Showing posts with label Dunia Angkasa. Show all posts
Showing posts with label Dunia Angkasa. Show all posts

Wednesday, November 21, 2012

Gadis 10 Tahun Temukan Supernova Baru

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Kathryn Aurora Gray menyatakan dirinya sebagai penemu supernova termuda di seluruh dunia. Penemuan gadis Kanada berusia 10 tahun ini dilakukan bersama dengan dua orang astronom amatir lainnya.


Awalnya mereka bertiga: Kathryn, Paul Gray, dan David Lane, memotret foto yang menggambarkan tatanan galaksi di malam pergantian tahun baru. Siapa sangka kemudian Kathryn berhasil menemukan keberadaan supernova baru.


Supernova adalah peristiwa ledakan dari suatu bintang di galaksi, yang menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang, bahkan kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya bintang tersebut semula. Hingga bintang tersebut seringkali dapat teramati dengan mata telanjang ataupun teleskop biasa.

CBS News melaporkan bahwa supernova ini berjarak sekitar 240 juta tahun cahaya. Peristiwanya terjadi di bagian dalam galaksi UGC 3378.



Like This..?? Share This Article...........
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Ditemukan Planet Kerdil yang Diselimuti Es

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Haumea, planet kerdil berbentuk aneh, dan setidaknya salah satu dari dua bulan yang ia miliki diperkirakan mengandung es.

Dengan ukuran lebar seluas 1.960 kilometer, planet berbentuk 
lonjong ini merupakan planet kerdil kelima yang teridentifikasi milik Matahari kita. Planet berjarak 35 kali lebih jauh dibandingjarak Matahari dengan Bumi ini memiliki bobot sepertiga massa Pluto.

Haumea, planet lonjong berlapis es
Sama-sama mengitari Matahari, orbit lanet ini berada di sekitar sabuk Kuiper, tepat di belakang Pluto. Bentuknya yang lonjong kemungkinan 
diakibatkan oleh periode rotasinya yang sangat cepat yakni 3,9 jam saja.

Ia pertamakali ditemukan pada tahun 2003 lalu oleh sekelompok astronom 
Amerika Serikat di Cerro Tololo Inter-American Observatory. Awalnya ia diberi 
nama 2003 EL61, sebelum diganti menjadi Haumea, nama seorang dewi penduduk Hawaii yang melambangkan kesuburan.

Tidak seperti benda lain di sabuk Kuiper, Haumea tidak terdiri dari campuran es dan batu dalam jumlah yang imbang, melainkan kerak es yang menyelimuti interior yang berbatu. Berikut video: Planet Kerdil yang Diselimuti Es.


Like This..?? Share This Article...........
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Bintang Kerdil Penyebab Punahnya Dinosaurus

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Ilmuwan menduga ada bintang tidak terlihat dan disinyalir mengitari matahari serta menyebabkan komet mati membombardir bumi seperti yang membuat dinosaurus punah.

Obyek yang ukurannya lima kali lebih besar daripada Yupiter itu bisa menjadi penyebab kepunahan massal yang terjadi 26 juta tahun lalu.

Bintang yang memiliki nama panggilan Nemesis oleh ilmuwan NASA, tidak dapat dilihat meskipun mengeluarkan sinar infra merah dan sangat jauh letaknya.

Nemesis dipercaya mengorbit sistem tata surya pada posisi 25 ribu kali jarak antara Bumi dengan Matahari.

Seiring dengan perputarannya di galaksi, gaya gravitasinya menarik keluar badan es-nya dari awan Oort, sebuah lapisan sangat luas yang terdiri dari bebatuan dan debu sejauh Nemesis.

Bola api yang terbang menuju bumi ini berbentuk komet menyebabkan kerusakan total ketika menyapu kehidupan dinosaurus 65 juta tahun lalu.


Saat ini ilmuwan NASA percaya bahwa mereka akan bisa menemukan Nemesis dengan menggunakan teleskop pencari panas yang akan mulai memindai langit pada bulan Januari.

Alat yang bernama The Wide-Field Infrared Survey Explorer diharapkan bisa membantu menemukan ribuan bintang kerdil dalam jarak 25 tahun cahaya dari Matahari, yang mengirim balik foto komet yang kemungkinan dilepaskan dari kawanan awan Oort.

Petunjuk pertama ilmuwan terhadap keberadaan Nemesis adalah orbit yang aneh dari bintang kerdil yang disebut sebagai Sedna. Para peneliti melihat ketidakwajaran, orbit oval yang berjarak 12 ribu tahun dapat dijelaskan oleh struktur langit yang masif.

Mike Brown yang menemukan Sedna pada tahun 2003 mengatakan, “Sedna adalah obyek yang sangat aneh, benda tersebut tidak seharusnya berada di sana. Satu-satunya cara untuk memperoleh orbit eksentrik adalah memiliki struktur raksasa yang mendukung, jadi ada apa sebenarnya di luar sana?.



Like This..?? Share This Article...........
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Penyebab Bintang Berkedip

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Jika malam hari tiba, diatas langit nun jauh disana, bintang-bintang bertaburan indah dengan berkedip. Kerlap-kerlip cahayanya seperti lampu disco, dan terkadang warnanya pun berubah-ubah dari putih ke biru atau merah dan seterusnya.

Sebenarnya bintang memancarkan energinya relatif konstan/stabil setiap saat. Jadi, perubahan yang terjadi tidak berasal dari bintangnya. Ada hal-hal lain yang menyebabkan bintang tampak berkedip. Apa ya itu?

Penyebab utama karena bumi memiliki atmosfer. Banyaknya lapisan udara dengan temperatur yang berbeda-beda di atmosfer, menyebabkan lapisan-lapisan udara tersebut bergerak-gerak, sehingga menimbulkan turbulensi.

Turbulensi bentuknya sama seperti ombak atau gelombang di laut dan kolam renang. Jadi, untuk mendapatkan gambaran seperti apa yang terjadi di atmosfer, bayangkan sebuah kolam renang yang permukaannya tidak tenang.

Sebuah koin yang terletak diam di dasar kolam renang akan tampak bergerak-erak, jika kita lihat dari atas permukaan air. Gerak semu ini terjadi, karena adanya refraksi/pembiasan.

Menurut ilmu fisika, ketika berkas cahaya melewati dua medium yang indeks biasnya berbeda, cahaya tersebut akan dibiaskan/dibelokkan. Untuk kasus koin di kolam renang, cahaya yang dipantulkan koin melewati dua medium yang indeks biasnya berbeda, yaitu air dan udara, sebelum jatuh di mata.Dan karena permukaan air yang tidak tenang, posisi koin yang sebenarnya tetap pun akan tampak berpindah-pindah.

Hal yang sama terjadi pada cahaya bintang yang melewati atmosfer bumi. Ketika memasuki atmosfer bumi, cahaya bintang akan dibelokkan oleh lapisan 
udara yang bergerak-gerak.

Akibatnya posisi bintang akan berpindah-pindah. Tetapi, karena perubahan posisinya sangat kecil untuk dideteksi mata, maka kita akan melihatnya sebagai kedipan. Gambar dari APOD berikut menunjukkan, seperti apaperubahan posisi yang dimaksud.


Bagaimana dengan planet, mengapa planet tidak tampak berkedip?


Bintang, sebesar apapun ukurannya dan sedekat apapun jaraknya, akan tampak sebagai sebuah titik cahaya, jika diamati dari bumi, bahkan dengan teleskop terbaik yang dimiliki manusia.

Sedangkan planet yang memiliki ukuran yang jauh lebih kecil daripada bintang, akan tampak lebih besar dari bumi, karena jaraknya yang jauh lebih dekat. Dengan teleskop kecil saja, kita akan dapat melihat planet sebagai sebuah piringan, bukan sebagai sebuah titik cahaya.

Ukuran piringan ini cukup besar, sehingga turbulensi atmosfer tidak memberikan pengaruh yang nyata pada berkas cahaya planet. Dilihat dari permukaan bumi, planet pun akan tampak tidak berkedip.

Kecuali pada kondisi atmosfer yang turbulensinya sangat kuat, atau saat planet berada di dekat horison, planet akan tampak berkedip juga. Karena pada saat planet berada di dekat horison (sesaat setelah terbit atau sebelum tenggelam), berkas cahayanya harus melewati atmosfer yang lebih tebal.

Setelah kita tahu bahwa penyebab bintang tampak berkedip adalah atmosfer bumi, kita bisa sesuaikan dengan kebutuhan kita dalammelakukan pengamatan. Jika kita ingin mengamati bintang dengangangguan atmosfer paling sedikit, kita bisa tunggu hingga bintang tersebut berada dekat meridian.

Atau jika kita ingin melihat bintang tidak berkedip sama sekali, kita bisa pergi ke luar angkasa, atau bulan, atau planet yang tidak memiliki atmosfer (ingat, bulan tidak memiliki atmosfer). Ada yang ingin membuktikan?


Like This..?? Share This Article...........
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Monday, November 19, 2012

Teori Baru Asal Muasal Cincin Saturnus

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Diperkirakan, cincin Saturnus berasal dari es milik beberapa bulan

Sekelompok peneliti asal Southwest Research Institute di Boulder, Colorado, Amerika Serikat mengungkapkan teori baru seputar terbentuknya cincin planet Saturnus. Teori yang mereka temukan itu telah dipublikasikan di jurnal Nature.

Seperti diketahui, asal muasal cincin Saturnus merupakan salah satu misteri yang ada di tata surya kita yang belum terpecahkan sampai saat ini. Akan tetapi, dari bukti-bukti yang baru ditemukan, kemungkinan cincin itu terbentuk sebagai hasil dari “pembunuhan” kosmik.

Diperkirakan, korbannya adalah bulan yang belum diketahui namanya, yang hilang sekitar 4,5 juta tahun lalu. Tersangkanya adalah piringan gas hidrogen yang sempat hadir di sekeliling Saturnus, saat puluhan bulan milik planet itu terbentuk, dan kini telah menghilang. Adapun penyebab kematian bulan yang malang itu adalah dorongan yang menyemplungkannya ke Saturnus.

“Cincin spektakuler yang penuh warna itu merupakan bukti yang tersisa,” kata Robin Canup, astronom dari Southwest Research Institute, seperti dikutip dari Nature, 13 Desember 2010. “Saat bulan itu menuju kematian, Saturnus merampas lapisan es terluar milik bulan itu dan membentuk cincin,” ucapnya.

Menurut Joe Burns, astronom asal Cornell University, Amerika Serikat, yang tidak terlibat dalam penelitian, misteri cincin Saturnus menjadi teka-teki bagi umat manusia selama beberapa abad. Meski demikian, Burns menyebutkan, teori yang dikemukakan Canup dan timnya masuk akal.

Sebelum ini, teori yang mengemuka adalah bulan-bulan Saturnus saling bertumbukan atau asteroid telah menabrak ke beberapa bulan itu. Debu dan partikel pecahannya lah yang kemudian membentuk cincin.

Yang jadi masalah, bulan-bulan milik Saturnus terdiri dari separuh es dan separuh bebatuan, sedangkan ketujuh cincin yang dimiliki planet itu 95 persennya terdiri dari es. “Bahkan mungkin sebelumnya seluruh material cincin itu adalah es,” ucapnya.

Jika cincin terbentuk dari tabrakan antar bulan atau asteroid yang menabrak bulan, seharusnya ada lebih banyak bebatuan di cincin planet Saturnus. “Sesuatu telah merampas es milik sebuah bulan yang besar dan meninggalkan es itu menjadi cincin Saturnus,” ucap Canup.

Cincin Saturnus sendiri, menurut Canup, awalnya 10 sampai 100 kali lebih besar dibanding saat ini. “Sejalan dengan waktu, es di bagian luar cincin telah menyatu ke dalam beberapa bulan milik Saturnus,” kata Canup. “Berarti, apa yang dimulai dari bulan, telah menjadi cincin, dan kini kembali menjadi bulan,” ucapnya.

Seperti diketahui, Saturnus saat ini memiliki 62 buah bulan, dan 53 buah di antaranya sudah memiliki nama


Like This..?? Share This Article...........
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Dunia Lain di Perut Bumi ?

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Ada banyak Legenda dari berbagai wilayah di dunia yang menceritakan mengenai adanya dunia lain di dalam perut bumi. Tidak banyak yang menaruh perhatian terhadap legenda-legenda ini sampai seorang ilmuwan ternama mengangkatnya ke dalam forum-forum sains. Ide kalau bumi kita memiliki rongga sebenarnya bukan sesuatu yang baru.

Legenda dunia bawah tanah
Pada masa Sumeria kuno, dunia bawah tanah sudah pernah disinggung dalam Epic of Gilgamesh. Di Babylonia, ada kisah mengenai turunnya Ishtar ke dunia bawah tanah. Dalam buku Mesir Kuno"Egyptian book of the Dead", dunia di bawah tanah juga disinggung berkali-kali.

Dalam legenda suku Indian Hopi, bahkan ada panduan bagi kita untuk bisa masuk ke dalam perut bumi yang berongga. Menurut suku ini, dunia yang kita diami adalah dunia keempat. Tiga dunia lainnya berada di dalam perut bumi dan salah satu pintunya berada di antara ngarai-ngarai raksasa Colorado.

Mungkin yang paling menarik dari semuanya adalah legenda Tibet mengenai Agharta yang secara harfiah berarti "Kerajaan bawah tanah di pusat bumi dimana raja dunia memerintah".

Menarik, karena masyarakat Tibet menggambarkannya dengan cukup lengkap. Bahkan menurut mereka, kerajaan Shambhala yang misterius juga berada di dalam perut bumi.

Pantas, tidak ada yang bisa menemukannya.

Setelah cukup lama dikenal di dalam legenda-legenda kuno masyarakat dunia, ide bahwa bumi ini memiliki rongga mulai mendapat tempat di dunia sains modern.

Hollow Earth dalam Sains
Lebih dari 2.000 tahun yang lalu, Plato memang telah menyinggung adanya lorong-lorong bawah tanah yang membentuk struktur bumi. Namun, pandangan ini baru mendapatkan perhatian ketika dicetuskan oleh ilmuwan ternama bernama Edmund Halley.

Edmund Halley (1656-1742) adalah seorang astronom Inggris yang secara tepat berhasil mengkalkulasi orbit komet yang melewati bumi setiap 76 tahun. Kita mengenalnya sebagai komet Halley.

Ia mencetuskan ide mengenai hollow earth pada tahun 1692. Menurutnya, di bawah kerak bumi yang setebal 500 kaki, ada ruang berongga yang di dalamnya memiliki atmosfer yang mendukung kehidupan.

Bagi kita yang mendengarnya, mungkin mengira Halley terjebak ke dalam pseudo science yang mendasarkan teorinya pada legenda semata. Namun, ternyata ia punya alasan sains yang cukup masuk akal.

Bahkan ia menuangkannya ke dalam sebuah paper yang memiliki judul cukup panjang, yaitu: "An account of the cause of the change of the variation of the magnetical needle with an hypothesis of the structure of the internal parts of the earth: as it was proposed to the Royal Society in one of their later meetings".

Teori ini diambil oleh Halley karena ia menemukan adanya variasi-variasi di dalam medan magnet bumi. Salah satunya, menurutnya, adalah medan magnet yang berasal dari bola di dalam perut bumi. Ini membuatnya berkesimpulan kalau ada empat bola konsentris berongga di dalam perut bumi. Bola-bola berongga ini memiliki atmosfer yang bisa mendukung kehidupan.


Menurutnya, Aurora borealis yang sering terlihat di kutub sebenarnya adalah gas bercahaya di dalam perut bumi yang berhasil lolos dari lapisan tipis kerak bumi di wilayah kutub.

Teori yang diajukan oleh Halley kemudian diadopsi oleh ilmuwan ternama lainnya, seorang ahli matematika bernama Leonhard Euler (1707-1783) dan John Leslie (1766-1832).

Bedanya, Euler menolak ide adanya beberapa bola konsentris seperti yang diajukan Halley dan menggantikannya dengan satu bola berongga yang memiliki matahari berdiameter 600 mil yang menyediakan cahaya dan panas untuk peradaban luar biasa yang hidup disana.


Di lain pihak, John Leslie memang memiliki pendapat yang mirip dengan Euler. Bedanya, ia percaya kalau matahari yang ada di dalam bola berongga itu ada dua, bukan satu. Ia memberi keduanya nama Pluto dan Proserpine.

Lalu, teori hollow earth kembali diadopsi oleh John Cleves Symmes (1780) yang sampai akhir hayatnya memperjuangkan teori ini tanpa kenal lelah.

Symmes adalah mantan tentara dan pengusaha. Ia juga percaya kalau bumi ini memiliki rongga dan jalan masuk menuju rongga itu berada di kutub utara dan selatan. Ia memperkirakan jalan masuk ini memiliki lebar 4.000 mil dan 6.000 mil.



Perjuangan Symmes bahkan sampai membuatnya berhasil melobi kongres Amerika sehingga presiden Amerika saat, John Quincy Adams, menyetujui pendanaan ekspedisi menuju Antartika. Namun, sebelum sempat dikucurkan, presiden berikutnya, Andrew Jackson, membekukan pendanaan itu.

Ekspedisi mencari pintu Hollow Earth
Setelah kematian Symmes, salah seorang pengikutnya yang bernama Jeremiah Reynolds, berhasil meyakinkan pemerintah Amerika untuk melakukan ekspedisi ke Antartika pada tahun 1838.

Memang para penjelajah tidak menemukan lubang raksasa disana, namun mereka menemukan bukti kalau Antartika bukan cuma sekedar wilayah es, melainkan benua bumi yang ke-7.

Teori Hollow Earth kembali mendapat perhatian pada tahun 1846 karena adanya penemuan bangkai utuh seekor Mammoth di Siberia.

Dalam tubuh mammoth itu ditemukan tanaman yang belum tercerna. Ini menunjukkan kalau hewan ini mati dengan tiba-tiba ketika sedang makan. Beberapa orang percaya kalau makhluk itu awalnya hidup di wilayah hangat di dalam hollow earth. Lalu, tanpa sengaja tersesat keluar lewat lubang di kutub utara. Ketika bertemu dengan wilayah dingin, hewan ini mati seketika.

Tentu saja, ini cuma teori yang tidak bisa dibuktikan. Tapi paling tidak penemuan ini membuat antusiasme mengenai Hollow earth terus berkembang hingga menarik perhatian Jules Verne, seorang penulis fiksi sains.

Pada tahun 1864, ia menerbitkan buku berjudul Journey to the Center of the Earth yang menceritakan mengenai sebuah lubang di Islandia yang menuju ke dalam perut bumi.

Pada tahun 1869, teori Hollow earth mulai berkembang menjadi semakin mengada-ngada.

Cyrus Teed dan Hollow Earth
Cyrus Reed Teed, seorang herbalis dan alkemis, mengaku kalau ia mendapatkan penglihatan mengenai seorang wanita yang memberitahukan kepadanya kalau ia berasal dari dalam rongga di dalam perut bumi.

Penglihatan ini cukup mempengaruhi hidup Teed. Empat puluh tahun berikutnya, ia mempromosikan ide ini ke seluruh dunia. Bahkan ia mendirikan sebuah sekte bernama Koreshans yang pengajarannya berkisar kepada dunia Hollow Earth.

Tidak sampai disitu, Teed kemudian memperkenalkan modifikasi baru dari teori hollow earth yang sering disebut Concave Sphere. Menurutnya, KITA-lah yang sedang hidup di dalam rongga bumi. Jadi, ada manusia lain yang hidup di dunia atas.


Tidak ada Lubang di Kutub
Pada awal abad ke-20, transportasi sangat minim. Wilayah kutub belum terjelajahi dengan sepenuhnya. Karena itu, tentu saja teori Hollow Earth akan menjadi sangat susah dibantah.

Tapi, semuanya berubah ketika penerbang Richard E.Byrd (1888-1957) berhasil melakukan penerbangan melintasi kutub utara dan selatan. Ia tidak menemukan adanya lubang raksasa seperti yang dipercaya para penganut teori Hollow earth.

Pada abad 20. kutub utara dan selatan bukan lagi wilayah yang misterius. Transportasi yang lebih maju dan satelit yang secara teratur menghasilkan citra bumi dari luar angkasa sebenarnya sudah bisa menjelaskan kalau di kutub utara dan selatan, tidak terdapat lubang menuju Hollow Earth.

Hollow Earth dan UFO
Walaupun begitu, teori ini masih saja menarik perhatian banyak orang. Bahkan, mereka mulai mengaitkannya dengan fenomena UFO. Contohnya Ernst Zundel yang menulis buku berjudul UFO-Nazi's Secret Weapon?

Ia mengklaim kalau Hitler dan batalyon terakhirnya berhasil lari ke Argentina dengan sebuah kapal selam, lalu mendirikan sebuah markas untuk piring terbang di sebuah lubang di kutub selatan yang mengarah ke dalam perut bumi. Zundel juga percaya kalau Nazi berasal dari ras terpisah yang berasal dari dalam perut bumi. Sepertinya Zundel memiliki pandangan yang sama dengan Hitler.

Pandangan ini mungkin muncul karena pada tahun 1940an, Hitler yang menjadi sangat tertarik dengan ide mengenai Hollow Earth disebut pernah mengirim ekspedisi menuju Rugen, salah satu pulau di Baltic, walaupun tidak membawa hasil.

Ray Palmer adalah penulis lain yang mengkaitkan antara Hollow earth dengan piring terbang. Pada tahun 1940an, bersama Richard Shaver, ia berspekulasi: 'Karena UFO sering terlihat di langit bumi sepanjang sejarah, maka pastilah UFO-UFO tersebut berasal dari bumi'.

Jadi, menurut mereka, UFO tersebut sebenarnya berasal dari dalam perut bumi yang berongga. Shaver bahkan mengaku pernah tinggal bersama orang-orang dari dalam perut bumi. Pandangan ini membuat keduanya dikenal sebagai bapak gerakan ufology modern. Tentu saja teori ini akan sangat sulit dibuktikan. Tetapi, tetap saja banyak orang lain yang masih percaya adanya rongga di dalam perut bumi.

Beberapa bahkan mengaku pernah masuk kedalamnya. Ada yang bilang kalau mereka mencapai rongga di dalam perut bumi lewat gua-gua purba atau lubang pertambangan kuno. Ada lagi yang berteori kalau segitiga bermuda adalah jalan masuk menuju rongga di dalam perut bumi.

Sebagian percaya kalau pintu masuk yang sebenarnya bukan di wilayah kutub, melainkan di wilayah lainnya di dunia seperti Gunung Shasta di California, Gua Mammoth di Kentucky atau pegunungan Himalaya di Tibet.


Gunung Shasta

Pada tahun 1993, Katharina Wilson menulis sebuah buku berjudul The Alien Jigsaw. Dalam bukunya, ia menceritakan mengenai pengalamannya diculik oleh alien dan dibawa ke dunia bawah tanah. Buku serupa juga pernah ditulis tahun 1995 oleh Timothy Good yang menceritakan pengalamannya dibawa ke markas UFO di dalam tanah.

Ketika Halley dan Euler merumuskan teori Hollow Earth, tidak ada yang menganggapnya mengada-ngada. Soalnya, para ilmuwan itu hidup di abad ke-17 dimana ilmu pengetahuan mengenai struktur bumi belum sempurna. Lagipula, banyak wilayah bumi yang belum terjelajahi. Tapi, ketika sains modern mulai berkembang, kitapun tahu kalau bumi ini tidak berongga.

Struktur Bumi yang Sebenarnya
Bagaimana kita bisa yakin kalau bumi ini tidak berongga?

Ada beberapa argumen, misalnya, walaupun kita tidak pernah melihat isi perut bumi, namun kita bisa "melihatnya" dengan menggunakan vibrasi (umumnya lewat gempa bumi) yang bergerak dari ujung bumi yang satu ke yang lain. Dengan menggunakan metode ini, para geologis bisa menggambarkan kondisi struktur bumi yang sebenarnya. Dari sini kita tahu kalau bumi ini memiliki inti dan kerak bumi, tanpa rongga tentu saja.


Jika bumi ini berongga, maka ia akan memberikan hasil yang berbeda dalam pengamatan seismik.

Lalu, kita juga tahu kalau di bawah kerak bumi, terdapat batu-batuan panas cair yang bernama magma. Ini bisa terjadi karena suhu akan menjadi semakin tinggi sesuai dengan kedalaman. Pada kedalaman sekitar 100 kilometer, suhu di dalam perut bumi diperkirakan sebesar 1.200 derajat celcius.

Magma ini bisa keluar menuju permukaan bumi lewat gunung-gunung api di seluruh dunia. Magma yang keluar dari perut bumi disebut dengan Lava. Kalau ada rongga di dalam perut bumi, Bagaimana menjelaskan pengaruh suhu yang tinggi ini terhadap rongga tersebut?

Struktur bumi yang kita kenal sekarang juga terlihat ketika manusia membuat lubang ke dalam perut bumi. Lubang terdalam yang dibuat oleh manusia saat ini adalah lubang yang terdapat di Sovyet. Dalamnya 12,3 kilometer. Sampai sejauh ini apa yang diamati dari pengeboran itu masih sesuai dengan ilmu geologi yang dikenal saat ini.

Jadi, kita tidak pernah menemukan lubang raksasa di kutub. Kita juga tidak punya bukti kalau bumi ini berongga dan ada matahari yang menyertainya. Sekarang, bahkan dengan mudah kita dapat mengakses google earth dan melihat sendiri kondisi di kutub atau tempat-tempat lain di dunia.

Karena itu, boleh dibilang, setelah hampir 400 tahun sejak diajukan oleh Halley, teori Hollow Earth telah berpindah tempat dari dunia sains menuju dunia pseudo sains.


Like This..?? Share This Article...........
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Sunday, November 18, 2012

Misteri Gelembung Radiasi Bima Sakti

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru-baru ini menemukan  dua gelembung radiasi misterius  yang berada di pusat galaksi Bima Sakti.

Adalah teleskop luar angkasa Fermi yang telah menemukan dua gelembung besar yang timbul dari pusat galaksi Bima Sakti tersebut. Teleskop menunjukkan bahwa gelembung berisi radiasi sinar Gamma dan sinar-x tersebut, membesar masing-masing hingga 25 ribu tahun cahaya ke atas dan bawah cakram galaksi.

Diperkirakan, masing-masing gelembung radiasi di tiap sisi galaksi mengandung energi sekitar 100 ribu kali ledakan supernova. "Gelembung-gelembung itu berukuran sangat besar," kata Doug Finkbeiner, pemimpin peneliti dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang menemukan gelembung itu, kepada New York Times.


Hingga kini bola energi itu masih diselimuti kabut misteri. Para ilmuwan masih belum berhasil mengidentifikasinya. Salah satu kemungkinan, seperti dilansir oleh situs Wired, gelembung itu disebabkan oleh adanya lubang hitam supermasif di pusat galaksi.

Dengan bobot yang diperkirakan lebih dari 4 juta kali massa matahari itu, lubang hitam tersebut dapat menyebabkan ledakan energi yang berbahaya bila materi yang mengelilinginya, jatuh ke dalam lubang hitam.


Kemungkinan lainnya, gelembung itu disebabkan oleh ledakan bintang pada inti galaksi. Ledakan bintang semacam ini disebabkan oleh pelepasan energi oleh ledakan supernova dan angin antariksa, yang biasanya mengikuti sebuah episode dari formasi bintang. Diperkirakan ini terjadi sekitar 10 juta tahun yang lalu.
David Spergel, seorang pakar astrofisika dari Princeton, mengaku heran, karena gelembung yang besarnya nyaris menyamai galaksi Bima Sakti sendiri baru ditemukan belakangan.

"Gelembung ini menunjukkan bahwa aktivitas alam semesta ini penuh dengan kejutan," kata Kepala tim Astrofisika NASA Jon Morse.

Apapun itu, yang pasti gelembung ini ditargetkan akan dapat diselidiki lebih lanjut oleh instrumen baru, termasuk oleh pesawat luar angkasa Planck (yang diluncurkan 2009), dan teleskop sinar-x eROSITA yang bakal diluncurkan pada 2012. 


Like This..?? Share This Article...........
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Friday, November 16, 2012

Kisah Mengerikan yang Harus Dihadapi para Astronot

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Berawal dari peluncuran satelit sebesar bola basket pada 4 Oktober 1957, Sputnik 1, Uni Soviet memulai apa yang disebut sebagai "Space Age" yang mengubah dunia. Sejak saat itulah, penjelajahan luar angkasa dilakukan, termasuk mengirim manusia ke luar bumi. 



Tak semua misi berhasil, beberapa di antaranya berujung tragedi. Lupakan soal campur tangan alien, meninggalkan atmosfer Bumi sendiri sudah berbahaya. Ada sejumlah episode mengerikan, aneh, dan tidak masuk akal yang terjadi. Berikut sejumlah cerita mengerikan yang terjadi di luar angkasa:



1. Bangkai mahluk hidup di luar angkasa

Sebelum akhirnya berhasil mengirimkan para kosmonot dan astronot, eksplorasi luar angkasa mengorbankan banyak nyawa binatang. Monyet, anjing, dan simpanse. Sementara ide mengorbankan hewan di "altar" ilmu pengetahuan mungkin tidak tepat, namun fakta ada banyak hewan jenis simian dan canine yang mati di luar angkasa menjadi cerita mengerikan.

Ini menimbulkan banyak teori bahwa mungkin ada lusinan hewan yang menjadi mumi yang hingga saat ini masih membuat putaran orbit. Hal yang sama bisa jadi juga menimpa manusia.


2. Risiko jadi makanan serigala

Tak hanya ketika menembus atmosfer, para penjelajah luar angkasa juga menghadapi risiko saat mendarat ke bumi. Seperti yang dialami Alexei Leonov, kosmonot Uni Soviet.Pada 18 Maret 1965, ia berhasil menjadi manusia pertama yang berjalan kaki di luar angkasa atau extra-vehicular activity (EVA). 

Karena mengalami kebocoran udara dan sejumlah material yang kaku, ia buru-buru masuk kembali ke dalam kapsulnya. Sebuah usaha yang susah payah, karena ia harus menurunkan tekanan pakaian luar angkasanya dan risiko berebut masuk dalam kapsul. 

Saat pesawat berhasil kembali ke Bumi, ia mendarat di Pegunungan Ural, di mana Leonov dan komandannya dipaksa menunggu pasukan penyelamat di tengah lolongan serigala lapar.


3. Toilet mengerikan
Pada 5 Mei 1961, Alan Shepard memakai popok dewasa saat mengangkasa menggunakan Freedom 7. Namun, fasilitas kamar mandi di pesawat Apollo jauh lebih buruk, sebelum perbaikan signifikan dilakukan. Dalam misi Mercury, Gemini, dan Apolo, para kru secara faktual mengenakan kapsul. 

Mereka hidup di tempat duduk mereka, melakukan segala sesuatu yang personal di sana, seperti makan, tidur, buang air kecil, apapun. Urin dikumpulkan dalam wadah yang menempel pada tubuh, kantong mirip kondom yang punya tiga pilihan: kecil, sedang atau besar. 

Untuk buang air besar, para astronot pertama menempelkan tas plastik pada bagian bokong. Saat selesai membuang hajat, ia akan menutup tas tersebut, meremas-remasnya, mencampur cairan pembunuh bakteri dengan kotoran di dalamnya. Meski dalam kacamata para insinyur ini adalah cara efektif, namun untuk para astronot, sangat mengerikan.


4. Dekompresi
Ini adalah salah satu fakta mengerikan dalam perjalanan luar angkasa. Dekompresi. Semua kru Soyuz 11 yang berjumlah tiga orang, Vladislav Volkov, Georgi Dobrovolski dan Viktor Patsayev, tewas akibat penurunan tekanan ketika mempersiapkan diri untuk kembali ke bumi. Ini adalah kematian pertama manusia yang terjadi di luar angkasa. 

Sebelumnya, seorang teknisi Johnson Space Center, Houston menceritakan pengalamannya mengalami dekompresi ketika berada di ruangan hampa udara. Ingatan terakhirnya sebelum kesadaran adalah sensasi kelembaban dalam lidahnya mulai mendidih. 

Hingga saat ini belum ada kesepakatan di kalangan ilmuwan tentang gejala dekompresi mendadak, namun ada di antara kemungkinan itu adalah daging yang membengkak, darah yang menguap, bola mata pecah, dan paru-paru meledak.


Like This..?? Share This Article...........
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Tuesday, November 13, 2012

Ubah Tinja Jadi Energi di Luar Angkasa

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info



Satelit pertama milik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), bagian dari UNESCOSat Project yang berbiaya 5 juta dollar AS, akan diluncurkan tahun depan. Peluncuran satelit ini bertujuan untuk membantu proses pendidikan, meningkatkan minat pada sains, dan meningkatkan kerja sama global.


Kini, satelit itu memiliki tujuan tambahan. Satelit itu akan digunakan untuk melihat kemungkinan bakteri bisa hidup dan melakukan metabolisme di luar angkasa. Muaranya adalah kemungkinan bahwa bakteri bisa dimanfaatkan untuk mengubah kotoran para astronot menjadi sumber bahan bakar di luar angkasa.

"Ini hal yang sangat potensial. Kita bisa mengambil sampah dan menggunakannya untuk membangkitkan listrik dalam misi ke luar angkasa," kata Donald Platt, Direktur Program Space Science dari Florida Institute of Technology, yang menjadi ketua misi ini.

Untuk melakukannya, para peneliti melengkapi satelit tersebut dengan tempat tes, saluran pencampur, dan pompa solenoide. Selain itu, akan disertakan juga bakteri anaerobik, sejenis bakteri yang tidak memerlukan oksigen dalam melakukan metabolisme.

Bakteri yang akan digunakan adalah Shewanella MR-1. Bakteri tersebut diketahui mampu mengubah kotoran menjadi bahan bakar hidrogen, bahan yang bisa digunakan sebagai bahan bakar pesawat luar angkasa. Para peneliti ingin melihat dahulu efek tekanan dan gravitasi terhadap siklus hidup bakteri itu.

Para ilmuwan telah menemukan cara mengubah urine menjadi air minum untuk konsumsi selama di stasiun luar angkasa. Mampukah mereka memproduksi bahan bakar dari tinja untuk kebutuhan energi di luar angkasa?


Like This..?? Share This Article...........
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Thursday, November 8, 2012

Video Jasad Alien Yang Ditemukan di Russia

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
alien rusia 120x120 Video Jasad Alien Yang Ditemukan di Russia April 2011

Lagi-lagi berita tentang makhluk misterius Alien menggemparkan dunia. Di Rusia tepatnya di wilayah salju Irkutsk, sebelah selatan Sirebia, sekelompokorang mengklaim telah menemukan jasad alien yang terbaring di atas salju. Tak hanya sekedar mengklaim, tapi sekelompok orang tersebut juga membuat rekaman video lokasi temuan jasad alien. Video tersebut diunggah di youtubepada 18 April 2011 yang akhirnya menyedot banyak perhatian pengunjung yang melihat video tersebut. Tak kurang dari 2,5 juta orang menonton video langka tersebut.

Seperti diberitakan The Sun, temuan ini menyusul laporan adanya UFO bercahaya berwarna pink dan biru yang jatuh dari langit. Bahkan Kementerian Darurat telah menginvestigasi insiden tersebut. Hasilnya, tak ada kecelakaan pesawat yang terjadi di  wilayah itu.
Namun, tak semua pengunjung YouTube yakin, video ini nyata. “Gagal. Maaf, kelihatan sekali palsunya,” kata salah satu pengunjung. “Apakah alien benar-benar ada? Aku sih percaya. Tapi tidak dengan video ini,” kata yang lain.

Video Penemuan Alien di Rusia

Its Real Alien?

Klaim temuan mayat alien ini mengingatkan kisah serupa di tahun 1947. Di Roswell, New Mexico, Amerika Serikat.
Ketika itu, ditemukan sebuah piring terbang jatuh di dekat kota Roswell, New Mexico. Namun, militer AS langsung menyatakan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah salah satu dari program mereka bernama Mogul. Namun, sejumlah pihak mencurigai alasan tersebut dan menganggap militer AS sengaja menutup-nutupi fakta tentang UFO yang jatuh beserta mayat-mayat alien di dalamnya.
Insiden Roswell juga tercatat dalam file Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI yang baru-baru ini diungkap ke publik dalam ‘The Vault’.


Like This..?? Share This Article.....
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info