Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Sunday, November 4, 2012
SERIAL LIPUTAN KELENTENG: KUNJUNGAN KE KELENTENG HOK AN BIO (福安廟 Mandarin: Fuan Miao), GUBUG, KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH
Monday, October 8, 2012
TARI TRADISIONAL DARI JAWA TENGAH
1. Tari Merak Jawa Tengah
Tari Merak meerupakan tari paling populer di Tanah Jawa. Versi yang berbeda bisa didapati juga di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Seperti namanya tarian Merak merupakan tarian yang melambangkan gerakan-gerakan burung Merak. Merupakan tarian solo atau bisa juga dilakukan oleh beberapa orang penari. Penari umumnya memakai selendang yang terikat dipinggang, yang jika dibentangkan akan menyerupai sayap burung. Penari juga memakai mahkota berbentuk kepala burung Merak. Gerakan tangan yang gemulai dan iringan gamelan, merupakan salah satu karakteristik tarian ini.
2. Tari Gambyong

Konon Tari Gambyong tercipta berdasarkan nama seorang penari jalanan (tledhek) yang bernama si Gambyong yang hidup pada zaman Sinuhun Paku Buwono IV di Surakarta (1788-1820). Sosok penari ini dikenal sebagai seorang yang cantik jelita dan memiliki tarian yang cukup indah. Tak heran, dia terkenal di seantero Surakarta dan terciptalah nama Tari Gambyong.
Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Ciri khas pertunjukan Tari Gambyong, sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab, kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing.
Pada zaman Surakarta, instrumen pengiring tarian jalanan dilengkapi dengan bonang dan gong. Gamelan yang dipakai biasanya meliputi gender, penerus gender, kendang, kenong, kempul, dan gong. Semua instrumen itu dibawa ke mana-mana dengan cara dipikul.
Umum dikenal di kalangan penabuh instrumen Tari Gambyong, memainkan kendang bukanlah sesuatu yang mudah. Pengendang harus mampu jumbuh dengan keluwesan tarian serta mampu berpadu dengan irama gendhing. Maka tak heran, sering terjadi seorang penari Gambyong tidak bisa dipisahkan dengan pengendang yang selalu mengiringinya. Begitu juga sebaliknya, seorang pengendang yang telah tahu lagak-lagu si penari Gambyong akan mudah melakukan harmonisasi.
3. Tari Sintren

Sintren adalan kesenian tradisional masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Sintren adalah sebuah tarian yang berbau mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta Sulasih dan Sulandono.Tersebut dalam kisah bahwa Sulandono adalah putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih, seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso. Akhirnya R.Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari.
Meskipun demikian pertemuan diantara keduanya masih terus berlangsung malalui alam goib. Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang pada saat meninggal jasadnya raib secara goib, yaitu dengan cara bahwa pada setiap acara dimana Sulasih muncul sebagai penari maka Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih,pada saat itu pula R.Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R.Sulandono, yaitu dengan cara bahwa pada setiap acara dimana Sulasih muncul sebagai penari maka Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R.Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R.Sulandono.
Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren,sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan cacatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari betul-betul masih dalam keadaan suci (perawan). Sintren diperankan oleh seorang gadis yang masih suci, dibantu pawang dan diiringi gending 6 orang, sesuai pengembangan tari sintren sebagai hiburan budaya maka dilengkapi dengan penari pendamping dan bador (lawak).
4. Tari Bondan Payung

Pada Tari Bondan, tarian dari Surakarta, seorang anak wanita dengan menggendong boneka mainan dan payung terbuka, menari dengan hati-hati di atas kendi yang diinjak dan tidak boleh pecah. Tarian ini melambangkan seorang ibu yang menjaga anak-anaknya dengan hati-hati.
5. Tari Angsa
Tari Angsa adalah Tarian yang menggambarkan keagungan seorang Dewi yang diiringi oleh sekelompok burung angsa. Di dalam tarian ini terdapat perpaduan antara kebudayaan Timur maupun Barat. Dibawakan oleh 7 orang penari wanita (satu orang penari berperan sebagai Dewi, enam orang penari sebagai angsa).
6. Tari Bugis Kembar

Tari Bugis Kembar adalah tarian yang sering digunakan untuk menjamu tamu, anak kembar emas yaitu seorang laki-laki dan seorang perempunan.
Referensi : Budaya Indonesia
sumber
Tuesday, September 25, 2012
PEMILIHAN DUTA BAHASA JAWA TENGAH 2012
- bermukim di wilayah Jawa Tengah;
- berkepribadian baik;
- berpendidikan minimal SLTA;
- berumur antara 18--25 tahun dan belum menikah;
- berbahasa Indonesia baik, benar, dan sesuai konteks secara lisan dan tertulis;
- berberat badan proporsional dengan tinggi badan minimal 155 cm bagi putri dan 165 cm bagi putra; serta
- berpengetahuan luas serta mampu menguasai bahasa ibu dan bahasa asing.
- penampilan dan kepribadian;
- penguasaan bahasa Indonesia secara lisan dan tulis; serta
- penguasaan bahasa asing, bahasa ibu, dan pengetahuan budaya.
Thursday, July 28, 2011
Pemenang Duta Bahasa Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011
Drs. Widada, M.Hum. dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah;
Widiyartono R., S.S. dari Forum Bahasa Media Massa;
Drs. Slamet Mulyono, M.Pd. dari Himpunan Pembina Bahasa Indonesia.
Pemenang I Putra : Hanifan Fuadi Fathul M. dari Kota Surakarta
Pemenang I Putri : Elizabeth Yuniar dari Kota Surakarta
Pemenang II Putri : Sulistyoko Agustina dari Universitas Dian Nuswantoro
Pemenang III Putri : Ayu Wulandari dari Universitas Sebelas Maret
Pemenang Harapan I Putri : Putri Amalia Rizkina dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Pemenang Harapan II Putra : Rizky Afianto dari Universitas Katolik Soegijopranoto
Pemenang Harapan II Putri : Infra Ranisetya dari Kabupaten Temanggung
( Panitia Duta Bahasa / Tim Laman Balai Bahasa )
Sunday, July 25, 2010
Duta Bahasa Jawa Tengah Terpilih

sumber: http://emarahardian.blogspot.com/
Friday, July 16, 2010
Ketentuan dan Persyaratan Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah Tahun 2010
TEMA
TUJUAN
- Membangkitkan minat generasi muda untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
- Menambah wawasan generasi muda tentang bahasa Indonesia.
- Mencari tunas muda yang mampu berbahasa Indonesia, berbahasa ibu, dan berbahasa asing secara proporsional.
- Memilih generasi muda untuk menjadi duta pemasyarakatan bahasa Indonesia.
Peserta Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2010 adalah sebagai berikut.
- Peserta mewakili kabupaten/kota.
- Peserta berkepribadian baik dan berpenampilan menarik.
- Peserta berpendidikan minimal SLTA.
- Usia peserta berkisar antara 18-25 tahun.
- Peserta belum menikah.
- Peserta mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar secara tertulis dengan membuat makalah singkat mengenai kebahasaan diketik di kertas A4, 3-5 halaman, dengan jarak 1,5 spasi.
- Peserta mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar secara lisan di depan umum.
- Peserta menguasai bahasa ibu dan bahasa Inggris.
- Peserta mendapat bantuan biaya transpor.
- Panitia menanggung biaya akomodasi dan konsumsi peserta.
- Panitia tidak menyediakan biaya transpor, biaya akomodasi, dan konsumsi untuk pendamping peserta.
- Panitia berhak membatasi jumlah peserta.
- Penampilan dan kepribadian.
- Penguasaan bahasa Indonesia secara lisan dan tulis.
- Penguasaan bahasa Inggris, bahasa ibu, dan pengetahuan budaya.
- Penilaian dan penentuan pemenang akan dilakukan tim juri.
- Keputusan tim juri tidak dapat diganggu gugat.
Setiap pemenang terdiri atas satu putra dan satu putri yang akan mendapat hadiah berupa piagam, trofi, dan uang pembinaan.
Pemenang I Rp 4.000.000,00 (untuk 2 orang)
Pemenang II Rp 3.000.000,00 (untuk 2 orang)
Pemenang III Rp 2.000.000,00 (untuk 2 orang)
Harapan I Rp 1.500.000,00 (untuk 2 orang)
Harapan II Rp 1.000.000,00 (untuk 2 orang)
Pajak hadiah ditanggung oleh pemenang.
PELAKSANAAN
PENDAFTARAN
SEKRETARIAT PANITIA:
Kontak Panitia: Wiwid
2. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Jalan Elang Raya, Tembalang, Semarang, Telepon 024-76744357, 70769945. Faksimile 024-76744358, 70799945.
Kontak Panitia: Ema Rahardian, S.S.
Desi Ari Pressanti, S.S.
Shintya, S.S.
(Panitia Duta Bahasa / Tim Laman Balai Bahasa)
Sumber: Balai Bahasa Jawa Tengah
Saturday, July 25, 2009
Animo Menjadi Duta Bahasa Meningkat
SEMARANG - Animo masyarakat Jawa Tengah untuk menjadi Duta Bahasa Jateng tahun ini meningkat. Ini terbukti, jumlah peserta pemilihan duta bahasa tingkat provinsi Jateng yang digelar Rabu (22/7) bertambah 12 orang dibanding peserta tahun sebelumnya.
Berlokasi di Gedung BKK Jl Supriyadi 37, pemilihan kini diikuti 62 peserta yang berasal dari perwakilan kabupaten/kota se-Jateng, perguruan tinggi, SMA, dan perseorangan yang mendaftar ulang.
Di ruang tertutup, Desi Presanti (Balai Bahasa Jateng), Sendang Mulyono (Himpunan Pembina Bahasa Indonesia), dan Widianto (Forum Bahasa Media Massa) menyeleksi ke-62 peserta tersebut satu per satu.
Drajat Agus Mourdowo selaku Koordinator Pengkajian Balai Bahasa Jateng mengatakan, penilaian tahun ini sangat menekankan pengetahuan peserta terhadap bahasa ibu dan pengetahuan budaya.
Dia menjelaskan, seleksi bertumpu pada kemampuan berbahasa peserta dalam mempresentasikan makalah. Makalah yang bertema kebahasaan dan kebudayaan yang mereka buat sebelumnya dipresentasikan dalam bahasa Inggris. Sedangkan kemampuan bahasa ibu diuji pada saat mereka mempresentasikan pengetahuan budaya dan pariwisata daerahnya.
Thonthowy Jawari, Kasubag Kebudayaan dan Kesenian Biro Bina Mental Provinsi Jateng, berharap dapat menemukan bibit unggul yang mampu menyosialisasikan pengguaan bahasa Indonesia maupun asing secara proporsional.
Dana penyelenggaraan kegiatan tersebut bersumber dari dana APBD. Dalam pemilihan bibit unggul tersebut diambil
Nana Riski Susanti (18), mahasiswi semester IV Unnes terpilih sebagai juara I putri. Perempuan asal Tegal itu mengaku tidak gugup saat penyeleksian karena sudah terbiasa mempresentasikan karya tulis dan puisinya di depan umum. Ketertarikannya dalam mengikuti pemilihan ini karena dia ingin mengembangkan kepribadian dan bakat kebahasaannya. Setelah ini, Nana akan berusaha menjadi mitra Balai Bahasa dengan menyosialisasikan penggunaan bahasa secara kontekstual dan proporsional.
Sementara Bagas Tria Rahmadadi (17) adalah putra Sukoharjo yang terpilih sebagai juara I putra. Calon mahasiswa UGM itu ingin memilimalisasi degradasi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dia akan bekerja sama dengan pemkab untuk menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pada bulan Bahasa (Oktober) nanti, mereka berdua akan dikirim ke
Sumber : Suara Merdeka, 25 Juli 2009
