan memahami mineral dapat digunakan untuk mempelajari penyusun bumi ataupun planet lain. Selain itu dengan mempelajari mineral dapat digunakan dalam pengembangan dunia industri, kesehatan, dan berbagai keperluan lain. Karena pada beberapa jenis mineral memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia, misalnya uranium yang dapat digunakan dalam pembangunan energi nuklir, pengobatan, rekayasa genetika dan juga alat pertahanan.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.