Showing posts with label Trenggalek. Show all posts
Showing posts with label Trenggalek. Show all posts

Monday, July 9, 2012

Tempat Wisata Kota TRENGGALEK

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
1. Pantai Prigi Terletak sekitar 48 km arah selatan kota Trenggalek,tepatnya di Desa Tasik Madu, Kecamatan Watulimo,Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.Walaupun di pantai ini juga tempat pelelangan dan pengolahan ikan, namun pantai prigi sangat panjang dan memiliki keindahan yang unik dibanding dengan pantai karanggongso yang berpasir putih. Pantai ini memiliki pasir kuning. Pemda Jawa Timur telah mengembangkan kawasan ini sebagai tempat pelelangan ikan terbesar di pantai selatan pulau Jawa. Sehingga aktivitas ekonomi di daerah inipun meningkat.

Disekitar pantai tumbuh warung-warung kecil, walaupun keadaannya masih semrawut, namun Anda yang menyukai makan khas Jawa akan menemukannya disini. Beberapa warung bahkan menawarkan cindera mata, berupa hasil karya dari kerang. Juga tersedia penyewaan kapal yang akan membawa Anda berkeliling disekitar pantai menikmati pemandangan pantai dan tebing dari laut.
Beberapa ratus meter dari pantai Prigi, ada beberapa hotel dan penginapan yang harganya relatif murah.



2. Pantai Karanggongso terletak 3 km dari pantai Prigi yang terkenal dengan pasir putihnya. Ombak dipantai ini relatif tenang, sehingga sangat cocok untuk berenang dan mandi. Disepanjang pantai tumbuh rimbun pohon-pohon yang menambah sejuk udara di pantai disiang hari.




Diseberang jalan di sepanjang pantai tersedia beberapa restoran dan warung kecil yang menyajikan bermacam-macam makanan dan minuman nusantara. Tersedia es kelapa muda, berbagai masakan seafood, serta aneka makanan kecil khas Trenggalek.




3. Pantai Damas terletak didesa Karanggandu, sekitar 5 km disebelah barat pantai Prigi. Pantai ini masih belum banyak dikembangkan, sehingga dibanding pantai lain di Kec. watulimo pengunjungnya masih sedikit. Memiliki pasir hitam dan batu-batu penyangga disepanjang pantai, untuk mengurangi pengikisan.



Ombaknya tenang, untuk bisa berenang dengan nyaman Anda harus berada beberapa ratus meter dari pantai. Disebelah pantai ada perumahan penduduk, dimana Anda juga bisa menemukan beberapa toko dan warung kecil.

4. Obyek wisata yang tak kalah menariknya dengan obyek-obyek wisata yang lain adalah Obyek wisata Gua lowo. Disamping mengagumi keajaiban alamnya, gua lowojuga menyimpan berbagai misteri.



Gua Lowo terletak di Desa Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek kurang lebih 30 KM. dari Kota Trenggalek juga 30 km dari Kota Tulungagung atau kurang lebih 180 km dari Kota Surabaya ke arah pantai selatan tepatnya ke arah Pantai Prigi Kecamatan Watulimo. Tempat yang strategis dan mudah dijangkau serta satu jalur dengan obyek wisata Pantai Prigi inilah yang membuat makin mudah bagi pengunjung kerena bisa dalam bentuk satu paket wisata.

Begitu tiba di Guo Lowo pengunjung akan disambut suasana udara pegunungan yang sejuk dengan aroma hutan jati yang khas, karena lokasi Guo Lowo dikelilingi hutan jati yang rimbun. Dari tempat parkir menuju mulut gua, jalan yang sudah dipaving bersih membelah diantara teduhnya pepohonan kayu jati ini.

Begitu melewati mulut gua, kita langsung disambut ruang gua pertama yang sangat luas bagaikan aula. Langit - langit gua setinggi kurang lebih 20-50 meter, lebar gua sekitar 50 m. Mulai dinding gua dipenuhi dengan panorama dan beraneka macam bentuk.

Keindahan dinding gua dengan stalagtit menggantung maupun stalagmit yang mencuat disana sini, semakin terlihat artistik dengan sinar tata sedemikian rupa menambah warna semakin menarik.

Berdasarkan survei ahli gua Mr. Gilbert Manthovani dan Dr. Robert K Kho tahun 1984 dinyatakan bahwa Guo Lowo gua alam terbesar di Asia Tenggara bahkan di Asia dengan panjang gua 800 Meter dengan rata - rata ruang luas terdapat 9 (sembilan) ruang utama dan beberapa ruang kecil.

KISAH PENEMUAN GUO LOWO

Seorang bernama Lomedjo masuk hutan mencari tempat untuk melaksanakan semedi. Dan diketemukan gua kecil yang dianggap cocok untuk bertapa yakni sebuah gua dekat dengan kedung yang berwarna kebiru-biruan. Yang pada akhirnya gua tersebut dinamakan Kedung Biru. Letak Kedung kurang lebih 600 meter timur laut Guo lowo Petilasan ini ternyata sampai saat ini masih digunakan orang - orang untuk bertapa. Hal ini melihat bekas - bekas peralatan tertinggal di gua Kedung Biru.

Dari hasil upaya puasa, semedi dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa ini, akhirnya mendapatkan hasil. Mbah Lomedjo mendapat mimpi bahwa sekitar tempat dia bertapa ada sebuah gua besar te bersembunyi hewan - hewan buruan dengan aman.

Suatu ketika, diketemukan mulut gua yang besar, gelap dipenuhi kelelawar dengan bau yang menyengak hidung. Tanpa disadari mereka selalu menyebut gua dengan;Guo Lowo( Bahasa Jawa Kelelawar adalah Lowo). Hingga sekarang gua tersebut bernama Guo Lowo, pertapaan Kedung terletak 600M timur Gua Lowo

Mengagumi keindahan Guo Lowo yang dengan warna warni stalagtit dan stalagmit, di suasana alam lingkungan gua yang sejuk dan asri itu, sebenarnya Pemerintah Kabupaten Trenggalek tahun 1984 sudah ada upaya untuk mempromosikannya sebagai obyek wisata. Kendatipun demikian keterbatasan dana dan situasi yang kurang menunjang saat itu, maka pengembangannya sangat lamban sehingga belum banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan.

Gua yang besar dan panjangnya kurang lebih 800 M ini telah dilengkapi sarana penerangan listrik dan jalan buatan sehingga mudah untuk mengamati macam bentuk artistik alami dari stalagtit dan stalagmit. Suasana sejuk dan segar karena air bersih yang gemercik mengalir di bawa gua membuat suasana yang nyaman.

Di luar gua telah dibangun, dilengkapi arena mainan anak - anak. Pada hari libur seringkali juga ada hiburan musik yang diatraksikan dipanggung gembira. Ada Angkutan umum dari kota Trenggalek ke Durenan kemudian ke Guo Lowo.

5. Pemandian Tapan terletak di kecamatan Karangan,Kabupaten TrenggalekJawa Timur.tidak jauh dari pusat kota Trenggalek dan bisa ditempuh dengan kendaraan umum. Lokasinya di atas bukit, dengan hutan yang rimbun disekitarnya dan udara pegunungan yang bersih, membuat suasa yang nyaman dan santai untuk wisata di akhir pekan.



Dari jalan raya Trenggalek-Karangan, atau Trenggalek-Pacitan, Anda akan melihat tanda menuju kearah tempat pariwisata ini. Anda yang suka jalan kaki, dari tempat ini(dimana Anda turun dari transport umum)kepemandian berjarak sekitar 2 km dengan sedikit tanjakan.

Pemerintah Daerah Trenggalek telah merenovasi jalan dan fasilitas lain di tempat ini untuk menarik pengunjung, juga dengan mengadakan beberapa kali atraksi. Namun terlihat bahwa pemeliharaannya kurang baik, sehingga investasi yang besar untuk membangunnya pun menjadi tidak efektif.

Ada 2 kolam pemandian, yang dangkal untuk anak-anak dan disebelahnya untuk dewasa. Air dipemandian ini mengalir langsung dari sumber mata air. Sehingga Anda tidak perlu mengkhawatirkan tentang kebersihannya.

6. Prasasti Kamulan terletak di desa Kamulan kec. Durenan,Kabupaten Trenggalek,Jawa Timur. Prasasti ini dikeluarkan oleh Raja Sarweswara Trikramawataranindita Srngga Lancana Dikwijayotunggadewa atau biasa dikenal dengan nama Kertajaya tahun 1116 Saka atau 1194 Masehi.



Berdasarkan prasasti ini ditetapkanlah "Hari jadi Kabupaten Trenggalek pada hari" Rabu Kliwon "tanggal 31 bulan Agustus tahun 1194.

7. Pantai Pelang terletak dikecamatan Panggul, agak jauh dari kotaTrenggalek. Namun demikian bisa ditempuh dengan kendaraan umum dari terminal bustrenggalek jurusan Lorok-Pacitan.



Pantai ini terkenal dengan ombaknya yang relatif tenang. Disepanjang jalan ke air terjun, juga terlihat tebing-tebing yang tinggi. Tidak jauh dari pantai ada air terjun yang indah dengan mitos, bila mandi dibawahnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

KULINER MAKANAN KHAS TRENGGALEK

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Icip-Icip Kuliner Khas Trenggalek

Mungkin banyak orang belum pernah mendengar kota Trenggalek. Meski begitu ternyata kota tersebut memiliki aneka kuliner yang bisa menitikkan air liur. Apa saja yang bisa dicicipi kalau mampir ke kota di Jawa Timur ini?

Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di bagian selatan Propinsi Jawa Timur. Beberapa makanan khas Trenggalek seperti nasi pecel dan nasi pindang merupakan salah satu favorit saya.

Nasi pecel memang tidak mungkin lepas dari makanan sehari-hari orang Jawa, khususnya Jawa Timur. Biasanya bumbu pecelnya relatif pedas dan dibuat segar setiap hari. Masing-masing daerah di Jawa punya kekhasannya sendiri soal campuran daun-daun yang digunakan dalam nasi pecel ini. 

Salah satu resto pecel paling ternama di Trenggalek adalah Resto Ibu Sihir. Nasi pecelnya terdiri dari rebusan daun kenikir, kecambah (toge kecil), irisan timun dan pucuk daun kemangi. Peyek kacang sudah pasti jadi gandengannya. Di resto pecel yang saya coba ini juga dijual ayam goreng kremesan buat padanannya. Wuih... ayam kremesnya nyeeesss. Resto ini buka dari jam 6 pagi sampai sekitar jam 2 siang saja. 

Nah, ada pula makanan yang disebut dengan nasi pecel gunung. Dinamakan demikian karena nasi pecel tersebut hanya bisa didapat di daerah pegunungan Trenggalek, kira-kira berjarak 30 menit dari kota dengan mengendarai motor. Beberapa orang mungkin berkomentar, "lah pecel ya pecel lah di mana-mana sama". Saya dan para penggemar pecel pasti tidak setuju. 

Pecel gunung yang saya nikmati di pagi hari itu ternyata bumbunya lebih medok, lebih pedas, lebih kental. Sayuran yang dipakai hanya bayam dan tauge. Padanannya lagi-lagi peyek kacang yang renyah enak. Teman makan lainnya adalah tempe goreng, tahu goreng dan telor asin. Hmm... sedap!

Di daerah pegunungan tersebut lagi-lagi ada makanan yang wajib dicicipi. Nagi geghok namanya, nasi ini khas masyarakat daerah pegunungan dengan taburan oseng teri pedas di atasnya dan kemudian dikukus. Sehingga setelah matang jadi mirip seperti arem-arem. Pedasnya mak jooosss, mantab apalagi dinikmati dengan pasangannya si perkedel tahu.

Selain itu ada pula nasi pindang yang biasa tersedia di depot (resto kecil) di kota ini. Istilah pindang mempunyai arti yang sangat berbeda pengertiannya di daerah yang berbeda di Indonesia. Kalau pindang Palembang berarti ikan patin atau iga dengan kuah bening asam-asam pedas. 

Tetapi di kota ini pindang memiliki pengertian yang berbeda. Pindang versi Jawa Timur adalah daging dengan kuah rawon (yang berarti menggunakan kluwak). Biasanya pindang ini ditambahkan banyak cabe rawit utuh. Kalau memesan nasi pindang maka biasanya penyajiannya ditambah dengan serundeng. Hmm... kebayang kan sedapnya? Nah, kalau mampir ke Trenggalek pastikan untuk mencicipi makanan-makanan enak tersebut!



Sumber
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

ASAL USUL SEJARAH KOTA TRENGGALEK

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Trenggalek merupakan sebuah kabupaten di sebelah barat daya dari provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan samudera India.  Batas-batas wilayahnya meliputi : sebelah utara berbatasan dengan gunung Wilis, sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Tulungagung, sebelah selatan berbatasan dengan samudera India dan sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Pacitan dan Ponorogo. Keadaan alamnya mayoritas daerah pegunungan dan mayoritas hutan yang telah dikelola oleh Perhutani. Keadaan alam yang demikian menyebabkan pendapatan perkapita penduduk menjadi rendah sehingga banyak warganya yang merantau. Keadaan alam yang minus demikian yang jadi penyebab dahulu Pemerintah Belanda sampai berulang kali memisahkan dan menggabungkan wilayah Trenggalek dengan kabupaten di sekitarnya. Trenggalek terbagi menjadi 14 Kecamatan meliputi kecamatan Trenggalek, Bendungan, Karangan, Suruh, Tugu, Pule, Panggul, Dongko, Munjungan, Kampak, Watulimo, Gandusari, Pogalan, Durenan. Ibukota Pemerintahan Kabupaten Trenggalek berada di Kecamatan Trenggalek.

Sejarah
Dari sejarah Pemerintahan Kabupaten Trenggalek, Kabupaten ini menjadi daerah otonom sejak Pemerintahan Pakubuwono II pada masa Kerajaan Mataram Islam sebelum pecah menjadi 2 Kerajaan yaitu Surakarta dan Ngayogyakarta. Bupati Pertama adalah putra dari Pakubuwono II yang bernama Mertodiningrat. Akibat dari gejolak di pusat Kerajaan maka berdasarkan Perjanjian Gianti (1755) Trenggalek-pun ikut terpecah dimana Trenggalek dengan wilayah yang sekarang kecuali Panggul dan Munjungan masuk Ponorogo sebagai bagian dari wilayah Surakarta dan Panggul serta Munjungan masuk Pacitan sebagai bagian dari wilayah Ngayogyakarta.

Pada tahun 1812, dengan berkuasanya Inggris di Pulau Jawa (Periode Raffles 1812-1816) Pacitan (termasuk didalamnya Panggul dan Munjungan) berada di bawah kekuasaan Inggris dan pada tahun 1916 dengan berkuasanya lagi Belanda di Pulau Jawa, Pacitan diserahkan oleh Inggris kepada Belanda termasuk juga Panggul dan Munjungan.
Pada tahun 1830 setelah selesainya perang Diponegoro, wilayah Kabupaten Trenggalek, tidak termasuk Panggul dan Munjungan, yang semula berada dalam wilayah kekuasaan Bupati ponorogo dan Kasunanan Surakarta masuk di bawah kekuasaan Belanda. Dan, pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek termasuk Panggul dan Munjungan memperoleh bentuknya yang nyata sebagai wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten versi Pemerintah Hindia Belanda sampai disaat dihapuskannya pada tahun 1923.
Alasan atau pertimbangan dihapuskannya Kabupaten Trenggalek dari administrasi Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu secara pasti tidak dapat diketahui. Namun diperkirakan mungkin secara ekonomi Trenggalek tidak menguntungkan bagi kepentingan pemerintah kolonial Belanda.Wilayahnya dipecah menjadi dua bagian, yakni wilayah kerja Pembantu Bupati di Panggul masuk Kabupaten Pacitan dan selebihnya wilayah Pembantu Bupati Trenggalek, Karangan dan Kampak masuk wilayah Kabupaten Tulungagung sampai dengan pertengahan tahun 1950.
Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950, Trenggalek menemukan bentuknya kembali sebagai suatu daerah Kabupaten di dalam Tata Administrasi Pemerintah Republik Indonesia.

Asal Usul Nama Trenggalek
Dalam Babad, Legenda, Cerita Rakyat maupun Sejarah tidak pernah ada yang menyinggung asal usul nama Trenggalek. Cerita Rakyat yang berkembang selama ini hanya mengisahkan Kepahlawan dari Bupati Trenggalek Menaksopal dan Ketampanan Putra Bupati Trenggalek sehingga Suminten anak dari Warok Surogentho sampai tergila-gila. Ada salah satu pendapat yang menjabarkan arti Trenggalek sebagai Terang Ing Galih (Terang di Hati), namun menurut penulis pendapat ini tidak mempunyai sisi Historis apapun dilihat dari sudut pandang Tata Bahasa, Sosiologi maupun Geografi dari wilayah Trenggalek itu sendiri. Selama ini hanya ada satu pedoman untuk menyingkap asal usul nama Trenggalek yaitu makam mantan Bupati/Tokoh yang bernama Setono Galek. Namun tidak ada Catatan atau Cerita darimana Tokoh ini berasal dan mengapa bernama Setono Galek pun orang Trenggalek sendiri sepertinya tidak ada yang tahu arti nama itu.Dengan pengetahuan yang terbatas, penulis mencoba mencari tahu sebagaimana dalam tulisan Sejarah Kampak yang pernah saya tulis.

Yang Pertama dari sudut Tata Bahasa yang penulis cari, kata Trenggalek adalah gabungan dari 2 (dua) kata. Yang Pertama adalah Trengga/Treng adalah kependekan dari kata Trenggana dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuno yang berarti Bintang/Terang dan Galek/Lek adalah dari kata Galekan/Galek juga dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuno yang berarti  Hilang/Lenyap. Untuk kata Galek/Galekan itu sendiri tidak banyak orang yang tahu karena kata ini sudah lama tidak terpakai dalam khasanah Tata Bahasa Jawa sehingga sepintas seperti kata yang asing. Arti kata ini penulis dapatkan dari seorang yang mengerti kebudayaan Jawa Kuno karena dalam Kamus Sansekerta yang dikarang bapak Purwadi tidak penulis ketemukan. Arti kata dari gabungan 2 (dua) kata ini menjadi Bintang/Terang yang Hilang/Lenyap. Atau lebih mudahnya berarti Bintangnya/Terangnya Hilang/Lenyap.

Dari arti kata ini penulis berjalan ke belakang dalam Historis atau Sejarah terbentuknya Kabupaten Trenggalek. Sejarah telah tertulis, awal terpecahnya Kerajaan Mataram Islam adalah ketika terjadi Pemberontakan sehingga Ibukota Kerajaan di Kartasura luluh lantak sehingga Pakubuwono II menyingkir ke wilayah Ponorogo dan sekitarnya termasuk Trenggalek. Kemudian atas bantuan Ulama Besar Ponorogo beserta santrinya dan warga Ponorogo,Trenggalek dan Tulungagung Kerajaan dapat direbut kembali. Karena Ibukota sudah hancur maka Ibukota dipindahkan ke Surakarta atau Solo. Atas rasa terimakasih terhadap warga Trenggalek, maka dibentuk Pemerintahan tersendiri di Trenggalek dengan Putra dari Pakubuwono II sendiri sebagai Bupati Pertama.
Inilah awal kehancuran Kerajaan Mataram karena saudara-saudara Pakubuwono II termasuk pamannya sendiri menyatakan ketidakpuasannya karena ternyata Pakubuwono II semakin dekat dengan Pemerintah Hindia Belanda, sebagai pihak yang selama ini menjadi musuh sejak jaman Sultan Agung. Akhirnya Kerajaan Mataram pecah menjadi 4 (empat) Kerajaan kecila yaitu Surakarta,Ngayogyakarta,Pakualaman dan Mangkunegaran.
Uraian Sejarah tadi jika dihubungkan kata Trenggalek dan kedatangan Raja Jawa ke tanah Trenggalek mempunyai kaitan yang erat. Kata Trenggalek atau daerah Trenggalek itu adalah Tempat Terangnya Hilang atau Lenyapnya Bintang Raja Jawa sebagai awal Pembentukan Kadipaten Trenggalek. Penjabaran lebih mudahnya arti Trenggalek adalah Wahyu Kraton/Wahyu Raja-raja Jawa Hilang/Lenyap. Jadi di Trenggalek-lah Lenyapnya/Hilangnya Wahyu Kraton Tanah Jawa. Dan dimana Hilangnya Wahyu Kraton itu sebagaimana Siklus Sejarah, di situ jugalah Muncul/Asal Wahyu Kraton Raja-raja Tanah Jawa.

Sekarang kita menuju Jaman Awal Kemerdekaan Indonesia dimana Presiden Sukarno menunjuk Pahlawan Peta Supriyadi sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia yang Pertama. Semua orang tahu Supriyadi sudah lenyap antara hidup dan mati. Tetapi mengapa Sukarno tetap menunjuk Supriyadi menjadi Panglima walau orangnya tidak muncul. Tentu Sukarno mempunyai alasan yang kuat dan mungkin hanya Sukarno yang tahu alasannya. Karena sebenarnya banyak Pejuang/Tentara didikan Belanda yang lebih berpengalaman maupun didikan Jepang yang lebih mumpuni. Ternyata menurut penulis alasan Sukarno adalah Supriyadi kelahiran Trenggalek sebagaimana tulisan di atas mungkin menurut Sukarno, Supriyadi-lah pada waktu itu pemegang Wahyu Keprabon/Kraton Tanah Jawa. Untuk alasan ini terasa tidaklah Rasional, namun menurut pandangan masyarakat Jawa hanya orang yang mempunyai  atau mendapat Wahyu Keprabon-lah yang sanggup memimpin Indonesia sebagaimana Jawa adalah Setral-nya. Artinya, hanya orang yang mendapat Wahyu Keprabon Tanah Jawa-lah yang kuat memimpin Indonesia. Karena menjadi Pemimpin Dunia dalam pandangan Jawa harus juga sanggup menguasai alam Ghaib yang selama ini diidentikkan dengan Penguasa Laut Selatan. Dan kebetulan menurut orang yang mengerti  Ilmu Ghaib Pusat, Kerajaan Laut Selatan adalah di Gunung Kumbokarno Pantai Prigi di Kecamatan Watulimo Trenggalek.

Karena Supriyadi tidak juga muncul akhirnya Sukarno pada tahun 1950an mengunjungi Trenggalek sebagai rangkaian tugas dinas kenegaraan. Yang jadi pertanyaan, untuk urusan apa Presiden Sukarno sebagai Presiden Terbesar Indonesia mau mengunjungi Trenggalek. Padahal daerah ini adalah daerah minus dan tidaklah mempunyai kepentingan yang strategis untuk urusan kenegaraan. Mengapa tidak Tulungagung sebagai tempat waktu kecil dia tinggal atau Blitar rumah dari orangtunya? Dari tulisan di atas, dapat ditarik benang merah tujuan Sukarno adalah ingin mendapatkan Wahyu Keprabon untuk memperkuat kedudukannya karena sebagaimana orang tahu Sukarno adalah orang yang suka hal-hal yang berbau Ghaib dan Budaya Jawa. Ada satu hal yang lucu,apakah benar atau salah adalah waktu penulis masih SD pernah membaca tulisan Sukarno kelahiran Trenggalek. Menurut kakek penulis yang menghadiri pidato Bung Karno di alun-alun Trenggalek, Sukarno mengakui sendiri bahwa dia adalah kelahiran Trenggalek tepatnya di belakang Gedung Bioskop Trenggalek Teater yang sekarang sudah tutup. Inilah yang memperjelas dari arti kata Trenggalek yang berarti Terang Hilang atau Bintang Lenyap atau Wahyu Hilang.

Yang Kedua arti kata Trenggalek menurut Sosio dan Geografis, Trenggalek adalah sejenis tumbuhan lama yang sekarang jarang ditemukan. Ciri-cirinya batangnya berwarna agak kemerahan serta daun dan batangnya kecil. Kata dan Nama Trenggalek adalah bahasa Jawa Kuno dan tidak ada duanya di dunia untuk menamai tumbuhan tersebut dan memang jaman dahulu banyak tumbuh di daerah Trenggalek. Nama lain tumbuhan ini adalah Telaga Sari atau Telaga Warna. Tumbuhan ini sebagai penetralisir zat Radioaktif. Lalu apa hubunganya dengan tumbuh di daerah Trenggalek? Trenggalek adalah daerah perbukitan dan banyak gunung-gunung kecil sambung menyambung melingkari wilayah Trenggalek. Secara Geologi pegunungan Trenggalek adalah barisan dari Pegunungan Kapur Selatan dan bersambung dengan lereng Gunung Wilis. Tidak seluruhnya bukit-bukit tersebut pegunungan kapur yang menandakan daerah Trenggalek adalah bekas lautan. Banyak batu-batuan yang muncul ke permukaan dan membentuk bukit-bukit itu. Dalam Ilmu Geologi dinamakan Batuan Introsif atau batuan muda dan karena proses geologi terbentuk menjadi unsur-unsur logam seperti emas dan sebagainya. Oleh karena itulah daerah Trenggalek kaya akan bahan tambang namun dalam intensitas kecil dan kadang yang masih muda. Akibat dari Proses Kimiawi Alam yang masih berlangsung inilah yang jadi penyebab Zat-zat Radioaktif keluar dari perut bumi sehingga merusak dan menghancurkan makhluk hidup di atasnya. Zat Radioaktif inilah bagi orang yang mempelajari Ilmu Ghaib biasa disebut makhluk Perusak. Hal ini menjadi bertambah kuat mengapa Trenggalek menjadi Pusat Kekuatan Penghancur pada Jaman dahulu. Semisal menurut orang yang mengerti Ilmu Ghaib, Dewata Cengkar yang dikalahkan Prabu Aji Saka bertapa dan berdiam di wilayah Kamulan Kecamatan Durenan. Nyai Roro Kidul yang berunsur Penghancur juga berada di Pantai Prigi sebagai Dayang Ratu Kidul. Dan alasan Syech Subakir mendarat pertama kali di tanah Jawa di Pantai Prigi. Karena wilayah Trenggalek masih diselimuti unsur Radioaktif sebagai zat Penghancur Makhluk Hidup namun juga bisa jadi Zat yang bisa dimanfaatkan untuk kelangsuhan makhluk hidup. Menjadi masuk akal jika tumbuhan Trenggalek/Telaga Sari/Telaga Warna banyak tumbuh di wilayah Trenggalek sebagai Penyeimbang atau Penetralisir Zat Radioaktif. Dari nama tumbuhan inilah asal muasal menjadi nama daerah Trenggalek khususnya wilayah Kecamatan Trenggalek. Orang Jaman dahulu menamakan suatu wilayah biasa menggunakan nama tumbuhan,hewan,keahlian penduduk,ciri daerah dan sebagainya.

Dari uraian di atas ada 2 (dua) pandangan untuk menentukan asal usul nama Trenggalek. Dan semua penulis serahkan kepada kesimpulan pembaca. Namun pendapat inilah masih entah dan perlu penyempurnaan karena penulis juga belum punya sumber dan pegangan Historis yang bisa dipercaya tentang Siapa dan Sejak Kapan nama Trenggalek dipakai untuk menjadi nama khususnya Kecamatan Trenggalek. Menurut catatan sejarah, secara resmi nama Trenggalek dipakai semenjak berdirinya Kadipaten Trenggalek pada masa Pemerintahan Pakubuwobo II. Apakah sebelumnya sudah dipakai,penulis tidak menemukan pada catatan-catan kuno. Jika kata Trenggalek itu adalah merupakan Satu Kata dan Bukan gabungan 2 (dua) kata, besar kemungkinan bahasa Trenggalek ini sudah ada sejak Jaman Majapahit yang masih kental menggunakan bahasa-bahasa Jawa Kuno. Karena pada masa Islam bahasa-bahas yang digunakan cenderung sudah menggunakan bahasa-bahasa Jawa Baru. Kemudian siapa yang pertama kali memberi nama Trenggalek? Sesuai Prasasti atau Peninggalan Makam Kuno yang ada,besar kemungkinan adalah Setono Galek atau mungkin dialah Penguasa Galek yang pertama.

Demikian tulisan ini penulis buat semata sebagai penambah wawasan dan bukti cinta penulis terhadap tanah kelahirannya. Ada kurang lebihnya penulis sebagai manusia biasa mohon maaf yang sebesar-besarnya dan jika ada tambahan pendapat untuk memperkuat pendapat penulis atau yang tidak sependapat bisa berkomentar karena semua ini adalah ajang pembelajaran bagi kita semua. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Referensi : Wikipedia dan http://www.trenggalekkab.co.id dan Sumber
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info