Showing posts with label Astrologi Jawa. Show all posts
Showing posts with label Astrologi Jawa. Show all posts

Wednesday, December 4, 2013

POHON PENANGGALAN DAN KOSMOLOGI JAWA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
POHON PENANGGALAN DAN KOSMOLOGI JAWA

Ivan Taniputera
4 November 2013



Gagasan membuat gambar ini muncul sewaktu saya membaca mengenai Serat Gatoloco. Waktu itu Gatoloco sedang beradu teka teki dengan lima orang dewi dari Padepokan Cemarajamus, yakni Dewi Mlenukgembuk, Dewi Dudulmendut, Dewi Rarabawuk, Dewi Bleweh, dan Dewi Lupitwati. Jika dapat menjawab teka-teki tersebut, Gatoloco boleh menikahi mereka. Adapun teka-teki dari Dewi Mlenukgembuk berbunyi sebagai berikut:

"Terdapat pohon besar, memiliki empat cabang, berdaun dua belas, hanya memiliki dua buah saja. Pohon itu kemudian bercabang delapan. Bunganya tak terhitung jumlahnya"

Jawabannya, pohon besar tersebut melambangkan jagad raya. Empat cabang melambangkan empat arah mata angin utama: utara, selatan, barat, timur. Dua belas daun melambangkan nama-nama bulan Jawa. Dua buah itu melambangkan rembulan beserta matahari. Selanjutnya delapan cabang melambangkan delapan nama tahun Jawa. Bunga yang tak terhitung jumlahnya melambangkan bintang-bintang.

Dengan demikian, sebenarnya gambar pohon besar tadi hendak mengajarkan mengenai konsep penanggalan dan kosmologi Jawa.

Nama bulan-bulan Jawa adalah:

1.Sura
2.Sapar
3.Mulud
4.Bakda Mulud
5.Jumadilawal
6.Jumadilakir
7.Rejeb
8.Ruwah
9.Pasa
10.Sawal
11.Dulkangidah
12.Dulkahijjah

Nama tahun-tahun Jawa adalah:

1.Alip
2.Ehe
3.Jimawal
4.Je
5.Dal
6.Be
7.Wawu
8.Jimakhir

Untuk artikel-artikel menarik lainnya silakan bergabung dengan https://www.facebook.com/groups/339499392807581/
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Monday, December 2, 2013

PEKERJAAN YANG COCOK MENURUT PRIMBON JAWA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
PEKERJAAN YANG COCOK MENURUT PRIMBON JAWA

Ivan Taniputera
2 Desember 2013

Dalam primbon Jawa juga terdapat cara mengetahui pekerjaan yang cocok bagi seseorang. Caranya adalah dengan mengamati tabel berikut ini, yang berisikan angka neptu Anda berdasarkan Saptawara, Pancawara, dan bulan kelahiran menurut penanggalan Jawa atau Arab.


Anda jumlahkan angka naptu Anda berdasarkan Saptawara, Pancawara, dan bulan kelahiran menurut penanggalan Jawa atau Arab. Jika hasilnya lebih dari sepuluh, maka kurangilah dengan 9. Apabila setelah dikurangi hasilnya masih lebih dari 9, maka kurangilah lagi dengan sembilan. Adapun makna hasilnya adalah sebagai berikut:

Jika bersisa 2 atau 6:

Anda disarankan melakukan pekerjaan dalam bidang perdagangan atau perniagaan.

Jika bersisa 3 atau 5:

Anda disarankan melakukan pekerjaaan yang ada kaitannya dengan membimbing atau mengajar orang lain, misalnya guru, pelatih, motivator, dan lain sebagainya.

Jika bersisa 1 atau 4:

Anda cocok menjadi pegawai pemerintah atau pekerjaan yang ada hubungannya dengan mengatur sesuatu, misalnya administrasi dan lain sebagainya.

Jika bersisa 7 atau 8:

Anda cocok pada pekerjaan yang ada hubungannya dengan pertanian atau pertanahan. Selain bertani secara harafiah, juga boleh jual beli hasil bumi.

Jika bersisa 9:

Ini menandakan bahwa Anda merupakan orang yang kurang suka diperintah orang lain, sehingga lebih cocok bekerja sendiri atau berwiraswasta. Namun apabila masih bekerja pada orang lain, Karena kurang suka diperintah orang lain, mungkin lebih cocok pekerjaan di belakang meja atau suatu pekerjaan di mana Anda dapat dibiarkan bekerja sendiri dan mandiri.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Saturday, November 30, 2013

TRADISI DARI PRIMBON JAWA MENGENAI MENCARI TEMPAT KEDUDUKAN MAKHLUK HALUS PENGUASA DESA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
TRADISI DARI PRIMBON JAWA MENGENAI MENCARI TEMPAT KEDUDUKAN MAKHLUK HALUS PENGUASA DESA

Ivan Taniputera
30 November 2013

Tradisi Jawa meyakini adanya makhluk halus yang menunggu sebuah rumah, desa, tempat, dan lain sebagainya. Makhluk-makhluk tersebut diberi sesaji pada waktu-waktu tertentu. Oleh karenanya, perlu diketahui di sebelah mana makhluk halus atau dalam bahasa Jawa disebut dhanyang tersebut bersemayam. Dalam Primbon dijelaskan mengenai cara mencari letak bersemayamnya makhluk halus penunggu desa tertentu. Caranya adalah melihat tabel berikut ini.


Misalkan nama desa adalah Sidosermo, maka huruf awalnya adalah s yang setara dengan aksara jawa "sa." Aksara Jawa sa letaknya berada di sebelah selatan. Dengan demikian, penunggu desa tersebut berada di selatan. Pada hari-hari tertentu perlu diadakan upacara selamatan di sebelah selatan desa.

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Thursday, November 28, 2013

ARAH YANG BAIK DALAM MENCARI PENGHIDUPAN MENURUT PRIMBON JAWA: SUATU KONSEP RUANG DAN WAKTU TRADISIONAL

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
ARAH YANG BAIK DALAM MENCARI PENGHIDUPAN MENURUT PRIMBON JAWA: SUATU KONSEP RUANG DAN WAKTU TRADISIONAL

Ivan Taniputera
28 November 2013

Berikut ini adalah pedoman mencari arah yang baik dalam mencari penghidupan yang diambil dari buku Primbon Jawa. Pedoman ini mencerminkan konsep Jawa mengenai ruang dan waktu, dimana ruang beserta waktu akan senantiasa berubah baik dan buruknya. Karena konsep perhitungan waktu yang berputar (siklis) berdasarkan sistim Lima Hari (Pancawara) dan sistim Tujuh Hari (Saptawara), maka arah baik serta buruk itu juga akan mengalami siklus pula, yang akhirnya juga kembali ke asal lagi.

Menurut tradisi Primbon Jawa tersebut, arah mata angin dalam suatu hari pasaran tertentu dapat digolongkan menjadi empat, yakni sandhang, pangan, lara, dan pati. Sandhang dan pangan secara harafiah berarti "pakaian" serta "makanan," sehingga tentunya ini merupakan arah yang bagus. Sedangkan lara dan pati, secara harafiah berarti "penyakit" serta "kematian," sehingga tentunya merupakan arah yang kurang bagus. Arah-arah yang kurang bagus itu tentunya harus dihindari.

Sebagai contoh adalah hari Jum'at Pahing, menurut Primbon, pada hari tersebut, sandhang jatuh di barat, pangan jatuh di selatan, lara jatuh di timur, dan pati di utara.

Berikut ini adalah tabel selengkapnya.

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

MENGENAL SEDIKIT ISI PRIMBON: MENCARI TANGGAL LAHIR SESEORANG YANG SUDAH TIDAK DIKETAHUI

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
MENGENAL SEDIKIT ISI PRIMBON: MENCARI TANGGAL LAHIR SESEORANG YANG SUDAH TIDAK DIKETAHUI

Ivan Taniputera
28 November 2013

Primbon adalah sebuah buku yang berisikan himpunan tradisional Jawa. Isinya beraneka ragam, mulai dari ramalan hari kelahiran seseorang berdasarkan sistim lima hari (Pancawara: Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing) serta sistim tujuh hari (Saptawara: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu, dan Minggu). Masing hari baik dalam Pancawara dan Saptawara itu diberi angka, dan kemudian keduanya dijumlahkan. Hasilnya lalu dicocokan dengan yang ada dalam Primbon. Terdapat pula perhitungan hari baik dan buruk, arah yang baik dan buruk, dan masih banyak lagi yang lainnya. Secara umum, primbon Jawa sangat terkait dengan konsep perhitungan waktu dan ruang berdasarkan kosmologi tradisional Jawa.

Berikut ini adalah cara unik mengetahui tanggal kelahiran seseorang yang sudah tidak diketahui lagi. Isinya diambil dari buku "Baboning Kitab Primbon" terbitan toko buku Sadu Budi, Solo, yang berbahasa Jawa. Pada zaman dahulu, memang tidak setiap orang mencatat tanggal kelahirannya, sehingga kemungkinan besar terdapat banyak orang yang tidak mengetahui lagi tanggal kelahirannya. Saya bermaksud menyederhanakannya ke dalam bahasa Indonesia, sehingga dapat dipahami oleh para pembaca di mana pun juga.

Pertama-tama siapkan tiga gulungan kertas bertuliskan A, B, dan C. Lalu orang yang hendak bertanya pada Anda diminta memilih salah satu gulungan. Berikut ini adalah makna pilihannya.

A. Orang yang bertanya memang tidak mengetahui tanggal kelahirannya.
B. Orang yang bertanya sudah pernah diberi tahu oleh orang lain.
C. Orang yang bertanya itu hanya menguji Anda.

Dengan demikian, jika yang diambil adalah gulungan bertuliskan A, barulah Anda boleh meneruskan metoda ini.

Menurut naskah aslinya yang dipergunakan adalah perhitungan Jawa. Anda mempersiapkan kembali delapan kertas bertuliskan nama-nama tahun Jawa: Alip, Ehe, Jimewal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Orang yang bertanya lantas diminta mengambil salah satu. Itulah tahun Jawa kelahirannya.

Kemudian buatlah dua belas gulungan kertas bertuliskan nama-nama bulan: Muharram, Shafar, Rabi'ulawal, Rabi'ulakhir, Jumadi'lawal, Jumadi'lakhir, Rajab, Sya'ban, Ramadlan, Syawal, Zul'kaedah, dan Zu'lhijjah. Orang yang bertanya diperintahkan mengambil salah satu. Itulah bulan Jawa kelahirannya.

Kemudian buatlah 30 gulungan bertuliskan angka-angka 1 hingga 30, yang melambangkan angka tanggal. Menyesuaikan dengan jumlah hari pada bulan yang telah dipilih pada tahapan sebelumnya, mintalah orang itu mengambil salah satunya. Sebagai contoh, bulan Syawal terdiri dari 29 hari, maka cukup sediakanlah 29 gulungan saja (1-29).

Seluruh hasilnya dicatat dan itulah tanggal kelahiran orang tersebut berdasarkan metoda ini. Hasilnya dapat pula dikonversi ke penanggalan Masehi.

Anda dapat pula menyesuaikannya sebagai berikut, yang merupakan hasil pemikiran saya sendiri. Delapan tahun Jawa itu dapat pula diganti dengan 12 shio atau cabang bumi. Bulannya dapat memakai bulan Masehi atau China, dengan jumlah hari menyesuaikan bulan terkait.

Semoga bermanfaat.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Friday, August 31, 2012

Makna Penampakan Komet atau Lintang Kemukus Menurut Tradisi Jawa

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Makna Penampakan Komet atau Lintang Kemukus Menurut Tradisi Jawa

Ivan Taniputera
25 Agustus 2012

Komet yang juga disebut bintang berekor atau lintang kemukus dalam bahasa Jawa oleh berbagai kebudayaan dianggap sebagai pembawa pertanda bagi kejadian di masa mendatang. Pada kesempatan kali ini saya hendak membagikan hasil terjemahan saya mengenai makna kemunculan komet menurut tradisi Jawa berdasarkan arahnya.

1.Yen ana lintang kemukus metu ing : Wetan, ngalamat ana ratu sungkawa. Para nayakaning praja padha ewuh pikirane. Wong desa akeh kang karusakan lan susah atine. Udan deres. Beras pari murah, emas larang.

Terjemahan: Jika ada bintang berekor muncul di sebelah timur merupakan pertanda ada raja sedang berbela sungkawa. Para pengikutnya sedang bingung pikirannya. Orang desa banyak mengalami kerusakan dan bersusah hatinya. Beras dan padi murah harganya, tetapi emas akan mahal harganya.

2.Kidul-wetan: ngalamat ana ratu surud (seda). Wong desa akeh kang ngalih, udan arang. Woh2an akeh kang rusak. Ana pagebluk, akeh wong lara lan wong mati. Beras pari larang. Kebo sapi akeh kang didoli.

Terjemahan: Tenggara. Pertanda ada raja meninggal. Orang desa banyak yang pindah. Hujan menjadi jarang. Buah-buahan banyak yang rusak. Ada wabah penyakit. banyak orang sakit dan meninggal. Beras dan padi mahal. Kerbau dan sapi banyak yang dijual oleh pemiliknya.

3.Kidul: ngalamate ana ratu surud (seda). Para panggedhe pada susah atine. Akeh udan. Karang kitri wohe ndadi.Beras pari, kebo sapi murah regane. Wong desa pada nalangsa atine, ngluhurake panguwasane Pangeran kang Maha Suci.

Terjemahan: Selatan. Pertanda ada raja meninggal. Para pembesar sedang bersusah hatinya. Banyak hujan. Hasil kebun melimpah hasilnya. Beras, padi, kerbau, dan sapi murah harganya. Orang desa merana hatinya, mengagungkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Suci.

4.Kidul Kulon, ngalamat ana ratu surud. Wong desa padha nindakake kabecikan. Beras pari murah. Karang kitri wohe ndadi. Kebo sapi akeh kang mati.

Terjemahan: Barat daya. Pertanda ada raja meninggal. Orang desa melakukan kebajikan. Beras dan padi murah harganya. Hasil kebun berlimpah ruah. Kerbau dan sapi banyak yang mati.

5.Kulon bener, ngalamat ana jumenengan Ratu. Panggede lan wong desa padha bungah atine. beras pari murah. Apa kang tinandur padha subur, kalis ing ama. Udan deres tur suwe. Barang dagangan wujud apa bae padha murah regane, jalaran saka oleh nugrahaning Pangeran.

Terjemahan. Barat. Pertanda ada penobatan Raja. Pembesar dan orang desa merasa senang hatinya. Beras dan padi murah harganya. Apa yang ditanam akan berbuah subur dan cepat membuahkan hasil. Hujan deras dan lama. Barang yang diperjual-belikan dalam bentuk apa saja akan murah harganya, karena memperoleh berkah Tuhan.

6.Lor kulon, ngalamat ana Ratu pasulayan, rebutan raja darbeke lan pangwasane. Para Adipati padha tukaran rebut bener. Wong desa padha sedhih atine. Kebo sapi akeh kang mati. udan lan gludhug salah mangsa. Grahana marambah-rambah tur suwe. Beras pari larang emas murah.

Terjemahan. Barat laut. Pertanda ada raja berselisih memperebutkan kekuasaan. Para adipat berselisih memperebutkan kekuasaan. Warga desa bersedih hatinya. Kerbau dan sapi banyak yang mati. Hujan dan petir akan terjadi di musim yang salah. Kekurangan (gerhana) akan semakin meluas dan berjangka waktu lama. Beras dan padi akan mahal harganya, namun emas murah harganya.

7.Lor bener: ngalamat ana Ratu ruwet panggalihe jalaran saka kisruh paprentahane, kang temahan nganakake pasulayan, banjur dadi perang. beras pari larang, emas murah.

Terjemahan. Utara: pertanda ada raja yang kalut pikirannya karena kekeruhan dalam pemerintahan. Akan timbul perselisihan yang berkembang menjadi peperangan. Beras dan padi mahal harganya, namun emas murah.


Sumber: Sejarah Kutha Sala: Kraton Sala, Bengawan Sala, Gunung Lawu oleh R.M. Ng. Tiknopranoto dan R. Mardisuwignya, halaman 35-36.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info